Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
PEMAKAMAN NENEK SALWA


__ADS_3

"Nabila". Panggil lirih orang itu, Nabila yang sedang melamun pun langsung tersadar dan menoleh kearah sumber suara.


"Mamah". Kaget Nabila saat melihat Citra berada dirumah neneknya, bagaimana bisa ibu mertuanya mengetahui dirinya berada disini.


Ya orang itu adalah Citra, Citra mengetahui kalau Salwa meninggal dari Riska, karena tadi dirinya akan menjenguk Adelio, sekalian memastikan kalau Nabila sudah kembali apa belum, dan Riska langsung memberi tahunya tanpa basa basi, sebenar nya dirinya hanya tahu kalau Salwa sakit biasa saja.


Citra menghampiri Nabila, sambil menatap tidak percaya kepergian Salwa. "Ini nggak bohongan kan Bil?". Tanya lirih Citra masih tidak percaya.


Nabila tidak bisa menjawab pertanyaan Citra, karena bukannya menjawab pertanyaan Citra, Nabila malah menangis kembali padahal dia menahannya sedari tadi.


"Benar bu, nenek Salwa sudah pergi kepada yang menciptakannya". Jelas Ningsih mengerti keadaan Nabila yang tidak bisa menjawab pertanyaan Citra.


Citra langsung memeluk Nabila yang sedang menangis. "Sabar yah sayang, jangan nangis mamah jadi ikutan sedih". Ucap Citra menenangkan Nabila yang tangisannya malah semakin menjadi.


"Nenek mah nenek". Isak tangis Nabila sambil membalas pelukan Citra dengan sangat erat, bahkan air mata Nabila membasahi baju Citra.


"Stts...mamah tahu, kamu nggak boleh nangis yah, kasihan nanti nenek Salwa kalau kamu nangis terus, ikhlaskan dia yah nak". Ucap Citra menghapus air mata Nabila.


Nabila mulai berhenti menangis, tapi dia tetap memeluk Citra dengan erat, karena dengan pelukan Citra, Nabila merasa jauh lebih baik lagi.


Tak lama ustadzah dan yang lainnya pun selesai memasangkan kain kapan dan lainnya sebagainnya. "Silahkan untuk bapak bapak membawa almarhumah menuju masjid untuk disolatkan". Jelas ustadzah menyuruh suaminya yang tak lain ustad dan bapak bapak yang ada disana termasuk Alfaro dan William untuk membawa Salwa menuju masjid.


Memang Alfaro dan William ikut bersama Citra karena itu pun dipaksa oleh Citra, kalau tidak dipaksa mana mau mereka ikut kekampung Nabila.


Alfaro, William dan bapak bapak yang ada disana langsung membawa Salwa menggunakan keranda menuju masjid yang kebetulan memang dekat dengan rumah Salwa.

__ADS_1


Para lelaki pun menyolatkan Salwa dan setelah selesai mereka langsung membawa Salwa menuju pemakaman. Saat sudah sampai mereka menurunkan keranda Salwa dan mulai melakukan hak yang harus dilakukan dan Salwa juga dimakamkan dekat makam anaknya atau orang tua Nisa dan Nabila.


Saat Salwa baru dimasukan kedalam liang lahat, Nabila dan Nisa langsung menangis karena masih belum terima neneknya meninggalkan mereka.


"Nenek". Tangis mereka berdua, sedangkan Citra yang melihat itu langsung menenangkan Nabila dan Nisa ditenangkan oleh Ningsih.


"Udah Nabila ikhlaskan nenek kamu, biar dia tenang di alam sana". Nasehat Citra sambil menyenderkan kepala Nabila dibahunya dan mengusap rambut Nabila dengan lembut. Nabila mengeluarkan air matany tapi dia sudah agak tenang.


"Nisa udah jangan nangis lagi kasihan nenek kamu melihat kamu seperti ini, kamu harus ingat kalau pesan nenek kamu waktu dulu, jangan mengeluarkan air mata kamu karena nenek atau karena siapa pun". Ucap Ningsih mengingatkan pesan Salwa saat Nisa dan Nabila remaja. Nisa pun mulai tenang walaupun sekali kali mengeluarkan air mata nya, Ningsih selalu setia menenangkan Nisa.


Tak lama proses pemakaman pun selesai, ustad pun membaca doa.


