
Sore harinya Nabila siap siap untuk makan bersama Ridwan. Ya, mereka memang jadi untuk makan bersama direstoran yang dipilih oleh Ridwan. Dan rencananya Nina juga akan ikut makan karena diajak oleh Nabila, lebih tepatnya maksa.
"Ayo berangkat pakai motor kamu dulu, nanti naik mobil mbak". Ucap Nabila karena mobilnya disimpan dipenitipan mobil, karena kalau dibawa kerumah tidak akan muat mobilnya.
"Oke siap mbak". Ucap Nina sambil mengacungkan jempolnya tanpa setuju. Nina pun pulang untuk mengambil motor dan setelah itu dia memberhentikannya didepan rumah Nabila.
"Ayo mbak". Ucap Nina yang ada diatas motor, Nabila berjalan menuju Nina dan naik keatas motor Nina.
"Jangan kencang kencang bawa motornya yah, kasihan Adelia nanti masuk angin dan nanti takut nabrak tukang kerupuk lagi". Ucap Nabila tidak mau kejadian waktu itu terulang lagi.
"Tenang aja mbak, nggak usah bawel". Ucap Nina mulai menyalakan motornya dan melaju dengan kecepatan sedang agar Nabila tidak bawel.
***
Sedangkan ditempat lain tepat dirumah sakit, saat ini Alfaro sedang berada dirumah sakit karena kekurangan cairan dan sering migrain entah memikirkan apa hingga bisa jadi migrain.
"Jadi apakah anak saya harus dirawat dok?". Tanya Citra khawatir kalau Alfaro harus dirawat dirumah sakit.
"Tidak perlu ibu, sehabis infusannya habis pasien boleh pulang dan untuk pasien satunya lagi mari ibu ikut keruangan saya". Ucap dokter berjalan duluan menuju ruangannya disusul oleh Citra.
"Kenapa yah dok dengan Nisa, seperti penyakit dia serius sampai harus dijelaskan diruangan dokter". Ucap Citra penasaran akan penjelasan dokter.
"Pasien....". Dokter itu pun menjelaskan penyakit Nisa kepada Citra, Citra yang mendengar penjelasan dokter langsung kaget, berarti benar dugaan Citra selama ini kalau Nisa memang bukan wanita baik baik, Citra sangat yakin karena mendengar penyakit Nisa.
"Apakah bisa dioperasi dok?". Tanya Citra.
"Hmm...kalau itu nanti kita tindak lanjutin saja, tapi untuk saat ini pasien harus sering menjaga kebugaran tubuhnya dan yang paling penting jangan melakukan hubungan suami istri dulu, karena takut nanti suami dari pasien akan terkena juga". Jelas dokter yang membuat Citra langsung terkejut.
"Jadi apakah anak saya juga terinfeksi dok?". Tanya Citra takut Alfaro terinfeksi penyakit Nisa.
"Tenang saja ibu anak ibu tadi sudah saya periksa dan dia baik baik saja tidak terinfeksi". Jelas dokter agar Citra tidak khawatir kepada Alfara.
Citra yang mendengar itu langsung bernafas lega. "Alhamdulilah kalau gitu anak saya tidak apa apa, apakah Nisa harus dirawat dok?". Tanya Citra kepada dokter yang sedang menulis sesuatu.
"Tidak perlu, ini resep obat yang harus ditembus di apotek dan saya sarankan anak ibu untuk tidak memikirkan sesuatu yang dapat membuat kepalanya menjadi pusing". Ucap dokter itu sambil memberikan secarik kertas kepada Citra, Citra pun menerimanya.
"Baik dok, kalau gitu saya permisi dulu". Ucap Citra sambil beranjak dari duduknya dan pergi dari ruangan dokter. Citra berjalan menuju ruangan Alfaro.
__ADS_1
"Alfaro kenapa mah? ". Tanya Alfaro kepada Citra yang baru saja masuk.
"Kamu migrain dan kurang cairan, lagian kenapa kamu bisa migrain?, kamu mikiran apa?, Nabila? ". Tanya Citra sambil menatap Alfaro yang hanya diam.
"Kamu boleh pulang setelah infusannya habis dan untuk kamu Nisa kamu baik baik saja kamu hanya mengalami sakit biasa". Jelas Citra sengaja tidak menjelaskan penyakit Nisa, karena takut nanti Nisa drop dan kenapa napa. Citra bukan kasihan kepada Nisa tapi kalau Nisa kenapa napa pasti Nabila juga ikut kenapa napa.
Nisa hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Citra.
***
Disisi lain saat ini Nabila sudah berada di restoran yang dipilih oleh Ridwan, sedangkan yang memilih tempat belum datang. " Kok lama banget sih bang Ridwan kesininya". Ucap Nina kesal karena sedari tadi dirinya hanya menunggu Ridwan tanpa memesan makanan karena Nabila menyuruh untuk tidak memesan makanan dulu.
"Sabar dong Nin, gini deh sekarang kamu boleh mesan makanan". Ucap Nabila akhirnya membuat Nina langsung tersenyum senang karena Nina sudah lapar dari tadi.
