Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
ACARA TUJUH BULANAN NABILA


__ADS_3

Dua bulan sudah Nabila berada di apartemen, dirinya tidak pulang dan Alfaro pun tidak ada mengunjunginya, tapi Nabila tidak merasa sedih, dirinya justru merasa lebih tenang sekarang. Nabila akan pulang saat sudah melahirkan anaknya.


Nabila bukannya menjadi istri yang tidak bertanggung jawab, tapi dirinya masih merasa kecewa kepada Alfaro.


Nabila saat ini sedang bersiap siap menuju rumah Citra karena ini hari tujuh bulanan Nabila. Ya, memang kandungan Nabila sudah menginjak tujuh bulan dan sekitar dua bulan lagi Nabila akan melahirkan anak pertamanya.


Nabila melaksanakan acara tujuh bulanan itu juga karena dipaksa Citra, sebenarnya dirinya tidak mau membuat acara tujuh bulanan yang megah karena dengan acara kecil kecilan saja sudah cukup, tapi apa daya jika Citra sudah memaksa.


Setelah selesai mempersiapkan semuanya Nabila langsung keluar dari apartemen, dan saat sudah diluar Sania sudah menunggu, Nabila memang selama satu bulanan ini selalu diantar jemput Sania.


"Langsung berangkat?". Tanya Sania.


"Iya, mampir dulu sebentar di toko kue, mamah suruh gue beli kue dulu". Jelas Nabila memang disuruh membeli kue untuk acara tujuh bulanan.


"Ok kalau gitu". Ucap Sania naik kedalam mobil dan disusul Nabila. Mereka berangkat menuju toko kue langganan Citra.


***


Tak berselang lama mereka berdua pun sampai, Nabila langsung turun dan masuk kedalam toko itu. "Halo tan, gimana kuenya pesanan mamah udah jadi belum?". Tanya Nabila kepada pemilik toko itu.


"Udah dong, sebentar tante siapin dulu". Ucap orang itu yang bersama Evi.


Saat Nabila menunggu dirinya kaget saat melihat orang yang baru saja datang ke toko kue Evi. "Mas Alfaro ngapain kesini?". Tanya Nabila menghampiri Alfaro.


"Bukan urusan kamu". Ucap Alfaro yang kembali ketus terhadap Nabila.


"Mas mau beliinaku kue yah untuk acara tujuh bulanan aku". Ucap GR Nabila. Sedangkan Alfaro mengerenyitkan dahinya.


"Acara tujuh bulanan?, kamu yakin anak itu anak saya?". Tanya Alfaro yang langsung membuat Nabila terdiam. Dan tak lama Nabila tersenyum.


"Kamu mau anggap anak ini anak kamu atau bukan nggak papa kok, nanti kamu ini yang akan menyesal". Ucap Nabila sambil mengambil kue yang baru saja diambil oleh Evi.


"Makasih yah tan, Nabila pamit dulu, oh iya kalau bisa nanti tante datang yah keacara tujuh bulanan Nabila". Ucap Nabila pamit berjalan keluar toko. Sedangkan Evi hanya mengangguk dan menatap Alfaro dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kamu mau ambil pesanan kue kamu?". Tanya Evi kepada Alfaro yang sedang melamun.


"Alfaro". Panggil Evi.


Alfaro pun tersadar dari lamunannya. "Eh iya tan, udah jadi?". Tanya Alfaro. Evi pun mengambil kue pesanan Alfaro.


"Kamu tumben pesan kue?, buat siapa?". Tanya Evi sambil memberikan kotak yang berisi kue coklat pesanan Alfaro.

__ADS_1


"Buat Nisa, dia pengen kue coklat katanya". Jawab Alfaro membuat Evi merasa kesal mendengar kata Nisa.


"Oh". Ucap Evi singkat.


"Kalau giti Alfaro pulang dulu tan". Pamit Alfaro keluar dari toko kue Evi.


"Eh itu bukannya laki loh?". Tanya Sania kepada Nabila yang sedang memasang seatbel.


"Iya, gue juga ketemu". Jawab Nabila biasa aja.


"Loh nggak kenapa napa?". Tanya Sania melihat Nabila yang terlihat biasa saja tidak seperti dulu yang selalu sedih.


"Gue nggak papa Sania, udah cepetan jalan". Ucap Nabila. Sebenarnya Sania ingin bertanya lagi, tapi takut membuat Nabila sedih, dia pun tidak jadi bertanya dan melajukan mobilnya menuju rumah Citra.


***


Ditempat Alfaro


"Mas bukannya tapi Nabila?". Tanya Nisa yang berada didalam mobil.


"Iya". Jawab singkat Alfaro dan memberikan kue coklatnya kepada Nisa.


