
Setelah selesai mengobrol dengan Adelio, walaupun Adelio tidak bisa menjawab pertanyaan Alfaro. "Kenapa bisa anak saya berada disini?". Tanya Alfaro menatap kedua orang yang ada didepannya.
"Bapak boleh duduk dulu, nanti saya jelaskan". Ucap orang itu menyuruh Alfaro duduk terlebih dahulu agar enak mengobrolnya.
Alfaro pun akhirnya duduk. "Begini pak nama saya Samrudin, saya pemilik rumah sakit ODGJ ini, jadi begini ceritannya...". Ucap orang itu mulai menceritakan.
Flashback on
Saat ini pak Samrudin berada ditaman hiburan bersama pasien pasiennya, dirinya membawa pasien pasiennya ketaman hiburan karena untuk membuat pikiran para pasiennya agar reflesing.
"Semuannya ayo pulang". Ucap Samrudin memanggil pasien pasiennya untuk pulang karena sudah lama mereka ditaman hiburan.
Semua pasien pasien itu masuk kedalam bus. Saat Samrudin melihat salah satu pasiennya membawa stoller dirinya tidak kaget, karena pasien itu memang selalu membawa stoller. Pasien itu mengalami gangguan jiwa karena kehilangan anak satu satunya.
Mereka pun pulang menuju rumah sakit ODGJ, dalam perjalanan pulang Samrudin mendengar suara tangisan bayi dan dia langsung mencari sumber suaranya. Samrudin langsung berjalan kestoller milik salah satu pasiennya karena dirinya mendengar dari stoller itu.
Samrudin langsung melihat isi stoller itu dan langsung kaget melihat bayi dalam stoller sedang menangis. "Kamu dapat stoller ini dari mana?". Tanya Samrudin kepada pasiennya.
Sedangkan pasien itu tidak menjawab dirinya langsung mengambil alih stoller tadi, karena tidak mau orang lain mengambil anaknya. "Jangan ambil anak saya". Ucap pasien itu.
"Ini bukan anak kamu, kamu bawa bayi siapa?". Tanya Samrudin lembut.
"Disana". Ucap pasien itu menunjuk kearah taman hiburan yang sudah agak jauh.
Samrudin langsung mengusap wajahnya dengan kasar, karena bingung ini anak siapa. "Pak ada apa?". Tanya istri Samrudin.
"Ini bu dia bawa anak orang". Jawab Samrudin menatap istrinya yang sedang terkejut.
"APA!!, kalau gitu kita harus cepat telepon polisi". Ucap istri Samrudin yang panik. Pak Samrudin pun langsung menelepon polisi.
Setelah menelepon polisi mereka pun sampai di rumah sakit ODGJ. Mereka pun menunggu polisi dan tak lama polisi pun datang.
__ADS_1
"Selamat siang pak, apa benar bapak yang memanggil kami?". Tanya polisi itu kepada Samrudin yang sedang duduk.
"Iya benar pak saya yang manggil bapak, silahkan duduk dulu pak". Ucap Samrudin menyuruh polisi itu duduk dan menyuruh istrinya membuatkan minuman.
"Jadi kenapa bapak manggil kami?". Tanya polisi itu serius.
"Jadi saya memanggil bapak bapak karena....". Samrudin menceritakan semua kejadian yang baru saja menimpannya.
Karena polisi itu sudah tahu itu anak siapa karena tadi juga ada yang menelepon sama kejadiannya seperti itu, jadi polisi itu memberikan nomor Alfaro dan setelah itu polisi itu pun pergi.
Flashback off
"Begitu pak Alfaro ceritanya, sekali lagi saya mohon maaf pak". Ucap Samrudin setelah mencerita kan semua kejadiannya. Samrudin merasa tidak enak dengan Alfaro karena anaknya diambil oleh pasiennya.
Alfaro yang mendengar itu meremas rambutnya dengan kasar karena telah salah paham kepada Nabila dan telah menyakiti Nabila begitu saja. "Kalau gitu saya permisi dulu". Ucap datar Alfaro berjalan sambil mendorong stoller Adelio dan pergi dari rumah sakit ODGJ.
"Kayaknya pak Alfaro marah yah pak". Ucap istri Samrudin yang melihat Alfaro datar saja. Samrudin tidak menimpali ucapan istrinya.
