
SKIP SKIP NGGAK SUKA SKIP😌
Masih diwaktu yang sama, Nabila masih dalam perjalanan menuju detektif yang disebutkan neneknya. Nabila beberapa kali berhenti diperjalanan karena mual, entah kenapa kalau jadi penumpang mobil Nabila pasti mual sedangkan kalau Nabila nyupir dia tidak merasa mual.
"Kamu nggak mual lagi Bil?". Tanya Ningsih yang sesekali menatap Nabila yang sedang memijit kepalanya yang pusing.
"Udah lebih baikkan kok bu, kalau tahu gini Nabila aja yang nyupir, ternyata jadi penumpang lebih menderita dari pada supirnya". Ucap Nabila merasa menyesal tidak menyupir mobil.
"Apa kita perlu berhenti lagi?". Tanya Ningsih khawatir nanti Nabila mabuk lagi.
"Nggak usah bu, kalau kita berhenti terus kapan sampainya". Jawab Nabia tidak mau terus berhenti karena pusingnya karena Nabila pengen cepat cepat sampai tujuan.
"Ya udah kalau gitu, sebentar lagi juga kita sampai". Ucap Ningsih karena memang sebentar lagi sampai menuju detektif itu. Ningsih memperbaiki kaca spion depan dan melihat ada orang yang seperti mengikuti mobil mereka.
"Kayaknya ada yang ngikutin kita deh, coba kamu lihat kebelakang". Ucap Ningsih sambil melirik kearah spion depan, sedangkan Nabila langsung melihat kearah belakang.
"Nggak mungkin bu, itu orangnya mau nyalip lihat aja lampu sennya mau nyalip mobil kita". Ucap Nabila karena mobil yang dibelakangnya menyalakan lampu sen jadi otomatis orang itu akan menyalip.
"Mungkin kamu benar". Ucap Ningsih sambil memberhentikan mobilnya karena mereka sudah sampai dialamat tujuan.
"Kita udah sampai bu?". Tanya Nabila sambil menatap sekeliling melalui kaca mobil.
"Iya udah, kita harus masuk lagi kedalam jalan kaki, karena mobil tidak masuk jalannya kecil". Jelas Ningsih seperti hafal betul tempat ini, tapi Nabila tidak curiga.
"Ya udah kalau gitu kita jalan sekarang mumpung masih siang". Ucap Nabila sambil keluar dari mobil. Dan mereka pun mulai berjalan masuk kedalam jalan kecil yang ada disana dan ditempat ini tidak ada tempat tinggal, disini hanya ada hutan.
Saat sedang berjalan menuju tempat detektif tiba tiba terdengar suara ledakkan entah darimana.
Duar
__ADS_1
"Suara ledakkan dimana itu yah bu?". Tanya Nabila kepada Ningsih yang berada disampingnya.
"Mungkin itu suara orang lagi memburu hewan dan itu suara tembakkannya". Jawab Ningsih positif thingking karena ini hutan dan pasti ada saja pemburu yang memburu hewan hewan dihutan ini.
"Iya kali yah". Ucap Nabila sambil terus berjalan karena ingin segera sampai ditempat detektif itu.
Dan saat mereka sampai alangkah terkejutnya melihat tempat detektif itu sudah hancur, kenapa Nabila berpikiran itu tempat detektif karena dihutan ini tidak ada tempat itu selain tempat detektif.
"Nggak mungkin kan tempat detektif itu hancur begitu saja?, katanya mereka detektif hebat, kenapa tidak bisa menghindari ledakan seperti ini". Ucap Nabila tidak percaya dengan semua ini.
"Kamu yang sabar yah". Ucap Ningsih hanya bisa menenangkan Nabila karena dirinya juga bingung harus berbuat apa bila sudah jadi begini.
"Nabila memang benar pembawa sial buktinya saja tempat detektif yang mau didatengin aja hancur begini". Ucap Nabila merasa dirinya sangat sangat pembawa sial.
"Kamu bukan pembawa sial Nabila, kamu itu pembawa kebahagian untuk orang dekat kamu maupun bukan orang yang dekat dengan kamu". Jelas Ningsih mencoba menenangkan Nabila.
"Dan belum tentu orang yang berada ditempat detektif itu meninggal, sekarang kita kesana dulu untuk memastikan". Ucap Ningsih lagi sambil mengandeng Nabila. Mereka pun mendekati tempat itu.
