Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
KEPUTUSAN YANG SUDAH BULAT


__ADS_3

Saat ini Nabila sedang berada didalam kamar neneknya, dia sedang melihat lihat barang barang milik neneknya untuk separuh diberikan kepada yang membutuhkan.


"Kamar nenek masih seperti dulu bersih dan rapi". Batin Nabila sambil melihat keseluruh kamar Salwa dan menemukan lemari kayu yang sudah lama tapi masih kuat, bahkan rayap saja tidak ada.


Nabila berjalan menuju lemari itu dan membukanya. "Dan baju nenek masih ini tidak pernah ada yang lain". Batin Nabila lagi, karena memang Salwa tidak mau membeli pakaian karena menurutnya buat apa membeli pakaian kalau yang lama masih bisa digunakan.


Nabila mengambil separuh baju neneknya yang masih bagus dan ditaruh diatas ranjang, saat sedang mengeluarkan baju Nabila melihat semua kotak berwarna coklat, karena penasaran Nabila mengambilnya dan Nabila duduk diranjang.


Nabila mulai membuka kotak itu, belum sempat Nabila melihat isi kotak itu tiba tiba ada yang masuk kedalam kamar. "Nabila ada Sania katanya sama pengacara kamu". Ucap Ningsih yang juga sedang mencari barang barang Salwa untuk dikasihkan kepada orang yang membutuhkan.


"Iya bu Nabila kesana sekarang". Ucap Nabila menutup kotak itu dan menaruhnya di dalam lemari kembali.


"Bu tolong bawa baju nenek keruang tamu yah, itu udah Nabila pilih pilihin tinggal dikasih ke orang aja". Ucap Nabila sambil menunjuk baju baju Salwa yang ada diatas ranjang, Ningsih hanya mengangguk.


Nabila berjalan keluar menuju Sania dan pengacara milik dirinya. Saat Nabila keluar Sania langsung memeluk Nabila dengan erat. "Loh yang kuat yah, gue turut berduka cita atas meninggalnya nenek loh". Ucap Sania sambil mengeluarkan air matanya.


"Gue nggak papa kok San, gue udah ikhlas atas perginya nenek, jadi loh jangan nangis yah". Ucap Nabila mengusap air mata Sania menggunakan tangannya.


Sania melepaskan pelukkannya dan menatap Nabila dengan serius. "Loh beneran nggak papa kan?, loh nggak boleh memendam rasa sedih loh sendiri, gue teman loh jadi loh harus berbagi". Ucap Sania dengan serius.


"Gue beneran nggak papa Sania". Ucap Nabila meyakinkan Sania bahwa dirinya baik baik saja.


"Awas aja kalau loh bohong gue nggak akan maafin loh dan nggak mau jaga butik loh lagi, karena masih banyak yang mau nerima gue". Ucap Sania mulai kumat sifat sombongnya.


"Iya iya terserah loh deh". Ucap Nabila tidak mau cari ribut dengan Sania karena akan panjang urusannya.


"Kenapa loh nyuruh gue bawa pengecara loh?, emang nenek loh meninggal karena dibunuh?". Tanya Sania sambil duduk kembali dikursi.

__ADS_1


"Sttss..kalau ngomong itu jangan sembarangan, gue nyuruh loh bawa pengacara buat...". Ucap Nabila mengembuskan nafasnya dengan kasar.


"Buat ngurus penceraian gue sama Alfaro". Ucap Nabila sambil menunduk karena tidak mau menatap Sania karena takut dirinya akan nangis.


Sedangkan Citra yang mendengar ucapan Nabila langsung menjatuhkan minuman yang dia bawa dari dapur untuk Sania dan pengacara Nabila.


Prang


Nabila langsung menoleh kearah pintu dan kaget melihat Citra yang menjatuhkan air minum yang dibawa. "Mamah hati hati dong kalau bawa air, kalau gelasnya kena kaki mamah gimana?". Tanya Nabila sambil menghampiri Citra yang diam membeku.


Nabila menghembuskan nafas kasar, karena pasti Citra sudah mendengar ucapannya bersama Sania. "Mamah duduk dulu biar Nabila jelasin". Ucap Nabila membawa Citra untuk duduk dikursi.


