Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA DICULIK


__ADS_3

Pagi harinya Nabila dikejut kan dengan Alfaro yang tidur diranjangnya, Nabila heran harusnya yang tidur bersamanya adalah Sania dan Bilqis.


"Kok mas Alfaro ada disini sih?". Gumam Nabila melepaskan pelukan Alfaro yang sangat erat.


"Bodo lah mending gue mandi aja". Lanjut Nabila berjalan kekamar mandi karena dirinya harus kebutik.


Setelah selesai mandi Nabila keluar dari kamar mandi untuk mengambil pakaian, saat sedang menutup pintu kamar mandi Nabila melihat Alfaro yang bangun tapi Nabila tidak menyapanya melainkan dirinya terus berjalan menuju lemari pakaiannya.


Sedangkan Alfaro yang melihat Nabila hanya menggunakan handuk langsung menelan ludahnya kasar, karena Nabila sangat mengoda menurutnya, tapi Alfaro menahan hasratnya karena Nabila pasti tidak mau disentuh oleh dirinya.


Setelah menetralkan nafasnya, Alfaro turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar, tapi sebelum itu Nabila bicara. "Mas jangan tidur terus dikamar aku". Ucap Nabila singkat berjalan menuju kamar mandi lagi untuk memakai pakaian.


Alfaro yang mendengar itu langsung terdiam, dan tak lama kembali berjalan menuju kamar Nisa.


***


Setelah selesai berpakaian Nabila turun dari kamar untuk sarapan, Nabila memang tidak memasak karena Citra membawa pembantu untuk memasak.


"Pagi mah". Sapa Nabila kepada Citra yang sedang menyiapkan sarapan. Citra memang sendiri datang kerumah Alfaro karena suaminya sedang pergi keluar kota karena ada urusan bisnis.


"Pagi juga sayang, duduk dulu abis itu sarapan dan minum susu nya". Ucap Citra menyuruh Nabila untuk duduk dimeja makan.


Nabila pun duduk dimeja makan dan mulai sarapan, dirinya sarapan duluan karena harus cepat cepat kebutik. "Maaf yah mah Nabila sarapan duluan, soalnya harus berangkat kebutik lebih pagi". Ucap Nabila meminta maaf karena merasa tidak enak.


"Nggak papa kok sayang, oh iya tadi Sania udah pulang sama Bilqis, mamah suruh sarapan dulu tapi katanya dia buru buru karena Bilqis mau sekolah". Jelas Citra karena Sania memang sudah pulang kerumahnya.


"Oh iya mah". Ucap Nabila sambil meminum susu yang dibuat mertuanya.


"Kalau gitu Nabila berangkat dulu yah mah". Pamit Nabila karena sudah selesai sarapan.


"Iya hati hati dijalannya jangan ngebut ngebut". Peringat Citra khawatir Nabila kenapa napa. Nabila hanya mengangguk dan berjalan menuju keluar rumah, tapi Nabila terhenti sebentar.


"Kalau mas Alfaro udah turun buat sarapan bilang kalau Nabila udah berangkat yah mah dan bilang maaf Nabila nggak bisa layani buat sarapannya". Setelah berucap seperti itu Nabila pun kembali berjalan keluar rumah.


Setelah Nabila berangkat, tak lama Alfaro dan Nisa turun dengan menggunakan pakaian kerjanya, Nisa memang masih bekerja, dia akan berhenti bekerja jika umur kandungannya udah sembilan bulan.


"Pagi mah". Sapa Alfaro dan Nisa sambil duduk dikursi.


"Hmm...". Dingin Citra karena dirinya malas menjawab dengan ucapan lain.


"Nabila mana mah?". Tanya Alfaro karena tidak melihat Nabila sarapan.


"Kamu kan suaminya, kenapa tanya mamah". Ucap Citra sengaja tidak melakukan perintah Nabila. Alfaro yang mendengar itu hanya diam dan lanjut memakan sarapannya.


Citra yang melihat Alfaro terdiam langsung senyum kecil. "Diamkan haha kasihan sekali anak ku ini tidak bisa berkata apa apa". Batin Citra yang sudah selesai sarapan.

__ADS_1


Tanpa berkata apa pun Citra langsung pergi dari meja makan itu, karena dirinya tidak mau terlalu lama dengan Nisa, kulitnya berasa gantal gitu.


Sedangkan dimeja makan Alfaro dan Nisa sudah selesai sarapan, mereka pun langsung berangkat kekantor, sebenarnya Alfaro ingin kekamar Nabila untuk memastikan Nabila baik baik aja, tapi tidak jadi karena Nisa terus menyuruhnya buru buru berangkat kekantor alasannya ada meeting dadakkan dan dilaksanakan pagi pagi.


***


Ditempat lain Nabila baru sampai dibutik, dirinya langsung masuk kebutik. Hari ini Sania tidak masuk karena tadi Sania menelepon bahwa ibunya sakit lagi, tapi bukan sakit usus buntu melainkan demam biasa.


"Pagi mbak". Sapa karyawan Nabila. Nabila hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Dinda". Panggil Nabila. Dinda pun langsung datang kehadapan Nabila.


"Iya mbak ada apa?". Tanya Dinda, karena tidak biasanya Nabila memanggil namanya.


"Kamu gantikan Sania, dia izin dulu hari ini". Jawab Nabila berjalan menuju ruangannya disusul Dinda.


"Saya harus apa aja mbak?". Tanya Dinda karena dirinya tidak tahu tugas jadi serkertaris apa saja, dirinya hanya tahu menjahit menjahit dan menjahit.


