
Tak terasa sudah satu bulan pernikahan Alfaro dan Nisa dan usia kandungan Nisa sudah memasuki dua bulan. Sedangkan Nabila dirinya hanya bisa melihat kebahagiaan suami dan adiknya.
Saat ini Nabila sedang ada dikamar mandi, entah kenapa dia pagi pagi sekali merasa mual. "Apa gue masuk angin yah gara gara kemarin kehujanan". Gumam Nabila, memang kemarin Nabila kehujanan pas naik ojol, dia naik ojol karena mobil nya sedang diservis.
Setelah selesai dari kamar mandi Nabila langsung mengambil tasnya untuk pergi kebutik, hari ini dia tidak masak karena Alfaro dan Nisa sedang berbulan madu ke Raja Ampat.
Sebenarnya ibu mertua Nabila yaitu Citra menyuruh Nabila untuk ikut berbulan madu, tapi Nabila menolak karena nantinya dia akan sakit hati sendiri dan pasti dia akan dijadikan pembantu disana.
Setelah ojolnya sampai Nabila langsung naik dan menuju kebutik, tadi memang Nabila memesan ojol, karena dia males naik taksi karena suka macet.
***
Tak berselang lama Nabila pun sampai dibutik, dia langsung masuk kebutik dan sudah ditunggu Sania.
"Mbak kenapa?, kok muka mbak pucet". Ucap Sania saat melihat Nabila pucet seperti orang sakit.
"Gue nggak papa, cuman pusing aja sedikit". Ucap Nabila berjalan menuju ruangan nya, tapi tiba tiba matanya berkunang kunang dan atap butiknya seperti berputar putar dan tiba tiba semua jadi gelap.
"Bil, loh kenapa bangun bil". Teriak Sania panik karena Nabila langsung pingsan begitu saja. Semua karyawan pun membantu Nabila untuk dibawa kerumah sakit.
***
Rumah sakit
Saat ini Nabila masih diperiksa, sedangkan Sania masih setia menunggu Nabila karena dirinya takut terjadi apa apa kepada Nabila, sebenarnya hari ini ada meeting yang sangat penting tapi Sania membatalkannya karena Nabila lebih penting dari pada meeting.
Saat Sania sedang menunggu Nabila diperiksa, datanglah Citra ibu mertua Nabila, tadi Sania memang menelpon Citra, karena dia bingung harus menelpon siapa, dan dia ingat Citra ya sudah Sania meneleponnya saja untuk datang kerumah sakit.
"Gimana keadaan Nabila San?". Tanya Citra khawatir.
"Nggak tahu tan, Nabilanya masih diperiksa sama dokter". Jawab Sania sambil salim kepada Citra.
"Emang gimana kejadiannya?, kenapa Nabila bisa pingsan". Ucap Citra mau tahu kronologisnya.
__ADS_1
"Tadi tiba tiba aja Nabila pingsan tan, Sania sempat nanya sama dia katanya dia cuman pusing sedikit". Jelas Sania menceritakan yang dia lihat.
"Oh gitu, kayaknya dia kurang makan deh makannya jadi gitu". Ucap Citra. Sania hanya mengangguk.
Saat mereka berdua mengobrolkan Nabila, pintu ruang periksa Nabila terbuka dan muncullah seorang dokter.
"Dengan keluarga pasien?". Tanya dokter itu kepada Citra dan Sania.
"Iya betul dok saya keluarga pasien". Jawab Citra.
"Mantu saya kenapa yah dok?". Tanya Citra. Dokter pun menjelaskan kenapa Nabila bisa pingsan, Citra yang mendengar penjelasan dokter langsung kaget tentang keadaan Nabila.
"Kalau gitu kami boleh masuk dok?". Tanya Citra, dan di angguki oleh dokter itu.
Ditempat lain
Saat ini Alfaro dan Nisa sedang menikmati ke indahan pantai raja empat. Mereka selalu menghabiskan waktu dipantai, bermain jet ski, papan seluncur, banana boat dan lain sebagainya.
"Mas kita pulang satu minggu lagi yah". Bujuk Nisa kepada Alfaro yang sedang berbaring dibawah pasir pantai.
