
Saat sedang mengobrol dengan Asti, tiba tiba Citra berlari kearah Nabila. "Mamah kenapa lari lari?". Tanya Nabila kepada Citra yang ngos ngosan.
"Nisa...Nisa...". Ucap Citra yang masih ngos ngosan.
"Tenang dulu mah ngomongnya pelan pelan, tarik nafas dalam dalam lalu keluarkan". Ucap Nabila dan Citra pun melakukan apa yang diucapkan Nabila.
"Nisa melahirkan". Ucap Citra setelah selesai mengantur nafasnya. Senua orang yang ada disitu langsung kaget dengan ucapan Citra.
"Mamah tahu dari mana?". Tanya Nabila.
"Tadi Alfaro nelepon kalau Nisa melahirkan dan sekarang ada dirumah sakit". Jawab Citra yang tadi memang mendapat telepon dari Alfaro.
"Kalau gitu sekarang kita kerumah sakit". Ucap Nabila langsung berdiri dari duduknya.
"Kita naik mobil Nabila aja mah, biar Sania yang bawa". Ucap Nabila lagi. Nabila menyuruh Sania untuk menyupir karena Sania membawa mobil seperti orang kesurupan jadi cepat.
"Kalau gitu kita berangkat sekarang?". Tanya Sania yang sedang makan camilan.
"Tahun depan, ya sekarang lah cepatan makan mulu". Ucap Nabila menarik tangan Sania sampai makanan yang dipegangnya jatuh.
"Tuh kan makanannya jatuh, ah nggak asik nih". Ucap Sania yang malah memikirkan makanannya.
"Udah ayo, jangan peduliin makanannya". Ucap Nabila menarik tangan Sania lagi.
"Asti ikut yah mbak". Ucap Asti saat Nabila sudah berada diambang pintu.
"Ya udah ayo". Ucap Nabila tetap berjalan menuju mobilnya disusul Asti dan Citra. Mereka pun berangkat menuju rumah sakit yang menangani Nisa lahiran.
***
Tak berselang lama mereka berempat sampai dirumah sakit dan langsung berjalan ruang bersalin Nisa. "Ruangannya benaran ini tan?". Tanya Sania kepada Citra.
"Kata Alfaro tadi disini, dia lagi nemenin Nisa yang lagi di caesar, sebenarnya pengen lahiran normal kata Alfaro, tapi bayinya nggak keluar keluar jadi dilakukan caesar". Jelas Citra yang tadi mendengar penjelasan Alfaro ditelepon.
"Semoga Nisa sama bayinya baik baik aja". Ucap Nabila berpikir positif.
__ADS_1
"Kalau mamah sih berharap bayinya baik baik aja kalau yang ngelahirin yah bodo amat". Ucap Citra tidak peduli Nisa mau selamat atau tidak.
"Mamah nggak boleh ngomong gitu". Ucap Nabila tidak suka mertuanya bicara sembarangan. Citra hanya diam dan duduk dikursi tunggu.
Cukup lama mereka menunggu, tapi belum ada yang keluar dari ruangan caesar itu. "Kok nggak lama sih nggak keluar keluar". Ucap Asti yang hampir menunggu satu jam.
"Sabar dong, emang ngelahirin segampang buatnya". Ucap Sania asal ceplos.
"Emang loh tahu buatnya?". Tanya Asti memang memanggil Sania loh gue karena itu pun disuruh Sania sendiri, katanya kalau dipanggil mbak kayak udah tua.
"Yah nggak lah nikah aja belum, boro boro nikah gebetan aja nggak punya". Ucap Sania malah curhat. Asti hanya geleng geleng kepala saja. Sedangkan Nabila tidak banyak bicara karena takut terjadi apa apa sama Nisa dan bayinya, padahal dirinya sendiri yang harus berpikir positif.
Tak lama pintu ruang caesar Nisa pun terbuka dan muncullah suster dengan bayi Nisa yang ada dikotak khusus bayi. "Wah bayinya lucu banget". Ucap Asti yang melihat bayi itu sangat lucu.
"Maaf sus, apa ibunya baik baik saja?". Tanya Nabila karena tidak melihat Nisa keluar dari ruangan caesarnya.
"Pasien mengalami kritis karena terlalu banyak mengeluarkan darah, dan sebentar lagi pasien akan dipindahkan keruangan ICU". Jelas suster itu sambil membawa bayi Nisa menuju ruangan NICU.
Dan benar Nisa keluar dari ruangan caesar, Nisa masih kritis jadi matanya masih tertutup dan Nisa dibawa menggunakan brangkar. Sedangkan Alfaro terlihat kusut karena sebelum Nisa melakukan caesar takut jadi Nisa melampiaskannya kepada rambut Alfaro.
