Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
JAGA DIA BAIK BAIK


__ADS_3

Saat ini Nabila sudah berada dirumah sakit dan dia masih menunggu dokter keluar, karena sedari tadi dokter yang memeriksa nenek Salwa belum juga keluar.


"Semoga nenek baik baik aja yah, jangan pernah ninggalin Nabila nek". Batin Nabila tidak mau kehilangan neneknya, entah mengapa pikirannya selalu mengarah neneknya akan meninggal.


"Yang sabar yah Nabila, nenek Salwa pasti baik baik saja". Ucap Ningsih sambil mengusap punggung Nabila karena sedari tadi Nabila nangis.


Nabila hanya diam, menunduk dan menangis.


Tak lama dokter keluar. "Disini ada yang namanya Nabila?, sedari tadi pasien menyebut nama Nabila". Jelas dokter karena Salwa selalu memanggil manggil nama Nabila.


"Saya dok". Jawab Nabila sambil menghampiri dokter itu.


"Silahkan ikut saya, pasien ingin bertemu dengan anda". Ucap dokter itu sangat serius. Nabila pun langsung masuk bersama dengan dokter.


"Nek". Panggil lirih Nabila saat melihat neneknya yang terbaring lemah.


"Kalau begitu saya keluar dulu". Ucap dokter setelah memeriksa nenek Salwa dan keluar dari ruangan itu.


"Nenek kenapa bisa pingsan tadi?". Tanya Nabila sambil duduk dikursi yang ada disamping brangkar neneknya.


"Nenek nggak papa kok Bil, nenek cuman mau bilang jaga Nisa baik baik yah, dan juga jaga bayi kamu jangan sampai kenapa napa, jaga kesehatan kamu juga semoga kamu selalu dilindungi Allah yah". Lirih Salwa sambil mengusap air mata Nabila yang terus mengalir.


"Kenapa tiba tiba nenek bicara seperti itu?". Tanya Nabila merasa neneknya akan meninggalkannya.


Salwa hanya tersenyum dan kembali berucap. "Nenek harap kamu selalu bahagia dan tidak ada yang membuat kamu sedih lagi, nenek selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu". Ucap Salwa lagi sambil tersenyum.


"Kalau nenek udah nggak ada didunia ini, kamu jangan tangisi nenek yah, karena itu akan membuat nenek sedih". Lanjut Salwa lagi membuat Nabila kesal karena neneknya berucap sembarangan.


"Nenek nggak boleh ngomong kayak gitu nek, nenek nggak boleh ninggalin Nabila, Nabila belum cukup membahagiakan nenek". Ucap Nabila karena memang dirinya merasa belum cukup membahagiakan neneknya.


"Kamu udah buat nenek bahagia Nabila". Ucap Salwa tidak mau cucunya merasa terbebani karena dirinya.

__ADS_1


"Ya udah terserah nenek aja deh yang penting nenek cepat sembuh biar bisa main sama Adelia". Ucap Nabila mengalihkan pembicaraan agar neneknya tidak bicara yang aneh aneh lagi.


"Dimana anak kamu?". Tanya Salwa.


"Ada diluar nek, nenek mau ketemu bentar Nabila ambil dulu Adelianya". Ucap Nabila sambil beranjak dari duduknya dan saat akan berjalan ditahan oleh Salwa. Memang anak Nabila sudah berada dirumah sakit karena tadi diantar oleh tetangganya.


"Jaga dia baik baik". Ucap Salwa dan Nabila hanya mengangguk, dan kembali berjalan keluar ruangan Salwa.


Setelah mengendong Adelia, Nabila kembali masuk lagi kedalam ruangan Salwa. "Nih nek cantik kan Adelia". Ucap Nabila berjalan menuju kursi yang dia tempati tadi.


"Halo nenek buyut". Ucap Nabila menirukan suara anak kecil.


"Nenek kok diam aja, katanya mau ketemu buyutnya". Ucap Nabila karena Salwa tidak merespon ucapannya. Saat Nabila melirik kearah neneknya dia melihat neneknya memejamkan mata, mungkin menurut Nabila neneknya tertidur, Nabila pun ingin beranjak keluar dari ruangan itu, tapi tertahan saat melihat kearah patient monitor dan melihat garis didalamnya lurus yang berbunyi tiiiiiiiiiiit.