Nisa yang mendengar jawaban suaminya langsung manyun karena keinginanya tidak dikabulkan." Kalau gitu kita pulang besok aja jangan nanti malam gimana?". Tanya Nisa yang terus membujuk Alfaro. Alfaro yang jengah pun menyetujui ucapan Nisa.
"Iya". Jawab Alfaro tidak mau pusing. Setelah berkata seperti itu, Alfaro langsung bangkit dari rebahan nya dan pergi begitu saja meninggalkan Nisa, sedangkan Nisa tidak memperdulikan Alfaro yang pergi karena dia sedang asik berfoto sana sini.
Saat Nisa sedang berfoto tiba tiba datang seseorang yang menawarkan air minum. "Excuse me". Ucap orang itu kepada Nisa.
"Ya". Ucap Nisa yang melirik orang itu dan langsung terpana melihat wajah orang itu.
"Are you thirsty? If you're thirsty, I'll bring you a drink". Ucap orang itu berbahasa inggris.
"Yes, hmm...Can you speak Indonesian?". Tanya Nisa yang langsung berdiri dan menerima minuman itu.
"Tentu bisa". Jawab orang itu.
__ADS_1
"Perkenalkan nama saya Alif". Lanjut orang itu yang ternyata bernama Alif.
"Oh, nama saya Nisa Putri Natukusuma". Ucap Nisa memperkenalkan diri.
"Kamu sendiri disini?". Tanya Alif.
"Ya saya sendiri". Jawab Nisa berbohong, setelah berbicara seperti itu, Nisa langsung meminum minuman yang dibawakan orang tadi. Dan beberapa menit kemudian tubuhnya merasa panas.
Sedangkan Alif tersenyum melihat Nisa mulai kepanasan. "Kamu kenapa?, butuh bantuan?". Tanya Alif. Sedangkan Nisa tidak menjawab dia mulai membuka pakaian pantai nya satu persatu.
"Apakah kamu menambahkan obat perangsang didalam minuman yang saya minum?". Tanya Nisa yang sedang mengipas gipaskan tangannya. Alif tidak menjawab melainkan dia tersenyum manis kepada Nisa.
"Kalau benar kamu, tolong tuntaskan". Ucap Nisa.
"Tentu". Ucap Alif langsung melahap Nisa di pasir pantai itu. Begitulah kelakuan Nisa kalau ketemu dengan pria pria tampan, seakan dia lupa kalau punya suami.
Ditempat Lain tepatnya dirumah sakit
"Hmm...kasihan sekali kamu Nak". Ucap Citra menatap sedih kepada Nabila karena Nabila belum sadar dari pingsan nya, tapi menurut dokter Nabila tidak kenapa napa cuman pingsan saja.
"Tante Sania kebutik dulu yah, soalnya lagi banyak pesanan, kalau ada apa apa hubungin Sania yah tante". Pamit Sania karena dia baru saja mendapat telepon bahwa dibutik banyak yang memesan baju untuk acara pernikahan.
"Oh ya udah sana, hati hati yah". Ucap Citra. Sania pun salim kepada Citra dan pergi ke butik.
Saat Sania sudah pergi, Nabila mulai membuka matanya. "Sayang kamu udah sadar?". Tanya Citra langsung menghampiri Nabila karena dia sedang duduk disopa.
"Air mah". Ucap Nabila meminta air minum karena dia haus. Citra langsung memberikan air minum kepada Nabila.
"Nabila kenapa bisa ada dirumah sakit mah?". Tanya Nabila karena dia tidak ingat apa apa, yang dia ingat tadi dia cuman pusing.
"Kamu tadi pingsan dibutik, terus karyawan kamu dan Sania langsung membawa kamu kerumah sakit". Jelas Citra, sambil menerima gelas bekas minum Nabila.
"Selamat yah sayang". Ucap Citra menatap haru kepada Nabila. Sedangkan Nabila yang diucapkan selamat mengerenyitkan alis nya karena kenapa ibu mertua nya mengucapkan selamat setelah Nabila pingsan.
__ADS_1
"Selamat buat apa mah?, kan Nabila cuman pingsan, kok dikasih selamat". Ucap Nabila heran dengan ibu mertua nya.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