
"Euhmm". Lengus seseorang yang baru sadar dari pingsannya, ya siapa lagi kalau bukan Nabila. Saat Nabila melihat kesekeliling dirinya tidak tahu dimana karena ruangan itu terasa asing menurutnya.
"Gue ada dimana?". Batin Nabila sambil memengang kepalanya yang pusing. Nabila mengingkat kejadian saat dirinya dibawa oleh orang yang dia temu di super market, Nabila tidak tahu kejadian selebihnya karena dia pingsan. Saat sedang berpikir dengan keras tiba tiba pintu kamar itu terbuka.
Ceklek
"Sayang udah bangun". Ucap orang yang membuka pintu itu sambil membawa nampan yang berisi makanan dan air minum.
"MAMAH!!!". Pekik Nabila saat melihat Citra yang ada dihadapannya.
"Kenapa Nabila ada disini mah?". Tanya Nabila kepada Citra.
"Minum dulu". Ucap Citra sambil menyerahkan satu gelas air dan langsung diminum oleh Nabila.
"Mamah tadi pengen kerumah kamu, tapi saat dalam perjalanan mamah liat kamu dibawa orang asing, dan mamah langsung nyuruh supir untuk berhenti, mamah dan supir pun mengikuti kamu nggak disangka ternyata kamu mau dilecehkan jadi mamah langsung pukul aja pakai kayu yang ada didekat situ, dan saat melihat kamu ternyata kamu sudah pingsan, karena rumah Alfaro dan rumah mamah jauh, jadi mamah bawa kamu ke apartemen mamah yang ada didekat sini". Ucap Citra menjelaskan kejadian yang dirinya lihat.
Nabila yang mendengar nama Alfaro langsung kaget karena dirinya tidak langsung menghubungi Alfaro. Nabila langsung mencari tasnya tapi tidak ketemu.
"Kamu cari apa sayang?". Tanya Citra saat melihat Nabila mencari sesuatu.
"Tas Nabila mana mah?, Nabila harus hubungi mas Alfaro karena tadi dia nganter Nabila ke super market, tapi dia cari makan jadi kita kepisah". Jelas Nabila. Citra membuka laci dan mengambil tas Nabila.
"Nih tas kamu". Ucap Citra sambil menyerahkan tas Nabila. Nabila langsung mengambil tasnya dan mencari ponselnya untuk menghubungi Alfaro. Tapi saat dirinya akan menekan nomor Alfaro, tiba tiba Citra menahannya.
"Nggak usah dihubungi, tadi mamah udah hubungi dia, katanya sebentar lagi dia kesini". Ucap Citra melarang Nabila menghubungi Alfaro karena tadi dirinya sudah menelepon Alfaro untuk ke apartemennya dan Citra tidak memberi tahu Alfaro kalau Nabila ada di apartemenya dia hanya menyuruh Alfaro ke apartemenya saja.
Nabila pun bernafas lega karena ternyata mertuanya sudah menghubungi Alfaro. "Makasih mah". Ucap Nabila.
__ADS_1
"Sama sama sayang, kamu istirahat lagi aja, pasti kamu kaget dengan kejadian tadi, dan nanti mamah mau dengar krenologisnya kenapa kamu bisa dibawa orang dan si Alfaro itu tidak mengetahuinya". Ucap Citra kesal karena Alfaro tidak bisa mengaja Nabila dengan baik.
Kruyuk
Kruyuk
"Kamu laper sayang?". Tanya Citra saat mendengar suara perut Nabila. Nabila pun cengegesan karena malu.
"Iya mah, Nabila laper". Ucap Nabila malu. Citra pun tersenyum dan memberikan nampan yang berisi makanan. Nabila pun langsung memakannya dengan lahap seperti orang yang belum makan satu bulan.
"Pelan pelan sayang, nggak akan ada yang ngambil ini". Ucap Citra saat melihat Nabila makan dengan lahap, sedangkan Nabila tidak mendengarkan ucapan mertuanya.
Tak berselang lama, Nabila pun selesai makan hingga tandas tanpa tersisa. Nabila pun berbaring dan mulai memejamkan matanya karena merasa ngantuk setelah makan. Citra yang melihat itu hanya geleng geleng kepala, dan keluar kamar untuk menaruh piring dan gelas.