"Kamu tinggal chek chek setok bahan, baju pesenan dan kalau ada meeting kamu ikut saya dan catat apa saja yang penting, nih jadwal saya sudah tertata rapi didalam iPAD". Jelas Nabila memberikan jadwal dirinya yang sudah ditata rapi oleh Sania.


"Ok mbak, kalau gitu saya pelajari jadwal mbak dulu". Ucap Dinda sambil berjalan keluar ruangan Nabila. Nabila hanya mengangguk dan fokus kepada desainya.


***


Setelah mempelajari jadwal Nabila, Dinda kembali keruangan Nabila. "Gimana kamu udah pelajari jadwal saya?". Tanya Nabila saat melihat Dinda masuk kedalam ruangannya.


"Kalau gitu kamu boleh kembali". Ucap Nabila menatap Dinda, Dinda pun membungkuk dan pergi dari ruangan Nabila.


Tak terasa jam makan siang pun datang, sedangkan Nabila masih sibuk dengan desain pakaiannya. Saat sedang fokus menggambar tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Nabila.


Tok


Tok


"Masuk". Ucap Nabila tetap fokus ke desainnya.


"Mbak waktunya makan siang, kan nanti kita ada meeting, jadi kita harus makan siang dulu biar semangat". Ucap Dinda yang hanya diam ditengan tengah pintu.


Nabila melirik jam ditangannya dan ternyata benar ini waktunya makan siang."Kalau gitu kita makan siang direstoran yang akan ditempati nanti buat meeting biar sekalian". Ucap Nabila membereskan desain desain gambarnya.


"Ok mbak". Ucap Dinda berjalan menuju mejanya untuk mengambil iPAD dan tasnya.


"Udah?". Tanya Nabila yang baru keluar dari ruangannya.


"Udah mbak tinggal berangkat". Jawab Dinda. Mereka berdua pun berjalan menuju mobil Nabila dan berangkat kerestoran yang akan dipakai meeting dan makan siang.

__ADS_1


***


Setelah makan siang Nabila dan Dinda menunggu klien mereka karena meetingnya akan dimulai 5 menit lagi, tapi orangnya belum datang.


"Kok orangnya nggak datang datang mbak". Ucap Dinda yang mulai bosan terlalu lama menunggu.


"Sabar, udah biasa kok kalau meeting pasti ada aja yang telat". Ucap Nabila sudah biasa menghadapi situasi ini. Dinda pun hanya mengangguk.


Dan tak lama orang yang mereka tunggu pun datang. "Ah maaf kan saya karena telat". Ucap orang itu sambil duduk bersama asistennya.


"Nggak papa kok pak". Ucap Nabila sopan.


"Kalau gitu kita mulai meetingnya sekarang". Ucap orang itu. Mereka pun mulai membahas meetingnya.


*


"Jadi gimana pak, anda setuju bekerja sama dengan butik kami?". Tanya Nabila yang sudah menjelaskan keuntungan apa saja bila kliennya menyetujui kerja samanya.


Orang itu diam sebentar dan menjawab. "Oke saya setuju bekerja sama dengan butik anda". Jawab orang itu menyetujui kerja samanya.


"Kalau gitu silahkan ditanda tanggan kontraknya". Ucap Nabila sambil menyuruh Dinda menyerahkan daftar kontraknya, saat Dinda memberilan berkas itu dia tak sengaja menyenggol gelas yang berisi air alhasil air itu tumpah kepada klien Nabila.


"Aduh maaf pak saya tidak sengaja". Ucap Dinda sambil mengelap gelap baju orang itu.


"Gimana sih kamu". Bentak orang itu karena jasnya basah.


"Maaf kan sekertaris saya pak". Ucap Nabila juga meminta maaf.


"Nggak bisa gitu aja dong, jas saya ini mahal, nggak akan cukup pakai gaji kamu seumur hidup". Bentak orang itu lagi.


"Kalau begitu saya akan ganti jas bapak dengan yang baru pak". Ucap Nabila. Sedangkan Dinda hanya diam karena dirinya tidak bisa berkata kata.


"Nggak semudah itu, saya tidak akan bekerja sama dengan butik anda". Ucap orang itu sambil pergi dari restoran bersama sekertarisnya. Nabila tidak mengejar orang itu karena dirinya malas untuk memohon.


"Hiks...hiks...maaf Dinda yah mbak, gara gara Dinda kerja samanya batal". Lirih Dinda karena merasa bersalah.


"Nggak papa kok Din, ini mungkin bukan rezeki kita, kalau gitu kita kembali kebutik, tapi kamu kembali sendiri aja yah, mbak mau kerumah Sania dulu mau jenguk ibunya". Ucap Nabila tidak menyalahkan Dinda, yah walaupun dirinya harus kehilangan ratusan juta gara gara ini.


Dinda pun mengangguk sambil terus mengeluarkan air mata. "Kalau gitu Dinda duluan yah mbak, sekali lagi maaf". Ucap Dinda berjalan keluar restoran.


Setelah kepergian Dinda, Nabila pun juga keluar restoran menuju mobilnya, tapi saat akan membuka pintu mobil ada yang memegang tangannya.


"Siapa kalian?". Tanya Nabila kepada orang yang ada dihadapannya. Orang itu tidak menjawab pertanyaan Nabila melainkan membawa Nabila kemobil lain, Nabila tidak diam saja dia memberontak.


"Lepasin, To-...". Ucapan Nabila terpotong karena Nabila dibius pakai sapu tangan. Mereka membawa Nabila entah kemana dan tidak ada yang menolong Nabila karena tidak ada yang melihatnya.

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2