Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA PERGI


__ADS_3

Sania saat ini masih bingung dimana Nabila, karena dirinya sudah mencari diseluruh area rumah sakit tapi tidak ada Nabila dan akhirnya Sania menanyakan kepada repsionis rumah sakit.


"Maaf saya mau tanya, orang yang ada diruangan melati nomor 136 kemana yah?". Tanya Sania kepada repsionis.


"Sebentar yah mbak saya lihat dulu". Jawab repsionis itu sambil mencari data ruangan melati untuk memeriksa apakah orang didalamnya sudah pulang atau belum.


"Gimana mbak?". Tanya Sania yang sudah tidak sabar.


"Ruangan melati nomor 136 tadi pagi sudah pulang karena dokter juga sudah memperbolehkan pulang kepada pasien". Jelas repsionis itu membuat Sania bernafas lega karena menurutnya Nabila pulang kerumah Alfaro.


"Kalau begitu terima kasih mbak, saya permisi dulu". Ucap Sania sambil berjalan keluar rumah sakit dan memberhentikan taksi dan menyuruh taksi itu menuju rumah Alfaro.


***


Tak lama Sania pun sampai dirumah Alfaro, dirinya langsung turun dari taksi dengan tergesa gesa, Sania pun memencet bel rumah Alfaro tapi tidak ada yang menyahut jadi Sania langsung masuk saja kedalam rumah Alfaro karena tidak dikunci.


"Assalamualaikum". Salam Sania sambil mencari Nabila.


"Wa'alaikumsalam, eh mbak Sania kenapa ada disini?". Tanya Riska yang memang sudah pulang kerumah Alfaro karena ibunya sudah membaik jadi dia kembali.


"Nabila ada disini nggak Ris?". Tanya balik Sania tanpa menjawab pertanyaan Riska.


"Bukannya mbak Nabila ada dirumah sakit yah, katanya Adelia kecelakaan". Jawab Riska, Riska juga mengetahi Nabila dirumah sakit dari pembantu yang suka ada dirumah Alfaro.


"Nabila memang ada dirumah sakit kemarin, tapi saat gue bangun dia udah nggak ada, gue cari diseluruh area rumah sakit tapi nggak ada terus gue nanya repsionis katanya Nabila udah pulang, ya udah gue kesini langsung". Jelas Sania.


"Tapi mbak Nabila nggak ada pulang kerumah kok mbak". Ucap Riska memang tidak melihat Nabila pulang kerumah, karena dirinya dari tadi berada dirumah dan kalau Nabila pulang dirinya juga pasti tahu.


"Loh nggak bohongin gue kan?". Tanya Sania takut Riska berbohong kepadanya istilah kerennya ngeprank.

__ADS_1


"Nggak kok mbak, Riska emang nggak lihat mbak Nabila ada dirumah, kalau nggak percaya lihat ada kekamarnya". Jawab Riska yakin dengan ucapannya.


Tanpa pikir panjang Sania langsung naik keatas menuju kamar Nabila dan langsung membuka pintunya karena memang tidak dikunci. Saat masuk Sania tidak melihat siapa pun.


"Bil loh dimana jangan buat gue khawatir". Ucap Sania sambil berjalan keranjang milik Nabila dan terduduk disana. Saat Sania melihat kesekeliling dia melihat ada satu buah amplop warna putih.


Sania langsung mengambil dan membukannya dan didalamnya terdapat surat, Sania langsung membaca nya.


...Gue tahu pasti yang nemuin nih surat yang pertama kali pasti loh San, gue cuman mau bilang terima kasih untuk semua yang loh lakuin buat gue, gue bahagia banget punya sahabat kayak loh yah walaupun ngeselin sih tapi gue suka itu....


...Oh iya tolong sampaikan sama mamah Citra jangan khawatirin gue sama Adelia, gue sama Adelia pasti baik baik aja. Dan bilang sama mamah Citra jaga kesehatannya agar sehat selalu....


...Dan untuk loh semoga loh cepat cepat dapat jodoh yah, biar loh ada yang jagain....


