Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
DUA LOBANG


__ADS_3

"ALFARO CHANDRA MAHESA". Teriak orang yang membuka pintu sangat kasar. Alfaro langsung menoleh dan saat menoleh dirinya langsung ditampar oleh orang itu. Bukan hanya satu kali tapi dua kali tamparan.


Plak


Plak


"Auhhhs". Ringis Alfaro karena kesakitan ditampar sangat kencang. Citra yang melihat Alfaro ditampar langsung menghampirinya dan mengusap pipi Alfaro yang memerah.


"Kamu nggak papa sayang?". Tanya Citra khawatir Alfaro kenapa napa. Alfaro langsung menyingkirkan tangan Citra dengan kasar dan pergi begitu saja.


"ALFARO!!". Geram orang yang menampar Alfaro karena Alfaro main pergi saja.


"Udah pah biarin Alfaro nenangin diri". Ucap Citra menahan suaminya yang akan mengejar Alfaro. Ya orang itu adalah William suami dari Citra yang datang kekantor Alfaro. Bahkan Citra kaget saat melihat suami nya ada dikantor Alfaro karena William kan sedang pergi bisnis.


"Tap-...". Ucap William dipotong oleh Citra.


"Udah pah, mamah nggak papa kok, oh iya kenapa papah ada disini dan kenapa pulang nggak ngabarin mamah dulu". Ucap Citra mengalihkan pembicaraan.


"Papah kesini mau lihat kondisi kantor Alfaro eh nggak nyangka malah lihat mamah diperlakukan dengan kasar oleh Alfaro". Jelas William pulang mendadak karena urusan bisnisnya sudah selesai dan sengaja tidak memberi tahu Citra.


"Mamah nggak diperlakukan kasar sama Alfaro pah, Alfaro gitu karena emosi mungkin". Ucap Citra tetap membela Alfaro.


"Iya deh mamah kan selalu ngebela anak itu". Ketus William karena istrinya selalu membela Alfaro mau melakukan kesalahan apa pun.


"Mamah ngapain ada dikantor Alfaro?". Tanya William penasaran.


"Mamah cuman bicara soal masalah Nabila sama Alfaro itu loh pah". Ucap Citra karena memang dirinya sudah cerita tentang masalah Nabila dan Alfaro.


"Mamah nggak perlu ikut ikutan urusan rumah tangga mereka, mereka udah dewasa bisa menyelesaikan masalah sendiri". Ucap William karena Citra selalu ikut campur urusan rumah tangga anaknya.


"Mamah cuman kasihan sama Nabila pah, dia lagi hamil dan di fitnah sama orang". Ucap Citra.


"Gimana kalau memang Nabila nggak difitnah, dia melakukan itu mungkin terlalu sakit hati karena Alfaro selalu dekat dengan Nisa". Ucap William membuat Citra marah.

__ADS_1


"Nggak mungkin pah, Nabila itu anak baik". Ucap Citra sambil keluar dari ruangan Alfaro karena merasa kesal dengan suaminya.


Saat keluar Citra bertabrakan dengan seseorang. "Kalau jalan itu lihat-...". Ucap orang yang menabrak Citra langsung diam karena tahu siapa yang dia tabrak.


"Apa hah, mau marah sama saya mau jadi menantu durhaka?, eh saya nggak ngangep kamu menantu karena menantu saya cuman satu yaitu NABILA". Ucap Citra sambil menekankan kata Nabila. Orang yang menabrak Citra adalah si ular keket atau Nisa.


Nisa hanya diam menahan malu karena semua karyawan menatapnya dengan tatapan sinis. "Maaf mah, Nisa nggak tahu kalau tadi itu mamah". Ucap Nisa menunduk bukan karena merasa bersalah tapi karena malu.


"Heh, sana pergi saya muak lihat muka kamu". Kesal Citra. Nisa pun langsung pergi dari situ menuju ruangannya. Citra pun berjalan keluar dari kantor Alfaro tidak memperdulikan suaminya yang terus memanggil namanya.


Setelah kepergian Citra dan Nisa, semua karyawan mulai berbisik bisik. "Nggak nyangka yah ternyata bu Citra nggak suka sama bu Nisa". Bisik salah satu karyawan 1


"Iya benar gue kirain bu Citra suka sama Nisa tapi ternyata nggak, bu Citra cuman suka sama bu Nabila, bu Nabila emang baik sih beda jauh sama bu Nisa". Bisik salah karyawan 2.


