
...71. Panggilan...
"Oh kamu ingin main ML biar segera hamil terus biar kamu bisa berdoa agar aku cepet mati?" Sorot mata Argha dibuat setajam mungkin.
"Nggak Gha.. nggak! maksud aku gak begitu, aku gak mau kamu mati." Mata Elmeera sudah berkaca-kaca. Argha tau itu namun dia seolah gak mau tau. Argha ingin memberikan pelajaran pada Elmeera.
"Sudahlah El.. kamu emang gak pernah ada usaha buat buka hati kamu untuk aku."
"Aku udah usaha Argha!"
"Lalu hasilnya?"
"Nggak tau..."
"Ya sudah!" Susah banget membuat Elmeera bilang cinta atau otw cinta...
"Kok ya sudah? kamu udah maafin aku?"
"Udah!"
"Udah gak kesel sama aku?"
"Masih!"
"Jangan kesel kesel sama aku Gha!" Sepasang suami istri pun itu berdebat cukup panjang. Sebuah perdebatan yang sebenarnya tidak ada ujungnya.
Elmeera yang sudah capek membujuk Argha itupun tanpa aba-aba langsung membungkam bibir Argha dengan bibir seksiinya.
Bodoh amat mengenai harga diri, Elmeera tidak peduli karena semakin kesini jika dibiarkan Argha akan semakin bawel.
Sedangkan Argha yang mendapatkan serangan dadakan dari Elmeera jelas merasa terkejut sekaligus bahagia. Namun, Argha sok jual mahal dulu dengan tidak membalas ciuman Elmeera.
Tidak kurang akal, Elmeera pun menggigit bibir Argha agar terbuka sehingga Elmeera dapat mengabsen setiap inci rongga mulut suaminya. Elmeera melakukan apa yang sering Argha lakukan padanya.
"Ternyata selama ini kamu belajar dengan sangat baik El." Batin Argha.
Argha pun perlahan membalas ciuman Elmeera, mau bagaimana pun.. jika dihadapkan dengan wanita seperti Elmeera.. iman Argha sangatlah cetek. Terlebih Elmeera adalah satu-satunya wanita halal untuknya. Namun Argha memilih pasif, dia ingin tahu sampai sejauh mana Elmeera bermain.
Sadar akan suaminya yang masih mode kesal terhadapnya, Elmeera berinisiatif untuk membuka satu persatu kancing piyama tidurnya tanpa melepas pungutan bibirnya. Dan setelah semua kancing terlepas semua, Elmeera pun membimbing tangan Argha menuju salah satu puncak gunung Mahameru yang masih tertutup oleh sutra lembut yang berbusa.
Bagaimana perasaan Argha? jelas sangat bahagia. Karena, sangat sulit membawa Elmeera sampai titik agresif dan inisiatif seperti ini.
__ADS_1
Pungutan bibir keduanya terlepas, nafas keduanya terengah-engah karena kehabisan pasokan oksigen. Suasana kamar yang tadinya dingin oleh AC menjadi terasa panas.
"Aku menginginkan kamu Gha..." Ucap Elmeera dengan sorot mata yang begitu dalam pada Argha.
Argha membuang pandangannya ke sembarang arah,
"Gha!" Panggil Elmeera yang merasa permintaannya di tolak oleh Argha.
"Aku gak bisa El!"
"Kenapa?" Mata Elmeera sudah berkaca-kaca. Ditolak Argha ternyata rasanya sesakit ini...
"Aku gak bisa kalau kamu gak mengubah panggilan kamu buat aku!" Tekan Argha.
"Mengubah panggilan?"
"Ya! aku ingin kamu mengubah panggilan kamu buat aku. aku gak mau kamu memanggil aku dengan sebutan nama. Aku suami kamu El.. aku ingin kamu sedikit saja belajar menghargai aku! Berkata lembut dan baik pada suami."
"Eh kok ujungnya mau berdebat lagi... kan gue udah setengah Bu Gil begini buat mancing Argha. Nggak nggak bisa..." Batin Elmeera.
"Kamu mau dipanggil apa?" Tanya Elmeera mengalah.
"Terserah!"
"Kamu pikirkan dulu panggilan apa yang cocok untuk aku, aku mau tidur dulu. Setelah kamu mendapatkannya, kamu bisa bangunkan aku lalu kita bisa melanjutkan kegiatan yang tadi tertunda." Ucap Argha tanpa dosa dengan senyum penuh makna di bibirnya.
