
Sudah 30 menit Citra berada dipemakaman, dia membacakan surah yasin, membersihkan makan anak dan mantan suaminya.
"Mamah pulang dulu yah nak, mamah bakal sering sering kesini kok". Ucap Citra berpamitan sambil mengusap gusap nisan anaknya terlebih dahulu.
Citra pun keluar dari kawasan TPU itu dan memberhentikan taksi untuk pulang menuju rumah.
***
Sedangkan Nabila saat ini sedang berada dikamarnya karena dirinya harus banyak istirahat sedangkan anaknya sedang tidur di box bayi yang ada disamping Nabila.
Saat akan memejamkan mata tiba tiba ada yang membuka pintu kamarnya siapa lagi kalau bukan Alfaro. "Ada apa mas?". Tanya Nabila kepada Alfaro.
"Saya mau minta bantuan kamu tolong bantu saya pasang popok Adelio saya nggak bisa". Ucap Alfaro seakan tidak tahu malu main minta bantuan Nabila saja dan seakan tidak ingat dengan kesalahannya kepada Nabila, dasar manusia tidak tahu MALU.
"Ya udah kalau gitu". Ucap Nabila mengerti karena memang Riska tidak ada, tadi dia pamit pulang dulu karena ibunya sakit sedangkan Nisa dia sedang menginap dirumah sepupunya entah mau melakukan apa.
Nabila dan Alfaro berjalan menuju kamar Nisa dan setelah sampai Nabila langsung masuk kekamar mandi bersama Adelio karena ini sudah sore jadi Nabila sekalian memandikannya. Alfaro hanya melihatkan Nabila saja.
"Kita mandi dulu yah anak mamah biar seger dan nanti tidurnya biar nyenyak". Ucap Nabila sambil membuka baju Adelio dan sesekali Nabila meringis kesakitan karena tangannya kesenggol badan Adelio, memang luka Nabila diperban tapi itu masih terasa sakit saat dipegang atau disenggol.
Alfaro yang melihat itu langsung mengambil alih Adelio. "Sini saya saja yang mandiin Adelio, kamu kasih tahu caranya saja". Ucap Alfaro akhirnya tahu diri juga.
Nabila pun menyerahkan Adelio kepada Alfaro dan mulai mengarahkan Alfaro untuk melakukan ini itu. "Pelan pelan mas jangan kencang kencang gosok badan Adelio nya". Ucap Nabila karena Alfaro mengosok badan Adelio menggunakan tenaga dan alhasil membuat Adelio menangis.
Nabila memperhatikan interaksi Alfaro dan Adelio mulai merasa sedih karena anaknya tidak diperlakukan seperti itu oleh Alfaro, kalau boleh dibilang Alfaro pilih kasih. Mungkin karena menurut Alfaro, Adelia bukan anaknya jadi dia pilih kasih.
"Saya harus apa lagi?". Tanya Alfaro tapi tidak mendapat jawaban dari Nabila. Alfaro pun melihat kearah kaca yang menghadap Nabila dan melihat Nabila menitihkan air matanya.
__ADS_1
"NABILA". Panggil Alfaro dan membuat Nabila tersadar.
"Kalau udah selesai kamu tinggal handukin aja, terus nanti kasih minyak angin, bedak dan setelah itu pakaikan popok dan pakaikan baju, aku mau mandiin Adelia dulu, kamu tinggal cari tutorialnya di YouTube aja". Jelas Nabila meninggalkan Alfaro yang sedang bingung.
Nabila berjalan terburu buru menuju kamarnya dan setelah selesai masuk kedalam kamar, Nabila langsung menumpahkan air matanya. "Kenapa anak ku masih kecil nggak dapat kasih sayang papahnya Ya Allah". Batin Nabila menatapn kosong kearah depan.
"Maafin mamah yah nak, karena kesalah pahaman kamu jadi tidak mendapatkan kasih sayang papah kamu, walaupun kesalah pahaman itu sudah selesai, tapi papah kamu tetap nggak percaya sama mamah". Ucap Nabila merasa sangat bersalah kepada anaknya.
Karena mungkin Nabila terlalu lelah dia tertidur dilantai.
***
Malam harinya Nabila baru bangun pukul 20.15, dia langsung melaksanakan shalat isya dan menjamak shalat magrib. Saat Nabila sedang shalat tiba tiba Adelia menangis.