Mereka semua pun mengikuti suster yang membawa Nisa kerungan ICU. "Kamu nggak papa kan Al?". Tanya Citra kepada Alfaro yang hanya diam saja.
"Mending mas keruangan bayinya aja gimana, pasti mas belum azanin bayinya kan?". Tanya Nabila dan Alfaro hanya mengangguk.
"Kalian berdua aja yang kesana, mamah nunggu disini aja nanti setelah selesai ngelihat bayinya baru mamah kesana". Ucap Citra karena kata dokter hanya dua orang saja yang bisa masuk keruangan bayi Nisa.
"Kalau gitu ayo mas kita keruangan bayinya dulu, terus nanti azanin". Ajak Nabila mengandenga tangan Alfaro untuk mengikutinya. Mereka berdua pun pergi menuju ruangan bayi Nisa.
Mereka sampai diruangannya dan tidak lupa memakai baju medis sebelum masuk keruangannya. Mereka ditemani suster yang tadi membawa bayi Nisa.
"Ini bayinya, jenis kelaminnya laki laki, beratnya 3 kg dan panjangnya 50 cm". Jelas suster itu.
"Bapak mau menazani bayinya?". Tanya suster lagi. Alfaro mengangguk, suster pun mengendong bayi itu dan memberikannya kepada Alfaro, sedangkan Alfaro tidak tahu cara mengendongnya.
Suster itu pun tersenyum dan mengerti mengapa Alfaro tidak bisa mengendong bayi karena pasti ini anak pertama. "Kalau bapak tidak bisa mengendongnya bisa langsung saja di azani dipangkuan saya". Ucap suster itu. Alfaro pun mulai mengazani anaknya.
__ADS_1
Nabila yang melihat itu langsung menitihkan air matanya karena Nabila berpikir apakah nanti saat anaknya dilahirkan akan di azani oleh Alfaro, sedangkan Alfaro saja tidak mengakui anak dalam kandungannya.
"Kamu mau kasih nama siapa mas?". Tanya Nabila kepada Alfaro yang sudah selesai mengazani bayinya.
"Saya belum tahu". Jawab Alfaro sambil melihat bayinya yang sedang ditaruh dikotak bayi.
Nabila menghampiri bayi itu dan mengendongnya karena sudah diperbolehkan oleh suster. "Halo sayang nama mamah Nabila, kamu lucu banget sih". Ucap Nabila mencium pipi gembul bayi itu.
Setelah itu Nabila menaruh bayi itu lagi dan berjalan menuju keluar, karena dirinya ingin buang air kecil. "Mas aku kekamar mandi dulu yah". Ucap Nabila, tanpa menunggu jawaban dari Alfaro, Nabila langsung pergi.
Saat Nabila sedang terburu buru, dia tidak sengaja menabrak orang. "Aduh maaf saya buru buru". Ucap Nabila meminta maaf kepada orang yang ditabraknya.
"Nabila". Panggil orang itu, Nabila langsung menoleh.
"Eh kamu ternyata, kalau gitu saya tarik lagi deh permintaan maaf yang tadi". Ucap Nabila memang tidak suka kepada orang itu.
"Kok gitu, masa gue yang harus minta maaf". Ucap orang itu yang tak lain adalah Willi.
"Ya udah deh terserah kamu saya buru buru". Ucap Nabila kembali berjalan menuju toilet tapi ditahan oleh Willi.
"Apa lagi?". Tanya Nabila yang mulai kesal. Belum sempat Willi menjawab pertanyaan Nabila, tiba tiba ada yang memanggil nama Nabila.
"Mbak Nabila". Panggil Asti, Willi yang mendengar suara Asti langsung pergi begitu saja tanpa pamit kepada Nabila. Nabila menatap heran kepada Willi yang sudah pergi.
"Orang tadi siapa mbak?". Tanya Asti saat sudah berada didepan Nabila.
"Nggak tahu, mbak juga nggak kenal". Jawab Nabila pura pura tidak kenal Willi karena takut Asti salah paham.
"Kamu ngapain cariin mbak?". Tanya Nabila mengalihkan pembicaraan.
"Oh nggak papa, cuman cari mbak aja soalnya tadi saat Asti mau keruangan bayi mbak Nisa, mbak Nabila nggak ada ya udah Asti cari mbak Nabila dulu". Jelas Asti.
"Ya udah kamu tunggu disini aja, mbak mau ke toilet dulu udah nggak tahan". Ucap Nabila sedikit berlari menuju toilet. Sedangkan Asti masih memikirkan orang yang bicara tadi bersama Nabila.
"Kok gue kayak kenal yah sama orang tadi?". Gumam Asti sambil mengingat gingat orang itu.
__ADS_1
"Au ah ngapain gue pikirin, mending gue lihat bayi gembul". Ucap Asti pergi menuju ruangan bayi Nisa dan Alfaro.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