
"Oh iya gue mau nanya kenapa tadi ada wartawan yang kenal sama muka gue?, gue kan kalau pameran nggak pernah nampilin muka". Ucap Nabila yang masih penasaran dengan hal itu.
Sania tampak berpikir dan menjawab. "Nggak tahu gue juga". Ucap Sania santai, sedangkan Nabila yang mendengarnya langsung emosi karena dirinya sudah lama menunggu jawaban Sania dan jawabannya malah nggak tahu.
"Euleuh ari sia pikeheuleun teinganan". Ucap Nabila membuat Sania melongo karena tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Nabila.
"Loh ngomong apaan sih?, bahasa mahluk astaral yah?". Tanya Sania mulai merinding karena takut Nabila berbicara dengan mahluk astral atau apa lah yang berkaitan dengan hantu.
"Udah nggak usah pikiran, gue pamit dulu yah mau ambil barang barang gue dirumah mantan suami gue". Ucap Nabila beranjak dari duduknya dan berjalan menuju mobil miliknya.
***
Sedangkan disisi lain Alfaro saat ini sedang meminum minuman keras seperti wine, vodka dan lain sebagainya. Alfaro minum dirumahnya karena kalau di bar tidak ada yang buka kalau siang hari.
"Aaaahhhkk". Teriak Alfaro sambil melempar botol minuman itu kelantai dan langsung pecah kemana mana.
"Kenapa dia harus cerai kan gue kenapa?". Teriak Alfaro merasa menyesal, padahal saat dipengadilan dia biasa biasa saja, tapi memang manusia lain dimulut lain di hati.
Sedangkan Nisa yang sedang berada dikamar langsung kaget mendengar teriak Alfaro, Nisa pun langsung berjalan menuju Alfaro. "Mas kenapa?, dan kenapa banyak minuman seperti ini?". Tanya Nisa kaget saat melihat begitu banyak minuman haram dan penampilan Alfaro yang berantakan.
"Jangan bilang karena mas cerai sama Nabila, terus mas jadi seperti ini?, dia nggak baik buat mas jadi jangan dipikirkan, toh harusnya mas senang karena sudah cerai dengan Nabila". Ucap Nisa membuat Alfaro langsung berjalan menuju arahnya.
"Kamu senang karena saya sudah cerai dengan Nabila?". Tanya Alfaro yang terus berjalan mendekati Nisa dan Nisa pun refleks mundur.
Nisa mengangguk menangapi pertanyaan. "M..mas mau apa?". Tanya Nisa mulai ketakutan karena Alfaro terus mendekatinya dan tanpa aba aba Alfaro mencekik Nisa entah apa alasannya.
"Kenapa kamu begitu senang melihat saya cerai dengan Nabila?, ini balasan untuk kamu karena sudah menjelek jelekkan Nabila". Ucap Alfaro sambil terus mencekik Nisa.
__ADS_1
"LEPASIN NISA". Teriak seseorang dari balik pintu, Alfaro langsung menoleh kearah sumber suara karena dia kenal suara siapa itu, tangan Alfaro pun juga refleks melepaskan cekik kannya.
Orang itu langsung berjalan menuju Alfaro dan Nisa. "Kamu nggak apa apa kan Nis?". Tanya orang itu yang tak lain adalah Nabila. Ya tadi dia sudah memencet bel beberapa kali tapi tidak ada yang menyahuti dan kebetulan pintu itu tidak dikunci jadi Nabila langsung masuk saja dan tidak menyangka saat masuk melihat Nisa sedang dicekik oleh Alfaro.
"Nggak usah so peduli sama gue". Ucap Nisa menepis tangan Nabila yang akan membantunya untuk berdiri karena setelah selesai dicekik Alfaro, Nisa langsung jatuh kelantai.
"Gue peduli bukan karena loh adik gue tapi sebagai manusia gue harus nolongin orang yang mau mati". Ucap Nabila yang kini sudah bicara tidak formal lagi.
Nisa yang mendengar penuturan Nabila langsung kaget karena perubahan sikap Nabila yang berubah seratus delapan puluh derajat.
"Oh iya gue kesini mau ambil barang barang gue, silahkan aja kalau mau lanjutin yang tadi". Ucap Nabila santai sambil berjalan menuju kamarnya.
Alfaro yang melihat Nabila akan kekamarnya langsung mengikuti Nabila. "Ngapain loh ngikutin gue?". Tanya Nabila tahu kalau Alfaro mengikutinya.
