Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
MASIH DIAPARTEMEN CITRA


__ADS_3

Matahari sudah memancarkan sinarnya dan didalam sebuah apartemen masih ada yang sedang tidur, padahal sekarang sudah pukul 08.00. Ya, siapa lagi kalau bukan Nabila dan Alfaro.


Nabila mulai mengeliyatkan badan nya tapi dirinya merasa ada yang menimpa nya, Nabila meraba raba sekeliling nya dan mulai membuka mata nya. Saat Nabila membuka mata ternyata Alfaro lah yang memeluk nya sangat erat seakan tidak rela untuk pergi hanya satu senti saja.


Nabila mencoba mengambil jam yang ada dinakas, dirinya kaget ternyata ini sudah mau siang."Aduh kenapa gue telat mulu sih bangun nya". Gumam Nabila sambil menaruh jam itu lagi.


"Mana berat lagi, ngapain coba dia tidur sama gue". Kesal Nabila karena dirinya merasa risih dekat Alfaro padahal kemarin kemarin padahal dirinya biasa aja, tapi sekarang entah kenapa melihat muka Alfaro, Nabila merasa kesal.


Tanpa pikir panjang Nabila langsung mendorong Alfaro dengan sangat kencang sampai Alfaro terguling guling karena sangking kencang nya.


Bruk


"Auuuh". Ringis Alfaro sambil memegang pinggangnya karena jatuh dari kasur.


"Kamu kenapa dorong saya hah?". Bentak Alfaro yang masih mememang pinggang nya sambil berjalan menuju Nabila yang ada dirancang. Sedangkan Nabila seakan tidak merasa bersalan jalan begitu saja menuju kamar mandi tanpa memperdulikan Alfaro. Alfaro yang kesal pun mengikuti Nabila kekamar mandi.


"Mas mau apa?, sana keluar aku mau mandi". Usir Nabila sambil menutup pintu kamar mandi, Alfaro yang baru akan masuk mukanya langsung kejedot pintu.


"Auuhh". Ringis Alfaro sambil memengang muka nya.


"Nabila buka pintunya sekarang". Teriak Alfaro sambil mengedor gedor pintu kamar mandi. Nabila hanya diam karena sedang berendam di bath up dan memakai headset jadi tidak kedengaran. Memang tadi Nabila membawa headset sebelum kekamar mandi, karena memang dirinya selalu membawa headset didalam mobil nya.


Karena Alfato licik, dia mengingat kalau kamar mandi di apartemen mamahnya selalu mempunyai kunci cadangan, Alfaro pun mencari kunci itu didekat pot bunga dekat pintu. Alfaro pun berjalan lagi kekamar mandi dan mulai membuka pintu kamar mandi itu.


Clek


Alfaro melihat Nabila sedang memejamkan mata nya, Alfaro pun masuk kedalam kamar mandi dan mulai membuka pakaiannya dan kini hanya menyisakan boxser saja. Alfaro berjalan menuju bath up yang berisi Nabila dan langsung masuk begitu saja.


Nabila yang menyadari ada yang masuk kedalam bet up langsung membuka mata nya dan kaget ternyata Alfaro yang ada dihadapan nya.

__ADS_1


"Mas ngapain kesini dan kenapa bisa masuk kesini?". Tanya Nabila sambil melepaskan headset nya.


Alfaro yang melihat Nabila menaruh headset langsung menelan ludah karena PY Nabila kelihatan.


"Udah sana keluar aku mau mandi". Ucap Nabila sambil berjalan menuju shower tanpa merasa malu terhadap Alfaro karena dirinya sejak hamil merasa melakukan apa saja nggak malu. Tapi beda dengan Alfaro menurut Alfaro Nabila sengaja melakukan itu untuk menggodanya.


Alfaro langsung merasa tegang melihat Nabila tanpa sehelai benang pun, Alfaro langsung mengikuti Nabila menuju shower dan langsung meraih pinggang Nabila.


"Kamu sengaja menggoda saya kan?". Tanya Alfaro yang mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Nabila. Sedangkan Nabila langsung membuang mukanya karena dirinya tidak mau disentuh oleh suaminya.


"Lepas mas". Ucap Nabila.


Sedangkan Alfato tidak mendengarkan Nabila dirinya malah asik dengan squisi Nabila. Nabila tidak diam begitu saja, karena dirinya merasa jijik dengan suaminya saat bayang bayang suami dan adiknya melakukan 'itu'.


