Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA KESAL KEPADA ALFARO


__ADS_3

"Nabila". Panggil orang itu. Nabila pun menoleh ke arah sumber suara.


"Ada apa mah?". Tanya Nabila menghampiri Citra.


"Mamah mau pulang dulu, soalnya aki aki udah nelepon suruh pulang". Jawab Citra karena suaminya menelpon terus dari tadi.


"Oh iya mah nggak papa, hati hati dijalannya yah mah". Ucap Nabila meraih tangan Citra dan salim kepada Citra.


"Iya, jaga cucu mamah baik baik yah, oh iya kata Alfaro kamu sama Alfaro akan nginep lagi di apartemen ini, soalnya si uler keket lagi liburan sama teman temannya". Ucap Citra yang mengingkat bahwa tadi Alfaro bilang begitu.


Nabila hanya mengangguk dan menatap kepergian mertuanya. Nabila masuk kedalam apartemen untuk mengecas ponselnya. Nabila lupa kalau dirinya tidak bawa charger.


"Mas bawa charger gak?". Ketus Nabila karena dirinya masih kesal dengab Alfaro. Sedangkan yang ditanya diam aja. Nabila yang di ambaikan pun langsung berjalan keluar, tapi saat akan keluar dipanggil oleh Alfaro.


"Mau kemana kamu?". Tanya Alfaro yang sedang duduk disopa sambil membaca koran. Nabila tidak memperdulikan pertanyaan Alfaro, Nabila terus berjalan tapi saat akan membuka pintu, pintunya tidak bisa dibuka. Nabila terus menarik pintu itu tapi tetap tidak terbuka buka.


Nabila pun baru tahu ternyata pintu itu dikunci otomatis oleh remot dan diapartemen ini hanya ada dirinya dan Alfaro, pasti Alfaro yang mengunci pintunya.


"Mas buka pintu iihhh, aku mau pulang kerumah buat charger ponsel". Rengek Nabila. Alfaro yang melihat perubahan sikap Nabila kaget karena perasaan tadi Nabila kutek kepadanya dan sekarang Nabila malah merengek kepadanya.


"Massss". Teriak Nabila mulai kesal kembali. Alfaro pun tersadar dari lamunannya dan menatap Nabila.


"Apa?". Tanya Alfaro.


"Buka pintunya aku mau pulang". Jawab Nabila berjalan menuju Alfaro.


"Tinggal buka apa susahnya sih". Ucap Alfaro.


"Gimana mau dibuka kalau pintunya dikunci". Gerutu Nabila. Alfaro malah diam saja tidak mengubris ucapan Nabila. Karena Nabila kesal dirinya pun berjalan menuju kamar yang dia tempati tadi. Sedangkan Alfaro melihat kepergian Nabila kekamar dirinya pun menyusul Nabila.


"Mau apa?". Tanya Nabila saat Alfaro membuka pintu kamar. Alfaro tidak menjawab pertanyaan Nabila melainkan dia terus berjalan menghampiri Nabila yang ada diranjang.

__ADS_1


Nabila panik saat Alfaro mulai mendekatinya. "Mas mau apa sana pergi". Ucap Nabila sambil melempar Alfaro menggunakan bantal.


"Mas jangan macam macam yah". Panik Nabila karena Alfaro mulai naik keranjang.


Alfaro mendekati Nabila dan berbisik. "Mas mau kamu, emangnya kenapa kamu istri mas". Bisik Alfaro membuat bulu kuduk Nabila meremang dan mulai menjauh dari Alfaro.


"Mau kemana hm...?". Tanya Alfaro sambil menarik Nabila karena ingin kabur.


"Lepasin mas, aku nggak mau disentuh sama kamu, aku jijik sama kamu". Ucap Nabila sambil memukul mukul Alfaro. Alfaro yang mendengar itu langsung diam membeku dan tidak sadar kalau Nabila sudah pergi dari kamar.


"Apa sesakit itu?". Gumam Alfaro yang masih diam dan mulai tersadar kalau Nabila sudah tidak ada.


Sedangkan Nabila sedang berada dikamar sebelah, Nabila mengunci pintunya agar Alfaro tidak bisa masuk. "Hiks...hiks...kamu nggak tahu perasaan aku sesakit apa mas, kamu cuman cari kebahagian untuk diri kamu sendiri". Tangis Nabila memeluk lututnya.