"Adelia dimana kenapa dia nggak dibawa?". Tanya Alfaro sambil terus mengikuti Nabila dan karena tidak melihat kearah depan, Alfaro pun menabrak Nabila karena Nabila berhenti.
Alfaro hanya diam saja seperti anak kecil yang berbuat salah kepada ibunya. "Loh nggak perlu tahu Adelia dimana kek, sama siapa kek, karena loh sendiri yang bilang kalau Adelia bukan anak loh". Ucap Nabila menyindir Alfaro yang sedang menunduk.
"Tapi-...". Ucap Alfaro terhenti karena Nabila sudah berjalan kembali menuju kamarnya, Alfaro pun mengikuti lagi Nabila.
"Ngapain masih ngikutin udah sana keluar, gue nggak perlu bantuan manusia kayak loh". Ucap Nabila kesal karena Alfaro terus saja mengikutinya sampai kekamar.
"Apa dia sebenci itu sama gue?". Batin Alfaro yang melihat Nabila seperti sangat membenci dirinya.
Karena tak ingin Nabila marah kembali, Alfaro pun akhirnya pergi dari kamar Nabila. Nabila yang melihat Alfaro pergi pun langsung bernafas lega, karena hampir saja Nabila meneteskan air mata saat melihat Alfaro. Nabila pun memasukan barang barang miliknya ke koper, sebenarnya Nabila sudah membawa sedikit baju nya yang ada diapartemen sekarang.
Tak lama Nabila pun selesai memasukan barang barangnya dan sekarang waktunya pulang ke apartemen untuk siap siap nanti sorenya akan berangkat kekampung.
__ADS_1
"Apa mbak Nabila harus pergi dari rumah ini?". Tanya Riska yang sedang mengendong Adelio.
"Iya kan sekarang gue udah cerai sama Alfaro, jadi harus pindah dari rumah ini, oh iya jaga Adelio baik baik aja yah, mungkin gue jarang ketemu sama dia, jaga kesehatan loh juga Ris, gue pamit dulu bye". Ucap Nabila menyeret kopernya menuju keluar, saat akan membuka pintu ada yang memeluk dirinya.
"Ris lepasin nggak usah meluk segala, kalau loh kangen gue telepon aja kan bisa". Ucap Nabila mengira itu adalah Riska yang tidak rela dirinya pergi.
"Bukan saya yang peluk mbak tapi...". Ucapan Riska terpotong karena teriakan Nabila yang kesal.
"LEPASIN!!!". Ucap Nabila kepada orang yang memeluknya siapa lagi kalau bukan Alfaro. Bukannya melepaskan pelukkannya Alfaro malah berperilaku kurang ajar kepada Nabila.
"Lepasin jangan kurang ajar yah kamu main pegang pegang dada saya, ingat kita sudah pisah". Ucap Nabila sambil berontak, tapi seakan tuli Alfaro terus melakukannya.
Tak terasa air mata Nabila jatuh karena dirinya seperti bukan wanita baik baik, air mata Nabila tepat jatuh ditangan Alfaro, Alfaro yang merasakan itu pun langsung berhenti dan menatap Nabila.
"Maaf-...auuuuuh". Ucap Alfaro kesakitan karena pipinya ditampar oleh Nabila.
"Dasar laki laki kurang ajar, ingat kita sudah BERCERAI, jadi anda jangan kurang ajar sama saya, saya bisa saja laporkan anda ke kantor polisi". Bentak Nabila tidak terima dengan tingkah Alfaro tadi.
Sedangkan orang yang melakukannya langsung menunduk saat dimarahi Nabila, tidak seperti dulu yang selalu marah Nabila berbuat hal apa pun, Nabila melakukan hal baik saja marah.
"Maafkan saya, saya hilap". Ucap Alfaro yang masih menunduk tidak mau menatap mata Nabila.
"Maaf kamu bilang?, haha baru kali ini saya melihat bapak Alfaro Chandra Mahesa minta maaf kepada saya, ck maaf anda tidak akan bisa MENGUBAH SEMUANYA". Teriak marah Nabila sambil pergi dari hadapan Alfaro.
Alfaro yang akan mengejar Nabila pun tidak jadi karena Nabila keburu berucap. "JANGAN IKUTIN SAYA". Ucap Nabila. Nabila pun pergi dari kediaman Alfaro.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
__ADS_1