Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
CITRA KEPEMAKAMAN


__ADS_3

"Udah stop mah jangan buat keributan lagi". Ucap orang itu yang tak lain adalah Nabila, dirinya sebenarnya tadi tidak mau menganggu Citra dan Alfaro, tapi saat Citra akan menampar Alfaro lagi dirinya langsung menahannya.


"Mamah begini juga belain kamu Nabila, kenapa kamu terus ngebela manusia satu itu?, kamu nggak sakit hati, atau mungkin kamu benci sama Alfaro tapi dipendam?". Tanya Citra merasa heran kepada Nabila yang malah membela Alfaro.


"Nabila memang sakit hati mah, tapi mas Alfaro masih suami Nabila, Nabila nggak mau jadi istri durhaka". Jelas Nabila memang merasa sangat sakit hati.


"Kalau gitu kamu cetai saja dengan Alfaro, dengan begitu kamu nggak akan jadi istri durhaka karena kamu bukan istri Alfaro lagi". Ucap Citra malah mengusulkan untuk cerai bukannya mendamaikan Nabila dan Alfaro.


"Mamah nggak boleh ngomong gitu, Nabila nggak mau cerai sama mas Alfaro, karena bercerai adalah sesuatu yang dibenci Allah". Ucap Nabila tidak mau bercerai.


"Kenapa kamu terlalu baik dan kenapa kamu harus menikah dengan manusia biadab ini". Ucap Citra sambil menunjuk Alfaro dengan marah.


"Menurut mamah Nabila baik, tapi menurut Nabila, Nabila jauh dari kata baik, dan untuk mas Alfaro dia nggak biadab mah, dia lagi kebawa emosi, jadi lakuin ini sama Nabila". Ucap Nabila sambil tersenyum kepada Citra.


Sedangkan Citra menatap haru kepada Nabila, karena belum tentu dirinya yang ada diposisi Nabila kuat dengan cobaan yang bertubi tubi seperti itu.


"Kalau gitu mamah nggak akan pernah ikut campur rumah tangga kalian dan mamah juga nggak akan bela kamu lagi". Tegas Citra kepada Nabila, karena dirinya mau Nabila meninggalkan Alfaro agar tidak terus merasakan sakit fisik maupun mental.


Nabila yang mendengar itu merasa Citra sangat marah kepadanya, tapi apa boleh buat itu yang dirinya mau. Nabila mengejar Citra yang sudah masuh kedalam rumah.


Sedangkan Alfaro entah lah dia pergi begitu saja saat kedatangan Nabila, entah apa yang diinginkan Alfaro semua orang juga tidak tahu hanya dirinya dan tuhan yang tahu.


"Mah tunggu". Ucap Nabila kepada Citra yang ingin memasuki mobil. Citra pun tidak jadi memasuki mobil dan melihat Nabila berjalan kearahnya.


"Maafin Nabila yah untuk apa pun itu, karena Nabila banyak salah sama mamah dan Nabila belum bisa jadi menantu yang sempurna untuk mamah". Ucap Nabila langsung memeluk Citra, Citra pun membalas pelukannya Nabila dan dia tidak bicara apa pun sama Nabila.


Setelah berpelukan dengan Nabila, Citra langsung menyuruh supir untuk pergi dari kediaman Alfaro. "Apakah mamah benci sama gue sekarang, dia hanya diam aja saat gue minta maaf". Batin Nabila menatap kepergian Citra dan setelah mobil Citra sudah tidak terlihat Nabila masuk kedalam rumah.


***

__ADS_1


Dalam mobil Citra menitihkan air matanya karena dia sebenarnya tidak enak bila harus mendiamkan Nabila seperti itu, tapi ini agar Nabila tahu kalau dirinya itu peduli sama Nabila. "Pak TPU Taman Makam Islam Malaka yah". Ucap Citra kepada supirnya, supirnya hanya mengangguk.


Tak lama Citra pun sampai di TPU Taman Makam Islam Malaka. "Bapak boleh pulang duluan saja, saya kayaknya agak lama disini dan saya mohon bapak jangan beri tahu suami saya kalau saya datang kesini". Jelas Citra dan turun dari mobil.


"Baik bu". Ucap supir itu dibalik jendela mobil dan pergi dari TPU itu meninggalkan Citra sendiri.