"Diam kamu sendiri yang menggoda saya". Ucap Alfaro yang masih memaikan squisi Nabila. Nabila mengeleng gelengkan kepalanya agar tidak mendesah.


Saat Alfaro sedang asik dengan mainannya tiba tiba terdengar suara teriakan Citra yang sangat keras.


"Lepas massss...mamah manggil awas". Ucap Nabila setengah mendesah. Sambil mendorong Alfaro, sedang Alfaro tidak memdengar ucapan Nabila dan teriakan Citra.


"Masss lepas". Ucap Nabila.


Sedangkan Citra yang kesal karena tidak disahuti kesal dan langsung masuk kedalam kamar Nabila yang kebetulan tidak dikunci. Saat Citra membuka pintu, dirinya tidak melihat Alfaro dan Nabila.


"Nabila, Alfaro kalian dimana?". Panggil Citra.


"Iya mah". Jawab Nabila yang keluar dari kamar mandi sambil menggunakan handuk.


"Kamu habis mandi?, Alfaro mana kok nggak ada?". Tanya Citra sambil celingak celinguk. Sedangkan Nabila bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Hmm...mas...mas Alfaro tadi keluar sebentar masa mamah nggak lihat". Bohong Nabila. Citra merasa bingung padahal sedari tadi dirinya diam di ruang tamu dekat pintu.


"Mamah keluar dulu yah, Nabila mau ganti baju dulu". Lanjut Nabila karena tidak mau mertuanya bertanya terus tentang Alfaro.


"Oh ya udah, nanti selesai ganti baju langsung sarapan yah, bukan sarapan sih tapi makan siang, eh makan siang juga bukan, pokoknya gitu lah". Ucap Citra sambil keluar dari kamar itu.


"Huuuh". Nabila bernafas lega karena mertuanya sudah keluar. Nabila pun mencari baju yang kebetulan dibawa oleh Citra tadi.


Sedangkan didalam kamar mandi Alfaro memengang kepalanya yang pusing karena dipukul sangat keras oleh Nabila. Memang tadi Nabila bisa keluar dari kamar mandi karena dirinya memukul kepala Alfaro menggunakan tangan sangat kencang.


"Awas kamu!". Ucap Alfaro sambil terus memegang kepalanya. Lengkap sudah penderitaan Alfaro tadi didorong dari ranjang dan sekarang dirinya dipukul sangat kencang oleh Nabila.


Alfaro pun keluar dari kamar mandi dan mencari Nabila tapi tidak ada. Karena tidak ada Alfaro pun berganti pakaian dan keluar dari kamar menuju meja makan karena merasa lapar.


Citra yang melihat Alfaro merasa heran karena kata Nabila Alfaro ada diluar tapi kenapa Alfaro muncul dari lantai atas pikirnya, tapi Citra tidak bertanya itu melainkan bertanya kenapa muka Alfaro kesal. "Kamu kenapa mukanya kesal gitu Al?". Tanya Citra saat melihat Alfaro mukannya terlihat kesal. Alfaro tidak menjawab pertanyaan Citra dan terus berjalan menuju meja makan yang masih ada Nabila.


Nabila yang melihat Alfaro merasa puas karena muka Alfaro sangat kesal.


"Apa liat liat?". Ketus Alfaro sambil duduk dimeja makan dan langsung mengambil satu lembar roti ditambah selai kacang. Nabila tidak menjawab pertanyaan Alfaro melainkan dirinya langsung pergi keluar dari apartemen karena dirinya mau menghirup udara segar ditaman apartemen. Memang kebetulan apartemen Citra memiliki taman pribadi.


"Hmm...segarnya". Ucap Nabila sambil menghirup udara segar.


"Gue telepon Sania aja kali yah, mau tahu juga keadaan ibunya". Ucap Nabila sambil meraih ponselnya. Baru juga Nabila mau menekan nomor Sania, eh ponselnya langsung mati karena kehabisan batrai.


"Yah malah abis lagi batrainya". Ucap Nabila.


"Entar aja deh neleponnya". Lanjut Nabila lagi sambil berjalan jalan ditaman itu. Saat sedang asik tiba tiba ada yang memanggilnya.


"Nabila".

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2