Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN


__ADS_3

"Kalau nggak mau sakit jangan main hujan hujanan". Ucap orang itu dengan nada datar dan masih memayungi Nabila, yang sedang menatap dirinya.


"Kamu ngapain disini?". Tanya ketus Nabila kepada orang itu yang tak lain adalah Alfaro. Ya, Alfaro balik lagi kepemakaman saat hujan turun, karena merasa kasihan kepada Nabila.


"Udah lanjut aja ceritanya sama almarhumah nenek Salwa". Ucap Alfaro tidak menghiraukan pertanyaan Nabila.


"Udah sana kamu pergi, apa peduli kamu sama aku, aku lebih baik sakit karena hujan dari pada harus sakit karena kamu". Ucap Nabila tidak suka Alfaro berada di dekatnya.


Alfaro tidak mendengarkan ucapan Nabila, dia terus memayungi Nabila, sedangkan dirinya kehujanan karena Alfaro hanya membawa satu payung.


"Gue bilang pulang sana jangan temani gue, gue nggak suka sama loh". Ucap Nabila mulai emosi dan berucap kasar kepada Alfaro. Alfaro yang mendengar Nabila berucap kasar sangat ingin memarahinya tapi ditahan karena waktunya tidak tepat.


"Gue bilang pulang, loh punya kuping nggak sih?". Tanya Nabila semakin emosi karena Alfaro hanya diam saja.


"Ya udah saya pulang, nih payungnya". Ucap Alfaro akhirnya mengalah dan memberikan payung itu kepada Nabila.


"Nggak usah gue nggak butuh payung". Tolak Nabila tidak mau menerima payung dari Alfaro. Alfaro meraih tangan Nabila dan memberikan payung itu kegenggaman Nabila, setelah itu Alfaro langsung pergi.


"Gue nggak akan pernah maafin loh cuman karena loh kasih payung sama gue". Teriak Nabila kepada Alfaro yang sedang berjalan ditengah tengah hujan dan tidak memperdulikan teriakan Nabila.


***


"Loh kamu kok sendiri Nabila mana?". Tanya Citra saat melihat Alfaro hanya sendirian dan basah karena kehujanan.


"Dia masih dipemakaman". Jawab Alfaro sambil masuk kedalam rumah untuk bersih bersih karena takut masuk angin.


"Maksud kamu Nabila hujan hujanan dipemakaman?". Tanya Citra lagi sambil mengikuti Alfaro yang hendak masuk kedalam kamar mandi tapi ditahan oleh Citra.


"Nggak mah, Nabila pakai payung". Jawab Alfaro dan langsung menutup pintu kamar mandi. Citra yang mendengar jawaban Alfaro langsung bernafas lega. Alfaro memang mengambil payung bukan dari rumah Salwa jadi Citra tidak mengetahuinya.


Tak lama Nabila pun pulang dari pemakaman, dengan bajunya yang sedikit basah dan kotor karena mungkin terkena cipratan cipratan dari air hujan.


"Assalamualaikum". Salam Nabila masuk kedalam rumah, saat masuk dirinya hanya melihat Citra, Nina dan Adelia saja.


"Wa'alaikumsalam". Jawab Citra dan Nina yang sedang mengajak Adelia bercanda dan mengobrol.

__ADS_1


"Kamu udah pulang sayang, kamu baik baik aja kan?, ada yang pusing atau ada yang kerasa dibadan kamu?, bilang sama mamah jangan buat mamah khawatir". Cerocos Citra menbuat Nabila tersenyum kecil bahkan Citra saja tidak mengetahuinya.


"Nabila baik baik aja kok mah". Jawab Nabila menatap Citra yang khawatir kepada dirinya.


"Lagian kenapa kamu pakai kabur segala ke kampung sih?, mamah udah hampir gila nyariin kamu kemana mana, dan mamah kenapa nggak kepikiran juga kalau kamu disini, dan...". Ucapan Citra dipotong oleh Nina.


"Udah udah tan jangan nanya mulu, biar mbak Nabila mandi dan istirahat kasihan kan dia yang pasti kelelahan". Ucap Nina yang sudah mengetahui kenapa Nabila pulang kekampung, karena tadi Citra cerita, jadi Nina tidak kaget dengan ucapan Citra tadi.


"Ya udah kalau gitu kamu mandi habis itu istirahat, biar Adelia mamah aja yang jaga sama Nina, oh iya jangan lupa kamu makan dulu nanti habis mandi, biar ada tenaga buat-...". Ucap Citra dipotong lagi oleh Nina.


"TANTE!!!". Geram Nina karena Citra nyerocos lagi seperti kenalpot resing.


"Eh iya iya sana gih". Ucap Citra menyuruh Nabila masuk kekamar dan mandi.


