
Setelah kejadian kebakaran tempat detektif, Nabila menunggu kabar dari bos detektif itu, Nabila juga tidak diam saja dia juga mencoba mencari tahu sendiri, tapi hasilnya selalu nihil dan selalu saja ada kejadian yang tidak terduga.
Saat ini Nabila sedang berada dirumah menunggu kedatangan Sania yang katanya akan kesini untuk mengambil desain desain dan sekalian bermain.
"Eh Nin nanti tolong jemput Sania pakai motor kamu yah, kasihan kalau dia harus jalan kaki, kan jauh dari jalan besar menuju rumah ini". Ucap Nabila meminta tolong pada Nina yang sedang memainkan ponselnya.
"Iya, tapi nanti kasih Nina ongkos yah sama uang jajan, soalnya Nina nanti mau main sama teman teman kan sekarang hari minggu masa diam dirumah mulu bisa bisa nanti Nina jamuran". Ucap Nina meminta ongkos.
"Hisss...iya iya nanti mbak kasih, lagian mau main tapi nggak punya duit". Ucap Nabila meledek Nina yang hanya diam saja, karena memang benar ucapan Nabila jadi Nina tidak membantah.
Ting
Satu pesan masuk kedalam ponsel Nabila, Nabila langsung membuka pesan itu yang ternyata dari Sania.
Sania❤
Bil gue udah nyampe nih, mana jemputan gue kok nggak ada?, masa gue harus japan sih, rumah loh lan jauh bisa pegal pegal tangan gue, eh kaki gue.
^^^Iya bentar lagi Nina kesana, tunggu aja disana yah jangan kemana mana nanti Nina susah nyarinya √√^^^
"Nin cepat jemput Sania gih, dia katanya udah sampai". Ucap Nabila kepada Nina yang sedang berfoto foto dengan Adelia, sedangkan Adelia yang difoto memasang wajah jutek.
"Iya". Jawab Nina sambil memberikan Adelia kepada Nabila. Nina berjalan menuju motornya yang sudah berada didepan rumah Nabila.
"Berangkat dulu mbak, Assalamualaikum". Ucap Nina yang sudah mulai menggas motornya menuju tempat Sania berada.
"Wa'alaikumsalam". Ucap Nabila yang melihat kepergian Nina. Saat Nina sudah pergi terdengar suara telepon dari balik ponsel Nabila, Nabila langsung mengangkatnya.
..."Halo, siapa ini?". Tanya Nabila kepada orang yang berada dibalik telepon....
..."Halo ini saya Antoni, detektif yang waktu itu kamu temui". Jawab orang itu yang ternyata Antoni, sidetektif....
__ADS_1
..."Oh iya saya ingat ada apa yah?". Tanya Nabila dug dag dig dug karena takut mendapat kabar buruk....
..."Saya sudah menemukan alamat tempat orang tua kamu tinggal, tapi saya tidak tahu mereka masih tinggal dirumah itu apa nggak, untuk memastikan silahkan anda datang sendiri saja, karena saya masih banyak urusan dan nanti saya akan kirim alamatnya lewat WhatsApp". Jelas Antoni sambil mematikan sambungan teleponnya sepihak....
..."Halo halo halo..". Ucap Nabila karena Antoni main mematikan sambungan teleponnya. Saat Nabila sedang mengomel tiba tiba ponsel Nabila berbunyi kembali tapi itu suara pesan masuk....
Ini alamatnya, semoga orang tua kamu masih tinggal dirumah ini.
"Jakarta?". Gumam Nabila yang melihat alamat rumah orang tua kandungnya yang baru dikirim Antoni.
"Jadi benar orang tua gue tinggal di Jakarta". Batin Nabila yang masih melihat alamat yang ada diponselnya.
"Oke semangat Nabila loh pasti bisa". Batin Nabila menyemangati dirinya sendiri agar lebih berani lagi.
Saat sedang fokus melihat ponselnya, tiba tiba ada yang mengucapkan salam. "Assalamualaikum". Ucap orang itu yang berada didepan rumah Nabila.
Nabila langsung melihat orang itu dan kaget. "Ridwan, ngapain loh kesini?, sini masuk aja". Ucap Nabila kepada orang itu yang ternyata Ridwan.
