Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 8


__ADS_3

...8. Permintaan Gista...


“Sugeng itu susu ageng. Ageng dalam bahasa jawa artinya gede. Kan bodynya si embaak galak Elmeera itu aduhay dengan dada yang membusung sempurna. Apalagi pakaiannya cukup ketat-ketat dan mini hingga si Sugeng tercetak sempurna dan memberikan kesegaran untuk mata kita para lelaki.” Dio menjelaskan dengan mata yang menerawang jauh seolah berimajinasi.


Entah kenapa hati Argha mendadak gusar. Lelaki yang sebelumnya tidak pernah bertegur sapa dengan Elmeera itu merasa tidak ikhlas saat sahabat-sahabatnya menjadikan Elmeera sebagai bahan imajinasi seksual mereka. Namun memang begitulah lelaki, apalagi pada wanita yang selalu berpenampilan seksi.


“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Tanya seorang wanita yang tiba-tiba saja berdiri di samping Dio dengan mata berkaca-kaca menatap Argha dengan penuh kekecewaan.


Deg.


Jantung Argha rasanya ingin berhenti berdetak. Namun sedetik kemudian Argha bernafas lega karena mendapati Gista sudah berdiri di dekatnya, Bukan Elmeera seperti bayangan dalam lamunannya tadi.


Bisa berabe kalau Elmeera yang datang. Sebab semua orang tahu bahwa Planet Café memang milik Gista, tapi segalanya masih dalam pengendalian Elmeera sebelum Gista lulus SMA.


“Agista..” Ucap Argha menatap Gista dengan mengernyit karena gadis remaja yang selalu ceria itu tersebut terus menatapnya dengan tatapan penuh kecewa padahal beberapa menit lalu nampak tersenyum ceria.


“Apa yang sedang kak Dio bicarakan?” Kini Gista menatap tajam pada Dio hingga membuat Dio menelan salivanya.


“Mamvuss elu yoo... Dio mamvuss! Aku gak ikut-ikutan Gis… ” Gumam Vira pelan. Dio hanya diam dan menunduk.


Tidak ada yang menjawab,


“Aku tahu kak Elmeera memang kalau berpenampilan selalu ketat, tapi gak seharusnya kak Dio dan kak Arsen sampai segitunya membicarakannya terlebih di tempat umum seperti ini. Kalian adalah lelaki, harusnya kalian bisa mengendalikan mulut kalian. Apalagi kak Elmeera gak pernah mengganggu hidup kalian.” Ucap Gista sambil menghela nafasnya.


“Maaf Gis.. Aku khilaf.” Jawab Arsen.


“Maafin aku ya Gis.. emang 99% lelaki pikirannya selalu begitu kalau lihat wanita seksi, makanya sebagai wanita harusnya tidak memamerkan keseksiannya sehingga tidak memancing lelaki untuk berpikir liar.” Jawab Dio yang memang tidak mau disalahkan. Gista membuang mukanya begitu saja karena yang Dio ucapkan memang ada benarnya.


“Aku kesini mau bicara dengan kak Argha sebentar.” Ucap Gista menatap Argha. Argha hanya mengangguk kemudian beranjak dari duduknya.


“Kalian manggung duluan aja ya… nanti gue nyusul.” Ucap Argha yang kemudian mengikuti kemana Gista pergi. Karena lima menit lagi sudah waktunya mereka mempersembahkan suara-suara emas mereka untuk menghibur pengunjung Cafe.


Semuanya hanya mengangguk karena mereka cukup tahu bahwa Argha sangatlah dekat dengan Gista. Bahkan Gista beberapa kali datang ke kontrakan Argha kemudian mereka pergi berdua.


...**...

__ADS_1


Argha membuka pintu sebuah ruangan tanpa berniat mengetuknya lebih dulu. Sebuah ruangan yang berada di samping café yang merupakan tempat istirahat Gista karena disana terdapat kasur single, sofa dan juga televisi berukuran 32 inchi. Argha terlihat sudah terbiasa masuk ruangan tesebut.


Argha pun langsung duduk di sofa samping Gista tanpa menunggu dipersilahkan. Lelaki 27 tahun itu mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menyandarkan kepalanya di pundak Gista. Dan gadis itu tidak menghindar sama sekali.


“Kenapa kak Argha membuat kak Elmeera menangis?” Tanya Gista to the poin pada Argha.


Sejak awal Argha sangat paham dengan apa yang akan Gista bicarakan. Oleh sebab itu, Argha tidak perlu berlagak pura-pura bodoh meskipun dia juga malu dengan kejadian di tangga tadi.


“Aku gak sengaja Gis.” Jawab Argha. Tanpa menjawab, Gista pun menyodorkan tablet yang dia bawa sedari tadi kepada Argha.


“Apa?” Tanya Argha mengernyit kemudian membuat jarak antara dirinya dan Gista agar dia dapat melihat wajah cantik anak ABG itu.


“Buka dan tonton rekaman CCTV itu!” Tegas Gista.


