Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA PULANG


__ADS_3

Lima hari kemudian Nabila sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena Nabila sudah jauh lebih baik sekarang, tapi Nabila harus rajin kontrol kedokter agar jauh lebih baik pagi.


Saat Nabila akan pulang Alfaro tidak ada mengantarnya, bahkan saat sadar pun Alfaro tidak ada. "Pakai kursi roda aja yah Bil, biar enak bawa babynya". Ucap Sania kepada Nabila.


"Ya udah deh". Ucap Nabila yang sedang mengendong anaknya yang sangat cantik. Sania mengambil kursi roda yang ada diluar dan membawanya kedalam.


"Ayo naik". Perintah Sania. Nabila pun mendudukan pinggulnya dikursi roda itu bersama anaknya. Sania pun mendorong Nabila keluar. Ya, memang mereka pulang hanya bertiga saja, soalnya Citra tidak bisa mengantar karena William sedang sakit.


Dalam perjalanan menuju parkiran Nabila dan Sania bertemu Willi yang sedang berbicara dengan suster. "Dokter Willi". Panggil Sania, Willi pun berbalik dan tersenyum, Willi menyuruh suster itu pergi dan Willi pun menghampiri Nabila dan Sania.


"Kenapa kalian jadi dekat?, jangan jangan ada apa apa nih selama gue kritis". Ucap Nabila curiga kepada Sania dan Willi karena mereka jadi dekat.


"Iih apaan sih, orang gue kebetulan aja pas loh lagi kritis dokter Willi ada dirumah sakit ini, jadi kita ngobrol ngobrol". Jelas Sania tidak mau Nabila salah paham.


"Gue kirain loh ada apa apa, kalau ada apa apa kan gue senang jadi loh nggak jomlo lagi". Ucap Nabila antara kasihan dan meledek Sania. Sania akan berbicara lagi dipotong oleh Willi karena dirinya tidak mau mendengar keriburan antara kedua sahabat itu.


"Kalian mau pulang?". Tanya Willi.


"Iya dok". Jawab Sania.


"Jangan panggil saya dokter panggil saya Willi, Sania". Ucap Willi kesal karena Sania selalu memanggilnya dokter mulu, walaupun dirinya beneran dokter tapi dirinya agak risih kalau dipanggil dokter oleh orang yang dikenalnya.


"Ekhmm, gue jadi obat nyamuk nih ceritanya, kalau gitu gue pulang sendiri aja deh". Ucap Nabila pura pura merajuk.


"Ck loh lebih cocok jadi kebo bukan nyamuk, ayo ah pulang kasihan tuh anak loh terlalu lama dirumah sakit". Ucap Sania mendorong kembali kursi roda Nabila.


"Gue pamit dulu dokter Wil". Ucap Nabila. Willi hanya geleng geleng kepala dan tersenyum melihat tingkah Nabila dan Sania yang seperti anak kecil.


"Kita kesuper market dulu yah, gue mau beli perlengkapan anak gue". Ucap Nabila yang sudah berada didalam mobil.

__ADS_1


"Ok". Jawab Sania menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju super market.


Setelah sampai disuper market Nabila dan Sania turun dari mobil dan berbelajan di supet market itu. Setelah selesai mereka langsung menaiki mobil kembali dan melaju dengan kecepatan sedang.


***


Sedangkan dirumah Alfaro kebingungan mengasuh anaknya karena Riska sedang berbelanja kebutuhan Adelio disuper market terdekat. Sedangkan Nisa dia berada dikamar sedang memainkan ponselnya tanpa memperdulikan suaminya yang kesusaha mengurus Adelio.


"Cup cup sayang jangan nangis lagi yah". Ucap Alfaro mencoba menenangkan Adelio yang semakin kencang menangisnya. Alfaro pusing Adelio mau apa karena dikasih susu juga nggak mau, dikasih sun juga nggak mau.


"Mau apa sayang bilang sama papah". Ucap Alfaro seperti orang bodoh, mana ada bayi bisa ngomong. Alfaro seperti suami yang ditinggal istri pergi keluar negeri atau TKW.


Saat sedang menenangkan Alfaro ada yang membuka pintu rumah, Alfaro langsung melihatnya karena menurutnya itu adalah Riska baby sister Adelio.


