
...62. Belum bisa Jujur...
Dengan telaten, Elmeera mengompres luka pada wajah tampan Argha dengan menggunakan es batu. Elmeera sangat penasaran dengan sebab luka di wajah suaminya. Namun Argha masih enggan untuk cerita.
Sesekali Argha meringis karena merasakan perih dan Elmeera secara spontan langsung meniup bagian wajah Argha yang terluka agar rasa perihnya bisa sedikit berkurang.
"Maaf ya..." Ucap Elmeera yang meniup sudut bibir Argha karena Elmeera tidak sengaja menekan kompresan dengan sedikit kuat.
"El.." Panggil Argha lembut.
"Iya?" Elmeera menatap Argha dengan jarak yang teramat dekat.
"Sepertinya ada cara lain agar lukanya nggak perih lagi..." Kata Argha.
"Bagaimana?" Elmeera terlihat antusias karena Elmeera tidak tega melihat Argha yang kesakitan seperti ini.
"Cium!" Perintah Argha menunjuk sudut bibirnya yang terluka.
"Ci.. cium?" Elmeera mengernyit.
"Aku yakin, cium an kamu akan menjadi obat yang paling mujarab.. coba deh."
"Emang bisa?" Tanya Elmeera dengan polosnya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Otak Elmeera mendadak blank karena tatapan Argha yang begitu dalam dan menghanyutkan.
"Coba dulu deh!" Perintah Argha.
Elmeera kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Argha. Hingga saat Elmeera hendak menempelkan bibirnya ke luka Argha yang ada di ujung bibir, Argha justru menarik tengkuk Elmeera dan sedikit menengok hingga cium an Elmeera jatuh tepat di bibir Argha.
Mata Elmeera membola sempurna, namun itu tidak berangsur lama saat menyadari tujuan Argha yang sebenarnya. Elmeera suka dengan kegiatannya dan Argha saat ini. Elmeera segera membalas lum atan yang Argha berikan dengan lembut.
Krukk... Krukk...
Kruukk... krukk ..
Suara perut Elmeera dan Argha berbunyi hampir bersamaan hingga cium an sepasang suami istri itu terlepas begitu saja kemudian mereka tertawa bersama untuk menertawakan kekonyolan mereka.
Benar-benar absurd~
"Kamu laper banget ya?" Tanya Elmeera pada Argha.
"Bukannya kamu juga sama?" Argha bertanya balik pada Elmeera kemudian kedua mahkluk berbeda jenis kelamin itu kembali tertawa bersama mengingat sebuah ciuman yang sangat membagongkan.
"Terus kita makan apa? aku tadi belum masak nasi dan ikan gurame nya gosong." Kata Elmeera mendadak sedih karena gagal menjadi istri yang bisa masak.
"Gak usah pikirkan si gurame, besok kita kasih kucing.. di belakang apartemen ini banyak sekali kucing liar yang kelaparan. Malam ini kita pesan delivery makanan aja ya." Jawab Argha.
__ADS_1
Elmeera mengangguk lemah dengan wajah yang masih sedih karena gagal menjadi istriable yang menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Udah gak usah dipikirkan El, kamu gak perlu menjadi sempurna sebagai seorang wanita yang bisa melakukan apa saja. Cukup menjadi yang terbaik versi diri kamu sendiri dan kamu bahagia juga nyaman menjalaninya." Kata Argha yang paham dengan jalan pikiran istrinya saat ini.
"Makasih Gha." Jawab Elmeera mengecup pipi Argha.
"Sama-sama istri..." Kata Argha sambil tersenyum.
"Kamu mau makan apa El?"
"Apa saja, aku terserah kamu." Jawab Elmeera.
"Sate ayam mau?" Tanya Argha.
"Jangan yang pake bumbu kacang Gha... aku lagi gak pengen." Argha menghela nafasnya mencoba sabar. Dibalik kata terserah seorang wanita pasti mereka sudah memiliki pilihan.
"Makanan berkuah kamu mau El?"
"Apa aja?"
"Konro, tongseng, sop buntut, rawon atau tengkleng kambing?" Tanya Argha yang sudah membuka aplikasi pada ponselnya yang menampilkan kedai makanan dekat apartemen.
"Bagaimana kalau kita pesan ayam mekdi aja Gha?" Usul Elmeera dengan senyum yang mengembang.
Tuh kan benar, kenapa gak bilang dari tadi kalau pengen ayam mekdi sih? kenapa harus muter dulu... sabar...
...**...
Usai makan malam berdua, Argha mengajak Elmeera untuk istirahat di kamar. Argha ingin mendengar cerita tentang kegiatan Elmeera hari ini. Baik pekerjaan atau apapun itu. Argha sangat menyukai momen satu ini karena dari pagi hingga sore keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Awalnya Elmeera ingin membersihkan dapur lebih dulu sebelum istirahat, namun Argha melarang. Argha berkata bahwa besok akan ada orang yang membersihkan kekacauan dapur yang sudah Elmeera buat.
Dan orang yang akan datang besok, akan datang setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu untuk membersihkan apartemen sekaligus memasak untuk Argha dan Elmeera.
