Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA HAMIL


__ADS_3

"Selamat yah sayang". Ucap Citra menatap haru kepada Nabila. Sedangkan Nabila yang diucapkan selamat mengerenyitkan alisnya karena kenapa ibu mertuanya mengucapkan selamat setelah Nabila pingsan.


"Selamat buat apa mah?, kan Nabila cuman pingsan, kok dikasih selamat". Ucap Nabila heran dengan ibu mertuanya.


Citra pun tersenyum dan menjawab. "Selamat kamu hamil sayang". Ucap Citra. Nabila yang mendengar itu bingung bagaimana mungkin dirinya bisa hamil padahal dirinya mandul.


Ya, Nabila memang hamil, tadi dokter menjelaskan bahwa Nabila hamil dan dia terlalu banyak pikiran jadi pingsan.


"Enggak mungkin mah, Nabila mandul". Ucap Nabila masih tidak percaya dengan ucapan mertuanya.


"Beneran sayang kamu hamil, ini semua keajaiban dari Allah". Ucap Citra menyakinkan Nabila. Nabila pun langsung menangis karena ternyata dirinya bisa hamil.


"Hiks...hiks...makasih yah Allah engkau telah memberikan hadiah yang paling indah untuk hamba". Ucap Nabila menangis bahagia, karena cita cita yang di impikannya terkabul, padahal dirinya sudah menyerah setelah di nyatakan mandul.


"Selamat yah sayang". Ucap Citra memeluk Nabila, Nabila pun membalas pelukan Citra.


"Hiks...hiks". Tangis Nabila yang semakin menjadi.


"Udah dong sayang jangan nangis terus, nanti baby nya ikutan nangis loh". Tegur Citra mengelap air mata Nabila menggunakan tisu.


"Nabila nangis bahagia mah hiks...hiks...". Ucap Nabila yang terus menangis. Citra terus mengusap punggung Nabila dengan lembut. Setelah merasa tenang Citra melepaskan pelukannya dari Nabila.


"Kamu mau makan apa?, kamu belum makan kan dari tadi pagi, mulai sekarang kamu harus rajin makan, kan kamu sedang berbadan dua". Jelas Citra tidak mau terjadi apa apa nanti sama Nabila.


"Tapi Nabila nggak selera makan mah". Ucap Nabila memang dirinya akhir akhir ini tidak selera makan mungkin bawaan hamil.


"Pokoknya selera nggak selera kamu harus tetap makan, mamah nggak mau nanti kamu sama baby nya kenapa napa". Jelas Citra. Sedangkan Nabila hanya mengangguk.


"Kalau gitu kamu mau makan apa?". Tanya Citra lagi.


"Apa aja mah yang penting pedas". Jawab Nabila. Citra yang mendengar itu kaget, karena Nabila tidak kuat pedas, kalau makan pedas sedikit aja langsung sakit perut.


"Bukannya kamu nggak suka pedas yah?". Tanya Citra bingung.


"Nggak tahu mah akhir akhir ini Nabila suka pedas, mungkin bawaan baby nya". Jawab Nabila. Citra hanya mengangguk dan pergi untuk membeli makanan pedas.


"Semoga papah kamu senang dengan kehadiran kamu nak". Gumam Nabila yang terus mengelus gelus perutnya, dan mulai meneteskan air matanya kembali, tapi Nabila buru buru mengelapnya.

__ADS_1


***


Hari pun mulai sore dan sekarang Nabila sudah diperbolehkan pulang karena Nabila sudah baik baik saja, hanya saja Nabila harus menjaga kesehatannya karena bayinya masih lemah dan bisa berpotensi keguguran kalau terlalu lelah, karena menurut dokter Nabila hanya bisa memilik satu orang anak setelah melahirkan.


"Assalamualaikum". Ucap seseorang yang baru tiba diruangan Nabila.


"Wa'alaikumsalam San". Ucap Nabila membalas salam Sania. Ya, memang itu Sania, Sania kerumah sakit karena tadi dikasih tahu sama Citra kalau Nabila boleh pulang, jadi setelah menyelesaikan pekerjaannya dibutik Sania langsung kerumah sakit.


"Kita langsung pulang?". Tanya Sania yang duduk di sopa.


"Iya, kita tunggu mamah mertua gue dulu, dia lagi ngambil obat diapotek". Jawab Nabila, karena memang tadi Citra disuruh ke apotek.


"Oh iya selamat yah, akhirnya loh bisa hamil, gue waktu dengar nggak nyangka banget". Ucap Sania memberi selamat kepada Nabila.