***
"Dasar anak itu nggak tahu diri masa kamu main dicambuk pakai sambuk sih, mamah nggak terima kalau dia kesini mamah akan balas kelakuannya sama kamu". Marah Citra setelah mendengar cerita dari Nabila.
"Udah lah mah Nabila nggak papa kok". Ucap Nabila tidak menyalahkan Alfaro karena ini pantas diterimannya telah lalai menjaga Adelio.
"Nggak papa gimana, kamu itu luka luka lihat tuh semua diperban". Ucap Citra masih tidak terima anaknya memperlakukan Nabila seperti ini.
"Gimana mah Adelio udah ketemu belum?". Tanya Nabila mengalihkan pembicaraan.
Citra menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya kasar karena baru ingat dengan Adelio, dirinya sibuk dengan Nabila. "Belum ada kabar dari polisi". Jawab Citra karena dirinya tidak tahu kalau Adelio sudah ketemu.
"Bu ibu". Teriak Riska yang masuk tiba tiba kedalam ruangan Nabila dan itu membuat Nabila dan Citra terkejut.
__ADS_1
"Ada apa Ris?". Tanya Citra kepada Riska yang ngos ngosan karena Riska berlari dari kantin rumah sakit sambil mendorong stoller Adelia.
"Ini bu...ini...". Ucap Riska yang masih dalam keadaan ngos ngosan dan mengatur nafasnya terlebih dahulu.
"Adelio udah ditemukan bu". Ucap Riska membuat Nabila dan Citra kaget.
"Yang benar kamu Ris?". Tanya Citra masih tidak percaya dengan ucapan Riska.
"Iya bu beneran saya dikasih tahu sama satpam dirumah karena katanya pak Alfaro bawa Adelio dan katanya Adelio juga baik baik aja". Jelas Riska yang memang benar mendapatkan telepon dari satpam rumah Alfaro.
"Alhamdulilah akhirnya Adelio ketemu". Ucap Nabila bahagia karena Adelio ketemu dan dalam keadaan baik baik saja.
Berbeda dengan Citra dia semakin kesal kepada Alfaro karena tidak memberi tahu kalau Adelio sudah ditemukan. "Dasar anak itu bukannya kasih tahu kalau Adelio udah ketemu dan lagi kenapa dia nggak kesini buat jemput kamu, padahalkan dia yang buat kamu masuk rumah sakit". Ucap Citra tidak terima Alfaro main pulang begitu saja.
"Udah lah mah, mending kita pulang aja, Nabila sumpek diam dirumah sakit mulu". Ucap Nabila memang merasa sumpek diam dia dirumah sakit, mungkin saat melakukan caesar dirinya terlalu lama dirumah sakit.
"Ya udah ayo kita pulang dan mamah pengen marahin Alfaro". Ucap Citra membantu Nabila turun dari brangkar dan berjalan keluar ruangan karena Nabila memang sudah di izinkan untuk pulang.
Mereka pun pulang menuju rumah Alfaro.
***
Setelah sampai rumah Alfaro, Citra langsung berjalan duluan karena ingin menuntaskan rasa kesalnya kepada Alfaro.
"ALFARO!!". Panggil Citra dengan berteriak, sedangkan yang dipanggil tidak menyahut entah sedang apa. Citra mencari Alfaro diseluruh ruangan dan menemukan Alfaro sedang berada ditaman belakang rumah.
"Alfaro". Panggil Citra lagi sambil menghampiri Alfaro dan tanpa aba aba Citra langsung menampar kedua pipi Alfaro, sedangkan Alfaro hanya meringis.
"Mamah kenapa nampar aku?". Tanya Alfaro sambil memegang pipinya yang sakit, sedangkan Adelio yang sedang di asuh Alfaro langsung nangis karena mendengar teriakan Citra tadi.
"Riska bawa Adelio dulu". Ucap Citra memanggil Riska, Riska pun langsung membawa Adelio dari taman belakang rumah itu.
__ADS_1
"Kamu bilang kenapa tadi mamah nampar kamu?, mikir Alfaro mikir kamu udah memperlakukan Nabila seperti budak dan kamu tanpa minta maaf langsung pergi begitu saja, kamu manusia apa bukan hah?". Tanya emosi Citra ingin menampar Alfaro lagi tapi ditahan oleh seseorang.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