Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
SANIA BERTEMU NISA


__ADS_3

"Ini untuk papah, jadi jangan dimakan lagi". Ucap Nabila membuat orang yang baru masuk kedalam rumah langsung terdiam.


"Eh papah, nih kue buat papah tadi Nabila yang buat". Ucap Citra sambil membawa kue itu ke William.


"Nggak usah, papah nggak mau makan manis sekarang". Tolak William berjalan menuju ruang kerjanya.


Sedangkan yang lain langsung terdiam mendengar penolakan William, tapi langsung dicairkan kembali oleh Citra. "Mungkin papah takut diabetes jadi nggak mau makan kue untuk sekarang ini". Ucap Citra berjalan menuju meja makan kembali.


"Ya udah kalau om nggak buat Asti aja". Ucap Asti menyomot kue yang dibawa Citra.


"Iya habisin aja, kalau mau lagi nanti mbak buatin lagi". Ucap Nabila berusaha tidak sedih.


"Kamu kenapa diam aja Bil?". Tanya Sania kepada Bilqis yang diam saja dari tadi.


Bilqis menongak kearah Sania. "Hiks...Bilqis nggak punya lobang kayak tante Asti". Tangis Bilqis pecah. Semua orang yang mendengar ucapan Bilqis langsung tertawa tak terkecuali Asti.


Sedangkan Asti langsung tertawa lepas mendengar ucapan Bilqis". Haha, gue kirain loh kenapa, ayo loh nanti nggak punya lobang, semua wanita kan punya lobang, gue curiga loh punya nya pisang". Ucap Asti semakin membuat Bilqis menangis.


"Hiks...hiks...mamah Bilqis nggak punya lobang huaaaa". Tangis Bilqis semakin pecah setelah mendengar ucapan Asti.


"ASTI!!!". Teriak Sania kesal karena membuat Bilqis, soalnya Bilqis kalau nangis susah berhenti.


Sedangkan si pelaku sudah berlari keruang tv karena takut di amuk oleh Sania. "Cup cup cup jangan nangis dong ponakan tante yang cantik". Ucap Sania mulai mengeluarkan rayuan rayuan manisnya. Sedangkan Biqlis bukannya berhenti menangis melainkan semakin menjadi jadi menanginya.


"Aish pusing gue kalau ngajak bocah ini". Ucap Sania mulai frustasi.


"Sayang jangan nangis dong, nanti cantiknya hilang loh, tante Asti itu cuman bercanda, kamu punya lobang kok, tapi tante nggak mau menjelaskannya sekarang karena kamu masih kecil, nanti kalau kamu sudah besar pasti tahu dari jawaban kata 'lobang'". Jelas Nabila tidak mau mengotori otak Bilqis.


"Beneran tan?". Tanya Bilqis mulai berhenti menangis.


"Iya beneran, udah yah nangisnya, sekarang gimana kalau kita makan es krim, kebetulan didalam kulkas ada es krim". Ucap Nabila membuat Bilqis langsung berbinar karena mendengar kata es krim.


"Mau tan ayo sekarang". Ucap girang Bilqis langsung menarik tangan Nabila menuju kulkas.


Citra dan Sania yang melihat Bilqis berhenti menangis gara gara Nabila langsung tersenyum karena sepertinya Nabila sudah siap menjadi seorang ibu.


Sania langsung teringat Asti, dirinya langsung menuju Asti yang sedang nonton. Sania langsung menyerang Asti dengan kekuatannya yaitu kentut.


Citra hanya geleng gelengkan kepala melihat tingkah Sania dan Asti tapi dirinya bahagia karena merasa terhibur.


***


Ditempat lain saat ini seorang pria tengah menikmati pemandangan dirumahnya, saat sedang asik tiba tiba ponsel si pria berbunyi.

__ADS_1


..."Halo ada apa pah?". Tanya si pria itu....


..."Sekarang kamu kerumah Al, papah mau bicara sesuatu sama kamu". Jawab orang disebrang sana yaitu William....


..."Alfaro nggak mau pah, disana ada Nabila, Alfaro nggak mau ketemu sama Nabila". Ucap Alfaro....


..."Sekarang!!!". Bentak William dan langsung mematikan sambungan teleponnya sepihak....


Alfaro menghembuskan nafasnya kasar karena pasti dirinya selalu dipaksa melakukan ini itu oleh papahnya, dirinya tidak bisa menolak karena mau menolak atau tidak hasilnya tetap sama.


Alfaro berjalan menuju mobilnya dan pergi begitu saja tanpa memberi tahu Nisa dulu, karena Nisanya juga tidak ada, dia pergi entah kemana.


***


Saat ini Sania sedang dalam perjalanan pulang, Sania pulang karena orang tua Bilqis, atau kakak Sania menelepon untuk pulang karena sudah mau malam.


Saat sedang melihat kearah jendela, Sania melihat seseorang yang dikenalnya sekaligue dibencinya. "Itu bukannya si ular keket". Gumam Sania yang menajamkan penglihatannya.


