
"Ada apa ini ribut ribut?". Ucap Nabila. Semua orang pun langsung melihat kearah sumber suara itu.
"Ini dia nih yang punya butik, balikkan uang kita, saya nyesel pesan baju disini, bahan luntur, dicuci sekali masa langsung sobek". Ujar orang itu.
"Kalau gitu saya boleh liat baju nya ibu". Ucap Nabila ramah. Orang itu pun memberikan baju yang diminta Nabila. Saat Nabila melihat baju itu, ternyata benar itu baju dari butiknya. Nabila berpikir keras mana bisa baju dari butiknya luntur, Nabila menggunakan bahan yang sangat bagus untuk bajunya.
"Kalau begitu saya mohon maaf ibu, saya akan ganti uang kerugian ibu ibu semua, sekali lagi saya mohon maaf". Ucap Nabila meminta maaf.
"Kenapa loh ganti rugi?, emang baju itu dari butik kita?". Tanya Sania tidak terima Nabila ganti rugi begitu saja.
"Ini kan salah butik kita, jadi kita harus ganti rugi". Jawab Nabila tidak mau memperpanjang masalah. Sania pun diam.
"Nggak bisa langsung ganti rugi gitu aja dong, saya mau butik ini ditutup". Ucap orang itu tidak mau Nabila ganti rugi begitu saja.
"Nih emak emak, udah bagus bos saya mau ganti rugi, kalau nggak mau bos saya ganti rugi ya udah sana pergi, ngapain nyuruh orang tutup butik begitu aja". Kesal Sania tidak terima dengan ucapan orang tadi.
"Eh mbak kalau ganti rugi itu ya harus kan ini kesalahan butik bos kamu". Ucap orang itu dan di benar kan oleh ibu ibu yang lain.
"Gini deh, kita bawa aja urusan ini kekantor polisi gimana mau nggak?". Tanya Sania agar hukum yang menentukan siapa yang salah. Orang itu langsung terdiam ketika mendengar kata polisi.
"Gimana mau nggak?". Tanya Sania menyeringai karena dirinya tahu sekarang, bahwa orang yang ada dihadapannya adalah suruhan seseorang.
"Udah nggak usah, kalian cukup ganti rugi saja". Ketus orang itu.
"Tapi saya kayaknya mau lapor ke polisi saja deh, karena ibu sudah buat kerusuhan di butik kami". Ucap Sania terus menakuti orang itu.
"Hmm...ya udah jangan ganti rugi". Ucap orang itu pergi begitu saja bersama ibu ibu yang lainnya.
"Haha takut yah bu". Teriak Sania tertawa puas.
"Maaf yah semuanya atas kekacaun ini, saya harap ibu ibu masih percaya dengan butik kami". Ucap Nabila meminta maaf kepada langganannya.
__ADS_1
"Saya pasti akan selalu beli baju disini, soalnya bahannya bagus dan nyaman, dan lagi pasti orang tadi cuman mau buat keributan aja". Ucap salah satu pelanggan itu percaya terhadap kualitas baju dari butik Nabila.
"Terima kasih ibu, silahkan lanjutkan belanjanya". Ucap Nabila tersenyum manis kepada pelangganya, dan berjalan menuju ruangannya bersama Sania.
"Ah pagi pagi udah liat orang ribut". Ucap Sania yang duduk di sopa dekat Nabila.
"Kira kira siapa yah yang nguruh ibu ibu tadi?". Tanya Sania penasaran dengan siapa pelakunya.
"Udah lah jangan dibahas, mending loh cari kegiatan, belajar jahit kek apa kek". Ucap Nabila tidak mau membahas masalah yang baru saja terjadi.
"Nggak ah males, mending gue main bola dari pada harus ngejahit". Ucap Sania malas kalau disuruh belajar menjahit.
"Serah loh deh". Ucap Nabila yang fokus kepada laptopnya karena dia harus menyelesaikan sesuatu.
Saat Nabila sedang fokus tiba tiba Sania berbicara. "Kita jalan jalan yuk, jamuran nih gue diam dibutik mulu". Ajak Sania karena dirinya sangat gabut.