***


Nabila sudah berada dirumah Citra dia langsung masuk kedalam rumah bersama Sania. "Assamualaikum". Salam Nabila yang melihat sudah banyak orang yang kumpul.


"Wa'alaikumsalam". Jawab semua orang yang ada disitu.


"Mah ini kuenya". Ucap Nabila menyerahkan kue itu kepada Citra, Citra langsung menerimanya dan memberikannya kepada bibi untuk ditaruh didapur.


"Acaranya dimulai jam berapa mah?". Tanya Nabila yang duduk didekat Citra.


"Sebentar lagi juga mulai kok sayang, oh iya Alfaro ada hubungin kamu nggak, soalnya mamah telepon nggak di angkat". Ucap Citra karena dirinya sudah menelepon Alfaro berkali kali tapi tidak diangkat.


Nabila tampak terdiam sebentar, baru Nabila akan berbicara tapi keburu dijawab oleh Sania. "Tadi kita ketemu sama Alfaro ditoko kue". Jelas Sania.


Nabila langsung memukul tangan Sania. "Nggak kok mah Sania bohong, orang tadi kita ketemu mantan loh". Ucap Nabila tidak mau Citra marah kepada Alfaro, walaupun dirinya masih kecewa sama Alfaro tapi kalau Alfaro dimarahin oleh Citra Nabila tidak mau.


Sania langsung mengerenyitkan dahinya dan langsung mengangguk saat Nabila mengerjap gerjapkan matanya. "Oh iya tan benar tadi Sania ketemu sama mantan Sania bukan sama Alfaro". Ucap Sania terpaksa mengikuti sekenario Nabila.


Citra tampak tidak percaya dengan ucapan Nabila dan Sania. "Beneran?, kalian nggak bohongin mamah kan?". Tanya Citra menatap Nabila dan Sania. Nabila dan Sania pun langsung mengangguk cepat.

__ADS_1


"Oke kalau gitu". Ucap Citra percaya.


"Acaranya bisa kita mulai sekarang?". Tanya ustadnya.


"Sebentar pak ustad nunggu anak saya dulu". Jawab Citra.


"Nggak usah mah, mas Alfaro pasti sibuk, kita mulai acaranya sekarang aja, nggak ada mas Alfaro juga nggak papah, yang pentingkan papa mau ikut". Ucap Nabila merasa bahagia karena walaupun William membencinya tapi William mau menghadiri acar tujuh bulanan dirinya.


"Ya udah kalau gitu acara nya sudah boleh dimulai ustad". Ucap Citra kepada ustadnya. Dan acara tujuh bulanan pun dilaksanakan dengan hikmat dan semua keluarga besar Mahesa juga datang termasuk Asti.


***


Satu jam sudah berlalu dan acaranya pun sudah selesai dilaksanakan, Nabila melaksanakan acara tujuh bulanann dengan cukup meriah karena Nabila melakukan adat jawa jadi banyak banget yang acara yang harus dilaksankan.


"Kamu pasti capek, duduk dulu nanti takut kram perutnya". Ucap Citra kepada Nabila yang sedang mengobrol dengan keluarga besar Mahesa. Nabila patuh dan langsung duduk disopa dekat Asti.


"Anaknya laki laki apa perempuan mbak?". Tanya Asti sambil mengelus perut Nabila yang sudah membuncit.


"Kalau hasil USG sih perempuan". Jawab Nabila memang dirinya waktu itu melaksanakan USG, itu pun dipaksa oleh Citra yang ingin mengetahui jenis kelamin cucunya.


"Oh gitu, pasti cantik kayak Asti". Ucap Asti sambil nyengir kepada Nabila.


"Iya iya deh kamu memang cantik, tapi sayang jomlo". Canda Nabila membuat Asti langsung manyun.


"Jomlo itu bukan berarti nggak laku, tapi belum ada aja jodohnya, mungkin lagi diproses dulu sama orang tuanya". Celetuk Asti dan langsung mendapat cubitan dari Nabila.


"Kamu ini masih kecil tapi kata katanya selalu kotor". Ucap Nabila dan mendapat kekehan dari Asti.


"Nggak papa mbak kali kali". Ucap Asti. Nabila hanya geleng geleng kepala.


Saat sedang mengobrol dengan Asti, tiba tiba Citra berlari kearah Nabila. "Mamah kenapa lari lari?". Tanya Nabila kepada Citra yang ngos ngosan.


____________________________________________________


SELAMAT HARI IBU SEMUA👩‍🦱❤🥰


SEMOGA KALIAN YANG JADI IBU ATAU CALON IBU, SEHAT SELALU YAH DAN SEMOGA BISA JADI IBU YANG JAUH LEBIH BAIK DI HARI INI DAN HARI YANG AKAN DATANG😘👩‍🦱🥰


____________________________________________________


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2