"Salam gue nggak dijawab nih?". Tanya Ridwan sambil membuka pintu pagar dan berjalan menuju Nabila yang duduk diteras.
"Gue cuman mau main aja, bosen gue diam dirumah mulu, mana berisik lagi dirumah lagi banyak tamu". Jawab Ridwan karena memang dirumahnya banyak orang.
"Emang mau ngapain banyak tamu?". Tanya Nabila penasaran.
"Nanti ada acara gue juga nggak tahu acara apa, pokoknya acaranya diluar kota". Jawab Ridwan memang nanti akan ada acara, tapi dirinya juga tidak tahu acara apa.
"Oh gitu". Ucap Nabila sambil mangut mangut.
"Loh mau minum apa?,jus, kopi, teh apa mau minuman lain?". Tanya Nabila lagi yang sedang memberikan susu formula kepada Adelia, ya memang sekarang Adelia dikasih susu formula tapi kadang kadang Adelia juga minum asi.
"Minum air putih aja deh yah?, males buat gue, tapi kalau loh mau yang lain buat aja sendiri sana kedapur". Ucap Nabila lagi membuat Ridwan geleng geleng kepala mendengarnya.
__ADS_1
"Kalau minum air putih, kenapa loh nawarin jus,kopi teh lah apa lah ini lah dasar aneh". Ucap Ridwan tidak habis pikir dengan isi otak Nabila yang tidak pernah berubah.
"Hehe nggak papa lah, udah mau minum apa?, atau mau minum air got?, kalau mau tuh ada didepan bekas cuci piring orang orang". Ucap Nabila bercanda.
"Iya sekalian tambahin air pipis orang, PUAS LOH?". Tanya Ridwan mulai kesal dengan Nabila karena selalu menjengkelkan.
"Gue belum puas". Ucap Nabila sengaja menggoda Ridwan karena sudah lama Nabila tidak pernah menggoda Ridwan lagi.
Saat sedang bercanda dengan Ridwan ada yang datang. "Cie cie udah punya pengganti aja nih". Ucap orang itu sambil masuk kedalam rumah Nabila tanpa permisi.
"Eh Sania loh udah datang". Ucap Nabila sambil menghampiri Sania yang baru saja datang, Nabila pun memeluk Sania karena sangat kangen.
"Lepas woy gue sesak nih, kalau gue mati gimana?". Tanya Sania sambil memukul mukul punggung Nabila karena Nabila terlalu erat memeluknya.
"Hehe sorry, kok gue nggak dengar suara motor Nina". Ucap Nabila karena memang Nabila tidak mendengar suara motor Nina, jadi dia tidak tahu kalau Sania sudah sampai dirumahnya.
"Bensinnya abis, untung udah mau dekat rumah loh, kalau masih jauh gempor kaki gue". Jawab Sania memang tadi bensin motor Nina habis.
"Terus sekarang Nina nya mana?". Tanya Nabila karena tidak melihat Nina.
"Beli bensin lah masa beli ikan asin". Jawab Sania sambil duduk dikursi samping Ridwan.
"Ngomong ngomong ini calon laki loh?, cepat amat loh move on sama Alfaro, tapi bagus sih". Ucap Sania lagi sambil melirik Ridwan yang sedang diam mendengar ucapan Sania.
"Eh bukan dia sahabat gue waktu kecil". Ucap Nabila tidak mau Sania salah paham.
"Oh gitu, tapi kalau jadi suami loh juga kayaknya cocok deh, gebet aja bang udah cere ini sama lakinya". Ucap Sania sambil memukul bahu Ridwan. Sedangkan Ridwan langsung batuk mendengar itu.
"Apa sih loh, lagian gue nggak mau punya suami lagi, mending gue jomlo kayak loh". Ucap Nabila memang tidak mau menikah lagi, bukan karena trauma tapi karena tidak mau saja.
Sedangkan Sania hanya mengeruncutkan bibirnya saja mendengar ucapan Nabila.
__ADS_1
"Ekhem...jadi loh beneran udah cerai Bil?". Tanya Ridwan kembali bersuara yang tadinya hanya diam saja.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