
Nabila saat ini sudah berada dirumah bersama dengan Adelia, karena sehabis pulang dari restoran tadi tiba tiba saja hujan sangat deras.
Saat sedang memberi asi kepada Adelia, Nabila memeriksa ponselnya dan terdapat banyak panggilan dan pesan dari Citra dan Sania, karena memang tadi Nabila tidak membawa ponsel.
Nabila langsung menghubungi Citra terlebih dahulu, tapi saat dihubungi ponselnya tidak aktif jadi Nabila mengirim pesan saja.
^^^Assalamualaikum mah, kenapa mamah telepon Nabila?, kalau urusannya peting mamah telepon Nabila lagi yah. √√^^^
Setelah mengirim pesan kepada Citra, Nabila pun menelepon Sania.
..."Halo San ada apa loh nelepon gue?". Tanya Nabila kepada Sania yang berada dibalik telepon....
..."Nggak papa gue cuman mau hubungin loh aja dan lagi kenapa selama seminggu loh nggak nelepon gue?". Tanya Sania kesal karena Nabila tidak pernah menghubunginya selama dikampung....
..."Maaf gue sibuk disini, eh gimana kabar loh?, kapan kapan main kesini yah, sambil ambil desain desain gue". Ucap Nabila sambil berjalan menuju kamar neneknya untuk membaca surat yang masih belum dibaca oleh Nabila, sedangkan Adelia ditidurkan di box bayinya...
..."Kabar gue baik kok, iya hari minggu gue bakal kesana, tapi nanti ongkos mobil loh ganti yah". Ucap Sania tidak mau rugi....
..."Iya iya tenang aja nanti gue ganti kok, lagian loh nggak mau rugi amat". Ucap Nabila yang sudah berada dikamar neneknya....
..."Bodo lah, ya udah gue matiin dulu yah sambungan teleponnya masih ada urusan nih". Ucap Sania sambil mematikan sambungan teleponnya....
Nabila menaruh ponselnya dinakas yang ada dikamar neneknya, Nabila pun mengambil surat yang tergeletak diranjang neneknya.
Nabila mulai membuka surat itu dan mulai membacanya, Nabila langsung kaget saat melihat isi surat itu.
...Nenek sengaja buat surat berbeda, agar kamu tidak bingung membacanya....
__ADS_1
...Sebelumnya nenek harap kamu tidak kaget membaca surat ini dan nenek mohon kamu jangan menangis....
...Sebenarnya kamu bukan cucu kandung nenek, maaf nenek baru beri tahu kamu saat kamu udah besar seperti ini. Orang tua angkat kamu yaitu anak nenek, mereka menemukan kamu dijalanan dan karena mereka belum memiliki anak jadi mereka membawa kamu. Mereka juga menganggap kamu seperti anak kandung sendiri, dan setelah kamu hadir dikeluarga mereka tak lama anak nenek mengandung yang tak lain adalah Nisa....
...Mereka sebenarnya berpesan agar kamu tidak mengetahui ini, tapi karena nenek yakin kamu harus mengetahui ini agar kamu bisa mencari orang tua kandung kamu....
...Nenek sudah menyelidiki bahwa orang tua kandung kamu berada di Jakarta, tapi nenek belum tahu mereka bernama siapa dan tinggal di Jakarta mana....
...Kamu tinggal pergi ke alamat yang sudah nenek catat dibelakang catatan ini, ini adalah alamat detektif yang disewa nenek, jika kamu ingin tahu orang tua kandung kamu pergi lah ke alamat detektif ini....
...Dan nenek harap saat kamu bertemu dengan orang tua kamu jangan membenci mereka karena mungkin mereka memiliki alasan kenapa membuang kamu....
...Nenek tahu kamu pasti tidak mempercayai ini semua, tapi yang dikatakan nenek adalah benar, semoga setelah menemukan keluarga kandung kamu akan lebih bahagia lagi, dan menerima kasih sayang yang lengkap....
...Maaf kan nenek sekali lagi...
"Apakah Nabila memang benar bukan cucu kandung nenek?, tapi kenapa orang tua kandung Nabila tega buang Nabila kejalanan, kenapa?, apakah ada orang tua yang setega itu, Nabila benci hidup Nabila sendiri". Teriak Nabila merasa dirinya tidak berguna.
"Kenapa semua orang yang gue sayang selalu buat gue sakit hati, gue berasa manusia paling bodoh karena orang tua kandung gue aja buang gue, emang benar kata Nisa gue itu cuman pembawa sial bagi orang orang yang dekat sama gue". Ucap Nabila mulai hilang kendali dia melempar semua barang ada disitu.
