
"Karena Adelia ternyata memang anak saya". Ucap Alfaro sambil memberikan sebuah amplop coklat kepada Nabila, Nabila mengambil nya dengan kasar dan membaca isi dari amplop itu.
"Karena tes DNA kamu baru mengakui anak kamu mas, kamu kemana ada selama ini hah?". Tanya Nabila emosi karena Alfaro mengakui anak nya setelah melakukan tes DNA. Memang setelah Adelia lahir Alfaro mengtes DNA Adelia dan hasil nya baru keluar sekarang.
"Maaf". Ucap Alfaro hanya bisa mengucapkan kata itu dirinya juga menyesal percaya begitu saja kepada Nisa.
"Maaf kamu bilang?, maaf kamu nggak akan membuat Adelia sembuh begitu saja, kamu boleh lakuin apa aja sama aku mas kamu boleh nyiksa aku kamu boleh melakukan apa saja sama aku, tapi tidak dengan Adelia, dan besok kita kepengadilan untuk melakukan proses perceraian". Ucap Nabila sudah membuat keputusan nya dengan matang.
"Nggak kamu nggak boleh cerai dengan saya". Ucap Alfaro tidak mau bercerai dengan Nabila.
"Aku nggak mau tahu keputusan aku udah bulat". Ucap Nabila membuat Alfaro emosi.
"Kamu nggak akan bisa cerai begitu saja dengan saya, saya nggak akan pernah menandatangani surat perceraian nya". Ucap Alfaro tidak akan melepaskan Nabila.
Nabila hanya diam saja dia tahu pasti Alfaro tidak mau bercerai dengan nya, padahal Nabila punya rencana lain bila Alfaro tidak mau bercerai dengan nya.
"Jangan sentuh Adelia dengan tangan kotor mu itu". Bentak Nabila saat Alfaro akan memegang pipi Adelia yang sedang terlelap dan beberapa kali mengeliat karena suara berisik Nabila.
"Dia anak saya jadi saya berhak menyentuhnya". Ucap Alfaro menatap Nabila yang juga menatap balik Alfaro dengan tajam.
"Nggak dia nggak punya papah, papahnya sudah meninggal". Ucap Nabila membuat Alfaro yang tadi nya sudah tidak emosi kembali emosi dengan ucapan Nabila.
"Kamu bilang apa hah, jelas jelas saya masih hidup". Ucap Alfaro mencengkram leher Nabila dan membuat Nabila tidak bisa bernafas.
"Le...pas...". Ucap Nabila terbata sambil memberontak.
"Lepasin Nabila". Ucap orang yang baru masuk siapa lagi kalau bukan Sania, dirinya baru saja selesai dari kantin dan saat masuk kedalam ruangan Adelia langsung kaget karena Alfaro mencekik Nabila.
Sania langsung berjalan menuju Alfaro yang sedang mencekik Nabila dan tanpa pikir panjang Sania menyiram Alfaro dengan kopi yang baru saja dia beli dikantin rumah sakit.
__ADS_1
"Ah panas". Teriak Alfaro karena terkena air kopi.
"Loh nggak papa kan Bil?". Tanya Sania kepada Nabila yang sedang memegang lehernya karena kesakitan.
"Gue nggak papa kok". Ucap Nabila sambil mengambil air minum yang ada dinakas.
"Heh loh mau bunuh Nabila, apa nggak cukup loh sakitin hati Nabila dan yang lebih parah loh lukain tubuh nya pakai tangan kotor loh itu, gue bisa aja laporin loh kepolisi karena telah melakukan KDRT". Marah Sania kepada Alfaro yang sedang kepanasan.
Alfaro hanya diam dan tak lama dia pergi dari ruangan itu.
"Dasar nggak tahu diri". Ucap Sania masih emosi dengan Alfaro, kalau Alfaro bukan siapa siapa Nabila pasti Sania udah bikin Alfaro patah pulang.
Sedangkan Nabila terduduk disopa dan mengusap wajahnya kasar, karena mungkin pusing dengan kehidupan nya yang akan seperti apa nantinya. "San gue serahin tugas butik sebuah ke loh". Ucap Nabila.