"Nabila buka pintu kamarnya". Ucap Alfaro sambil mengedor gedor pintu kamar itu. Nabila tidak bergeming dengan ucapan Alfaro, Nabila terus menangis.


"Maaf mas aku butuh waktu sendiri". Batin Nabila sambil berbaring diranjang dan mulai menutup matanya.


Clek


***


Ditempat lain saat ini ada seorang wanita sedang mabuk padahal dia sedang hamil. "Jangan banyak banyak Nis, nanti bayi loh mati". Ucap teman Nisa. Ya, dia adalah Nisa yang sedang berada di vila salah satu temannya.


"Alah nggak bakal apa apa, gue juga nggak mau punya anak ini". Racau Nisa karena sudah mulai mabuk. Teman temannya hanya diam tidak bisa melarang Nisa karena Nisa keras kepala.


"Ya udah serah loh deh, oh iya kapan kita pulang?". Tanya teman Nisa yang bernama Vanessa.


"Tiga hari lagi gue masih mau senang senang sama pacar gue". Ucap Nisa yang memeluk pacar yang ada disampingnya. Ya, Nisa memang mempunyai pacar walaupun sudah bersuami. Teman temannya juga sudah melarang Nisa untuk tidak berpacaran karena mempunyai suami tapi Nisa tetap melakukannya, mereka juga tidak tahu kenapa Nisa mau menikah dengan Alfaro.


"Gue nggak bisa, nanti sore gue udah mau pulang, soalnya ponakan gue ulang tahun jadi gue harus pulang". Jelas Raisya teman Nisa juga.

__ADS_1


"Ck nggak asik loh". Ucap Nisa yang masih memeluk pacarnya. Raisya tidak menjawab dirinya diam saja.


***


"Nabila kemana sih kok di telepon nggak aktif". Kesal Sania karena dari tadi Nabila ditelepon tidak ada.


Sekarang Sania sudah berada dirumah karena ibunya sudah boleh dibawa pulang, dan alhamdulilah ibunya menjalani operasi dengan baik jadi boleh pulang.


Sania menelepon Nabila karena nanti malam ada acara dari kliennya. Sania pun akhirnya memutuskan untuk pergi kerumah Nabila.


"Kak Sania pergi kerumah Nabila dulu yah". Ucap Sania kepada Silsilia yang sedang duduk diruang tamu.


"Mau ngapain kamu kerumah Nabila?". Tanya Silsilia.


"Kepo nih kakak, jangan kepo kepo nanti rambutnya rontok". Canda Sania karena Silsilia memang super duper kepo. Silsilia hanya mendengus kesal dengan ucapan Sania. Saat Sania akan berjalan keluar, tiba tiba keponakannya bertanya.


"Tante mau kemana?". Tanya Bilqis anak Silsilia. Sania menoleh kearah Bilqis.


"Nggak ibu nggak anak semuanya kepo sama urusan gue". Gumam Sania merasa kesal.


"Tante mau kerumah teman tante ada urusan udah ah jangan banyak tanya". Ucap Sania berjalan keluar rumah dan diikuti oleh keponakannya.


"Eh bocil ngapain ngikutin gue?". Tanya Sania kepada ponakannya.


"Bilqis mau ikut yah tan, bosen nih dirumah mulu, nanti bisa bisa Bilqis jamuran kalau diam dirumah terus". Jawab Bilqis karena memang dirinya tidak ada teman main, kecuali disekolah.


"Ck ya udah deh dari pada lama". Ucap Sania menyetujui ucapan Bilqis. Bilqis pun tersenyum.


Sania dan Bilqis pun pergi menuju rumah Nabila tapi sebelum itu Sania meminjam mobil kakak iparnya dulu, karena Sania malas menggunakan kendaraan umum.


***

__ADS_1


Ditempat lain seseorang sedang menatap foto seorang laki laki yang sangat dirinya benci. "Saya akan buat anak kamu menderita karena kamu telah berani merebut orang yang saya sayangi, dan sekarang orang itu sudah kembali dalam kehidupan saya, tapi dendam saya masih belum tuntas walaupun orang yang saya sayangi sudah kembali". Ucap orang itu meremas foto itu dan membuangnya ketempat sampah.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2