"Makasih yah, gue juga nggak nyangka banget". Ucap Nabila. Saat Nabila dan Sania mengobrol tiba tiba pintu ruangan terbuka dan muncullah Citra.


"Eh kamu udah sampai San?". Tanya Citra saat melihat Sania sedang duduk disopa.


"Udah dong tan". Jawab Sania.


"Kalau gitu kita pulang sekarang, sopirnya udah datang, oh iya Nabila mamah mohon kamu tinggal sama mamah yah". Bujuk Citra karena dirinya takut terjadi apa apa sama Nabila jika tinggal bersama Alfaro dan Nisa.


"Tapi-...". Ucap Citra terpotong oleh Nabila.


"Mamah tenang aja, Nabila nggak akan kenapa napa". Ucap Nabila meyakinkan ibu mertuanya. Citra pun akhirnya mengalah.


"Oke kalau gitu, kalau ada apa apa langsung hubungin mamah yah". Ingat Citra. Nabila hanya mengangguk.


"Kalau gitu ayo pulang". Ucap Sania memeluk tangan Nabila.


Mereka bertiga pun pulang mengantar Nabila kerumah Alfaro.


***


Saat sudah sampai Nabila langsung turun bersama Citra dan Sania, sebenarnya Nabila menyuruh Citra dan Sania untuk pulang karena dirinya merasa tak enak, tapi karena mereka berdua keukeuh, akhirnya Nabila setuju.


"Loh langsung istirahat aja, pasti loh cape". Ucap Sania menyuruh Nabila untuk istirahat.

__ADS_1


"Gue nggak sakit, jadi santai aja, jangan nyuruh gue ini itu". Ketus Nabila tidak suka disuruh suruh untuk istirahat karena dirinya tidak sakit.


"Kalau gitu loh mau apa, jungkir balik gitu?". Tanya Sania malas karena Nabila susah dibilangin.


"Ya kali gue jungkir balik". Jawab Nabila.


"Udah udah, kalau kamu nggak mau istirahat, duduk aja di sopa sana, mamah bikinin susu yah buat kamu". Ucap Citra menengahi perdebatan Nabila dan Sania. Citra pun kedapur untuk membuat susu hamil untuk Nabila, karena memang tadi mereka mampir ke super market untuk membeli keperluan Nabila.


"Loh ngapain masih disini?, katanya tadi kalau udah nganterin gue mau pulang". Ucap Nabila karena memang tadi Sania berbicara seperti itu.


"Jadi loh ngusir gue nih?". Tanya Sania merasa diusir.


"Iya". Jawab Nabila singat.


"Ck, gue disuruh nginep disini sama tante Citra, karena dia nggak bisa nemenin loh, biasa lah katanya aki aki nyuruh dia pulang". Jelas Sania tadi disuruh menjaga Nabila sampai besok, karena Citra tidak bisa lama lama dirumah Alfaro karena suaminya menyuruhnya pulang cepat cepat.


"Gue udah gede nggak usah dijagain". Ucap Nabila tidak mau dianggap seperti orang sakit, padahalkan dirinya hamil bukan sakit stroke.


"Pokoknya kamu harus ditemani Sania nggak ada penolakan". Ucap Citra yang baru datang dari dapur membawa segelas susu.


"Tapi mah-...". Ucap Nabila dipotong oleh Citra.


"Udah pokoknya nurut deh sama mamah". Ucap Citra keukeuh. Citra pun memberikan susu itu kepada Nabila.


"Ya udah deh". Ucap Nabila sambil menerima susu itu, saat Nabila meminumnya dirinya langsung pergi ketoilet karena mual.


"Kamu nggak papa sayang?". Tanya Citra yang sudah berada dibelakang Nabila.


"Nggak papa mah, Nabila cuman mual aja, kalau gitu Nabila istirahat dulu yah mah". Ucap Nabila keluar dari toilet dan berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.


"Nabila mau kemana tan?". Tanya Sania yang sedang memakan keripik singkong.


"Mau istirahat katanya". Jawab Citra sambil mendudukkan bokongnya di sopa.


"Lah katanya tadi nggak mau istirahat". Gumam Sania. Citra yang melihat Sania ngomong sendiri merasa aneh.


"Kamu kenapa San?". Tanya Citra. Sania langsung melirik Citra.

__ADS_1


"Eh nggak papa kok tan, biasalah anak pinter mah gini". Jawab Sania malah menyombongkan diri. Citra yang mendengar itu hanya menbulatkan matanya jengah.


__ADS_2