"Loh mau kemana?". Tanya Sania penasaran karena sepertinya Nabila akan pergi.
"Mending loh istirahat aja, udah malem". Ucap Nabila lagi menyuruh Sania tidur karena memang waktu sudah menunjukan pukul 22.15.
Karena memang sudah ngantuk Sania pun tertidur disopa. Setelah Sania benar benar terlelap, Nabila langsung keluar dari ruangan Adelia dan berjalan menuju dokter yang menangani Adelia.
***
"Permisi dok ada yang ingin bertemu dengan dokter". Ucap suster kepada dokter yang sedang beristirahat sebentar karena ini waktunya dia sip malam.
"Suruh masuk saja sus". Ucap dokter itu, suster pun langsung menyuruh Nabila masuk kedalam ruangan dokter.
"Ada apa yah bu Nabila?". Tanya dokter sambil mengisyaratkan Nabila untuk duduk dikursi yang ada didepan nya. Nabila pun duduk dikursi itu.
"Begini dok apakah besok pagi anak saya sudah boleh pulang?". Tanya Nabila.
__ADS_1
"Kalau tidak terjadi apa apa lagi dengan anak ibu, boleh saja pulang tapi ingat obatnya diminum agar gegar otaknya bisa cepat sembuh, karena kalau tidak diminum obat nya nanti takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan". Jelas dokter sambil menulis resep obat untuk Adelia.
"Baik dok". Ucap Nabila bahagia karena Adelia tidak perlu dirawat sampai berhari hari.
"Ini resep obatnya, silahkan ambil nanti pagi di apotek yah bu". Ucap dokter itu sambil menyerahkan satu buah kertas kecil kepada Nabila.
"Makasih dok, kalau gitu saya permisi dulu". Ucap Nabila pergi dari ruangan itu sedangkan dokter itu hanya mengangguk.
Saat dalam perjalanan menuju ruangan anaknya, Nabila menelepon seseorang, dan orang itu disuruh melakukan sesuatu oleh Nabila. Setelah selesai menelepon Nabila masuk kedalam ruangan Adelia dan duduk disamping Adelia, mungkin karena lelah pikiran dan badan nya Nabila tertidur.
***
Pagi harinya saat Sania bangun, dirinya langsung kaget karena diruangan Adelia tidak ada siapa siapa, Sania mencoba berpikir positif, mungkin saja Nabila dan Adelia berada ditaman rumah sakit.
Sania pun langsung keluar dari ruangan itu dan tanpa memperdulikan penampilannya yang acak acakan seperti orang gila, rambut acak acakan, baju kusut dan yang lebih parah masih ada iler disekitar mulutnya dan sampai pipi.
Orang yang melihat Sania ingin tertawa sekaligus kasihan kepada Sania, karena menurut mereka Sania gila karena kehilangan anak nya.
"Mbak yang sabar yah, pasti Allah akan beri mbak keterunan". Ucap salah satu orang yang lewat didepan Sania.
Sania langsung mengerenyitkan alis nya dengan ucapan orang itu. "Mbak saya aja belum nikah gimana mau punya anak dicolok aja belum". Ucap Sania heran.
"Oh saya kirain mbak itu gila karena kehilangan anak dan ternyata belum nikah toh, terus kenapa mbak pakaian dan rambut nya acak acakan?". Tanya orang itu lagi sambil memperhatikan penampilan Sania.
Sania langsung mengikuti arah pandang orang itu dan kaget melihat pakaiannya yang berantakan dan melihat kearah jendela yang ada disitu dan lagi lagi kaget melihat rambut dan mukan nya banyak iler.
"Ahhhkk". Teriak Sania dan orang yang ada disitu berusaha menahan tawa dengan kelakuan Sania. Sedangkan Sania langsung berlari keruangan bekas Adelia tadi dan merapikan pakaian dan tidak lupa cuci muka menghilangkan iler nya yang bertebaran dimana mana.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
__ADS_1