
Saat ini Nabila dan yang lainnya sudah sampai tempat tujuan, tapi Nabila tidak tahu tempat ini ada dimana yang pasti tempat sangat indah.
"Gimana bagus kan?". Tanya Citra kepada menantu kesayangannya.
"Ini bagus banget mah, mamah sering kesini?". Tanya Nabila senang, Nabila pun melupakan masalahnya sejenak.
"Iya mamah sering kesini". Jawab Citra yang terduduk dirumput hijau dan didepannya ada air. Ya, itu adalah danau, danau itu milik keluarga Mahesa, jadi tidak ada yang bisa masuk kedanau itu tanpa izin dari yang punya danau.
Nabila pun merentangkan tangannya menikmati udara sejuk didanau itu. Saat mereka sedang menikmati pemandangan itu tiba tiba ponsel Citra berdering.
Kring
Kring
..."Halo ada apa pah?". Tanya Citra. Orang yang menghubungi Citra adalah suaminya....
..."Mamah dimana kok nggak ada pas diacara pernikahan Alfaro". Tanya William....
..."Mamah lagi didanau sama Nabila pah". Jawab Citra...
..."Kenapa mamah malah sama orang itu, cepat pulang". Ucap Wlliam tidak suka kalau Citra berdekatan dengan Nabila, karena William tidak suka dengan Nabila, sedangkan dengan Nisa entah kenapa William sangat suka....
..."Iya mamah pulang sekarang". Kesal Citra, karena kalau dirinya tidak langsung menuruti ucapan suaminya, bisa bisa rumah langsung berantakan. Citra pun langsung mematikan sambungan teleponnya....
"Sayang maaf yah mamah harus pulang sekarang, biasa aki aki itu ribet". Ucap Citra merasa tidak enak hati dengan Nabila.
"Nggak papa kok mah, Nabila pulang sama Sania aja nanti, mamah pulang aja nanti papah marah". Ucap Nabila, karena Nabila tahu papah mertuanya itu tidak menyukai dirinya.
"Maaf yah sayang sekali lagi, nanti mamah pasti sering main kerumah kok". Ucap Citra sambil cepika cepiki dengan Nabila dan Sania.
"Bye tante". Teriak Sania saat Citra sudah berjalan agak jauh.
"Kok loh nangis lagi sih". Ucap Sania saat melirik Nabila yang meneteskan air mata lagi.
"Nggak kok gue kelilipan doang". Ucap Nabila berbohong. Sania langsung memeluk Nabila untuk menguatkan Nabila, karena Sania tahu Nabila berbohong kepada dirinya.
__ADS_1
"Mending kita pulang aja yuk, mendung nih". Ajak Nabila melepaskan pelukannya dari Sania.
"Ya udah ayo". Ucap Sania setuju karena memang mendung dan sepertinya akan hujan.
Mereka pun pulang dengan menggunakan mobil yang mereka tumpangi tadi karena Citra sengaja menyuruh sopirnya untuk mengantar pulang, sedangkan dirinya menumpangi mobil yang jemput dirinya.
***
"Loh yakin mau sendirian dirumah, nggak mau gue temenin?". Tanya Sania saat sudah sampai dirumah Nabila. Sania ingin menemani Nabila karena Nabila dirumah sendirian, dia takut Nabila akan melakukan hal yang diluar dugaanya.
"Nggak usah ditemenin, gue biasa dirumah sendirian, udah sana pulang nanti keburu hujan". Ucap Nabila menyakinkan temannya yang satu itu.
"Gue nggak akan kehujanan, kan gue pulangnya pakai mobil beg*". Ucap Sania dibalik kaca mobil.
"Hehe, udah sana pulang". Ucap Nabila lagi. Sania pun tampak berpikir, apakah dirinya harus pulang atau menemani Nabila. Saat Sania akan bicara lagi tiba tiba mobilnya sudah melaju, karena Nabila menyuruh sopirnya untuk melajukan mobilnya.
"Bye". Ucap Nabila sambil melambaikan tangannya dan tersenyum melihat Sania kesal. Nabila pun masuk kedalam kamarnya, dan saat menekan hendel pintu, Nabila merasa heran kenapa pintunya tidak kekunci, padahal dirinya tadi sudah mengkunci pintu tersebut.