Eh kok begini?
"Sayang... maafin aku!" Rengek Elmeera spontan.
"Sayang?" Argha yang hendak merebahkan tubuhnya pun mengernyit dan tersenyum tipis.
"Mau kan kamu aku panggil sayang?" Tanya Elmeera sambil menggigit bibir bagian bawahnya sendiri. Elmeera nampak gugup dan Argha dapat menangkap hal itu.
"Tidak buruk."
"Yaudah ayo kita lanjutkan ibadah malam kita Gha!"
"Gha?"
"Sa.. sayang.. maksud aku sayang.. ayo kita lanjutkan ibadah malam kita sayang..." Kata Elmeera.
__ADS_1
"Sialan Argha.. bener-bener membuat harga diriku terjun bebas. Untung suami sendiri... kalau gak terlanjur basah mah ogah aku seperti ini.. malu... tapi kalau gak aku yang ngajak dulu, bisa-bisa sepekan lagi dia cuekin aku." Batin Elmeera meronta-ronta.
"Kok kamu malah mau tidur?" Tanya Elmeera yang melihat Argha kembali merebahkan tubuhnya.
"Kamu pengen aku memaafkan kamu 100 persen kan?" Elmeera pun mengangguk mendengar pertanyaan suaminya.
"Oke, pimpin permainan malam ini, jika permainan kamu memuaskan, maka aku tidak akan mengungkit ucapan kamu yang pengen aku segera mati tadi." Elmeera langsung menelan salivanya mendengar permintaan Argha.
"Nggak ada cara lain?" Argha pun dengan santainya menggeleng. Padahal wajah Elmeera sudah nampak pias.
"Copot tuh penyangga gunungnya! menghalangi pemandangan saja." Perintah Argha.
Dengan ragu-ragu Elmeera pun melepas penyangga gunung Mahameru. Sungguh Argha ingin tertawa melihat ekspresi Elmeera yang berasa seperti perawan saja.. padahal udah puluhan kali Argha menikmati gunung Mahameru tersebut.
"Udah."
"Copot semua lah baju kamu, lalu naik diatas sini." Kata Argha sambil melirik bagian pusakanya yang sejak tadi sebenarnya sudah mulai aktif.
Elmeera terdiam. Jika biasanya tatapan Argha penuh gairah karena menginginkannya, kini tatapan Argha begitu tajam padanya.
"Kalau gak mau aku maafin 100 persen ya sudah!"
"Ayo dong El... aku udah gak bisa sabar buat mendaki gunung Mahameru. masak aku yang mode kesel sama kamu tiba-tiba minta duluan." Batin Argha.
Demi Argha tidak marah, demi biar segera hamil, Elmeera membuang jauh-jauh gengsinya. Toh sama suaminya sendiri dan dia sudah sering sekali melaksanakannya dengan Argha. Tidak ada yang salah kan? bahkan Elmeera pernah mendengar jika istri yang meminta dulu, maka akan mendapatkan pahala.
Tanpa ragu lagi Elmeera pun langsung melepaskan satu persatu pakaian yang menempel pada tubuhnya. Argha benar-benar menang kali ini.
"Aku menginginkan kamu sayang!" Ucap Argha dengan senyum manisnya. Tatapan Argha sudah kembali seperti sebelum-sebelumnya.
"Gha.. eh."
"Sa.. sayang..." Elmeera nampak bingung dengan perubahan ekspresi Argha.
"Aku menginginkan kamu, sangat menginginkan kamu sayang." Ucap Argha lagi yang langsung menarik tangan Elmeera sehingga Elmeera jatuh tepat di atas tubuhnya.
Argha tidak mau terus terusan Elmeera yang meminta sehingga Elmeera merasa harga dirinya jatuh di depan suaminya.
Nggak, sudah cukup Elmeera menurunkan egonya. Karena seorang Elmeera yang sangat keras kepala, egois dan angkuh sudah mau menurunkan egonya sampai titik ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa.
Argha pun langsung menyambar bibir Elmeera yang sudah sangat menggoda sejak tadi. Argha pun membimbing Elmeera agar Elmeera bisa memimpin permainan malam ini.
__ADS_1
"Kamu selalu cantik dan menggoda... Gunakan insting kamu dan puaskan aku sayang..." Ucap Argha membuat Elmeera tersenyum.
...BERSAMBUNG...