Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NISA SADAR


__ADS_3

Tiga hari sudah Nisa dirumah sakit dan dirinya masih belum sadarkan diri, tapi Nisa sudah tidak kritis lagi. Sedangkan anaknya di asuh dulu oleh Nabila, itung itung belajar sebelum kelahiran buah hatinya.


"Sayang mending kamu pulang aja gih, biar mamah aja yang jaga Nisa". Bujuk Citra karena dari tadi Nabila disuruh pulang tapi tidak mau.


"Nggak usah mah Nabila nunggu disini aja, sambil jagain baby nya". Tolak Nabila masih tidak mau pulang.


Tiba tiba anak Nisa nangis, Nabila langsung ngasih susu kepada anak Nisa. "Cup cup jangan nangis yah sayang". Ucap Nabila menenangkan anak Nisa dan tak lama anak Nisa pun tertidur.


"Dia tidur Bil?". Tanya Citra yang tidak mendengar suara tangisan bayinya lagi.


"Iya mah tidur". Jawab Nabila berjalan menuju kotak bayi yang berada dekat dengan brangkar Nisa. Saat sudah menidurkan anak Nisa, Nabila melihat pergerakan dari tangan Nisa.


"Mah tangan Nisa gerak gerak". Ucap Nabila yang langsung memencet tombol untuk memanggil suster atau dokter.


Dan tak lama suster dan dokter pun datang."Ada apa mbak?". Tanya dokter itu kepada Nabila yang sedang menatap Nisa.


"Ini dok adik saya tangannya gerak gerak tadi". Jawab Nabila.


"Kalau gitu, mbak sama ibu dan bayinya boleh keluar dulu, saya harus meriksa pasien". Jelas dokter. Nabila dan Citra keluar bersama anak Nisa yang digendong oleh Nabila.


"Semoga Nisa beneran sadar". Batin Nabila saat sudah diluar ruangan Nisa.


Saat mereka berdua sedang menunggu, datanglah Alfaro. "Kenapa kalian diluar?". Tanya Alfaro kepada Nabila dan Citra.


"Nisa lagi diperiksa soalnya tadi tangannya gerak gerak". Jawab Citra melirik Alfaro yang menghampiri anaknya yang sedang digendong oleh Nabila.


"Kamu mau gendong mas?". Tanya Nabila karena Alfaro belum sama sekali mengendong anaknya karena masih tidak berani dan tidak bisa.


"Kamu gendongnya seperti ini mas, nggak usah takut nggak akan kenapa napa kok". Ucap Nabila meyakinkan Alfaro yang tampak ragu ragu. Nabila pun mulai memberikan bayinya kedalam gendongan Alfaro.


Citra yang melihat Nabila dan Alfaro begitu dekat menjadi terharu karena tidak seperti biasanya. "Ya Allah bisa kah engkau buat keluarga kecil anak hamba baik baik saja, jangan menguji mereka dengan ujian yang berat Ya Allah". Batin Citra menatap Nabila dan Alfaro tersenyum melihat bayinya.


Citra menghapus air matanya dan bertanya kepada Alfaro. "Kamu udah nemu nama untuk anak kamu belum?". Tanya Citra kepada Alfaro.

__ADS_1


"Udah mah, namanya Adelio Putra Mahesa". Ucap Alfaro sambil menatap anaknya yang sedang tertidur.


"Nama yang bagus". Ucap Citra menyukai nama cucunya.


"Hai baby Adelio semoga kamu bisa membanggakan kami yah, jangan sampai kamu kayak mami kamu". Ucap Citra membuat Alfaro bernafas kasar kepada ibunya karena bicara sembarangan.


"Mamah nggak boleh ngomong gitu dong didepan baby nya". Ucap Nabila, Citra hanya diam karena tidak suka kalau Nabila membela Nisa.


Dokter keluar dari ruangan Nisa. "Gimana dok keadaan adik saya?". Tanya Nabila kepada dokter.


"Alhamdulilah pasien sudah sadar". Jawab dokter itu.


"Alhamdulilah". Ucap Nabila bersyukur Nisa sudah sadar.


"Kalau gitu kami boleh masuk dok?". Tanya Nabila kepada dokter.