***
"Udah datang kamu, disuruh kesini aja lama banget". Ucap Citra menghampiri Alfaro.
"Mamah ngapain nyuruh aku kesini?". Tanya Alfaro to the point. Citra tidak menjawab pertanyaan Alfaro melainkan dia bertanya kembali.
"Nabila baik baik aja kan, tadinya mamah mau kerumah kamu tadi nggak jadi". Ucap Citra sengaja menanyakan Nabila karena dia ingin tahu jawaban Alfaro gimana.
Alfaro pun terdiam dan langsung menjawab."Nabila ada kok mah, dia lagi tidur dirumah". Bohong Alfaro karena tidak mau kena amukkan mamahnya kalau mengetahui Nabila tidak ada, sebenarnya Alfaro sudah mencari kemana mana tapi tidak ada, bahkan ditelepon pun tidak di angkat.
"Beneran?". Tanya Citra yang menatap tajam Alfaro. Alfaro yang di tatap tajam pun langsung kikuk.
"Be..beneran kok mah, kalau nggak percaya ayo kerumah aja". Ucap Alfaro meyakinkan mamahnya. Citra pun tersenyum samar karena anaknya berbohong.
__ADS_1
"Nggak usah bohong sama mamah, mamah tahu kamu bohong". Ucap Citra. Alfaro yang ketahuan bohong pun hanya diam karena dirinya tidak bisa bohong kepada mamahnya dan pasti ketahuan.
"Nabila ada dikamar tuh". Ucap Citra sambil menunjukan kamar yang ada Nabila menggunakan bibir. Alfaro yang mendengar itu pun kaget bagaimana mungkin Nabila ada di aparteman mamahnya.
Saat Alfaro baru membuka mulut untuk bicara, tapi langsung ditahan oleh Citra. "Mamah mau kamu jelasin kenapa Nabila tadi hampir bisa dilecehkan?". Tanya Citra. Alfaro yang medengar itu pun kaget lagi.
"Dilecehkan?". Kaget Alfaro.
"Iya tadi dia mau dilecehkan sama orang asing, untung mamah liat kalau nggak mamah nggak tahu akan seperti apa nanti Nabila, dan kenapa kamu nggak bisa jaga istri kamu padahal dia bersama kamu". Ucap Citra kecewa dengan anaknya yang satu ini.
"Alfaro emang sama Nabila tapi Alfaro pergi kerestoran karena laper sedangkan Nabila pergi ke super market untuk belanja". Jelas Alfaro.
"Kalau mamah lihat kamu lalai ngejaga Nabila lagi, mamah akan membawa Nabila pergi dari negara ini". Ancam Citra agar Alfaro bisa lebih memperhatikan Nabila.
"JANGAN!!!".Teriak Alfaro entah kenapa dia tidak mau kehilangan Nabila. Alfaro juga bingung dengan isi hatinya sendiri.
Citra yang mendengar itu tersenyum karena anaknya takut kehilangan Nabila. "Kalau gitu kamu harus jaga baik baik Nabila dan calon cucu mamah". Ucap Citra tidak tahu bahwa Alfaro tidak menginginkan anak Nabila karena menurutnya anak itu bukan anaknya.
Alfaro hanya mengangguk tidak menjawab ucapan Citra. "Kalau gitu Alfaro mau ketemu sama Nabila mah". Ucap Alfaro ingin menemui Nabila.
"Silahkan aja, tapi jangan ganggu dia, soalnya lagi tidur". Ucap Citra mempersilahkan Alfaro menemui Nabila. Alfaro pun berjalan menuju kamar yang ditempati Nabila.
Saat Alfaro masuk dirinya melihat Nabila yang sedang tidur dengan tenang. Alfaro pun berjalan menuju ranjang yang ditempati Nabila.
"Maaf saya belum percaya anak itu anak saya apa bukan karena Nisa bilang kamu banyak menemui lelaki di hotel jadi saya tidak percaya kalau kamu hamil anak saya". Batin Alfaro sambil mengelus kepala Nabila dengan lembut. Alfaro memang dikasih tahu sama Nisa kalau Nabila itu seperti ******.
Setelah berkata seperti itu Alfaro pun ikut tidur disamping Nabila dengan memeluknya.
__ADS_1
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