Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
ANTARA SEDIH DAN PENGEN KETAWA


__ADS_3

NGGAK SUKA SKIP😌☹😂


"Kalian semua bohongkan sama gue hah?, jawab jangan diam aja". Ucap Nisa masih tidak percaya bahwa neneknya sudah meninggal.


"Udah stop Nisa". Bentak Nabila terbawa emosi karena dirinya juga pusing memikirkan ini dan sekarang Nisa malah membuat Nabila semakin pusing.


Nisa yang dibentak oleh Nabila tidak terima dan menatap Nabila dengan kebencian. "Pasti karena loh nenek meninggal, emang benar loh itu membawa sial". Ucap Nisa membuang semua emosinya kepada Nabila.


Nabila yang mendengar itu juga emosi karena temperamen Nabila bila dia sudah sedih tidak bisa mengendalikan emosinya. "Loh bilang gue pembawa sial?, loh yang pembawa sial bagi rumah tangga gue". Bentak Nabila membuat Ningsih bingung dengan ucapan Nabila.


Sedangkan Nisa yang temperamennya emosian juga ikutan terbawa emosi. "Cih jangan mengalihkan pembicaraan, loh pasti ngelakuin sesuatu sama nenek kan?, biar loh lihat gue menderita kehilangan nenek, karena loh tahu orang yang gue sayang cuman nenek". Marah Nisa yang menyalahkan semua ini karena Nabila.


Saat Nabila akan bicara lagi ditahan oleh Ningsih. "Stop kalian bukannya berduka atas kehilangan nenek kalian malah pada ribut, kalian nggak kasihan sama nenek kalian, dia pasti sedih di alam sana". Bentak Ningsih tidak mengerti dengan keluarga ini yang menjadi berbanding terbalik dengan dulu.


Nabila dan Nisa yang mendengar itu pun langsung terdiam. "Sekarang gini aja kita bawa nenek Salwa kerumah". Ucap Ningsih mengambil jalan tengah.


Nabila dan Nisa hanya mengangguk dan sesekali meneteskan air mata karena belum menerima keadaan yang baru saja menimpa mereka.


Ningsih pun mengurus semuanya, dan nenek Salwa pun dipulangkan menggunakan mobil Nabila yang diambil oleh suami Ningsih, Nabila sengaja membawa Salwa menggunakan mobil nya tidak menggunakan ambulans karena dirinya ingin mobil itu ditumpangi oleh neneknya, karena selama Nabila sukses Salwa belum pernah menaiki mobil nya karena memang Salwa nya sendiri yang tidak mau.


***


Mereka pun sampai dirumah Salwa, sudah ada bendera kuning dan para warga yang berkumpul, karena menang kematian nenek Salwa sudah diumumkan lewat masjid.

__ADS_1


Nabila tidak menangis lagi mungkin karena air matanya habis, Nabila banyak melamun saat diperjalanan tadi, dan saat Salwa akan diturunkan pun Nabila masih melamun.


"Nabila sudah ayo turun, terima semua ini dengan ikhlas agar nenek kamu tenang disana". Ucap Ningsih menyadarkan lamunan Nabila. Tanpa bicara Nabila langsung turun dari mobil.


Semua orang pun mengucapkan turut berduka cita kepada Nabila dan Nisa. Dan ada saja warga kampung yang mengosipkan orang yang sedang berduka cita.


"Itu Nisa kan?, itu pakaiannya seksi banget kaya orang mau konser gitu dan lihat mukannya ada berbagai macam make up". Bisik ibu ibu yang sedang memperhatikan Nisa.


"Iya benar, perasaan dulu nggak gitu deh". Ucap salah satu ibu ibu lagi yang selalu membanding bandingkan penampilan Nisa dengan yang dulu.


"Stttts...udah ibu ibu jangan pada ngegosip, keluarga nenek Salwa lagi pada sedih, tolong lah jangan pada ngegosip, dan jangan selalu mengomentari penampilan orang kalau penampilan ibu ibu semua juga belum baik, mending ibu ibu berdoa saja semoga nenek Salwa diterima amal ibadah nya". Jelas ustadzahyang mendengar ibu ibu disampingnya ngegosip. Ibu ibu yang tadi mengosip pun langsung berhenti mendengar ucapan ustajah.


