
...59. Mencoba ...
Elmeera susah payah menelan salivanya saat menatap pantulan dirinya sendiri dari cermin berukuran besar yang ada di dalam kamarnya.
Lingerie hitam yang sangat tipis itu sudah menempel sempurna di tubuh Elmeera yang berniat meluluhkan hati Argha malam ini setelah mendapat ide dan banyak wejangan dari Ziraya.
Awalnya Elmeera menolak dengan ide yang Ziraya berikan. Terlebih Ziraya memaksa Elmeera untuk menyetujui permintaan Argha toh Argha berjanji akan membuktikan bahwa dia adalah lelaki setia dan baik. Jadi tidak ada salahnya untuk mencoba menjalin hubungan dengan Argha sebagai suami istri yang semestinya.
Sempat ada perdebatan yang cukup panjang antara Elmeera dan Ziraya, tapi beruntung Ziraya dapat menyakinkan Elmeera dan Elmeera mengikuti segala ucapan sahabatnya.
Dan saat pulang kantor, Elmeera tidak langsung kembali ke apartemen. Elmeera lebih dulu mampir ke sebuah outlet brand ternama yang menjual khusus berbagai jenis underwear.
Lama memilih yang cocok dengan dirinya, akhirnya Elmeera membeli lingerie berwarna hitam. Bukan tanpa alasan Elmeera memilih warna hitam, sebab Elmeera ingat betul ucapan Argha beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa Argha lebih suka Elmeera menggunakan underwear berwarna hitam yang kontras dengan kulit bersih Elmeera.
"Menggoda suami sendiri enggak apa-apa, justru dapat pahala kan.." Gumam Elmeera pelan.
"Astaga, kenapa jantung aku berdegup kencang banget begini, padahal udah beberapa kali melakukan itu sama Argha. kenapa sekarang rasanya beda..." Gumam Elmeera lagi sambil memegang dadanya sendiri.
"Gak apa-apa El, meskipun belum ada cinta.. gak apa-apa.. harus dicoba. Kamu gak boleh jadi janda tanpa anak..." Elmeera berusaha menyakinkan dirinya sendiri.
Elmeera melirik jam yang berada di nakas, sudah menunjukkan pukul 11 malam. Elmeera yakin tidak lama lagi suaminya itu akan pulang. Elmeera segera menyemprotkan parfum pada tubuhnya.
Dan benar saja ..
Ceklek.
Argha membuka pintu kamarnya yang redup dengan dahi mengernyit karena tatapannya langsung bertemu dengan Elmeera yang berdiri tidak jauh dari cermin.
Argha belum menyadari tentang apa yang sedang dikenakan istrinya saat ini, karena Argha berpikir jam segini biasanya Elmeera sudah tidur akibat terlalu capek dengan pekerjaan kantor yang menumpuk. Tapi, kenapa istrinya itu masih terjaga?
"Gha... kamu baru pulang?" Tanya Elmeera sambil tersenyum.
"Pertanyaan macam apa itu? Kamu udah tau sendiri jawabannya kan? Lalu kenapa masih tanya?" Kata Argha ketus setelah menyadari penampilan Elmeera yang membuat otaknya mendadak blank.
"Sialan, kenapa bisa-bisanya malam ini Elmeera nampak cantik dan seksii banget sih? Astaga... gue kan udah janji gak akan menyentuh dia sebelum gue berubah pikiran." Batin Argha kesal sendiri karena pantang bagi Argha untuk menjilat ludahnya sendiri. Ucapan lelaki adalah harga diri.
"Kamu habis dari mana aja sih? beberapa hari ini selalu pulang larut?" Tanya Elmeera.
__ADS_1
Elmeera yang memang gampang tersulut emosi, terus mencoba sabar menghadapi sikap dan ucapan ketus Argha. Terlebih Argha enggan untuk menatapnya.
Elmeera tidak ingin Argha terus cuek padanya karena itu mampu membuat moodnya menjadi buruk. Elmeera terus mengingat ucapan Ziraya siang tadi "Kalau gak mau jadi janda bolong tanpa anak.. elu kudu sabar... sabar... sabar lagi... sabar teruss.."
"Gha.. kamu darimana aja sih? kenapa akhir-akhir ini sibuk?" Tanya Elmeera lagi karena Argha hanya diam.
Elmeera gak tahu aja, diamnya Argha sebenarnya sedang menetralkan dirinya agar tidak menyerang Elmeera.
"Lembur!" Jawab Argha singkat. Argha melangkahkan kakinya menuju almari pakaian untuk mengambil baju ganti sebelum membersihkan diri.
"Kamu udah makan belum? Kalau belum, aku masakin mie instan ya .." Elmeera mendekat ke arah Argha.
"Udah." Jawaban Argha sangat singkat dan Argha memasang wajah datar. Tapi jangan salah, di lubuk hati Argha yang terdalam, Argha sangat suka diperhatikan seperti ini oleh Elmeera.