"Yang mamah dengar benar kok, Nabila akan bercerai dengan mas Alfaro karena Nabila udah nggak kuat jalanin ini semua, jadi Nabila mohon mamah hargain keputusan Nabila". Jelas Nabila menatap lurus kedepan.


"Tapi kenapa kamu harus cerai sama Alfaro, mamah tahu Alfaro emang keterlaluan sama kamu, tapi apakah kamu nggak bisa memaafkan dia untuk kali ini aja". Ucap Citra tidak terima bila Nabila harus bercerai dengan Alfaro.


"Tapi apa alasannya?". Tanya Citra tidak mau Nabila bercerai dengan Alfaro kalau alasannya tidak masuk akal.


"Mamah nggak perlu tahu, karena ini urusan kami berdua". Jawab Nabila menatap Citra sambil tersenyum agar mertuanya tidak sedih.


"Tapi mamah nggak rela kamu jauh dari mamah". Ucap Citra tidak mau hubungannya dengan Nabila putus karena Nabila dan Alfaro berpisah.


"Mamah bisa ketemu kapan aja sama aku dan Adelia". Ucap Nabila tidak akan menghalangi Citra untuk bertemu dengannya dan juga Adelia.


"Kalau kalian bercerai bagaimana nasib Adelia?". Tanya Citra yang sudah mengeluarkan air matanya sambil mengenggam tangan Nabila.


"Adelia pasti akan baik baik aja mah". Jawab Nabila yakin kalau anaknya tanpa ayah pun tidak akan terjadi apa apa.

__ADS_1


"Tap-...". Ucapan Citra terpotong oleh Nabila.


"Nabila mohon mamah hargain keputusan Nabila mah dan jangan tahan tahan Nabila untuk bercerai dengan mas Alfaro". Ucap Nabila sudah benar benar membulatkan keputusannya.


Citra memeluk Nabila dan menangis. "Oke mamah hargain keputusan kamu, semoga ini jalan terbaik untuk kalian berdua". Ucap Citra akhirnya setuju kalau Nabila memang harus bercerai dengan Alfaro.


"Terima kasih mah". Ucap Nabila membalas pelukan Citra dan mengusap punggung Citra dengan lembut.


"Saya bilang saya tidak setuju kalau kita bercerai". Ucap Alfaro yang baru saja datang entah dari mana. Nabila langsung menoleh kearah sumber suara.


"Aku nggak mau tahu kamu mau atau nggak kita harus cerai agar tidak ada lagi yang merasa sakit hati". Ucap Nabila tidak mau karena rumah tangganya banyak orang yang tersakiti termasuk Citra mertua yang sangat baik kepada Nabila.


Karena emosi akhirnya Alfaro menyetujui ucapan Nabila. "Oke kalau itu mau kamu kita cerai". Ucap Alfaro dengan penuh marah langsung menghampiri pengacara Nabila dan meminta surat yang harus ditanda tangani oleh Alfaro.


Entah kenapa saat Alfaro mengucapkan itu membuat Nabila merasa sedih dan tak terasa dia mengeluarkan air matanya padahal dia sudah berjanji tidak akan mengeluarkan air matanya.


"Sekarang kamu puas?". Tanya Alfaro yang masih diliputi amarah, Alfaro masuk kedalam untuk mengambil kunci mobilnya.


"Kamu mau kemana Alfaro?". Tanya Citra saat melihat Alfaro masuk kedalam mobilnya.


"Pulang ke Jakarta". Jawab datar Alfaro dan pergi dari kediaman Nabila.


Tetengga yang melihat keributan dirumah Salwa langsung pada kumpul dan melihat kejadian Nabila dan Alfaro bertengkar. "Seperti nonton sinetron ku menangis yah". Ucap salah satu warga dan di angguki oleh warga lain.


"Mamah harap kamu tidak menyesal sayang". Ucap Citra menepuk bahu Nabila dan masuk kedalam rumah.


Sania yang melihat Nabila rapuh langsung memeluk Nabila. "Gue yakin ini keputusan yang terbaik yang loh pilih". Ucap Sania yakin ini adalah keputusan bulat yang sudah Nabila buat, karena Nabila adalah orang yang tidak pernah ngomong sembarangan tentang hal yang serius.

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2