Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
SANIA SELALU SETIA MENUNGGU NABILA


__ADS_3

"Pasien sadar, dan ini keajaiban dari yang maha pencipta". Ucap dokter itu sambil tersenyum kearah semua orang.


Sania, Citra dan William yang mendengar itu kaget sekaligus tidak percaya dengan keajaiban ini. "Alhamdulilah, terima kasih Ya Allah engkau telah mengembalikan Nabila kepada kami". Ucap Citra langsung sujud dan menangis.


"Dokter beneran kan nggak bohong". Ucap Sania tidak percaya.


"Beneran dan pasien akan saya pindahkan sekarang ke ruangan ICU karena pasien dalam keadaan kritis". Jelas dokter itu membuat Sania merasa sedih kembali karena Nabila dalam keadaan kritis, tapi dia bersyukur Nabila masih hidup walaupun dalam keadaan kritis.


"Lakukan apapun agar Nabila selamat dok". Ucap Citra yang sudah kembali berdiri.


"Kami akan usahakan yang terbaik bu, karena nyawa ada ditangan tuhan bukan saya". Ucap dokter itu lalu kembali masuk kedalam ruangan Nabila dan membawa Nabila keruangan ICU.


"Kamu harus sadar sayang karena kamu kuat". Ucap Citra sebelum Nabila dibawa pergi keruangan ICU.


"Sania mau ketemu anak Nabila dulu yah tan". Ucap Sania yang matanya bengkak karena kebanyakan menangis. Citra hanya mengangguk dan berjalan bersama William menuju ruangan yang ditempati Nabila.


Sania langsung berjalan menuju ruangan bayi, dan saat sudah sampai Sania tidak masuk karena hanya dokter dan suster saja yang boleh masuk kedalam ruangan NICU.


"Semoga ibu kamu baik baik aja yah nak". Batin Sania sambil menatap anak Nabila yang sedang tertidur pulas, anak Nabila sangat kecil karena beratnya cuman 1,5 kg jadi sangat kecil.


Setelah berkata seperti itu Sania langsung berjalan menuju ruangan Nabila.


***


Saat ini Alfaro dan Asti sedang berada direstoran yang berada dekat dengan rumah sakit, Asti memang mengajak Alfaro kerestoran karena Asti tahu pasti Alfaro belum makan siang.


"Udah bang makan dulu jangan ngelamun, mbak Nabila akan baik baik aja kok". Ucap Asti memang sudah mengetahui kalau Nabila masih hidup, karena tadi Citra ngecaht dirinya.


"Gue nggak laper". Ucap dingin Alfaro yang sedang menatap lurus kearah depan. Asti menghembuskan nafas kasar karena susah untuk membujuk Alfaro.


"Ya udah kalau nggak mau makan, mati loh ini bukan gue". Ucap Asti sambil menyuapkan satu sendok nasi bakar.

__ADS_1


"Gue harus pergi, lihat keadaan Nisa". Ucap Alfaro sambil melangkah pergi dari restoran meninggalkan Asti yang bengong dengan ucapan Alfaro.


"Lah yang sekarat siapa yang dilihat siapa". Ucap Asti tidak habis pikir dengan kelakuan Alfaro. Asti cepat cepat menghabiskan makanannya dan menyusul Alfaro karena tantenya yaitu Citra menyuruh dirinya menjaga Alfaro.


"Bang tunggu gue ikut". Teriak Asti saat melihat Alfaro sudah masuk mobil.


"Mau ngapain sih ikut segala udah sana loh tengok Nabila aja". Ucap Alfaro kesal karena Asti terus saja mengikutinya.


"Idih kalau bukan karena disuruh tante Citra gue ogah ikut sama loh". Gumam Asti sambil masuk kedalam mobil Alfaro. Mereka pun berangkat menuju rumah Alfaro.


Dalam perjalanan


"Bang loh nggak kasihan sama mbak Nabila, yah loh tengok anak loh kek, perasaan gue nggak ngeliat loh nemuin anak loh". Ucap Asti sambil bersender ke pintu mobil dan menghadap Alfaro.


