Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
KEDATANGAN MERTUA


__ADS_3

Saat ini Nabila siap siap untuk pulang karena hari sudah mulai sore, semua orang sudah pulang termasuk Sania, Sania pulang duluan karena ada urusan keluarga. Sedangkan dibutik hanya ada satpam dan Nabila.


"Mau pulang mbak?". Tanya Satpam itu saat melihat Nabila keluar dari butik.


"Iya pak, kalau gitu saya duluan, bapak langsung pulang aja kalau udah kunci semua ruangan". Ucap Nabila berjalan menuju pinggir jalan untuk memberhentikan taksi. Saat sudah dapat Nabila langsung menaikinya dan pulang menuju rumah Alfaro. Memang Nabila akan pulang kerumah Alfaro karena dirinya harus menjalankan kewajibannya sebagai istri Alfaro walaupun dirinya masih sakit hati dengan Alfaro.


***


Tak berselang lama Nabila sampai dirumah Alfaro, dirinya langsung turun dari taksi dan berjalan masuk kedalam rumah. Saat masuk Nabila langsung disuguhi pemandangan yang tidak enak dipandang. Nabila berjalan lurus saja kekamarnya tanpa memperdulikan pemandangan yang ada didepannya.


"Inget pulang juga, kirain mau asik asik sama banyak pria". Ucap Nisa saat melihat Nabila berjalan menuju kamarnya. Nabila tidak memperdulikan ucapan Nisa, dirinya terus saja berjalan.


Dikamar Nabila


"Huh sabar Nabila, jangan nangis oke semangat pasti bisa". Ucap Nabila yang selalu menyemangati dirinya sendiri. Nabila pergi kekamar mandi untuk mandi dan solat magrib. Karena saat Nabila baru sampai rumah terdengar suara azan magrib.


Setelah selesai menyelesaikan tugasnya sebagai umat muslim, Nabila pergi kedapur untuk memasak dan lagi lagi tidak memperdulikan Nisa dan Alfaro yang sedang bermesraan.


Saat sedang memasak tiba tiba terdengar bunyi bel rumah, Nabila langsung pergi membukannya dan Nabila kaget ternyata yang datang ibu bapak Alfaro atau mertua Nabila.


"Sayang apa kabar?". Tanya Citra langsung memeluk Nabila, Nabila membalas pelukan itu.


"Baik kok mah, mamah mau ngapain kesini?". Tanya Nabila melepaskan pelukannya. Citra tidak langsung menjawab pertanyaan Nabila, melainkan dirinya melirik kearah ruang tamu dan melihat Nisa dan Alfaro sedang bermesraan.


"Mamah cuman mau main aja". Jawab Citra, Nabila pun mengangguk dan langsung salim kepada papah mertuanya tapi tidak ditanggapi. Papah mertuanya langsung masuk begitu saja.


"Sabar yah sayang mungkin situa bangka itu belum tahu kalau kamu itu sangat baik". Ucap Citra yang melihat Nabila sedih karena suaminya.


"Ah Nabila nggak papa kok mah, kalau gitu ayo masuk mah, dan kita langsung makan malam, soalnya Nabila lagi masak". Ajak Nabila membawa ibu mertuanya masuk.


Citra menatap sinis kepada Nisa, dan Nisa pun melakukan hal yang sama. "Mamah ikut kamu aja kedapur yah sayang, duduk disini berasa di neraka". Ucap Citra tidak mau duduk dengan Nisa. Nabila pun hanya mengangguk dan membawa ibu mertuanya kedapur.

__ADS_1


"Kamu masak apa sayang?". Tanya Citra saat sudah didapur.


"Biasa mah sayur asam sama teman temannya". Jawab Nabila yang sedang mengaduk aduk sayur asam. Citra hanya mengangguk dan memperhatikan Nabila yang sedang memasak. Citra merasa iba kepada Nabila, kenapa wanita sesempurna Nabila bisa disakitin oleh anaknya sendiri cuman perihal ingin mempunyai anak.


"Mamah mau dimasakin sesuatu nggak sama Nabila?". Tanya Nabila yang masih fokus pada masakanannya.


"Nggak usah, nanti kamu capek, segitu aja cukup". Jawab Citra tidak mau membuat Nabila repot.


"Gimana kalau selesai makan malam kita buat cookies?". Tanya Nabila lagi.