"Nggak ah gue males jalan jalan". Tolak Nabila yang masih fokus kepada layar laptopnya.
Nabila yang mendengar makanan pedas langsung tergiur. "Kalau gitu ayo berangkat sekarang". Ucap Nabila yang langsung berdiri dari duduknya. Sania yang melihat reaksa Nabila langsung tersenyum, karena dia berhasil membuat Nabila untuk jalan jalan.
Mereka berdua pun pergi ketempat yang menyediakan aneka makanan pedas.
***
Saat sudah sampai Nabila dan Sania langsung memesan makananya pedasnya.
"Mbak saya mau, seblak level paling tinggi, bakso sambelnya yang banyak, mie ayam juga sambelnya yang banyak, terus cake coklat sama minumnya jus jeruk dan jus mangga". Ucap Nabila kepada pelayan. Sedangkan Sania yang mendengar pesananya Nabila yang banyak langsung melongo.
"Loh nggak salah kan?, itu banyak banget dan pedas pedas, gimana kalau nanti baby nya kepedasan". Ucap Sania khawatir bayi nya kenapa napa.
"Sttt, jangan banyak tanya, udah cepetan loh mau pesan apa?, mbak nya udah nungguin juga". Ucap Nabila tidak mau banya bicara. Sania pun memesan satu porsi bakso dan jus jeruk.
__ADS_1
Tak berselang lama makanan pun datang. "Silahkan dinikmati mbak". Ucap pelayan itu ramah. Sedangkan Nabila dan Sania hanya mengangguk.
"Selamat makan". Ucap Nabila langsung melahap makanannya dengan rakus, Sania yang melihat itu sampai menelan ludah dengan kelakuan Nabila yang rakus memakan makanannya.
"Pelan pelan Bil, nanti keselak gue yang repot". Ucap Sania memperingati Nabila. Sedangkan Nabila tidak mendengarkan ucapan Sania.
"Uhuk uhuk". Suara Nabila tersendak makanannya.
"Gue bilang apa makannya pelan pelan aja". Omel Sania sambil memberikan air minum kepada Nabila, dan Nabila langsung meminumnya hingga habis.
"Hehe maaf abisnya makanannya enak banget". Ucap Nabila yang kembali memakan baksonya. Sania hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Nabila yang kayak anak kecil.
Saat sedang asik makan tiba tiba ponsel Sania berdering, Sania langsung mengangkatnya, saat mendengar suara orang dari balik telepon Sania langsung kaget.
"Bil gue harus pulang sekarang, ibu gue tiba tiba pingsan dan sekarang dia ada dirumah sakit". Ucap Sania karena memang tadi yang menelponya adalah kakaknya mengabarkan bahwa ibunya dirumah sakit.
"Oh ya udah sana pulang, semoga ibu loh nggak papa". Ucap Nabila. Setelah mendengar ucapan Nabila, Sania langsung pergi menuju rumah sakit.
Sedangkan Nabila kembali makan, saat dirinya sedang asik makan tiba tiba ada yang menyapanya. "Permisi, saya boleh duduk disini, soalnya tempat duduk yang lain penuh". Ucap orang itu. Nabila yang mendengar itu langsung melihat kesekeliling dan ternyata benar tempat duduknya penuh.
"Oh silahkan mas". Ucap Nabila tidak masalah. Orang itu pun duduk didepan Nabila. Orang itu terus memperhatikan Nabila yang sedang makan mie ayam, orang itu tersenyum tipis. Sedangkan Nabila tidak peduli dengan orang didepannya dirinya tetap fokus pada makanannya.
"Perkenalkan nama saya Willi". Ucap orang itu memperkenalkan dirinya, sedangkan Nabila hanya tersenyum dan kembali makan.
"Nama kamu siapa?". Tanya Willi.
"Nabila". Jawab Nabila singkat. Sedangkan Willi hanya mengangguk. Saat Nabila dan Willi sedang makan tiba tiba ada yang memanggil Nabila dengan sangat keras.
"NABILA!!!". Teriak orang itu.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
__ADS_1