"Udah ngegosipnya?, kalau udah sana kembali bekerja". Ucap manejer kantor Alfaro. Karyawan karyawan yang bergosip tadi pun kembali keruangannya.


***


"Emang abang lakuin apa sama tante Citra?". Tanya seorang gadis yang ada dibelakang Alfaro. Alfaro langsung menoleh.


"Loh ngapain ada disini?". Tanya balik Alfaro sambil menatap gadis itu yang sedang menghampirinya.


"Gue lagi pengen reflesing aja, soalnya mumet otak gue sama tugas kuliah". Jawab gadis itu yang tidak lain adalah sepupu Alfaro namanya Asti. Asti adalah anak dari adik papahnya Alfaro.


"Loh belum jawab pertanyaan gue". Ucap Asti yang sedang duduk dirumput.


"Pertanyaan yang mana?". Tanya Alfaro yang ikutan duduk dirumput bersama Asti.


"Iih udah tua kali luh ya, pertanyaan gue emang abang lakuin apa sama tante Citra". Ucap Asti kesal karena Alfaro selalu saja pikun kalau sedang setres.


"Huhhh, tadi gue bilang kalau mamah bukan mamah kandung gue, gue keceplosan ngomong gitu karena emosi". Jelas Alfaro mengacak rambutnya dengan kasar.


"Emang abang kenapa bisa emosi?". Tanya Asti.

__ADS_1


"Karena mamah ngomongin Nabila mulu yang ada dirumah sakit". Jawab Alfaro menatap lurus kearah danau.


"Lah emang mbak Nabila kenapa bisa masuk rumah sakit?". Tanya Asti penasaran. Sedangkan Alfaro menatap Asti.


"Bisa nggak loh nggak usah banyak tanya, itu makin buat gue pusing". Kesal Alfaro karena Asti selalu kepo tentang urusannya.


"Ck gue kan cuman nanya, nggak usah ngegas kali". Ucap Asti memanyunkan bibirnya.


"Nggak usah digituin bibirnya, entar makin mancung tuh bibir". Ledek Alfaro makin membuat Asti kesal.


"Jawab aja yang satu ini, kenapa mbak Nabila masuk rumah sakit?". Tanya Asti masih penasaran soal Nabila yang masuk rumah sakit.


"Gue nggak tahu". Jawab Alfaro membuat Asti bingung karena secara kan Alfaro suaminya tapi masa nggak tahu.


"Lah kenapa nggak tahu loh kan suaminya". Heran Asti. Alfaro hanya diam.


"Eum gue tahu kenapa mbak Nabila masuk rumah sakit, karena loh selalu perhatian sama mbak ular keket". Ucap Asti karena memang dirinya tidak suka kepada Nisa.


"Ular keket?". Tanya Alfaro bingung.


"Nggak usah dipikirin, lagian kenapa sih loh pakai nikah lagi?, nggak cukup apa cuman satu lobang doang?". Tanya Asti membuat Alfaro semakin bingung dengan ucapan Asti.


"Haha ternyata abang gue ini udah punya dua lobang tapi tetap aja polos". Tawa Asti karena Alfaro walaupun sudah menikah masih ada polos polosnya.


"Lagian loh ngomong aneh aneh, lobang?, apa coba lobang, lobang buaya?". Tanya Alfaro memang tidak mengerti dengan ucapan Asti.


"Jadiin PR aja bang, gue mau pulang dulu kalau udah nemu jawabannya kasih tahu gue, oh iya awas hati hati jangan bunuh diri disini, cari tempat lain aja, kalau bunuh diri disini nanti tempat sebagus gini bakal angker". Ledek Asti yang langsung berlari karena Alfaro menatapnya dengan sangat horor.


Alfaro masih berpikir dengan ucapan Asti. "Lubang?, lubang apaan sih gue nggak ngerti". Ucap Alfaro masih penasaran.


"Kenapa harus gue pikirin". Tanya Alfaro kepada dirinya sendiri, Alfaro berdiri dari duduknya dan berjalan menuju mobilnya untuk pergi kekantor lagi. Alfaro merasa sedikit terhibur dengan kehadiran Asti barusan, yah walaupun Asti menjengkelkan.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2