
...22. Kualitas Premium...
Meskipun masih remaja, Gista tahu ada sorot keraguan di mata Elmeera. Gista paham jika Elmeera seakan sangat takut jika ternyata Gista mencintai Argha dan dirinya menyakiti hati Gista. Karena bagi Elmeera, Gista adalah orang kedua yang teramat dia sayang setelah Mama Sarah tentunya.
Menjadi anak angkat, nyatanya membuat Gista terkadang bisa berpikir lebih dewasa dari pada Elmeera meskipun usia mereka terpaut cukup jauh. Tapi menurut Gista, sebenarnya kakak perempuannya itu bukan tidak dewasa, tapi melainkan gengsi dan ego yang cukup tinggi.
Sebelum Elmeera turun untuk menemui Argha, Gista lebih meyakinkan Elmeera bahkan sebelum Elmeera bertanya tentang perasaan atau hubungannya dengan Argha.
Gista menjelaskan bahwa antara dirinya dengan Argha tidak memiliki hubungan apapun kecuali kakak dan adik. Dan agar tidak membuat Elmeera curiga, Gista pun beralasan bahwa kedekatan dirinya dan Argha terjalin karena Gista mengingatkan Argha pada adiknya yang menjadi korban kecelakaan keluarga belasan tahun lalu.
Meskipun masih sedikit diliputi keraguan dalam hatinya, Elmeera memilih percaya pada Gista dan memantapkan hatinya untuk melakukan apapun yang Mama Sarah minta, yaitu membuat Argha menikahi dirinya.
Elmeera pun meminta Argha untuk lebih dulu datang ke Cafe yang berada tidak jauh dari komplek rumahnya. Sedangkan Elmeera pamit untuk berganti baju dulu dan akan segera menyusul Argha.
Awalnya Argha jelas menolak untuk berbicara berdua dengan Elmeera karena tujuannya datang ke rumah Tante Sarah bukan untuk itu. Dan tentu terjadilah perdebatan diantara dua manusia keras kepala yang berbeda jenis kelamin itu.
Lelaki yang memiliki ketampanan diatas rata-rata itu sebelumnya masih berusaha ingin menemui Gista lewat bik Ida yang merupakan salah satu asisten rumah tangga di rumah Mama Sarah.
Bik Ida pun menyampaikan pesan Argha pada Gista, lalu Gista menjawab melalui secarik kertas yang merupakan tulisan tangannya dan berkata pada Argha bahwa dirinya tidak ingin bertemu dengan Argha sebelum Argha mau menikah dengan Elmeera. Gista pun menyampaikan kata perpisahan bahwa dirinya akan ikut kemana pun Mama Sarah pergi.
Argha mencoba menahan gemuruh di dadanya ketika sebuah fakta sangat menyakitkan baginya dimana Gista lebih memilih bersama Mama Sarah yang tidak memiliki ikatan darah ketimbang dirinya yang jelas-jelas merupakan kakak kandungnya.
Bik Ida juga berkata jika Gista kemarin mengalami kecelakaan motor. Makin cemas saja lah Argha pada Gista. Hingga akhirnya dengan terpaksa Argha menerima permintaan Elmeera untuk ngobrol berdua di cafe yang berada tidak jauh dari rumah Elmeera.
...***...
Memilih meja yang berada di sudut cafe agar nantinya bisa mengontrol dengan nyaman, Argha pun segera memesan segelas Macchiato sambil menatap ke arah luar dibalik dinding kaca cafe yang cukup tebal.
Pohon-pohon berjejer dengan taman mini bergaya Jepang yang menjadi pemandangan dari dalam Cafe membuat Argha teringat masa kecilnya dimana saat itu dia masih dipanggil sebagai Arshaka dengan keluarga yang masih utuh.
Di rumah masa kecil Argha dulu, juga terdapat taman dengan model yang hampir sama dengan taman yang ada di depan matanya saat ini. Saat kecil, Argha sangat senang sekali bermain di taman dengan sang papa dan ditemani oleh sang mama yang menggendong adik kecilnya yang masih bayi.
Sungguh, kehilangan paling menyakitkan adalah kehilangan orang tua. Namun Argha tidak dapat mengelak karena itu sudah menjadi garis takdir dari sang Pencipta. Saat ini yang bisa Argha lakukan adalah mempertahankan Gista agar tetap berada di dekatnya.
"Maaf lama..." Ucap Seorang wanita yang langsung duduk saja dihadapan Argha tanpa menunggu Argha lebih dulu mempersilahkannya.
__ADS_1
Argha hanya mengangguk dengan tatapan datar namun matanya meneliti penampilan Elmeera yang memakai dress pendek model sheath yang menonjolkan lekuk tubuh si pemakai. Argha menghela nafasnya, wanita ini benar-benar hobi sekali memakai pakaian yang membuat pikiran para lelaki menjadi liar.
"Cih tidak peka sekali, pesan minum... minum sendiri.." Gerutu Elmeera yang masih bisa didengar oleh Argha. Namun Argha pura-pura tidak mendengar karena Argha memang sangat tidak berminat berurusan sama wanita sombong bin angkuh bernama Elmeera.
"Katakan, apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?" Tanya Argha dengan datar. Sebenarnya Argha bukanlah tipe lelaki yang datar, dia adalah lelaki yang ramah, hangat dan baik hati. Namun di depan wanita angkuh seperti Elmeera Argha mencoba mengimbangi sikap Elmeera.
"Bentar... aku pesen minum dulu yaa..." Ucap Elmeera dengan nada lembut membuat Argha mengernyit dan bertanya dalam hati, habis ketempelan jin jenis apa wanita dihadapannya ini?