"Tanpa pasangan pun gue bisa jaga diri Bil". Ucap lirih Sania dan kembali membaca isi surat itu.


...Jaga kesehatan loh juga agar loh nggak mati muda, jangan banyak makan makanan pedas nggak baik buat loh....


^^^Udah segitu aja lah yah gue cape nulisnya, BYE SAHABATKU^^^


Sania yang selesai membaca surat itu langsung mengeluarkan air matanya. "Kenapa loh pergi begitu aja tanpa ngabarin gue dulu, dan loh pergi kemana?". Tanya lirih Sania yang terus mengeluarkan air mata nya.


Riska yang baru masuk kedalam kamar Nabila langsung kaget melihat Sania menangis sambil memegang satu lembar kertas. "Mbak Sania kenapa nangis?". Tanya Riska menghampiri Sania.


"Nabila Ris Nabila". Ucap Sania yang terus mengeluarkan air matanya dan Sania langsung memeluk Riska yang ada disamping nya.


"Mbak Nabila kenapa mbak Sania?". Tanya Riska yang tidak mengerti maksud dari perkataan Sania barusan.


"Nabila pergi entah kemana". Jawab Sania sambil menyerahkan surat dari Nabila kepada Riska, Riska pun langsung membacanya.

__ADS_1


"Jadi mbak Nabila beneran pergi?". Tanya Riska setelah selesai membaca surat tersebut, sedangkan Sania langsung mengangguk dan melepaskan pelukan nya dari Riska.


"Gue nggak tahu dia pergi kemana, dia nggak ninggalin jejak dan dalam surat itu kita nggak boleh cari dia". Ucap Sania bingung Nabila pergi kemana.


"Kita tunggu aja selama satu minggu, mungkin setelah satu minggu mbak Nabila kembali lagi kesini". Ucap Riska mencoba berpikir positif thingking.


"Kalau dia nggak kembali lagi gimana?". Tanya Sania malah berpikiran begitu.


"Mbak Sania jangan pikir begitu, kita berdoa aja semoga mbak Nabila dan Adelia baik baik aja". Ucap Riska meyakinkan Sania. Sania hanya diam.


"Kita kasih tahu bu Citra nggak mbak?". Tanya Riska lagi.


"Nanti aja gue kerumahnya, nggak enak kalau bicara lewat telepon". Jawab Sania akan bertemu langsung dengan Citra nanti setelah dirinya merasa lebih tenang.


"Oke mbak, kalau gitu saya buatkan minuman buat mbak yah". Ucap Riska keluar dari kamar Nabila disusul Sania karena tidak enak berada dikamar orang pada saat itu tidak ada dikamar nya.


Sania duduk disopa sambil melamun karena masih memikirkan Nabila entah dimana, dirinya merasa menjadi sahabat yang tidak berguna karena Nabila pergi tanpa memberi tahu nya.


"Mbak ini minum dulu biar tenang". Ucap Riska yang memberikan satu gelas air minum kepada Sania, Sania menerimanya dan langsung meminum nya.


"Makasih yah Ris". Ucap Sania setelah selesai meminum air itu.


"Kalau gitu gue pergi dulu kerumah tante Citra yah, oh iya Alfaro sama Nisa kemana?". Tanya Sania yang tidak melihat Alfaro dan Nisa.


"Tadi mereka pergi ke pantai sama Adelia, biasalah mbak Nisa pengen liburan sebentar". Jelas Riska. Memang setelah pulang dari sepupu nya Nisa mengajak Alfaro untuk kepantai.


Sania yang mendengar itu merasa kesal. "Dasar manusia nggak punya hati, istri pergi entah kemana dia main liburan aja". Marah Sania sambil berjalan keluar rumah Alfaro dan pergi menggunakan taksi online menuju rumah Citra.


Riska yang mendengar itu hanya diam karena dirinya tidak tahu masalah keluarga majikannya yang dia tahu bahwa majikannya nikah lagi dan istri kedua nya adalah adik istri pertama.

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2