"Ris gi-...". Ucapan Alfaro terhenti saat melihat orang itu yang tak lain adalah Nabila.


"Mas kenapa Adelio nangis?, coba sini aku gendong". Ucap Nabila sambil menyerahkan anaknya kepada Sania, Sania menerimanya.


Sedangkan Alfaro hanya melihat kepergian Nabila menuju kamar mandi. "Untuk Nabila baik kalau enggak mungkin ada yang udah ditelantarin". Sindir Sania berjalan menyusul Nabila kekamar mandi sambil membawa bayi Nabila.


Alfato yang mendapat sindiran dari Sania hanya tersenyum kecut dan berjalan kekamar Nisa untuk mengambil popok punya Adelio.


"Nih popoknya". Ucap Alfaro memberikan popok Adelio, Nabila langsung menerimanya dan memasangkannya pada Adelio. Saat sedang memasangkan popok Adelio tiba tiba anak Nabila yang digendong Sania menangis.


"Jangan nangis yah anak mamah, sebentar mamah selesain ini dulu yah". Ucap Nabila yang masih memasangkan popok kepada Adelio.


"Kok loh kayak punya anak dua yah, yah walaupun anak kandung loh nggak dianggap sama bapaknya". Ucap Sania menyindir Alfaro yang sedang memperhatikan Nabila. Nabila tidak mengubris ucapan Sania.


"Sini anak mamah haus yah, sini mimi susu dulu". Ucap Nabila setelah selesai memasangkan popok kepada Adelio dan langsung menenangkan anaknya yang kehausan.

__ADS_1


Sedangkan Alfaro langsung membawa Adelio kedalam gendongannya dan membawanya keluar. "Ck gue benci banget sama suami loh". Ucap Sania malah dirinya yang benci kepada Alfaro bukan Nabila.


"Udah gue mau masuk kekamar dulu, oh iya tolong bawain barang barang anak gue kekamar gue biar ada kerjaan". Ucap Nabila berjalan menuju kamarnya.


Saat Nabila menaiki tangga, Nisa menuruni tangga. "Kamu udah sembuh Nis?". Tanya Nabila melihat Nisa sepertinya sudah sembuh.


Sedangkan Nisa tidak menjawab pertanyaan Nabila, dia terus berjalan kebawah tanpa memperdulikan Nabila. Nabila hanya diam dan melanjutkan jalannya.


***


Diluar rumah Alfaro sedang mengajak anaknya berbicara tiba tiba Nisa menghampirinya. "Mas". Panggil Nisa kepada Alfaro, Alfaro langsung menoleh.


"Hmm...kamu coba gendong anak kamu, kamu belum pernah mengendongnya". Ucap Alfaro. Nisa tampak berpikir.


"Ya udah deh". Ucap Nisa. Alfaro langsung menyerahkan Adelio kedalam gendongan Nisa, Nisa tampak kaku mengendong Adelio karena masih belum terbiasa.


"Halo sayang, maafin mamah yah yang udah nggak ngangep kamu selama beberapa minggu ini". Ucap Nisa. Alfaro yang melihat Nisa sudah menerima Adelio langsung tersenyum, karena anaknya tidak akan kesepian lagi.


Sedangkan dari lantai atas, Nabila yang melihat Alfaro dan Nisa sangat mesra langsung menitihkan air matanya kembali dan langsung mengusapnya saat mengetahui Sania datang. Memang kamar Nabila langsung menuju taman rumah jadi dia bisa begitu jelas melihat Alfaro dan Nisa.


"Ini gue naro kasur bayinya dimana?". Tanya Sania yang membawa barang barang anak Nabila.


"Disisi ranjang gue aja, biar gampang ngasih asi kalau malam malam". Jawab Nabila sambil menidurkan anaknya diranjang terlebih dahulu.


"Sini gue bantu biar cepat". Ucap Nabila lagi sambil menghampiri Sania.


"Udah loh istirahat aja, jangan cape cape entar malah jadi sakit lagi, gue bisa sendiri kok". Ucap Sania menyuruh Nabila istirahat. Saat akan memasang kasur bayinya Sania kesusahan karena tidak mengerti.


Nabila langsung tersenyum. "Katanya bisa sendiri". Ledek Nabila langsung membantu Sania yang kesusahan. Sedangkan Sania mengaruk teguknya karena malu dengan ucapannya tadi.

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2