Elmeera pun menawarkan diri untuk dia yang membayar orang tersebut namun Argha menolak karena itu adalah tanggung jawabnya sebagai suami agar istrinya tidak kecapean.
Hal itu tentu saja membuat Elmeera bingung. Pasalnya 80% dari gaji Argha, sudah Argha berikan semua pada Elmeera dan 20% nya Argha simpan untuk akomodasi dan pegangan.
Elmeera menanyakan dari mana uang untuk membayar orang yang akan membersihkan apartemen mereka, dan Argha bilang masih memiliki uang tabungan yang cukup untuk membayar ART selama empat bulan ke depan.
Sikap Argha yang begitu manis dan selalu berusaha menjadikan dirinya ratu tentu menciptakan kebahagiaan tersendiri di hati Elmeera.
"Kamu gak pengen cerita kenapa wajah kamu bisa jadi seperti itu Gha?" Tanya Elmeera setelah dirinya cerita panjang lebar tentang pekerjaannya di kantor.
"Nanti kalau sudah waktunya." Jawab Argha sambil mengusap rambut Elmeera dengan lembut.
__ADS_1
"Gha.. kamu masih menganggap aku orang lain ya? Makanya kamu gak percaya sama aku dan gak mau cerita sama aku?" Tanya Elmeera mendongak agar bisa melihat wajah suaminya. Elmeera ingin tahu jawaban Argha dan kejujuran Argha.
Bagi Elmeera, rasanya tidak adil. Argha terus saja meminta dirinya untuk bercerita bahkan Argha pandai sekali memancing Elmeera agar bercerita. Namun Argha seperti tertutup dengan kehidupan pribadinya dan masa lalunya.
"Jangan berpikiran buruk tentang aku El.." Kata Argha dan Elmeera tidak bergeming.
"El, Meskipun belum ada cinta di antara kita, tapi satu hal yang saat ini aku yakini tentang perasaan aku El."
"Apa?"
"Aku mulai menyukai kamu dan mungkin sudah menyayangi kamu. Aku gak ingin kamu kenapa-kenapa, aku gak mau kamu kecapean dan nanti sakit, aku selalu merasa rindu saat jauh dari kamu padahal kita terpisah saat bekerja doang." Jawab Argha yang secara tidak langsung mengatakan bahwa Elmeera sudah masuk ke daftar orang spesial dalam hidupnya.
Elmeera mengeratkan pelukannya pada Argha.
"Sepertinya kamu akan lebih dulu jatuh cinta sama aku Gha."
"Aku akan menerima perasaan itu dengan bahagia El, dan aku gak peduli kamu membalasnya atau tidak, aku akan terus. berusaha untuk menjaga perasaan itu asal kamu tetap bertahan di samping aku El." Jawab Argha mengusap punggung Elmeera.
"Aku nyaman sama kamu Gha... jangan pernah berubah ya.. tetaplah seperti ini menjadi Argha yang perhatian dan sayang sama aku." Ujar Elmeera.
"Aku tidak berani berjanji banyak sama kamu El, aku hanya bisa berusaha agar menjadi suami yang baik untuk kamu."
"Terima kasih Gha.. aku harap ini terakhir kalinya kamu pulang dengan wajah banyak lebam seperti itu, aku gak suka kamu sakit."
"Aku gak bisa janji El." Jawab Argha membayangkan pertemuannya kembali dengan sang kakek jika dirinya tidak menuruti permintaan lelaki tua itu.
"Gha!" Elmeera hendak melepas pelukannya dan mengomel pada suaminya. Namun Argha justru mengeratkan pelukannya.
" Sekarang istirahat lah.. besok kamu ada rapat pagi-pagi kan?"
"Argha!"
"Apapun yang aku lakukan, percayalah... semua demi kebaikan kita."
"Kita?" Elmeera mengernyit.
"Tidur yuk.. ngantuk!" Argha langsung memejamkan matanya begitu saja sambil memeluk tubuh Elmeera.
"Maafkan aku yang belum bisa jujur sama kamu El. Karena dengan kamu tidak tahu latar belakang aku sampai detik ini, kakek tidak berpikir macam-macam tentang kamu yang ingin menjadi nyonya Mahatama." Batin Argha.
Dalam mata terpejam, Argha mengingat kembali saat kakek Ramon memukulinya dan menganggap Elmeera hanya ingin memanfaatkan kekayaan keluarga Mahatama. Namun saat Argha mengatakan bahwa Elmeera tidak tahu latar belakangnya dan Gista, kakek Ramon cukup terkejut namun bisa menetralkan hatinya.
Hingga sebuah perjanjian antara Argha dan kakek Ramon terjadi dimana selama Elmeera tidak tahu tentang latar belakang Argha hingga Argha memperkenalkan dirinya pada dunia, maka kakek Ramon tidak akan mengusik Elmeera dan KirAn.com.
Kakek Ramon sebenarnya hanya takut cucu lelaki satu-satunya yang akan memimpin perusahaan ditipu oleh wanita.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
Ayoo dukung Elmeera dan Argha agar authornya kembali bersemangat menulis. TERIMA KASIH