Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
KEDATANGAN CITRA


__ADS_3

MAAF TELAT UPDATE🙏


"Tuh lihat". Ucap Nina sambil menunjuk orang itu yang membuat Nabila langsung kaget karena melihat orang itu dan orang itu hanya tersenyum sambil melambaikan tangan nya.


"Mamah". Kaget Nabila langsung menghampiri orang itu yang tak lain adalah Citra. Nabila memeluk Citra, Citra pun membalas pelukkan Nabila.


"Apa kabar sayang?". Tanya Citra melepaskan pelukkannya dari Nabila dan menatap Nabila yang juga sedang menatapnya.


"Baik kok mah, kabar mamah gimana, eh kita ngobrol di dalam aja mah". Ucap Nabila mengajak Citra untuk masuk kedalam rumah, Citra pun menyuruh tukang ojek membawa barang barangnya.


"Kabar mamah baik, kenapa kamu nggak bilang bilang kalau tinggal di kampung?, mamah udah cari kamu kemana mana tapi nggak ada, untung ada Sania jadi mamah tahu kamu dimana". Ucap Citra kesal karena Nabila tidak memberitahunya kalau pindah ke kampung.


"Nabila pengen nenangkan diri dulu mah, mamah tahu sendiri kan sifat mamah itu kayak apa". Ucap Nabila memang sengaja tidak memberi tahu Citra dulu karena urusannya akan ribet.


"Huh ya udah deh, mamah nggak bisa berbuat apa apa karena kamunya juga udah pindah". Ucap Citra tidak bisa melarang Nabila lagi karena mau apa dilarang juga karena ini sudah keputusan Nabila.


"Maafin Nabila yah mah". Ucap Nabila merasa bersalah karena tidak memberi tahu Citra soal kepindahannya ke kampung.


"Iya nggak papa, oh iya mamah mau ketemu sama Adelia dulu yah dan itu mamah bawa barang barang buat kalian sama Nina dan keluarganya". Ucap Citra berjalan menuju keteras karena Adelia berada diluar bersama Nina.


"Halo cucu oma apa kabar?". Tanya Citra saat melihat Adelia sedang dalam gendongan Nina.


"Halo oma". Jawab Nina menirukan suara anak kecil.


"Boleh gendong?". Tanya Citra kepada Nina yang sedang asik membuat Adelia tertawa tawa.


"Tentu dong tan, tante kan oma nya masa nggak boleh". Jawab Nina sambil memberikan Adelia kepada gendongan Citra. Citra pun mulai mengobrol dengan Adelia yang sesekali ketawa entah mengerti atau tidak ucapan Citra.

__ADS_1


Sedangkan didalam rumah Nabila kembali melanjutkan masaknya yang tadi ditinggal dan saat akan memasukkan garam ternyata garamnya habis.


"Yah garamnya habis". Gumam Nabila sambil mencari setok garam yang ada didalam laci dapur.


"Kok nggak ada perasaan kemarin masih ada deh satu bungkus". Ucap Nabila yang tidak menemukan garam cadangan yang dia beli dua hari lalu.


Dan terpaksa Nabila membeli garam kewarung yang lumayan agak jauh, karena dilingkungan Nabila tidak ada warung yang ada cuman penjual nasi saja. "Mah Nabila ke warung dulu yah, mau beli sesuatu". Ucap Nabila saat sudah berada diluar.


"Oh iya udah sana, Adelia biar mamah aja yang jagain". Ucap Citra yang masih asik mengendong Adelia. Sedangkan Nabila sudah berjalan menuju warung.


Saat sedang berjalan menuju warung Nabila bertemu dengan Ridwan. "Eh Ridwan apa kabar?". Tanya Nabila menghampiri Ridwan yang berada disembrang jalan.


Nabila pun menoleh kearah Nabila dan tersenyum. "Baik kok, kabar loh gimana?". Tanya balik Ridwan kepada Nabila yang sudah berada didepannya.


"Baik kok, hm..soal waktu itu gue minta maaf yah". Ucap Nabila masih merasa bersalah saat Ridwan dipukul oleh Alfaro.