"Kirain masakin sup atau apa, eh masakin mie instan.. Elmeera... Elmeera... tapi lumayan lah sudah ada kemajuan mau menghidupkan kompor." Batin Argha.
"Kamu pasti capek banget ya? nanti mau aku pijitin nggak?" Tanya Elmeera lagi.
"Nggak usah! aku mau mandi terus tidur!" Jawab Argha yang berbalik badan lalu berjalan melewati Elmeera begitu saja tanpa mau menatap sang istri.
"Jangan cuekin aku terus seperti ini Gha." Gumam Elmeera pelan setelah Elmeera memeluk Argha dari belakang sebelum Argha masuk ke kamar mandi.
Argha diam mematung.
"Gha... aku gak suka sikap kamu yang seperti ini, aku kangen sama kamu yang kemarin Gha... yang lembut, yang sabar yang perhatian dan yang baik banget sama aku." Lanjut Elmeera lagi membuat sebuah senyum tipis tercipta pada wajah tampan Argha.
"Keputusan aku sudah bulat El.. Jika memang kamu menginginkan perpisahan tanpa mau lebih dulu mencoba membuka hati kamu.. maaf aku tidak bisa." kata Argha tegas dan dingin.
"Dengan terpaksa, aku akan segera mengurus...."
"Nggak Gha!" Teriak Elmeera sebelum Argha menyelesaikan ucapannya. Air mata Elmeera mendadak terjun bebas. Elmeera tidak ingin berpisah dengan Argha sekarang. Tidak.
"El..." Panggil Argha berusaha membalikkan tubuhnya agar dapat menatap wajah cantik Elmeera. Namun Elmeera justru semakin mengeratkan pelukannya pada Argha dan Elmeera menyandarkan kepalanya di punggung kokoh suaminya itu.
"Aku gak mau kamu menceraikan aku Gha..." Ucap Elmeera lirih dengan suara serak, Argha tahu jika saat ini istrinya pasti sedang menangis.
"Tapi bukankah itu mau kamu.. aku akan mengabulkannya lebih cepat. Dan maaf aku gak akan membiarkan anak aku tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya."
__ADS_1
"Gha... aku mau... aku mau mencoba membuka hati aku buat kamu Gha." Kata Elmeera sambil melonggarkan pelukannya pada Argha, makin cerah saja lah wajah tampan Argha mendengar istrinya mau sedikit menurunkan egonya.
"Apa kata kamu El?" Tanya Argha yang sudah berbalik badan menatap Elmeera.
"Aku mau mencoba untuk menjalin hubungan suami istri sama kamu yang sebenar-benarnya... tapi ada syaratnya."
"Apa syaratnya?" Tanya Argha dengan semangat.
"Kita mencobanya ya... namun jika anak kita nanti sudah lahir dan belum ada cinta diantara kita, jangan paksa aku untuk bertahan.. dan aku juga tidak akan menghalangi kamu buat mencari cinta sejati kamu Gha." Elmeera menatap Argha dengan sangat dalam.
"Tapi El.."
"Please, kita coba dulu ya Gha.. aku berjanji akan berusaha membuka hati aku buat kamu.... tapi namanya takdir tidak ada yang tahu kedepannya. Jika kita saling bisa membahagiakan maka tidak ada salahnya kita saling bertahan. Namun jika suatu hari nanti hubungan kita hanya saling menyakiti dan perpisahan adalah jalan satu-satunya, maka tolong .. jangan saling memaksa untuk bertahan."
Argha terdiam mendengar permintaan istrinya. Argha menyadari, masa lalu Elmeera yang menjadikannya wanita itu keras kepala memanglah tidak mudah. Jika Elmeera sudah mau sedikit menurunkan egonya maka, pelan-pelan Argha akan membuat Elmeera jatuh hati.
"Baiklah kalau itu mau kamu... mari kita coba." Ucap Argha sambil tersenyum dan mengusap pipi Elmeera yang basah karena air mata.
"Aku merindukan kamu Gha!" Ucap Elmeera yang langsung mengalungkan lengannya pada leher kokoh Argha.
"Aku..."
Cup! Elmeera mengecup bibir Argha lebih dulu.
Argha ingin membalas ungkapan rindu Elmeera karena sejatinya Argha juga merindukan kegiatan panasnya dengan Elmeera.
Namun Argha berusaha keras untuk menahannya agar Elmeera tahu bahwa tidak seharusnya Elmeera seperti itu.
Tanpa basa basi lagi, Argha langsung menahan tengkuk Elmeera dan kecupan Elmeera berubah menjadi ciuman yang saling menuntut.
...BERSAMBUNG...
Intinya, author mau rajin update apa nggak, level novelnya tetap sama 😂
kesel kan jadinya...
haruskah aku buat account baru lagi buat cerita Gista? 🤣
__ADS_1