"Anak itu bukan anak gue". Ucap Alfaro membuat Asti kesal, bagaimana Alfaro bisa tidak mengakui anaknya sendiri, padahalkan yang buat Alfaro.


"Emang dasar buat nya aja semangat, pas cewek hamil dan ngelahirin nggak ngakuin anaknya dasar laki laki aneh plus beg*". Gumam Asti tapi masih kedengaran oleh Alfaro samar samar.


***


"Kamu mending pulang aja San, biar tante sama om aja yang jagain Nabila". Ucap Citra kepada Sania yang sedang menunduk dan rambut Sania pun terlihat sangat berantakan.


"Nggak usah tan, Sania disini aja mending tante sama om aja yang pulang nanti sakit loh diam dirumah sakit mulu, kan waktu itu tante juga jagain Nisa pasti cape". Ucap Sania tidak mau nanti Citra kenapa napa.


"Benar kata Sania mah, mending kita pulang aja dulu, besok kita kesini lagi mamah perlu istirahat jangan kecapean nanti sakit siapa yang repot pasti papah dan anak anak". Ucap William juga tidak mau istrinya kenapa napa.


"Mamah nggak mau pulang, mamah mau nungguin Nabila sampai sadar". Ucap Citra hanya ingin melihat Nabila sadar itu saja, tentang kesehatannya dia tidak peduli.


"Mah jangan keras kepala, nanti kalau mamah sakit dan Nabila sadar gimana?". Tanya William menggunakan nama Nabila agar Citra mau pulang dan istirahat. Dan benar saja Citra langsung setuju untuk pulang.


"Ya udah, tapi mamah mau lihat Nabila dulu". Ucap Citra berjalan menuju ding ding kaca yang mengarah kearah Nabila yang terbaring lemah dengan berbagai alat medis.

__ADS_1


"Sayang mamah pulang dulu yah, cepat sembuh dan mamah nggak mau dapat berita kalau kamu kenapa napa lagi". Gumam Citra sambil melihat kearah Nabila.


"Ayo pah". Ucap Citra berjalan duluan dan disusul William.


Setelah kepergian Citra dan William datang lah seseorang yang menghampiri Sania. "Loh kamu ngapain disini?". Tanya orang itu kepada Sania yang sedang memejamkan matanya.


Sania langsung membuka matanya dan kaget melihat orang itu karena, Sania melihat orang itu ada dirumah sakit mana mana. "Dokter Willi kenapa ada disini?". Tanya balik Sania sambil membenarkan duduknya karena tadi dia agak terlentang.


"Saya dikasih tugas buat menyelesaikan tugas yang ada dirumah sakit ini, jadi saya bekerja disini sementara waktu". Jawab Willi sambil duduk disamping Sania.


"Oh gitu". Ucap Sania mengangguk.


"Kamu belum jawab pertanyaan saya". Ucap Willi.


"Yang mana dok?". Tanya Sania lupa, mungkin karena terlalu banyak pikirin dia lupa dengan pertanyaan Willi.


"Yang kenapa kamu ada disini?". Tanya Willi mengulangi pertanyaanya.


"Saya kesini lagi nungguin Nabila yang kritis setelah melakukan caesar". Jawab Sania kembali berkaca kaca. Willi hanya mengangguk dan mengusap pundak Sania.


"Yang sabar yah, kamu nunggu sendiri disini?, keluarga Nabila emang kemana?". Tanya Willi karena melihat Sania hanya sendiri.


"Baru aja pulang, saya nyuruh mereka pulang karena takut sakit dok". Jawab Sania.


"Oh, eh BTW jangan panggil saya dokter, karena kamu bukan pasien saya, memang kamu mau jadi pasein saya?". Tanya Willi bercanda.


"Nggak mau lah dok". Ucap Sania tidak mau jadi pasien Willi karena berarti dirinya sakit.


"Jangan panggil saya dokter, panggil saya Willi saja". Ucap Willi lagi dan Sania hanya mengangguk. Mereka pun mengobrol, kadang mereka tertawa karena candaan Willi yang garing dan Sania cukup terhibur, dia bisa melupakan sejenak kesedihannya.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2