"Nggak papa, gue aja udah lupa soal suami loh yang mukul gue". Ucap Ridwan yang memang sudah melupakan kejadian waktu itu karena menurutnya buat apa di ingat ingat nggak penting.


"Ya udah deh gue mau, tapi gimana kalau suami loh marah lagi?". Tanya Ridwan takut nanti suami Nabila marah kembali, Ridwan bukan takut Alfaro marah kepada dirinya tapi takut marah kepada Nabila.


"Nggak akan marah tenang aja". Jawab Nabila memang benar Alfaro tidak akan marah lagi karena mereka berdua sudah tidak memiliki ikatan apa pun.


"Beneran nih?". Tanya Ridwan memastikan karena Ridwan belum tahu kalau Nabila sudah bercerai, bahkan warga kampung pun belum tapi mereka hanya tahu Nabila bertengkar dengan Alfaro saja.


"Iya beneran". Jawab Nabila meyakinkan Ridwan.


"Oke kalau gitu, nanti gue tentuin tempatnya yang pasti gue bakal pilih tempat yang mahal". Ucap Ridwan bercanda karena sudah lama dirinya tidak bercanda dengan Nabila.

__ADS_1


"Haha terserah loh aja deh, yang penting jangan buat gur bangkrut karena loh". Ucap Nabila bercanda juga dan mereka pun mengobrol gobrol tanpa peduli mereka tadi mau kemana atau mau apa.


Cukup lama mereka mengobrol dipinggir jalan dan Nabila baru ingat tujuan. "Astagfirulah". Ucap Nabila membuat Ridwan langsung kaget.


"Ada apa?". Tanya Ridwan sambil melihat Nabila yang sedang menutup mulutnya.


"Gue lupa kalau mau ke warung, gue ke warung dulu yah, bye nanti kita ngobrol ngobrol lagi". Ucap Nabila berjalan menuju warung yang sudah dekat.


Sedangkan Ridwan mengeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Nabila. "Dasar dari dulu nggak pernah berubah, andai aja loh belum nikah gue pasti...Astagfirulah sadar Ridwan dia udah jadi milik orang lain". Batin Ridwan mengelengkan kepalanya agar menghilangkan pikiran pikiran anehnya.


Sedangkan Nabila setelah membeli garam Nabila langsung kembali menuju rumah karena dirinya sudah terlalu lama diluar takut Citra lama menunggunya.


Saat sudah sampai dirumah Nabila hanya melihat Nina dan Adelia saja, tidak melihat Citra. "Loh Nin mamah Citra kemana?". Tanya Nabila sambil masuk kedalam rumah.


"Dia udah pulang tadi karena katanya mas Alfaro sakit sama mbak Nisa, tadi tante Citra udah nunggu mbak tapi karena mbak kelamaan jadi dia langsung berangkat aja, lagian kenapa mbak lama banget sih pergi ke warung sampai setengah jam". Cerocos Nina juga kesal kepada Nabila.


Nabila yang mendengar itu langsung kaget tapi dia mencoba berpikir positif kalau Alfaro dan Nisa hanya mengalami sakit biasa. "Mbak tadi ketemu sama teman mbak dijalan jadi mbak ngobrol dulu, dan lagian kenapa nggak telepon mbak aja". Ucap Nabila menyalahkan Nina karena tidak menelepon dirinya.


"Gimana mau nelepon ponsel mbak aja nggak dibawa". Ucap Nina mendengus kesal kepada Nabila karena sifatnya yang pelupa, mungkin hidung aja kalau nggak nempel bakal lupa naruh dimana.


Nabila langsung mengecek kantong baju dan celana dan benar dia tidak membawa ponsel. "Hehe iya ternyata nggak bawa, perasaan tadi bawa deh". Ucap Nabila merasa tadi membawa ponsel.


"Udah sana mbak masak aja dari tadi masakannya ditunda mulu, lama lama jamuran tuh masakkan karena nunggu terlalu lama". Ucap Nina menyuruh Nabila memasak. Tanpa pikir panjang Nabila pun langsung berjalan kedapur untuk melanjutkan masakannya.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


PENGUMUMAN PENGUMUMAN!!!!

__ADS_1


Hai semua silahkah mampir ke karya baru Author❤🥰👇



__ADS_2