"Apa jangan jangan ada maling lagi". Ucap Nabila langsung masuk kedalam rumah, dan saat melihat kesekeliling tidak ada siapa pun dan barang barangnya pun masih utuh.
Nabila langsung menutup pintu itu kembali, dan berlari keluar rumah, Nabila menangis sejadi jadinya mengingat kejadian yang baru saja dia lihat. Saat Nabila menangis tiba tiba hujan pun turun dengan deras, Nabila tidak memperdulikan hujan itu dia terus menangis.
"Ya Allah kenapa Nabila harus melihat kejadian tadi, walaupun mereka sudah menikah tadi Nabila tidak kuat melihatnya Ya Allah". Batin Nabila menangis dibawah guyuran hujan itu.
Saat Nabila sedang menangis dibawah guyuran hujan tiba tiba yang memanggilnya.
"NABILA!!". Teriak orang itu langsung menghampiri Nabila.
"Loh ngapain disini hah?, kenapa loh nggak masuk kerumah". Ucap orang itu sambil memayungi Nabila.
"Kenapa loh disini bukannya loh udah pulang?". Tanya Nabila sambil melirik orang itu. Sedangkan orang itu tidak menjawab pertanyaan Nabila, orang itu membawa Nabila meneduh di pos satpam.
"Loh kenapa malah main hujan hujanan kayak film india?". Tanya orang itu sambil memberikan tisu kepada Nabila, Nabila pun menerimannya dan langsung mengelap mukannya yang basah.
"Kenapa loh belum pulang?". Ucap Nabila malah balik nanya.
__ADS_1
"Yah gue khawatir sama loh, jadi gue balik lagi". Jawab Sania. Ya, orang itu adalah Sania. Tadi dirinya balik lagi karena melihat ada mobil suami Nabila dirumahnya.dirinya bingung harusnya kan suami Nabila ada dihotel sama ular keket, tanpa banyak pikir Sania langsung balik lagi ke depan rumah Nabila.
"Loh belum jawab pertanyaan gue". Ucap Sania melirik Nabila yang melamun dan meneteskan air mata.
"Udah deh gue nggak suka loh yang lemah kayak gini, mana Nabila yang gue kenal dulu?". Ujar Sania menyemangati Nabila, tapi itu tidak berhasil, Nabila malah makin menentekan air matanya.
"Gue mau sendiri, mending loh pulang aja sana". Usir Nabila karena dirinya butuh waktu sendiri untuk menenangkan dirinya.
"Tapi-...". Ucap Sania kepotong oleh Nabila.
"Gue butuh waktu sendiri, please loh ngertiin gue". Ucap Nabila memohon. Sania pun tampak berpikir terlebih dahulu, akhirnya Sania menyetujui ucapan Nabila.
"Ok, kalau gitu, tapi loh inget kalau ada apa apa hubungin gue". Ucap Sania. Nabila pun mengangguk. Setelah bicara seperti itu, Sania pun langsung pamit kepada Nabila.
Sedangkan Nabila menatap kepergian Sania, setelah kepergian Sania, Nabila langsung pergi kesuatu tempat menggunakan taksi.
***
Ditempat lain
"Mas kira kira siapa yah yang ngelakuin kekacaun dipernikahan kita?". Tanya Nisa yang sedang memeluk suami barunya yaitu Alfaro.
"Mas lagi menyelidiki itu, kamu tenang aja, kalau pelakunya kettangkap mas akan kasih hukuman yang sangat berat". Ucap Alfaro sambil mengelus kepala Nisa.
"Tapi gimana kalau yang ngelakuin itu si mandul?". Tanya Nisa.
"Nggak mungkin, dia itu nggak tahu apa apa, kamu tahu sendiri kan gimana sikap kakak kamu". Ucap Alfaro yakin bahwa Nabila tidak melakukan itu, karena Alfaro tahu sifat Nabila kayak gimana.
Nisa langsung cemberut mendengar ucapan Alfaro karena seakan Alfaro memihak Nabila. "Kok mas malah belain si mandul". Kesal Nisa yang berajak dari tempat tidurnya.
"Mas bukan mihak dia, tapi itu kenyataan". Ucap Alfaro yang menarik tangan Nisa. Tapi karena langsung menarik dirinya sendiri san terjadi lah tarik menarik. Karena kesal akhirnya Alfaro menarik dengan kencang Nisa.
"Akhhhh".
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
__ADS_1