Aku? kenapa tidak se-formal tadi?
Ah Argha tidak tahu saja jika Gista sudah mati-matian memaksa Elmeera untuk berbicara dengan lembut saat berhadapan dengannya agar mendapatkan simpati dan persetujuan Argha agar mau menikah.
"Cepatlah." Kata Argha. Elmeera segera memanggil seorang waiters dan memesan segelas moccacino untuk menemaninya mengobral dengan Argha.
Tidak ada yang berbicara sepatah katapun setelah seorang waiters pergi untuk membuatkan pesanan Elmeera. Baik Argha maupun Elmeera semua sibuk dengan pikirannya masing-masing dan tanpa ada yang menyentuh gadget sama sekali.
"Sekarang bicaralah..." Ucap Argha setelah seorang waiters mengantarkan segelas moccacino pesanan Elmeera.
Elmeera mendesah kesal, belum juga menyentuh minumannya tapi Argha sudah menginterupsi dirinya. Kali ini saja, Elmeera memilih mengalah karena semua keputusan adalah dari Argha
"Aku mau kamu menikahi aku dalam waktu dekat ini.. lebih tepatnya akhir pekan ini." Kata Elmeera membuat Argha mengernyit kemudian tersenyum sinis seolah mengejek wanita di depannya yang seperti tidak memiliki harga diri.
"Maaf tidak berminat." Jawab Argha sambil menyesap segelas Macchiato miliknya yang sudah tidak begitu panas lagi.
Elmeera menghela nafasnya kasar kemudian mengontrol emosinya karena sudah ditolak mentah-mentah oleh lelaki dihadapannya yang hanya berstatus sebagai staf biasa di perusahaan RMJ Group juga sebagai penyanyi cafe milik adiknya.
"Aku tahu kamu sedang membutuhkan uang kan?" Argha menatap Elmeera dengan penuh tanya.
"Aku akan memberikan kamu uang satu milyar jika kamu mau menikahi aku. Ehmm.. dan kamu tenang saja, pernikahan itu tidak akan berjalan lama... pernikahan itu akan berlangsung sampai aku melahirkan seorang anak karena mama aku meminta cucu."
"Melahirkan seorang anak? maksud kamu?" Tanya Argha dengan tatapan penuh selidik.
"Ya... anggap aja aku ingin membeli sper ma kamu dengan harga satu milyar. Setelah anak itu lahir, maka kita akan mengurus perceraian kita dan hak asuh anak harus jatuh ditangan aku.. Aku janji tidak akan menghalangi kamu untuk bertemu anak kita nantinya. Aku tidak akan menjelek-jelekkan kamu didepan anak kita nanti seperti kehidupan para artis saat ini jika sedang bercerai. Kamu tenang saja." Ujar Elmeera membuat Argha melongo.
Belum menikah sudah membahas perceraian? dimana otak wanita dihadapannya ini?
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Elmeera yang melihat Argha hanya diam saja.
"Aku masih belum paham maksud ucapan kamu. " Kata Argha.
"Begini, aku tahu kamu sedang terjerat kasus tuduhan pencucian uang atau korupsi di RMJ Group. Dan kamu tidak bisa membuktikan kemana uang itu larinya sehingga perusahaan akan menuntut kamu jika kamu tidak bisa mengembalikan uang 1 Milyar itu..."
Argha tersenyum sinis, dia tidak menyangka wanita yang kata Gista sangat baik ini ternyata mencari tahu secara mendalam tentang kehidupannya.
"Jadi karena aku baik hati, aku mau kita buat kesepakatan... ketimbang kamu masuk penjara, mending kamu menikah sama aku... kamu bisa ganti rugi uang perusahaan.. Dan kamu bisa menikmati semua fasilitas yang aku punya selama menjadi suami aku."
"Ehmm.. tidak lupa juga, aku akan melayani kamu dengan baik sebagai istri sampai aku hamil dan Gista tidak akan pergi sama mama meninggalkan negara ini." Elmeera berusaha mati-matian menekan gengsinya dihadapan Argha. Hanya dihadapan Argha Elmeera mau menjatuhkan harga dirinya sendiri seperti ini.
Gista?
Mendengar nama adiknya disebut membuat hati Argha bergemuruh. Benarkah Gista akan pergi jauh meninggalkannya?
Argha tidak percaya dengan hal itu... Lagi pula, bagi Argha pernikahan bukan sebuah permainan. Lalu dengan entengnya wanita dihadapannya itu menginjak-injak harga dirinya dengan membeli sper manya?
"Uang 1 Milyar untuk harga sper ma ku?" Tanya Argha dengan senyum sinis.
"Maaf, aku masih tidak berminat karena..." Argha bangkit dari duduknya kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Elmeera hingga wajahnya dengan wajah Elmeera sangatlah dekat.
"Karena sper ma ku kualitas premium nona Elmeera... dan aku sangat yakin dengan kamu menjatuhkan harga dirimu seperti ini, itu sudah membuktikan bahwa kamu bukan wanita baik-baik. CK!" Kata Argha yang langsung meninggalkan meja tempatnya dengan Elmeera.
Bukan wanita baik-baik? Maksudnya wanita uang tidak bisa menjaga kehormatannya? Astaga... ini penghinaan besar buat seorang Elmeera...
Elmeera mematung dan mengepalkan tangannya menatap kepergian Argha yang begitu saja...
"Kurang ajar!" Ucap Elmeera.
...BERSAMBUNG...
SABAR YAA...
SAMA-SAMA ORANG EGOIS EMANG BUTUH PERJUANGAN BUAT MENYATUKANNYA...
__ADS_1