Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 26


__ADS_3

...26. Keputusan Bulat...


"Jadi kapan rencana kamu menikahi Elmeera?" tanya Tante Sarah setelah mereka ngobrol panjang lebar.


Argha mengerjap-ngerjapkan matanya seakan tiba-tiba ditembak di tempat.


"Ehmmm.. menurut Tante baiknya kapan?"


"Akhir pekan ini. Bagaimana?"


"APA?" Bukan Argha yang terkejut dengan waktu yang ditentukan oleh Mama Sarah, melainkan Elmeera.


Wanita cantik yang masih menggunakan setelan kerja lengkap itu sudah berdiri di depan pintu beberapa detik sebelum mama Sarah bertanya pada Argha tentang kapan rencana Argha menikahi Elmeera.


Elmeera yang sebenarnya ingin langsung masuk dan mengusir Argha karena kemarin Argha sudah berani menolak dan menghinanya pun urung dilakukan karena mengingat kesehatan jantung Mama Sarah. Elmeera lebih memilih waktu yang tepat dan mencari tahu apa yang diobrolkan mama Sarah dengan lelaki sok kegantengan bernama Argha itu.


Sebelumnya Elmeera berpikir jika kedatangan Argha adalah untuk menemui Gista atau untuk mengadu dengan sang mama tentang ajakan Elmeera kemarin saat di cafe, tapi ternyata kedatangan Argha adalah untuk membahas pernikahan. Bagaimana bisa? Apa yang sebenarnya terjadi? itulah yang menjadi pertanyaan besar memenuhi hati Elmeera saat ini.


"El... kebetulan kamu pulang saat Argha masih disini." Ucap Mama Sarah tersenyum lembut pada Elmeera. Senyum lembut untuk pertama kalinya setelah Mama Sarah pulang dari rumah sakit.


Elmeera tidak menyahut perkataan sang mama, wanita 28 tahun yang sebentar lagi berusia 29 tahun itu langsung duduk di samping Mama Sarah dengan mata yang masih menatap tajam pada Argha, namun Argha tidak merasa terintimidasi sedikitpun. Lelaki itu tetap menampilkan wajah santainya.


"Apa maksud mama tadi? Lalu ngapain dia kesini?" Tanya Elmeera untuk mengkonfirmasi bahwa yang dia dengar tentang pernikahan tadi adalah salah. Ya semoga saja salah... bukan dirinya yang dimaksud mama Sarah tadi...


"Kamu ganti baju dulu, mama dan Argha mau bicara sama kamu." Kata Mama Sarah lembut.


"Bicara apa? sekarang aja! aku sibuk habis ini ma." Ya begitulah Elmeera, bukan Elmeera namanya jika tidak keras kepala.


"Elmeera...." Suara mama Sarah terdengar lembut membuat hati Argha tidak enak...


"Ma.. habis ini aku mau selesaikan berkas untuk Bramantya Corp besok pagi... bicarakan saja sekarang."


"Mama mau kamu bersih-bersih dulu biar kita enak ngobrolnya El..."


"Ma..."


"Sudah Tante.. gak apa-apa.. kita bicarakan sekarang saja.." Ucap Argha yang menjadi penengah setelah melihat ada aura perdebatan antara ibu dan anak.


"Ya sudah... silahkan nak Argha.. katakan apa yang ingin kamu katakan pada Elmeera." Perintah Mama Sarah.

__ADS_1


Argha menghela nafasnya kasar, padahal Argha berharap Tante Sarah lah yang menceritakan maksud tujuannya datang kesini. Eh kok malah dia disuruh mengulang lagi didepan wanita sombong dan arogan itu....


Nah kan... belum juga Argha buka suara lagi, tapi tatapan Elmeera benar-benar ngajak dirinya ribut.


Mau tidak mau, Argha menurut perintah calon mertuanya...


"Ehmmm.... Elmeera..." Mendengar Argha memanggil namanya dengan tatapan yang tertuju padanya mengapa membuat Elmeera mendadak gugup? Namun biar tidak nampak gugup, Elmeera tetap memilih memasang wajah nan Arogan.


"Sebelumnya maaf jika saya lancang.. saya memang bukan lelaki sempurna tapi saya memberanikan diri saya untuk datang kesini melamar kamu." Jelas Argha dengan hati-hati.


Elmeera melongo. Argha bukanlah lelaki pertama yang mengajaknya menikah, tetapi Argha adalah lelaki pertama yang mengajaknya menikah langsung di depan sang mama.


Jika biasanya Elmeera langsung menolak mentah-mentah lelaki yang ingin mengajaknya berpacaran atau menikah, namun kali ini Elmeera harus menahan emosi karena ada sang mama di sampingnya. Terlebih Argha adalah menantu yang namanya harapkan sampai mengancamnya dirinya bukan?