"Iya benar itu si ular keket, sama siapa dia?, kok sama laki laki, apa jangan jangan dia selingkuh lagi". Gumam Sania lagi sambil menyuruh supir taksi untuk berhenti sebentar.


Setelah itu Sania keluar dari mobil, sedangkan Bilqis tidak ikut karena dia tidur.


"Ekhm". Dehem Sania membuat ular keket atau Nisa menoleh dan langsung kaget melihat Sania.


"Kenapa loh gugup nanya nya?". Tanya balik Sania sambil melipatkan tangannya didepan dada.


"Siapa yang gugup?, gue nggak gugup". Bohonh Nisa. Sedangkan Sania senyum samar.


"Masa?, ngapain loh disini dan sama siapa?". Tanya Sania pura pura tidak tahu kalau Nisa bersama siapa, memang tadi Sania keluar saat laki laki yang bersama Nisa pergi dulu.


"Ngapain loh kepo urusan gue, udah sana pergi jangan urusin urusan gue". Ketus Nisa semakin membuat Sania tertarik untuk meladeninya.


"Gue cuman nanya kali?, hmm...tadi sih gue lihat loh sama laki laki". Ucap Sania semakin membuat Nisa terpojokan.


"Mata loh aja kali yang siwer, orang gue dari tadi sendiri". Bohong Nisa. Nisa berusaha tetap tenang walaupun didalam hatinya ketakutan.


"Ah masa?, perasaan gue baru aja ngebersihin mata gue deh". Ucap Sania semakin membuat lawannya ketakutan.


"Kalau loh nggak percaya ya udah nggak papa juga". Ucap Nisa sambil berjalan memasuki mobilnya, tapi tertahan oleh ucapan Sania.


"Gimana kalau gue kasih tahu suami loh aja gimana?, gue punya buktinya loh". Ucap Sania sambil mengangkat angkay ponselnya.


Nisa yang geram kemudian kembali lagi mendekati Sania. "Hapus cepetan". Kesal Nisa sambil ingin mengambil ponsel Sania tapi selalu gagal karena Sania selalu menghindar.

__ADS_1


"Katanya loh pergi sendiri". Ledek Sania membuat Nisa semakin kesal, karena tidak mendapatkan ponsel Sania, Nisa pun menyerah.


"Ya udah loh mau apa dari gue hah?". Tanya ketus Nisa. Dan ucapan Nisa membuat senyum terbit dari bibir Sania.


"Nah gitu dong dari tadi, kan nggak jadi ribet begini". Ucap Sania.


"Udah cepetan loh mau apa?". Tanya Nisa kesal karena Sania banyak ngomong.


"Sabar dong bos Q". Ucap Sania semakin membuat Nisa jengkel.


"Gue mau loh ngaku kalau loh kan yang udah mitnah Nabila?". Tanya Sania mulai dalam mode serius.


Sedangkan Nisa langsung tersedak kaget mendengar ucapan Sania. "Gimana nih orang bisa tahu kalau gue yang ngelakuin". Batin Nisa.


"Nggak gue nggak ngelakuin itu". Bohong Nisa berusaha tetap tenang.


"Nggak udah bohong, ngaku atau video ini gue akan kirim sekarang sama Alfaro". Ancam Sania. Nisa diam tidak berkutik karena bingung harus mengaku atau tidak.


"Gue emang nggak ngelakuin". Ucap Nisa tetap pada pendiriannya.


"Oke kalau gitu gue kirim sekarang ke Alfaro". Ucap Sania sambil membuka ponselnya dan itu membuat Nisa ketakutan.


"Ya udah gue ngaku, tapi jangan kirim video itu ke Alfaro". Ucap Nisa sambil menahan Sania agar tidak mengirim video dirinya bersama laki laki lain.


"Nah gitu dong dari tadi, kan nggak jadi ribet gini". Ucap Sania.


"Jadi beneran loh yang ngelakuin itu semua sama Nabila?". Tanya Sania.


"Iya". Jawab ketus Nisa.


"Kok loh bisa tega banget sih sama kakak loh sendiri, loh nggak punya hati apa hah?". Tanya Sania mulai marah.


Sedangkan Nisa hanya diam tidak mendengarkan ucapan Sania."Kalau gitu sekarang loh ikut gue kerumah tante Citra buat ngejelasin ini semua". Ucap Sania lagi menarik Nisa menuju taksi yang tadi menunggu dirinya.


"Nggak mau lepasin". Berontak Nisa karena dirinya tidak mau menjelaskan apa pun.


"Diam atau gue kirim sekarang videonya". Bentak Sania dalam mode emosi. Nisa pun terdiam dan akhirnya ikut bersama Sania menuju rumah Citra.


"Putar balik kerumah yang tadi yah pak". Ucap Sania sambil mencengkram tangan Nisa dengan kuat karena takut kabur.


"Baik neng". Ucap supir taksi itu sambil menjalankan mobilnya menuju rumah Citra.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2