"Yes dari tadi ke mbak". Ucap Nina langsung memanggil pelayan restoran untuk mencatat pesanan dirinya. Nina pun memesan banyak makanan, mungkin mumpung gratisan.
"Yakin kamu mau makan itu semua?". Tanya Nabila saat mendengar pesanan Nina yang banyak banget, mungkin sampai lima porsi.
"Yakin kok mbak, orang dari pagi belum makan soalnya bosen makan dirumah mulu, tadi aja makan roti coklat doang". Jawab Nina membuat Nabila tepuk jidatnya.
Saat sedang menunggu pesanan Nina, datanglah Ridwan bersama adiknya. "Hai Bil maaf telat soalnya tadi dia lama banget dandannya". Ucap Ridwan sambil menunjuk adiknya yang cemberut.
"Iya nggak papa kok Ridwan, Hai Rizky masih kenal nggak sama kakak?". Tanya Nabila sambil menyuruh Ridwan dan Rizky duduk.
"Hmm...masih kok, kak Nabila dari dulu cantik yah, tapi abang telat dapetinnya". Ucap Rizky membuat Ridwan langsung memukul kepala Rizky dengan pelan.
Suasana pun langsung canggung karena ucapan Rizky tadi, tapi tidak lama Nina langsung teriak saat melihat Rizky. "Cowok manja, ngapain loh disini?". Tanya Nina kaget saat melihat Rizky ada dihadapannya.
"Cewek bar bar, harusnya gue yang nanya kenapa loh ada disini?". Tanya balik Rizky juga kaget saat melihat Nina ada dihadapannya.
"Gue ikut mbak Nabila lah". Jawab Nina sambil memakan makanannya yang baru saja datang.
"Gue juga ikut abang gue kesini". Ucap Rizky yang menatap Nina makan dengan rakus.
"Emang abang loh bang Ridwan?, kenapa bisa beda banget mukanya". Ucap Nina saat membandingkan wajah Rizky dan Ridwan yang berbeda.
"Maksud loh apa orang kita mirip gini". Ucap Rizky kesal karena Nina mengejek wajahnya yang tampan itu.
__ADS_1
"Tunggu dulu, Nina kan kamu sekampung sama Rizky kok baru tahu kalau Ridwan abangnya Rizky?". Tanya Nabila merasa heran dengan Nina dan Rizky.
"Idih lagian ngapain kepoin keluarga nih orang males banget". Ucap Nina memang tidak suka dengan Rizky, bahkan Nina benci kepada Rizky karena Rizky sangat manja.
"Kalian jangan saling benci nanti jadi cinta loh". Ucap Ridwan mulai menggoda Rizky dan Nina yang sedang saling menatap seperti ingin memakan satu sama lain.
"Idih najis banget gue sama dia jijik mikirinnya aja". Ucap Nina sambil menunjuk Rizky yang juga bicara sama dengan Nina.
Sedangkan Nabila dia hanya diam saja entah kenapa perasaannya tidak enak sejak tadi, mungkin karena Nabila banyak pikiran jadi perasaan dia tidak enak sedari tadi dan Nabila pun entah kenapa merasa agak pusing.
Ridwan yang menyadari Nabila hanya diam langsung menyadarkan Nabila. "Loh nggak papa Bil?". Tanya Rizky. Nabila pun langsung tersadar dari lamunannya.
"Hmm...kayaknya gue harus pulang deh, soalnya badan gue nggak enak nih". Ucap Nabila merasa tidak enak badan.
"Ya udah deh kalau loh nggak enak badan istirahat aja, kapan kapan kita makan bareng lagi". Ucap Ridwan tidak bisa melarang Nabila.
"Maaf yah Rid". Ucap Nabila merasa tidak enak dengan Ridwan.
"Iya nggak papa kok Bil, perlu gue anter nggak pulangnya?". Tanya Ridwan karena takut terjadi apa apa nanti dijalan.
"Nggak perlu gue bisa sendiri kok". Ucap Nabila berdiri dari duduknya dia mulai kehilangan kendali karena pusing, Ridwan pun langsung menangkap Nabila agar tidak jatuh.
"Loh beneran nggak papa kan?". Tanya Ridwan yang masih memengan bahu Nabila.
"Gue beneran nggak papa kok cuman pusing sedikit doang". Jawab Nabila sambil menjauhkan tangan Ridwan dari bahunya karena merasa risih.
"Gue duluan yah, ayo Nin". Ucap Nabila berjalan dan tidak lupa dibantu oleh Nina. Sedangkan Ridwan hanya menatap kepergian Nabila.
"Abang suka yah sama mbak Nabila?, gebet aja bang orang mbak Nabila udah cerai sama suaminya". Ucap Rizky sambil menunjukkan ponsel yang berisi tentang berita Nabila.
"Itu cuman gosip kali nggak usah percaya gosip, mending kita makan sekarang gue udah laper nih". Ucap Ridwan tidak percaya bila Nabila bercerai karena waktu itu suaminya marah saat Nabila bersama dirinya itu berarti suaminya cemburu jadi tidak mungkin bercerai.
Mereka pun memesan makanan.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
PENGUMUMAN PENGUMUMAN!!!!
__ADS_1
Hai semua silahkah mampir ke karya baru Author❤🥰👇