***


Malam harinya dirumah almarhumah Salwa mengadakan tawasulan walaupun dalam keadaan hujan, tapi alhamdulilah semua warga banyak yang datang untuk mendo'akan almarhumah Salwa.


^^^"Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, Al-Fatihah". Ucap ustad membacakan surat Al-Fatihah dan bacaan bacaan lainnya.^^^


**


Memang ada lumayan banyak warga yang datang, karena mereka mengenal Salwa sebagai orang yang sangat ramah dan baik, bahkan langganan sulam Salwa saja datang.


Warga itu pun pulang kerumah masing masing, dan untungnya hujannya sudah reda. "Kalian istirahat aja gih, kalian pasti cape". Ucap Ningsih kepada Nabila dan Nisa.


"Biar kita aja yang beresin ini semua". Timpal Citra kepada Nabila dan Nisa yang mulai berjalan menuju kamar masing masing.


"Bu Ningsih sudah berapa lama tinggal disini?". Tanya Citra kepada Ningsih yang sedang menggulung karpet.


"Saya sudah lama tinggal disini, mungkin waktu umur 5 tahunan Nabila". Jelas Ningsih sambil mengingat ingat kisah dulu saat pertama kali dia tinggal dikampung ini.


Nabila pergi kekamar yang dulu menjadi tempat mimpi indahnya, sedangkan Nisa pergi kekamarnya juga, Nisa tidur bersama Riska karena Nisa selalu kesusahan saat Adelia terbangun dimalam hari, Riska dan Adelio memang menyusul, mereka dijemput oleh supir.


Sedangkan Nabila jangan ditanya lagi dia tidur bersama siapa, yang pasti Nabila tidak akan tidur bersama papah mertuanya, Nabila tidur bersama Alfaro, awalnya Nabila menolak tidur bersama Alfaro bahkan Nabila menyuruh Alfaro tidur bersama William tapi Citra langsung melarangnya.

__ADS_1


Saat Nabila masuk kedalam kamar dia pergi kekamar mandi dan setelah itu dia tidur dikasur tanpa memperdulikan Alfaro yang sedang rebahan dikasur juga. Adelia memang tidak tidur bersama Nabila karena dilarang lagi oleh Citra katanya agar Nabila nyenyak tidurnya.


Tanpa berkata apa pun Nabila langsung tidur membelakangi Alfaro. "Nabila tolong ambilkan saya air". Ucap lirih Alfaro merasa haus.


"Ambil aja sendiri, punya tangan sama kaki kan?". Tanya Nabila tetap memejamkan matanya tanpa memperdulikan perintah Alfaro.


"Saya minta tolong cuman ambilkan air aja yang ada disamping kamu nggak lebih". Ucap Alfaro kebawa emosi karena Nabila.


"Minta tolong?, gue nggak menerima tolong tolongan lagi, karena itu malah membuat hati gue semakin sakit dan sakit". Ucap Nabila tetap tidak mau mengambilkan air untuk Alfaro.


Dan akhirnya Alfaro pun tidak jadi minum karena dia keburu tertidur. "Ini balasan buat loh, dan ini belum seberapa dengan apa yang pernah loh lakukan sama gue". Batin Nabila dan tak lama Nabila pun tertidur.


Tengah malamnya Nabila terbangun karena suara rintihan seseorang yang ada disampingnya, Nabila langsung terbangun dan melihat kearah Alfaro. "Dia kenapa, tapi bodo lah". Batin Nabila tidak peduli.


Tapi saat akan tidur kembali, Nabila tidak sengaja memegang tangan Alfaro yang sangat panas. "Kok panas banget". Batin Nabila lagi.


Nabila langsung memeriksa kening Alfaro dan langsung kaget karena...


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


PENGUMUMAN PENGUMUMAN!!!


Halo semua rencananya Author akan membuat karya baru yang judulnya masih dirahasiakan agar kalian penasaran, rencanannya Author akan publish novelnya hari senin nanti tanggal 17 yah, Author kasih bocoran sedikit yah😁


Windi Adhinatha dia adalah wanita tomboy dan juga cantik, dia menjadi tomboy karena suatu alasan dan dia sangat benci kepada yang namanya Duda karena gara gara Duda rumah tangga kedua orang tuanya hancur.


Zidan Labdajaya dia harus menerima nasib bahwa di usianya yang masih muda bahkan sangat muda harus menjadi Duda, karena pasangannya yang mencintai orang lain.


Zidan dan Windi pertama kali bertemu dipengadilan dan pertemuan itu membuat Windi salah paham kepada Zidan, karena menurut Windi yang bercerai adalah orang tua Zidan, tapi nyatanya bukan.


PENASARAN KAN?, TUNGGU HARI SENIN YAH😄😊



Covernya juga rahasia😁🤫

__ADS_1


Papay👋😘Love You sekebon🥰😚


__ADS_2