Setelah selesai shalat Nabila langsung menghampiri Adelia yang terus menangis, Nabila memberikan susu kepada Adelia, tapi Adelia masih menangis. Nabila mencoba memengang kening Adelia dan tidak kenapa napa.
"Cup cup anak mamah jangan nangis dong, nanti cantiknya hilang loh". Ucap Nabila sambil mengoyang goyangkan badan Adelia dengan lembut.
Adelia bukannya berhenti nangis mendengar ucapan Nabila, dia malah semakin kencang menangisnya. "Apa mungkin dia mau digendong sama mas Alfaro yah?". Tanya Nabila karena tidak biasanya Adelia seperti ini.
Dan akhirnya Nabila pun membawa Adelia menuju Alfaro mungkin dengan digendong Alfaro, Adelia berhenti menangis. Dan kebetulan Alfaro berada diruang tv bersama Adelio.
"Mas kamu mau nggak kendong Adelia sebentar aja dia nangis terus dari tadi". Ucap Nabila sambil duduk disamping Alfaro.
"Nggak, lagian dia bukan anak saya jadi saya tidak mau mengendongnya". Ucap Alfaro membuat Nabila emosi tapi dia berusaha menahannya.
"Mas kali ini aja aku mohon". Ucap Nabila sambil memegang Alfaro, Alfaro langsung menepis tangan Nabila, karena terlalu kencang menepis tangan Nabila membuat Adelia yang berada dalam gendongan Nabila langsung terjatuh dan mengenai pinggir meja yang berada didekat situ.
__ADS_1
Hal itu membuat Nabila panik karena Adelia langsung tidak bersuara atau nangis. "Adelia bangun sayang". Ucap Nabila sambil mengambil Adelia yang kepalanya berdarah.
"Mas cepatan bawa Adelia kerumah sakit bukannya diam aja ini juga semua karena kamu". Bentak Nabila menatap Alfaro dengan penuh amarah, tapi dia tahan karena nyawa anaknya lebih penting.
"Say-...". Ucapan Alfaro kepotong oleh Nabila.
"Udah jangan egois dulu untuk saat ini, tolong bantu aku buat bawa Adelia kerumah sakit". Ucap Nabila yang sudah menangis sedari tadi. Dan akhirnya Alfaro pun mengantarkan Nabila dan Adelia kerumah sakit terdekat, karena darah yang dikeluarkan dari kepala Adelia terus bercucuran.
***
Dirumah sakit Adelia langsung ditangani oleh dokter, sedangkan Nabila dan Alfaro menunggu di kursi tunggu.
"Ini semua salah kamu mas, kalau terjadi apa apa sama Adelia aku nggak akan pernah maafin kamu hiks...". Tangis Nabila membungkuk dan mengusap wajahnya kasar.
Sedangkan Alfaro hanya dia saja tidak menanggapi ucapan Nabila. "Kamu harusnya tadi mau mengendong Adelia mas, cuman ngegendong nggak lebih, karena dia nangis terus, apa susahnya mas ngegendong Adelia apa susahnya?". Tanya Nabila memukul dada Alfaro dengan sangat kuat.
Dan lagi lagi Alfaro hanya diam saja mendengarkan ucapan Nabila. "Ini semua salah kamu, kalau Adelia kenapa napa aku mau cerai sama kamu mas, kamu boleh sakitin aku, kamu boleh ngehina aku dan kamu juga boleh ngejelek jelekin aku, tapi kamu jangan pernah nyakitin anak aku". Ucap Nabila dan tanpa aba aba langsung menampar pipi Alfaro.
"Saya nggak akan pernah menceraikan kamu, karena waktu itu saya mengajukan cerai sama kamu, kamu nggak mau dan sekarang udah terlambat, kamu nggak bisa cerai sama saya". Ucap Alfaro mencengkram tangan Nabila dengan kuat dan itu membuat Nabila kesakitan apa lagi lukanya.
Saat mereka berdua sedang ribut dokter datang menghampiri Nabila dan Alfaro. "Permisi bapak ibu jangan bertengkar dirumah sakit". Peringat dokter itu.
"Gimana keadaan anak saya dok?". Tanya Nabila tidak memperdulikan ucapan dokter tadi.
"Anak ibu..."
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
__ADS_1