Deg


"Nenek bangun, nenek jangan bohong sama Nabila yah nek bangun, DOKTER DOKTER". Teriak Nabila memanggil dokter, sedangkan Adelia yang berada dalam gendongan ibunya langsung menangis.


"Nenek saya dok nenek saya....". Ucap Nabila tidak dilanjutkan karena takut apa yang dikatanya nanti benar.


Tanpa aba aba dokter langsung memeriksa Salwa dan memeriksa nadinya. "Ibu silahkan keluar dulu, biar dokter bisa konsen memeriksanya". Ucap suster sambil membantu Nabila keluar karena Nabila terlihat sangat lemas.


"Nenek Salwa kenapa Nabila?". Tanya Ningsih saat melihat Nabila keluar dari ruangan Salwa, sebenar nya tadi dirinya kaget saat melihat dokter berlari keruangan Salwa dan mendengar Nabila teriak.


Nabila tidak menjawab dirinya langsung duduk dikursi tunggu, sedangkan Adelia digendong oleh Nina, karena Nina tahu Nabila lagi sedih dan anak nya nangis terus jadi dia menenangkannya.


Nabila yang tidak menjawab pertanyaan Ningsih, membuat Ningsih mulai berpikiran negatif terhadap Salwa. "Nin kamu bawa anak Nabila keluar gih, nggak baik diam dirumah sakit". Ucap Ningsih tidak mau nanti anak Nabila kenapa napa.


"Iya Bu". Ucap Nina sambil berjalan keluar rumah sakit dan menuju taman rumah sakit karena ditempat itu udaranya segar dan tidak bau obat.


***

__ADS_1


Ditempat lain saat ini Nisa sedang mencari ponsel nya yang entah berada dimana. "Dimana sih tuh ponsel perasaan tadi ada dimeja". Gerutu Nisa karena sudah mencari kemana mana tapi tidak ada.


"Mbak Nisa cari apa?". Tanya Riska saat melihat Nisa seperti sedang mencari sesuatu.


"Ponsel, liat nggak?". Tanya balik Nisa sambil memijat kepalanya karena pusing ponsel nya hilang kemana.


"Bukannya tadi ditaruh dikamar, kalau nggak salah lihat tadi ada di nakas". Jawab Riska karena tadi sehabis menidurkan Adelio, Riska melihat ponsel Nisa brada dinakas.


Nisa langsung berlari kekamar. "Eh main pergi aja, nggak bilang makasih gitu?, beda banget sama mbak Nabila". Ucap Riska membandingkan Nisa dengan Nabila.


"Mbak Nabila dimana yah, semoga dia beneran baik baik aja". Ucap Riska teringat Nabila kembali, semua orang memang sudah tahu termasuk Alfaro, tapi Alfaro hanya diam saja karena menurut nya Nabila hanya berpura pura kabur.


**


"Ini dia". Ucap Nisa saat menemukan ponselnya saat akan mengambil ponsel nya tiba tiba Nisa menyengol sebuah foto.


Brak


Foto itu langsung pecah. "Yah pecah". Ucap Nisa sambil mengambil foto itu. Saat melihat foto itu hanya foto neneknya saja yang pecah.


"Kok perasaan gue nggak enak yah". Ucap Nisa sambil mengamati foto itu dan merasa ada perasaan tidak enak didalam hatinya saat memperhatikan foto itu. Nisa kembali menaruh foto itu dan memanggil Riska untuk membersihkan pecahan kaca dari frame foto itu.


***


Nabila masih menunggu dokter keluar dan dia berdoa semoga saat dokter keluar membawa berita bahagia bukannya berita buruk.


Tak lama dokter keluar dari ruangan Salwa. "Gimana keadaan nenek saya dok?, dia baik baik aja kan dok?, jawab dok jangan diam aja". Ucap Nabila mulai emosi karena dokter malah diam aja dan menatap dirinya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Sabar Nabila biar dokter jelasin dulu, jangan emosi". Ucap Ningsih menenangkan Nabila.


"Pasien sudah...."

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2