Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA MASUK RUMAH SAKIT


__ADS_3

Nabila saat ini sudah berada dirumah mertuanya yaitu Citra, Nabila sedang berbaring diranjang sambil terus melamun.


Clek


Citra yang melihat Nabila terus melamun bingung harus menghiburnya seperti apa. "Sayang mending kita jalan jalan gimana?". Tanya Citra tapi Nabila tidak menjawab pertanyaan Citra.


"Sayang". Panggil Citra mengoyangkan badan Nabila. Nabila pun tersadar dari lamunannya.


"Eh iya mah ada apa?". Tanya Nabila menghapus air matanya karena dia melamun sambil mengeluarkan air mata.


"Kita jalan jalan yah". Ajak Citra mengelus kepala Nabila.


"Nggak usah mah, Nabila pengen sendiri dulu, mamah bisa keluar dulu". Ucap Nabila memohon karena dirinya butuh waktu sendiri dulu untuk saat ini.


Citra menghembuskan nafasnya kasar karena Nabila yang sekarang tidak mudah ceria padahal dulu Nabila selalu ceria. "Ya udah mamah keluar, kamu istirahat, dan ingat jangan melakukan hal hal bodoh, ingat kamu sedang mengandung". Peringat Citra tidak mau Nabila melakukan hal hal aneh.


"Iya mah". Ucap Nabila tersenyum. Citra keluar dari kamar Nabila dan menutup pintunya.


Sedangkan Nabila berbaring dan terus menitihkan air mata mengingat kejadian yang baru menimpannya. "Semoga ini cepat berakhir". Batin Nabila dan mulai memejamkan matanya karena Nabila terlalu lelah hari ini.


***


Pagi harinya Nabila terbangun dengan mata sembab karena terus menangis, Nabila masih berbaring diranjang karena dirinya merasa sangat pusing.


"Hmm kenapa pusing banget sih". Ucap Nabila memijat kepalanya dengan lembut. Saat Nabila sedang memijat kepalanya tiba tiba ada yang mengetuk pintu.


Tok


Tok


"Sayang ini mamah, apa boleh masuk?". Ucap Citra dibalik pintu kamar.


"Masuk aja mah nggak dikunci kok". Ucap Nabila yang sedang bersender dikepala ranjang.


Clek


"Kamu nggak papa sayang?, kok mukanya pucet". Ucap Citra saat melihat muka Nabila mucat.


"Nggak papa kok mah". Ucap Nabila tidak mau membuat mertuanya khawatir.


"Kalau gitu kamu sarapan dulu yah nih mamah udah bawain". Ucap Citra sambil menyerahkan satu nampan sarapan. Nabila menerima.

__ADS_1


"Makasih mah". Ucap Nabila menaruh nampan itu dinakas.


"Kalau gitu mamah keluar dulu yah, jangan lupa makan sarapannya biar ada energi". Nabila hanya mengangguk.


Setelah Citra keluar Nabila beranjak menuju kamar mandi untuk bersih bersih karena merasa lengket. Baru saja dua langkah Nabila merasa matanya berkunang kunang dan kamarnya terasa seperti berputar, dan tak lama semuanya menjadi gelap. Ya, Nabila jatuh pingsan.


Lima belas menit berlalu tapi Nabila tidak keluar keluar dari kamar. Citra pun berjalan menuju kamar yang ditempati Nabila. Saat membuka pintu Citra kaget karena Nabila tergeletak dilantai, Citra langsung menghampiri Nabila.


"Sayang bangun sayang". Teriak Citra menepuk nepuk pipi Nabila dengan lembut. Citra langsung memanggil asisten rumah tangganya.


"Bi bibi". Panggil Citra. Tak lama asisten rumah tangga pun datang.


"Ada apa nyo-...ya ampun mbak Nabila kenapa nyonya?". Tanya asisten rumah tangganya yang bernama Rachel.


"Cepat panggil ambulans, Nabila pingsan". Ucap Citra menyuruh Rachel untuk memanggil ambulans.


Tak lama ambulans pun datang, dan langsung membawa Nabila kerumah sakit.


***


Dirumah sakit saat ini Citra sedang menunggu diruang tunggu karena dokter yang menanggani Nabila belum keluar.


Tak lama dokter pun keluar, Citra langsung berdiri menghampiri dokter. "Gimana keadaan menantu saya dok?". Tanya Citra.