"Boleh, terserah kamu aja lah mamah mah, yang punya dapurkan kamu". Canda Citra, Nabila pun langsung tertawa. Tak berselang lama Nabila selesai memasak dan tinggal menyajikannya dimeja makan.


"Sini mamah bantu". Ucap Citra membantu Nabila membawa makananya ke meja makan.


"Semua ayo makan". Teriak Citra. Semua orang pun berjalan menuju dapur. Mereka pun mulai makan.


"Hmm...masakan kamu emang enak sayang, tapi sayang kamu disia siakan". Ucap Citra menyindir anaknya. Nabila hanya tersenyum menanggapi ucapan mertuanya karena dia tidak mau cari ribut.


Setelah selesai makan, Nabila pamit kekamar dulu untuk solat isya. Setelah solat Nabila langsung kedapur lagi untuk membuat kue bersama mertuanya.


"Mamah mau nginep disini?". Tanya Nabila yang sedang membuat adonan cookies.


"Nggak, mamah setelah selesai bikin kue langsung pulang, kan udah dapat sesuatu dari kamu". Jawab Citra bercanda. Nabila pun tersenyum.


Saat mereka sedang membuat kue, datanglah Nisa untuk mengambil air minum dikulkas.


"Kalau jadi wanita itu harus bisa masak, ngurus suami dan yang lainnya, bukannya malah rebut suami orang". Sindir Citra saat Nisa sedang minum, Nisa yang mendengar ucapan Citra hanya tersenyum kecut.


"Mending nggak bisa masak dan yang lainnya dari pada nggak bisa punya anak". Sindir Nisa dan terjadilah sindir sindiran antara menantu 2 dan mertua.


Nabila yang risih dengan sindiran sindiran itu pun langsung memberhentikannya. "Udah mah, katanya mau buat kue kok malah ngomongin orang". Ucap Nabila melerai Citra agar tidak ribut dengan Nisa. Citra pun mendengarkan ucapan Nabila, sedangkan Nisa kembali keruang tamu.

__ADS_1


Nabila dan Citra pun selesai membuat kue dan memasukannya kedalam toples. Dan tak lupa Citra menyicip kue itu.


"Hmm...kamu emang ajaib, bisa bikin apa aja". Puji Citra karena memang Nabila bisa melakukan apa saja.


"Mamah dari tadi muji Nabila terus, nanti hidung Nabila terbang loh mah". Canda Nabila, mertuanya pun langsung tertawa.


"Karena udah dapet kue, mamah mau pulang dulu yah, kapan kapan mamah main lagi kesini". Pamit Citra setelah selesai memasukan kuenya kedalam toples dan paper bag untuk kue.


"Iya mah, hati hati dijalan yah". Ucap Nabila saat sudah diruang tamu.


"Pah ayo pulang". Ajak Citra, William pun bangkit dari duduknya.


"Kalau gitu kami pulang dulu yah". Ucap William. Nisa dan Alfaro pun langsung salim kepada William, sedangkan Nabila yang akan salim ditolak mentah mentah. Citra yang melihat itu langsung buru buru membawa suaminya pulang.


"Dah sayang". Pamit Citra kepada Nabila yang berada didepan pintu, Nabila pun dadah dadah kepada mertuanya.


Nabila pun masuk kedalam rumah dan tidak lupa mengunci pintunya. Saat Nabila sedang mengunci pintu tiba tiba ada yang menarik rambutnya dari belakang.


"Aakhh lepas". Teriak Nabila kesakitan.


"Tadi kamu bilang apa aja sama mamah pas didapur?". Tanya Alfaro yang masih setia menarik rambut Nabila.


"Lepas dulu akhh". Ucap Nabila memukul lengan Alfaro dan langsung terlepas karena kesakitan.


"Auhhh kamu mulai berani yah sama saya". Teriak Alfaro karena Nabila berjalan begitu saja menuju kamarnya, tanpa memperdulikan Alfaro yang meringis kesakitan.


"Mulai sekarang gue nggak akan diam aja kalau ada orang yang mau melukai gue walaupun itu suami gue sendiri". Batin Nabila karena dirinya tidak mau ditindas lagi oleh orang lain.


Tak berselang lama Nabila pun terlelap diranjang empuknya ditemani guling dan boneka yang dia simpan diatas ranjang.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2