
...43. Wanita Keras Kepala, Ketus dan Menyebalkan...
Setelah Argha dan Elmeera keluar dari kamar untuk sarapan tadi, dua asisten rumah tangga di tugaskan oleh Mama Sarah untuk merapikan kamar pengantin baru itu sekalian merapikan barang-barang Argha.
Mama Sarah juga sangat kepo, apakah semalam Argha dan Elmeera berhasil bekerja keras membuatkannya cucu? dan dari laporan asisten rumah tangga mereka yang menemukan bercak darah di seprai, Mama Sarah tersenyum lebar dan merasa bahagia mengetahui anaknya sudah tidak perawan lagi.
Dan usai sarapan, mama Sarah juga meminta anak dan menantunya itu untuk kembali beristirahat.
"El, aku mau keluar bentar..." Ucap Argha yang baru keluar dari walk in closet kamar mereka.
Elmeera menatap Argha sekilas, istri Argha Tahta Mahatama itu tidak ingin lama-lama melihat suaminya yang sejujurnya semakin tampan dengan menggunakan Hoodie yang di padukan celana jeans juga kaca mata hitam plus topi hitam. Elmeera tidak ingin terpesona dengan Argha. Tidak.
Sebenarnya Elmeera sangat ingin bertanya, akan pergi kemana Argha hari Minggu seperti ini? Terlebih mereka adalah pengantin baru dan besok sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, bukankah lebih baik Argha tetap di rumah bersamanya?
Namun, ego Elmeera masih sangat tinggi. Apalagi Elmeera masih kesal karena Argha yang terus menguasai dirinya. Terlebih melihat bagaimana sikap Argha dan Gista yang terlihat sangat dekat dan saling perhatian. Elmeera rasanya muak, padahal baru menjadi istri Argha sehari saja.
"Elu mau pergi atau kemana juga bukan urusan gue... gue gak mau tahu dan gak ingin tahu. Pergi mah pergi aja!" kata Elmeera ketus.
Argha menghela nafasnya, bukankah memang Elmeera seperti itu? Judes, galak, angkuh kadang juga sombong.
"CK! hubungan pernikahan macam apa ini?" Gumam Argha dalam hati.
"El... aku mau tanya... sebenarnya kamu ingin menjalani hubungan rumah tangga ini seperti apa?" Tanya Argha yang duduk di ranjang sambil menatap Elmeera yang duduk bersandar di headboard sambil bermain ponsel.
Sejujurnya Argha juga sangat malas menghadapi Elmeera dengan sikapnya yang seperti ini meskipun Argha akui, Elmeera cantik dengan tubuh yang menggoda iman lelaki. Namun, janji Argha pada Gista tentang hubungan rumah tangganya dengan Elmeera yang harus baik-baik saja tidak ada kata perpisahan, membuat Argha berusaha menjadi suami yang baik entah seperti apa nanti ujungnya.
"Hubungan rumah tangga seperti apa yang elu maksud Gha?" Tanya Elmeera.
"Hubungan kita El, kita sudah menjadi suami istri yang sah di mata agama dan negara, apa kamu tidak bisa bersikap baik pada suami kamu?"
"Argha... elu sepertinya terlalu percaya diri setelah apa yang kita lakukan semalam." Ucap Elmeera berdecih.
"Maksud kamu?"
__ADS_1
"gue memberikan kehormatan gue pada elu, hanya semata-mata karena gue ingin memberikan cucu buat mama gue. Kalau mama gak punya penyakit jantung, gue lebih memilih One Night Stand dari pada nikah! Dan elu nikahin gue juga gak gratis kan? gue bayar elu mahal untuk benih elu Gha!" Tegas Elmeera.
"Jadi elu jangan berharap banyak Gha! Gue akan tetap meminta berpisah setelah gue melahirkan sesuai perjanjian awal kita. Soal Mama dan Gista, itu akan menjadi urusan gue nanti...." Lanjut Elmeera lagi.
Argha hanya diam dengan rahang yang mengeras. Harga diri Argha rasanya diinjak-injak oleh Elmeera.
"Apa? lebih baik One Night Stand dengan lelaki Bajingaan dari pada sama gue yang belum pernah menyentuh wanita manapun? CK!" Argha tersenyum sinis dalam hatinya.
Tanpa berkata apapun lagi, Argha pergi meninggalkan kamar Elmeera dengan membanting pintu kamar.
Elmeera menatap nanar punggung Argha yang semakin menjauh. Hingga
BRAK!