"Keadaan pasien tidak baik karena dia terlalu setres dan kurang darah, sebaiknya pasien dirawat di rumah sakit bu". Jelas dokter itu.


Citra yang mendengar penjelasan dokter merasa sangat kasihan terhadap Nabila padahal Nabila sedang mengandung dan harus menderita seperti ini. "Kalau begitu saya serahkan semua kepada dokter, saya boleh masuk dok?". Tanya Citra.


"Silahkan tapi pasien masih belum sadar". Jawab dokter itu karena memang Nabila masih belum sadar. Citra hanya mengangguk dan masuk kedalam ruangan Nabila.


"Kasihan sekali kamu nak harus menderita seperti ini padahal kamu oranh baik malah baik banget". Batin Citra yang sedang duduk disamping Nabila dan mengelus kepala Nabila dengan lembut.


"Mamah harap kamu bisa menghadapi ini semua, mamah merasa kamu seperti anak mamah sendiri, walaupun anak mamah sudah meninggal sejak baru dilahirkan". Batin Citra lagi. Citra memang mempunyai anak perempuan, tapi sudah meninggal menurut dokter yang menanggani persalinan Citra.


Saat sedang memperhatikan Nabila tiba tiba ponsel Nabila yang dibawa Citra berdering.


Kring


Kring


..."Halo Bil loh kenapa nggak kebutik?". Tanya orang itu yang tidak lain adalah Sania....

__ADS_1


..."Halo San ini tante Citra, Nabila lagi ada dirumah sakit jadi nggak bisa kebutik". Jawab Citra sambil menatap Nabila. Sania yang mendengar Nabila dirumah sakit langsung kaget....


..."Hah, rumah sakit, kenapa Nabila bisa masuk rumah sakit lagi tan?". Tanya Sania penasaran....


..."Ceritanya panjang". Ucap Citra tidak mungkin menceritakannya lewat telepon....


..."Kalau gitu Sania nanti kesana setelah urusan meeting selesai yah tah, kalau gitu Sania matiin sambungan teleponnya". Ucap Sania langsung memantikan sambungan teleponnya....


Citra menyimpan ponsel Nabila di atas lemari kecil yang ada disamping brangkar Nabila. Citra sebenarnya sudah menelepon Alfaro kalau Nabila ada dirumah sakit, tapi Alfaro tidak peduli tentang keadaan Nabila. Citra hanya bisa pasrah dengan semua ini.


***


Alfaro saat ini tidak fokus dengan pekerjaanya karena mendengar Nabila masuk rumah sakit, sebenarnya dirinya khawatir tapi karena egonya dia menepis kekhwatiran itu.


Tok


Tok


"Masuk". Ucap Alfaro melihat kearah pintu yang diketuk, dan muncullah Nisa.


"Mas nanti siang ada meeting dengan perusahaan PT. ERICSINDO MEGANTARA". Jelas Nisa mengingatkan bahwa nanti siang ada meeting.


"Hmm". Ucap dingin Alfaro. Nisa yang mendapati sikap dingin Alfaro kesal.


"Mas jangan mikirin Nabila terus, nanti sakit, biarin aja lah dia mau kemana, sama siapa, atau mas mungkin bisa ceraikan dia". Ucap Nisa membuat emosi Alfaro kembali naik.


"Nggak usah ikut campur urusan saya sama Nabila". Bentak Alfaro membuat Nisa semakin jengkel.


"Mas-...". Ucap Nisa terpotong oleh Alfaro.


"Keluar". Ketus Alfaro menatap tajam Nisa.


"Tap-....". Ucap Nisa lagi lagi dipotong oleh Alfaro.


"Saya bilang keluar yah keluar, kamu punya telingakan KELUAR!!". Marah Alfaro sambil menekankan kata keluar karena Nisa banyak bicara. Karena Alfaro sangat marah, Nisa pun keluar dari ruangan Alfaro.


"Kok dia malah marah sama gue sih". Gerutu Nisa sambil berjalan menuju ruangannya.


Sedangkan didalam ruangan Alfaro langsung mengeser kasar benda yang ada dimeja kerjanya. "Aaahhhk, kenapa semua jadi gini". Teriak Alfaro yang terus mengacak gacak semua benda yang ada diruangannya, untungnya didalam ruangan Alfaro dipasang pengendap suara, jadi orang yang ada dikantornya mendengar apa pun.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2