Refleks tangan Nabila dan Ningsih langsung mengankat ke atas. "Kita kesini atas Nama Salwa". Jelas Ningsih kepada orang itu.
Sedangkan orang itu mencoba mengingat gingat nama Salwa. "Dan juga kita kesini mau menanyakan tentang penyelidikan kalian yang disuruh Salwa". Jelas Ningsih lagi.
"APA KALIAN YANG NGEBOM TEMPAT INI?". Tanya plus bentak salah satu orang lagi.
"Bos". Ucap orang tadi langsung berjalan menuju orang yang disebut bos tersebut.
"Bukan, saya tidak berniat mengebom tempat ini, saya kesini untuk dapat informasi". Jelas Nabila yang mulai bersuara karena tidak mau ada kesalah pahaman.
"Nggak usah bohong, cepat tembak mereka berdua". Teriak orang yang bernama bos tersebut kepada anak buahnya yang terluka karena tertimpa bagunan tempat itu.
__ADS_1
Tapi sebelum anak buah orang itu menembak Nabila dan Ningsih, tempat itu langsung terbakar dan menimbulkan suara ledakkan lagi karena disana ada beberapa motor.
Sedangkan anak buah yang lainnya yang belum terselamatkan, mungkin sudah pada meninggal karena si jago merah yang mulai semakin membesar.
"Aaaakkhh SIAL, SIAPA YANG BERANI BERANINYA HANCURIN TEMPAT BISNIS GUE?". Teriak orang itu karena tempat bisnis hancur entah siapa yang melakukannya.
Sedangkan Nabila yang melihat tempat itu terbakar langsung tersungkur kebawah karena pasti semua bukti bukti dirinya hilang. "Kenapa semua jadi gini?". Tanya lirih Nabila tidak percaya.
Sedangkan Ningsih langsung menghampiri orang yang bernama bos itu. "Apakah semua surat suratnya ada didalam tempat itu?". Tanya Ningsih kepada orang yang bernama bos itu yang sedang menundukkan kepalanya.
"Ya semuanya berada didalam tempat itu dan saya tidak bisa memberi informasi tentang penyelidikkan yang disuruh nenek Salwa". Ucap orang yang bernama bos itu, karena sudah tahu orang yang ada disampingnya ini adalah utusan dari Salwa, dia tahu dari anak buahnya tadi.
Nabila yang mendengar itu langsung menangis karena niat baiknya untuk menemukan orang tua kandungnya malah jadi seperti ini. Ningsih yang melihat Nabila terpuruk langsung menghampirinya.
"Udah kita bisa cari informasi lagi nanti, sekarang kita pulang saja karena tidak baik disini apinya sudah mulai merambat kepohon pohon". Ucap Ningsih sambil membantu Nabila berdiri.
"Sebentar bu saya mau bicara dulu sama orang itu". Ucap Nabila sambil berjalan menuju orang itu.
"Saya mau kamu menyelidiki kembali tentang orang tua kandung saya, saya akan bayar kalian berapa pun saya nggak peduli, yang penting kamu harus cepat cepat menemukan orang tua kandung saya". Jelas Nabila sambil agak berbisik.
"Kamu tenang saja tanpa kamu suruh saya akan menyelidiki kembali kasus ini, karena nenek Salwa sangat berjasa buat saya". Ucap orang yang disebut bos tersebut, karena memang Salwa sangat sangat berjasa baginya.
Tanpa menanggapi ucapan orang itu Nabila langsung pergi bersama Ningsih, karena tidak mau mendengar penjelasan tentang Salwa berjasa apa lah ini lah, Nabila nggak peduli itu. Nabila dan Ningsih pun berjalan menuju mobil mereka yang jauh.
"Bos Antino ada seseorang yang baru saja pergi dari tempat ini menggunakan motor". Bisik anak buah itu kepada bosnya yang tak lain bernama Antino itu.
Antino langsung mengenggam tangannya sangat erat menahan emosi. "Cepat selidiki saya tidak mau tahu dan untuk yang terluka cepat pergi kerumah sakit, dan untuk yang sudah meninggal biarkan saja". Jelas Antoni kepada anak buahnya.
"Lihat saja saya pasti akan menemukan pelaku yang sudah berani menghancurkan tempat saya". Batin Antoni tidak akan melepaskan orang yang sudah berani berani berusan dengannya.
__ADS_1
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