"Silahkan mbak". Ucap dokter itu mempersilahkan Nabila dan yang lainnya masuk kedalam ruangan Nisa. Mereka pun masuk kedalam ruangan Nisa, sedangkan dokternya pergi memeriksa pasien yang lain.


"Kamu kenapa diam aja Nis?". Tanya Nabila lagi, sedangkan Nisa malah menatap tidak suka kepada Nabila.


"Oh iya nih bayi kamu, namanya Adelio Putra Mahesa". Jelas Nabila menaruh Adelio disamping Nisa. Tapi Nisa malah menyuruh Nabila untuk mengambil anaknya lagi.


"Pergi aku nggak mau". Ucap Nisa tidak mau dekat dengan bayinya. Semua menatap heran kepada Nisa, bagaimana bisa seorang ibu tidak mau menerima anaknya sendiri.


"Nis ini anak kamu, masa kamu nggak mau megang sedikit pun". Ucap Nabila.


"Tapi aku nggak mau, bawa pulang aja aku nggak mau". Ucap Nisa mulai marah.


"Pasien mungkin masih mengalami trauma karena melahirkan, tapi tenang aja itu cuman sebentar kok". Jelas suster yang masih mengecek keadaan Nisa. Nabila pun mengerti dengan penjelasan dokter.


"Kalau gitu mending kamu pulang aja, Nisanya juga sudah sadar, kamu pulang diantar supir mamah saja". Ucap Citra karena takut terjadi apa apa kepada Nabila yang sudah beberapi hari kurang istirahat.


"Ya udah kalau gitu Nabila pulang dulu, kalau baby nya mau ditaruh disini apa Nabila bawa aja?". Tanya Nabila kepada Citra.

__ADS_1


"Kamu bawa saja, nggak baik juga kalau bayi terlalu lama dirumah sakit". Jawab Citra.


"Kalau gitu Nabila pulang sekarang, Assalamualaikum". Ucap Nabila berjalan keluar dari ruangan Nisa.


"Mamah juga pulang aja, biar Alfaro yang jagain Nisa". Ucap Alfaro setelah kepergian Nabila.


"Tapi kamu nggak papa sendirian?". Tanya Citra takut Alfaro membutuhkan sesuatu tapi kesusahan.


"Alfaro bisa kok mah, mamah pulang aja nanti sakit". Jawab Alfaro yakin bisa melakukannya sendiri.


"Ya udah kalau gitu mamah pulang, kalau butuh apa apa langsung telepon mamah, besok mamah kesini lagi". Ucap Citra keluar dari ruangan Nisa.


"Kamu butuh sesuatu?". Tanya Alfaro kepada Nisa, sedangkan Nisa hanya mengeleng.


"Kamu istirahat aja lagi". Ucap Alfaro lagi sedikit pertahian kepada Nisa, Nisa pun mengangguk dan mulai memejamkan matanya kembali.


***


Dalam perjalanan Nabila pergi dulu kesuper market yang ada didekat rumah sakit untuk membeli perlengkapan Adelio. "Bapak boleh jalan jalan dulu kemana kek, soalnya saya pasti lama didalam super market". Ucap Nabila kepada supir mertuanya.


"Nggak papa non, saya nunggu aja disini". Ucap supir itu tidak enak bila pergi begitu saja walaupun sudah di izinin. Nabila keluar dari mobil dengan membawa Adelio menggunakan stroller bayi.


Didalam super market


Nabila membeli banyak barang itu semua keperluan Adelio. "Beli apa lagi yah?". Tanya Nabila kepada dirinya sendiri.


Saat sedang berpikir tiba tiba Adelio nangis dan itu membuat semua orang melirik Nabila. Nabila langsung mengendong Adelio dan memberikan botom susu kepada Adelio. "Jangan nangis yah sayang". Ucap Nabila. Adelio pun mulai tenang, Nabila menaruh Adelio lagi di stroller.


"Kasihan banget yah, suaminya kemana coba". Ucap ibu ibu yang berada didekat Nabila. Ibu ibu itu salam paham kepada Nabila karena menurutnya Nabila single parent. Nabila yang mendengar itu hanya tersenyum kecil.


Nabila kembali mendorong stroller dan kembali berbelanja, tanpa memperdulikan keritikan orang disekitarnya, karena ada yang menyebut Nabila kupu kupu malam lah ini itu lah pokoknya banyak.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2