Elmeera terperanjat kala mendengar Argha membanting pintu kamarnya. Elmeera kemudian menatap pintu itu dengan perasaan tidak menentu. Tidak ingin berpikir terlalu jauh, Elmeera akhirnya memilih untuk rebahan kemudian memejamkan matanya yang masih terasa ngantuk karena semalaman kurang tidur.
...***...
"30 menit lah." Jawab lelaki itu yang tidak lain adalah Arsen.
Argha duduk di salah satu kursi kosong yang ada disana, tepatnya di hadapan Arsen.
"Dari cerita Gista, sepertinya semalam elu bekerja keras hingga lembur? Tapi mengapa muka elu bete begitu?" Tanya Arsen pada Argha membuat Argha langsung melotot pada Gista yang duduk anteng di samping Arsen.
Ya, yang menunggu Argha di restoran adalah Arsen dan Gista karena mereka berdua sedang gabut tidak ada kerjaan.
"Sepertinya gue gak bisa bertahan lama dengan Elmeera." Gumam Argha dengan membuang pandangannya ke sembarang arah.
Sepanjang perjalanan menuju restoran, Argha banyak berpikir tentang langkah apa yang harus dia ambil setelah ini.
Sedangkan Gista tertegun mendengar kalimat yang keluar dari mulut kakaknya. Benarkah Argha tidak bahagia setelah semalam bercinta dengan Elmeera? rasanya tidak mungkin.
"Kakak menyesal menikahi kak Elmeera?" Tanya Gista menatap kakak kandungnya dengan sendu.
__ADS_1
"Sejujurnya iya, tapi demi kamu... kakak rela melakukan apapun termasuk kebahagiaan dan hidup kakak."
Deg!
"Bukannya tadi pagi kakak baik-baik saja dengan kak Elmeera meskipun kak Elmeera kelihatan cemberut?" Tanya Gista yang membuat Argha akhirnya bercerita tentang obrolannya dengan Elmeera barusan.
Gista sungguh tidak menyangka Elmeera bisa bersikap seperti itu dengan Argha, kakak kandungnya. Apa karena Argha saat ini hanya karyawan biasa yang derajat materinya lebih rendah dari Elmeera? Pikiran Gista berkecamuk. Dan dalam hatinya yang terdalam, Gista juga tidak terima harga diri kakak kandungnya diinjak-injak oleh istrinya sendiri yang tidak lain adalah Elmeera, kakak angkat Gista yang sangat Gista sayangi.
"Maafkan aku kak... karena aku kakak jadi....." Kata Gista lirih dengan air mata yang hampir jatuh.
"Ngapain kamu sedih begitu, kakak menikahi dia hanya untuk membuat kamu bahagia Ta, jadi jangan sedih." Ujar Argha mencoba tersenyum di depan adiknya sambil menggenggam tangan adiknya.
"Kak..."
"Aku gak akan menyerah sampai aku merasa benar-benar lelah menghadapi kakak kamu itu Ta, maafkan kakak... sebenarnya kakak memberikan pil penundaan kehamilan untuk Elmeera." Ucap Argha jujur.
"Kenapa kak?"
"Pertama, menurut kakak... Elmeera belum siap menjadi seorang ibu. Dan aku juga tidak ingin anak aku menjadi korban keegoisan orang tuanya. Ya selama Elmeera belum hamil, kakak akan berusaha merebut hatinya, seperti janji kakak sama kamu sebelumnya." Sorot mata Argha begitu teduh untuk Elmeera.
"Kalau kak Argha sudah bisa merebut hati kak Elmeera suatu hari nanti, apa kak Argha juga akan mencintai kak Elmeera?"
"Entahlah, sepertinya akan sulit mencintai Elmeera... namun aku akan berusaha menjadi suami yang baik buat dia untuk kamu, demi membalas budi pada mereka yang sudah merawat dan membesarkan kamu penuh dengan kasih sayang." Jawab Argha.
"Kakak....." Rengek Gista yang sudah menangis.
Arsen hanya tersenyum mendengar obrolan adik dan kakak tersebut.
...BERSAMBUNG...
TERIMA KASIH UNTUK 11 ORANG YANG SUDAH MEMBERIKAN VOTE-NYA UNTUK NOVEL INI... SEMOGA REJEKI KALIAN BERKAH BERLIMPAH 😇
TERIMA KASIH JUGA UNTUK YANG SETIA MEMBERIKAN LIKE, KOMENTAR DAN HADIAHNYA...
__ADS_1