"Nenek kenapa nenek ninggalin Nisa secepat ini". Tangis Nisa sedari tadi Nisa terus saja menangis bahkan sudah tidak memperdulikan make up nya yang sudah berantakan seperti hantu.


Tanpa membantah Nisa pun langsung memakai jaket itu. Sedangkan bapak bapak yang ada disana langsung kecewa dan mukanya menjadi lemas. Sedangkan ibu ibu yang menatap para suaminya yang terlihat kecewa langsung menjewernya.


"Inget anak dirumah lagi sekolah, banyak yang harus dibayar disekolah dan lain sebagainya, malah lihatin dada orang, nggak cukup apa lihat dada istri sendiri yang setiap malam selalu dimainin". Ucap ibu itu tanpa memfilter ucapannya, sedangkan para jomlo yang ada disana langsung menunduk malu. Semua orang yang ada disana hanya bisa geleng geleng kepala dengan tingkah pasutri tersebut.


(Maaf yah Author kasih komedi biar nggak terlalu serius serius amat😁🤗).


"Maaf kepada keluarga apakah nenek Salwa akan langsung dimakam kan apa kita menunggu seseorang lagi?". Tanya ustadzah kepada Nabila dan Nisa.


Nabila dan Nisa yang tidak fokus pun hanya diam tidak menjawab pertanyaan ustadzah. Ningsih yang ada disitu pun langsung menjawab pertanyaan ustadzah.

__ADS_1


"Langsung saja ustadzah, karena kalau menunggu suami dan menantu Nabila pasti akan lama". Jelas Ningsih yang sebenarnya juga tidak tahu kalau suami dan menantu Nabila akan datang apa tidak.


"Kalau begitu baik, silahkan keluarga dan ibu ibu sekalian membantu saya untuk memandikan almarhuma nenek Salwa". Ucap ustadzah menyuruh Nabila dan Nisa membantunya.


Dan lagi lagi Nabila dan Nisa hanya diam dalam lamunanya masing masing. "Nabila, Nisa ayo kalian bantu ustajah buat mandikan almarhumah nenek Salwa". Ucap Ningsih menyadarkan lamunan Nabila dan Nisa.


"Nabila nggak kuat kalau harus melihat wajah nenek". Ucap Nabila memang tidak kuat menatap wajah neneknya yang pucat, Nabila takut tangisannya akan pecah kembali saat melihat muka neneknya.


"Alah alasan bilang aja loh nggak mau mandiin nenek". Gumam Nisa karena dirinya masih punya malu kalau harus ngomong blak blakkan. Nabila yang mendengar gumaman Nisa pengen sekali menjambak rambutnya tapi ditahan oleh Nabila.


"Ya udah kalau gitu, Nisa aja yang melakukan". Ucap Ningsih tidak mau melihat kakak beradik ini bertengkar kembali.


Dan akhirnya yang memandikan Salwa adalah Nisa dan ibu ibu yang berada disana. Nisa juga berganti pakaiannya yang lebih layak dari pada yang tadi, dan jangan lupakan make up tebalnya, dia sudah mencuci nya tadi.


Dan lagi lagi ada saja yang mengomentari penampilan Nisa setelah berganti pakaian muslim. "Tuh kalau nggak pakai make up cantik banget". Bisik ibu ibu yang juga sedang ikut membantu memandikan Salwa.


"Jangan ngegosip, ibu mau nanti almarhumah nenek Salwa bangun dan marah sama ibu?". Tanya ibu lain menakut nakuti ibu ibu tadi. Dan itu berhasil membuat ibu ibu gosip itu berhenti berbicara.


Tak lama Salwa pun selesai dimandikan dan sekarang tinggal pemakaian kain kapan dan barang barang lainnya yang suka dipakai oleh orang meninggal.


Saat sedang memakaikan kain kapan tiba tiba ada yang memanggil nama Nabila. "Nabila...".


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2