Setelah kepergian supir, Citra berjalan menuju makam seseorang yang sudah lama tidak dia tengok, karena suaminya selalu melarangnya. Citra pun tidak lupa membeli bunga tabur.


"Assalamualaikum mas dan anak mamah sayang". Salam Citra kepada makam itu yang tak lain adalah makam mantan suami dan anak kandungnya.


"Maaf yah mas aku baru lihat kamu, soalnya aku sibuk ngurus ini itu apa lagi saat Nabila hamil, aku jadi lebih sibuk". Ucap Citra mengusap nisan anak dan mantan suaminya.


"Dan untuk kamu nak pasti kamu senang saat melihat keponakan kamu yang lucu lucu, cantik dan ganteng kamu pasti suka sama mereka, mamah kangen banget sama kamu sayang, kenapa kamu harus ninggalin mamah". Ucap Citra menahan air matanya agar tidak jatuh, karena dirinya berjanji kalau kepemakaman anak atau mantan suaminya Citra tidak boleh nangis.


"Semoga kamu tenang dialam sana yah mas, dan untuk anak kesayangan mamah juga sama semoga tenang dialam sana yah, mamah selalu mendo'akan kamu". Ucap Citra akhirnya melangar janjinya yaitu untuk tidak menangis tapi Citra tidak bisa menahannya lagi tangisannya pun mulai pecah, karena mengingat kejadian dimana saat suaminya meninggal disaat dirinya mengandung.


Flashback on


"Iya mah bentar lagi, papah selesaiin kerjaan papah dulu sebentar lagi selesai jadi sabar yah". Ucap Gading yang menatap Citra dan mengecup kening Citra. Gading memang sengaja kerja dari rumah semenjak Citra mengandung anaknya.


"Ya udah buruan mamah udah pengen banget ini". Ucap Citra memang sangat ingin memakan bakso. Sedangkan Gading hanya mengelus tangan Citra dan sesekali mengecupnya.


Karena pusing dengan Citra yang terus merengek akhirnya Gading pun menunda pekerjaannya dulu. "Iya papah beli sekarang, mamah tunggu dulu yah". Ucap Gading mengambil kunci yang berada dilaci.


"Mamah hati hati yah jaga anak papah baik baik". Ucap Gading membuat Citra heran karena kan yang akan pergi Gading bukan dirinya, tidak mau ambil pusing Citra pun mengangguk.


Gading pun pergi menggunakan mobilnya menuju tukang bakso langganan istrinya.


30 menit

__ADS_1


45 menit


60 menit


"Kenapa si papah belum pulang juga padahalkan tukang baksonya juga dekat nggak sampai satu jam juga, mungkin ngantri kali yah". Ucap Citra yang sedari tadi menunggu Gading tapi tidak datang datang.


Saat Citra menelepon ponsel suaminya tiba tiba suaranya terdengar dari arah sopa. "Kok suara ponsel papah ada disopa, pasti nggak dibawa ponselnya". Gumam Citra sambil mencari ponselnya suaminya dan benar saja ponselnya berada ditumpukan bantal sopa.


"Dasar pikun". Ucap Citra karena suaminya itu sangat pelupa, untuk sama Citra tidak lupa kalau lupa kan bahaya.


Citra pun menunggu kepulangan suaminya sambil menonton acara tv yang berbau komedi, karena dirinya tidak terlalu suka sinetron yang penuh drama. Saat sedang mentertawakan pelawak yang ada di tv tiba tiba ponsel Citra berbunyi.


Kring


Kring


..."Halo ini siapa yah?". Tanya Citra sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil minum karena haus....


..."Saya dari rumah sakit Jakarta, apa benar ini dengan ibu Citra?". Tanya orang itu....


..."Iya benar saya Citra, ada apa yah?". Tanya balik Citra....


..."Begini ibu suami ibu mengalami kecelakaan dan sekarang sudah tidak sadarkan diri atau beliau sudah tenang disisi tuhannya". Jelas orang itu....


Brak


Brak


Ponsel dan gelas kaca yang sedang dipengang Citra langsung jatuh, dan Citra langsung terduduk lemas dilantai setelah mendengar penjelasan dari balik telepon tadi.

__ADS_1


Flashback off


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2