"Apa maksud si karyawan biasa ini ha? kemarin gue yang ajakin nikah, dia menolak mentah-mentah sampai hina gue .. sekarang kenapa tiba-tiba datang melamar gue? di depan mama pula. Cih! pasti dia berubah pikiran karena duit satu M dan karena ingin numpang hidup enak." Batin Elmeera kesal.


"Saya harap kamu mau menerima niat baik saya ini Elmeera.." Kata Argha lagi dengan senyuman karena Elmeera hanya diam saja. Argha tersenyum juga karena ada Mama Sarah, jika tidak yaa jangan harap...


"Aku gak mau." Jawab Elmeera dengan singkat sambil memalingkan mukanya. Hinaan Argha sore itu benar-benar menyakiti hatinya bahkan sampai membuatnya menangis. Padahal sebelumnya jika ada orang berkata apapun, Elmeera tidak peduli.


Mendengar penolakan Elmeera, Argha pun menatap mama Sarah dengan bingung,


Argha tersenyum tipis, yang penting pernikahannya dengan Elmeera disetujui oleh Tante Sarah, itu artinya Gista akan tetap stay disini bahkan dia bisa tinggal satu atap dengan Gista tanpa membuat siapapun curiga. Inilah yang Argha harapkan karena Argha tidak dapat memastikan sampai kapan dia harus menyembunyikan identitas aslinya.


"Ma... yang mau nikah itu aku, bukan mama. Harusnya aku dong yang memutuskan!" Ucap Elmeera dengan tegas pula.


"Mama tau alasan kamu menolak Argha adalah dengan kalimat belum siap menikah kan?" Tanya Mama Sarah yang sudah sangat percaya pada Argha bahwa Elmeera selama ini selalu mengabaikan perhatian yang Argha berikan.


Boro-boro perhatian, ngobrol aja belum pernah loh~


"Aku gak mau nikah sama dia, karena dia udah hina aku maa..." Kata Elmeera.


"El, aku bisa jelaskan..." Kata Argha dengan lembut yang semakin membuat Elmeera muak terlebih Argha berhasil mencuri perhatian sang mama.


"DIAM KAMU!" Bentak Elmeera sambil menunjuk Argha.


"Elmeera! Yang sopan kamu sama calon suami kamu sendiri." Kata Mama Sarah menatap tajam putrinya.


"Sudah Tante, tidak apa-apa.. saya tidak akan memaksa jika memang Elmeera menolak saya. Maafkan saya, seharusnya saya tahu diri... saya hanyalah anak yatim piatu yang tidak punya apa-apa..." Kata Argha lirih.

__ADS_1


"Bagus deh kalau kamu tahu diri." Ucap Elmeera.


"Diam kamu El!" Kata Mama Sarah pada putrinya membuat Elmeera mencebik kesal.


"Argha... jangan berkata seperti itu kamu nak... tidak ada anak yang mau menjadi yatim piatu, tidak ada.... Tante gak suka kamu berkata seperti itu seolah merendahkan diri kamu sendiri." Kata Sarah dengan lembut.


"Maafkan saya Tante." Ujar Argha.


"Harus berapa kali Tante katakan, Tante tidak pernah menilai orang dari materi maupun latar belakangnya, Tante akan menghargai orang yang mampu menghargai orang lain juga menghargai dirinya sendiri. Jadi Tante harap itu tadi terakhir kalinya kamu merendahkan diri kamu sendiri ya..."


"Baik Tante..."


"Dan Tante terima lamaran kamu untuk Elmeera."


"Mama..." Elmeera tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh sang mama.


"Argha, Tante akan mengurus semuanya... acara pernikahan kalian akan diadakan akhir pekan ini ya?" Argha mengangguk.


"ma aku gak mau dong kalau seperti ini."


"Pilihan kamu hanya ada dua, mama pergi dari sini dengan Gista atau kamu menikah akhir pekan ini hanya dengan Argha."


"Maa..." rengek Elmeera yang tidak ingin keduanya. Ya, semenjak Argha merendahkan dirinya kemarin, Elmeera jadi berpikir ulang untuk menikah dengan lelaki itu. Lelaki yang menurutnya tidak bisa menghargai wanita.


"Keputusan sudah bulat Elmeera." Tegas mama Sarah.


"ehmmm... Tante, bolehkan saya mengajukan syarat sebelum menikah?" Tanya Argha yang nampak ragu.


"Syarat?" Tanya Elmeera.


"Cih, banyak maunya ini laki kegantengan.. ya meski emang ganteng." Gumam Elmeera dalam hati.


"Syarat? syarat apa nak?"


...BERSAMBUNG...


karena kalian pada semangat kasih like dan komentar hingga vote dan hadiah, aku jadi semangat nulisnya nih di jam istirahat..


makasih yaaa reader yang baik hati 😍

__ADS_1


__ADS_2