^^^"ALLAHUM-MAGHFIR LAHUU (Ya Allah, ampunilah dia)". Ucap ustad sambil mengangkat tangannya untuk mengucapkan amin.^^^


^^^Ucap ustad lagi dan di aminkan oleh semua orang.^^^


"Semoga almarhumah diterima amal ibadahnya{Amin}, dan semoga keluarga yang ditinggalkan bisa menghadapapi cobaan ini, Amin yarobal alamin". Ucap ustad sambil mengusap wajahnya bertanda mengaminkan dan diikuti semua orang.


Note: Maksud dari {Amin} adalah itu suara orang orang yang mengaminkan yah.


Setelah selesai, semua orang pun bubar dan pulang menuju rumah masing masing, tak lupa orang orang pun mengucapkan berduka cita kembali kepada Nabila dan Nisa.


Nabila dan Nisa menaburkan bunga dimakan almarhumah neneknya dan tak lupa menyiramkan sebotol air kepada makam Salwa. "Nenek yang tenang disana yah, Nabila janji nggak akan nangis lagi". Ucap Nabila sambil mengusap nisan neneknya, Nabila berusah menahan tangisannya karena dirinya berjanji setelah kepergian neneknya tadi, Nabila berusaha untuk tidak sedih atau pun menangis.


"Nisa juga janji nggak akan nangis lagi, ini terakhir kalinya Nisa menangis". Ucap Nisa dan entah angin dari mana Nisa memeluk Nabila yang ada didepan nya sungguh pemandangan langka bagi Citra.

__ADS_1


"Apakah mereka harus kehilangan neneknya dulu baru akrab dan saling menguatkan". Batin Citra tidak mengerti dengan keadaan ini.


"Sayang ayo pulang, lihat mendung tuh nanti keburu hujan". Ucap Citra sambil merangkul Nabila.


"Nggak Nabila nggak mau pulang mah, Nabila mau menemani nenek disini dulu". Ucap Nabila tidak mau pulang walaupun akan hujan karena dirinya masih ingin dimakam neneknya.


"Tap-...". Ucap Citra terpotong oleh Nabila.


"Mamah kalau mau pulang pulang aja, Nabila mau disini dulu, tolong kasih waktu Nabila sendiri". Ucap Nabila memohon kepada Citra. Citra yang tidak enak pun akhir nya menuruti keinginan Nabila.


"Ya udah kalau gitu kalau kamu mau disini, mamah pulang dulu yah kasihan Adelia". Ucap Citra merasa kasihan kepada Adelia yang sedang berada dirumah Salwa dan sedang di asuh oleh Nina.


"Alfaro jagain Nabila, jangan sampai kenapa napa sama dia, ingat kalau Nabila kenapa napa, mamah nggak akan segan segan lagi sama kamu walaupun kamu bukan anak kandung mamah". Ucap Citra mengancam Alfaro, sedangkan Alfaro hanya mengangguk datar. Citra pun pulang bersama William.


"Nisa sama kamu pulang aja sana, badan kalian pasti cape". Ucap Nabila sambil menunjuk Alfaro, karena dirinya malah memanggil Alfaro dengan sebutan mas, karena masih marah sekali gus kecewa kepada Alfaro.


Sebenarnya Nisa tidak ingin pergi dari pemakaman itu, tapi karena dirinya lelah dan matanya juga sembab karena kebanyakan nangis akhirnya Nisa pun pulang bersama Alfaro.


Tinggallah Nabila sendiri menatap sendu nisan Salwa. "Nenek Nabila mau cerita tentang banyak hal sama nenek, pasti nenek pengen ketawa dengar cerita Nabila saat di Jakarta". Ucap Nabila sambil menahan tangisan nya, Nabila pun mulai bercerita dan tidak menghiraukan hujan yang mulai turun, dan jangan lupakan petir yang berbunyi sangat keras.


Saat Nabila sedang bercerita di makam Salwa, tiba tiba tubuh Nabila terasa tidak ada hujan, Nabila menatap keatas dan melihat payung warna hitam, Nabila pun melirik kearah sang pemilik.


"Kalau mau sakit jangan main hujan hujanan". Ucap orang itu dengan nada datar dan masih memayungi Nabila, yang sedang menatap dirinya.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2