“Agista, aku…”


“Buka dan tonton kak! Cepetan!” Gadis remaja itu meninggikan suaranya membuat Argha menghela nafasnya dan mengalah karena hal yang paling Argha hindari adalah berdebat dengan Gista.


Argha menuruti apa yang Gista perintahkan. Membuka dan memutar rekaman CCTV di tangga beberapa menit lalu dimana dirinya dan Elmeera sedang tidak sengaja bertabrakan. Melihat rekaman itu, keduanya sama-sama salah.


Susah payah Argha menelan salivanya ketika dipertontonkan kembali adegan dimana dia mereemas bukit teletubis yang sudah di zoom oleh Gista. Jika Argha boleh jujur, rasa kenyalnya masih benar-benar tertinggal di tangan Argha. Dan Argha pengen merasakannya lagi..


“Apa itu yang namanya gak sengaja?” Tanya Gista yang menatap Argha penuh selidik.


“Aku sama kakak kamu yang galak itu gak sengaja tabrakan. Dan aku refleks nolongin dia Gista… Hingga aku juga gak sadar kalau tanganku mendarat di dadanya.” Jawab Argha sambil membuang nafasnya.


“Kak Argha mah gitu, aku pikir kak Argha berbeda dengan laki-laki diluar sana. Aku pikir kak Argha lebih bisa menghargai wanita. Tapi kak Argha justru melecehkan kak Elmeera. Dan setelah itu malah menceritakannya dengan teman-teman kakak. Aku kecewa sama kak Argha!” Ucap Gista mendramatisir keadaan karena tidak terima mengingat bagaimana Dio membicarakan tubuh Elmeera.


“Awalnya gak sengaja Gista,,, gak ada niat melecehkan kakak kamu yang galak itu. Sama sekali gak ada niat melecehkan.” Jawab Argha dengan jujur.


“Kalau soal cerita sama anak-anak tadi, entahlah… aku hanya sangat shock. Itu pertama kali buat aku memegang daerah terlarang jadi aku butuh teman cerita, aku lupa jika Dio dan Arsen otaknya selalu kotor. Aku menyesal untuk itu.” Lanjut Argha.


“Maafin aku ya…” Ucap Argha lagi menangkup kedua pipi Gista dengan kedua telapak tangan besarnya.


“Aku akan maafin kak Argha.. Tapi ada syaratnya.” Argha menatap Gista dengan penuh tanya.

__ADS_1


“Apa?”


“Karena kak Argha sudah membuat kak Elmeera menangis dan kak Argha secara entah sengaja atau tidak sudah melecehkan kak Elmeera. Aku mau kakak bertanggung jawab.” Gista mengucapkan itu dengan penuh ketenangan.


“Ha? Tanggung jawab? Tanggung jawab apaan Gis?” Argha nampak bingung.


“Kak Argha harus bertanggung jawab dengan menikahi kak Elmeera.” Ucap Gista. Tangan Argha yang menangkup pipi Gista itupun langsung terlepas begitu saja kemudian lelaki tampan itu tertawa.


“Jangan ngaco kamu Gis, aku gak menghamili wanita galak itu. Kenapa aku harus bertanggung jawab?” Argha menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Nggak mau tahu! Kakak harus bertanggung jawab sama Kak Elmeera.” Tegas Gista.


“Agista Prawestari…. Berhenti mengada-ngada.”


“Aku serius kak Argha. Kakak harus menikahi kak Elmeera. Jika tidak, jangan harap aku mau bertemu dan berbicara dengan kak Argha lagi.” Ancam Gista yang langsung berdiri dari sofa panjangnya.


“Jangan bilang kamu mau memanfaatkan aku untuk menghapus rumor yang beredar tentang wanita galak itu jika dia penyuka sesama jenis?” Selidik Argha memegang pergelangan tangan Gista dengan kuat sebelum gadis itu keluar dari ruang istirahatnya.


“Kak Elmeera normal! Dia gak seperti berita yang beredar kak, dia dijebak!.” Jawab Gista.


"Please menikahlah sama kak Elmeera kak?" Gista nampak berkaca-kaca dengan tatapan penuh permohonan pada Argha.


"Kamu suruh aku buat menikah sama wanita galak dan arogan seperti dia? Aku gak sudi Agista.” Jawab Argha.


“Ya sudah, mulai sekarang kita gak kenal.” Gista berusaha menghempaskan tangan Argha yang memegangnya dengan kuat.


“Hubungan kita gak ada hubungannya dengan wanita galak itu Agista. Dan sampai mati pun aku tidak akan melepaskan kamu dari jangkauanku!” Ucap Argha dengan suara yang meninggi meredam emosi sebab permintaan gadis remaja dihadapannya itu benar-benar gak masuk akal.


...BERSAMBUNG...


Hayo tebak…


Ada hubungan apa antara Argha dan Gista?


Terus kenapa mendadak Gista minta Argha buat menikahi Elmeera?

__ADS_1


Kasih like, komentar hadiah dan vote nya ya...


jangan lupa kasih bintang 5 untuk Novel ini. Terima kasih....


__ADS_2