Karena teriakkan Nabila sangat kencang, Ningsih pun mendengar teriakkan Nabila, Ningsih langsung berlari menuju rumah Salwa karena takut terjadi apa apa sama Nabila dan anaknya.
"NABILA". Teriak Ningsih tapi tidak ada sahutan dari siapa pun, tiba tiba telinga Ningsih mendengar suara gaduh dari kamar almarhumah Salwa, Ningsih langsung berjalan menuju kamar itu.
"Nabila ada apa dengan kamu?, kenapa kamu ngacak ngacak isi kamar almarhumah nenek kamu?, stop Nabila stop". Ucap Ningsih mencoba melerai Nabila agar tidak melempar barang barang lagi.
"Lepasin, lepasin". Berontak Nabila dari pelukkan Ningsih, Ningsih tidak melepaskan Nabila dia semakin erat memeluk Nabila agar lebih tenang.
__ADS_1
"Hiks...hiks..lepasin". Ucap Nabila yang mulai lemas dan Ningsih langsung membantu Nabila untuk duduk diranjang yang berantakkan karena Nabila.
"Hei tatap ibu, kamu kenapa hah?". Tanya Ningsih sambil memejang pipi Nabila agar menghadap kepada dirinya.
Nabila tidak menjawab dia malah memeluk Ningsih dan menumpahkan semua air matanya kepada Ningsih, Ningsih yang mengerti Nabila tidak mau menjelaskan terus menenangkan Nabila.
"Sttss...udah jangan nangis lagi, kalau kamu belum siap cerita sama ibu nggak papa, tumpahin semua air mata kamu agar lebih tenang karena nggak baik kalau dipendam sendiri". Ucap Ningsih mengusap punggung Nabila dengan lembut.
"Kenapa Nabila selalu dibuat sakit hati sama orang yang Nabila sayang bu?, apakah Nabila memang pembawa sial?". Tanya Nabila yang mulai melepaskan pelukkannya dari Ningsih.
"Tidak ada manusia yang pembawa sial nak, semua manusia itu suci dihadapan tuhannya jadi kamu nggak boleh bicara seperti itu karena Allah nggak suka orang yang seperti itu". Jelas Ningsih tidak tahu kenapa Nabila bicara seperti itu, sebenarnya Ningsih ingin bertanya tapi waktunya tidak tepat.
"Apa Nabila anak haram yah bu makannya Nabila pembawa sial". Ucap Nabila tidak mendengarkan ucapan Ningsih tadi.
"Apa maksud kamu nak, kamu itu anak dari pasangan Muhammad dan Siti, kamu bukan anak haram nak". Ucap Ningsih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Nabila tadi.
Nabila langsung meraih surat tadi dan memberikannya pada Ningsih, Ningsih menerimanya dan mulai membacanya, matanya membulat saat membaca surat itu.
"Benar kan bu kalau Nabila pasti anak haram soolnya orang tua kandung Nabila saja buang Nabila, pasti mereka sangat benci sama Nabila makannya mereka buang Nabila kejalanan". Ucap Nabila menatap Ningsih yang masih membaca surat itu.
Ningsih masih syok dengan fakta yang baru saja ditemuinya, ternyata Nabila bukan anak kandung dari Muhammad dan Siti.
Ningsih mulai tersadar dari lamunannya dan menatap Nabila yang sedang menatapnya. "Bukan berarti mereka membuang kamu, kamu anak haram nak, mungkin saja mereka membuang kamu karena suatu alasan kita nggak tahu apa yang terjadi kan, jadi kamu berpikir positif aja dan kamu datangin detektif yang sudah menangani ini agar kamu bisa bertemu dengan orang tua kandung kamu". Jelas Ningsih tidak mau nanti Nabila membenci orang tua kandungnya begitu saja.
"Tapi...".
KALAU ADA YANG NANYA KENAPA HARUS ADA DETEKTIF?, KARENA AUTHOR TERINFIRASI DARI DRAKOR THE PENTHOUSE YANG SUKA PAKAI DETEKTIF😅MAAF YAH KALAU NGGAK NYAMBUNG, AUTHOR HARAP KALIAN TETAP SETIA MEMBACA😚😉, MAKASIH UNTUK DUKUNGAN KALIAN LOVE YOU SEKEBON🥰❤ EAAAAH🙈
__ADS_1
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