Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NENEK SALWA MENINGGAL


__ADS_3

"Pasien sudah tidak bisa kami selamatkan, kami turut berduka cita". Jelas dokter itu.


Bagaikan ditusuk beribu ribu pisau yang sangat tajam, hati Nabila sangat sakit mendengar itu. "Nggak, nggak mungkin nenek saya meninggal dok, dokter jangan bohong yah". Ucap Nabila tidak percaya dengan penjelasan dokter.


"Yang saya kata kan benar bu". Ucap dokter itu lagi memang benar begitu keadaannya.


"Saya nggak percaya, mana mungkin nenek saya meninggal padahal tadi dia baik baik saja setelah diperiksa, dan dokter juga bilang kalau nenek saya tidak kenapa napa". Ucap Nabila.


"Memang benar tadi nenek anda baik baik saja, tapi beliau mengalami serangan jantung dadakan dan tidak bisa terselamatkan". Jelas dokter itu tidak mau keluarga pasien salah paham nantinya.


"Hiks...nggak mungkin nenek saya meninggal". Ucap Nabila langsung terjatuh kelantai karena pingsan.


"Nabila". Pekik Ningsih karena Nabila pingsan.


"Suster tolong bawa ibu ini keruangan pemeriksaan". Ucap dokter, suster yang ada disitu pun langsung membawa Nabila keruangan pemeriksaan menggunakan brangkar.


Sedangkan dokter itu kembali masuk kedalam Salwa untuk melepas alat alat medis yang berada dibadan Salwa.


***


Lima belas menit kemudian Nabila baru sadar dari pingsannya, saat dia sadar, dia langsung mengingat kembali bahwa neneknya sudah tidak ada didunia ini. "Hiks...nenek jangan tinggalin Nabila nek". Tangis Nabila turun dari brangkar dan berjalan menuju ruangan Salwa tadi.


Nabila berjalan sempoyongan karena dirinya masih merasa pusing, Nabila memegang tembok untuk menompang badannya dan berhenti sejenak. "Ibu kenapa ada disini?". Tanya suster yang tadi menangani Nabila.


"Saya mau ketemu nenek saya sus". Lirih Nabila mulai pucat, karena seharusnya dia tidak terlalu banyak pikiran dan terlalu capek karena memang Nabila sudah sembuh tapi tidak boleh melakukan hal hal itu.


"Mending ibu kembali lagi keruangan tadi, muka ibu pucat". Ucap suster takut terjadi apa apa sama Nabila.


"Nggak saya mau ketemu nenek saya". Ucap Nabila menepis tangan suster yang ingin membantunya.


"Tapi-...". Ucap suster terpotong oleh Nabila.


"SAYA BILANG SAYA MAU KETEMU NENEK SAYA". Teriak Nabila membuat semua orang yang ada disekitar kitu langsung melihat kearah Nabila.

__ADS_1


"Baik bu, kalau gitu saya bantu ibu kesana". Ucap suster akhirnya mengalah dan membantu Nabila berjalan menuju ruangan Salwa.


Saat sampai Nabila langsung masuk kedalam, dan menyuruh suster untuk tidak ikut masuk karena dirinya butuh waktu sendiri bersama neneknya yang sudah tenang dialam sana.


"Nek". Panggil lirih Nabila sambil menatap neneknya yang ditutupi oleh kain putih bersih.


"Kenapa nenek tinggalin Nabila nek, kenapa?, hiks...nenek jahat sama aku harusnya nenek tetap bersama Nabila nek, nenek bahkan belum melihat cicit nenek, tolong bangun nek jangan tinggalin Nabila sendiri, Nabila nggak punya siapa siapa lagi nek selain nenek". Tangis Nabila kembali pecah menatap neneknya yang pucat.


"Nabila mohon nenek bangun hiks..hiks..". Ucap Nabila sambil meremas kain yang menutupi badan neneknya. Nabila terus menangis karena kehilangan nenek tercintanya orang satu satunya yang selalu membuat Nabila tersenyum.


"Kenapa nenek ingkari janji nenek, katanya nenek nggak akan buat Nabila sedih dan nangis, tapi ini apa?, nenek buat Nabila sedih dan nangis nek, bangun nek". Ucap Nabila masih ingat ucapan neneknya bahwa neneknya tidak akan pernah membuat Nabila bersedih dan nangis.


Nabila menangis sambil menunduk dan mememang tangan Salwa yang sangat dingin. "Hiks...hiks...bangun nek". Lirih Nabila tidak bisa menerima ini semua, karena dirinya belum membuat neneknya bahagia dan banyak berbohong kepada neneknya.


Saat Nabila sedang menangis datanglah seseorang. "Nenek". Lirih orang itu langsung menjatuhkan tas dan parsel buah.


Nabila yang mendengar ucapan orang itu pun langsung berbalik menatap orang itu, dan kaget melihat orang itu. "Nisa". Panggil Nabila.


"Kenapa kamu ada disini?". Tanya Nabila sambil menatap heran Nisa bagaimana adiknya tahu neneknya berada dirumah sakit. Sedangkan Nisa tidak menjawab pertanyaan Nabila, dia berjalan menuju neneknya yang pucat.


"Jawab gue nenek cuman tidur kan?". Tanya Nisa lagi sambil menghampiri Nabila dan menguncang guncangkan bundak Nabila.


"Udah Nisa". Ucap Ningsih yang baru masuk kedalam ruangan Salwa dan melihat Nabila diguncang guncang oleh Nisa.


"Nenek kamu sudah tenang disurga". Ucap Ningsih menatap Nisa yang mulai mengeluarkan air matanya, bukan air mata ku menangis tapi ini air mata beneran.


"Nggak mungkin, jangan bohong sama gue". Ucap Nisa tidak percaya dengan ucapan Ningsih, karena saat diberi tahu Ningsih ditelepon dia bilang neneknya cuman sakit biasa.


Flashback on


"Pak apa kita harus menelepon Nisa juga?". Tanya Ningsih kepada suaminya yang sedang duduk disampingnya.


"Kasih tahu aja karena dia juga keluarganya". Jawab suami Ningsih karena dirinya dan istrinya tidak berhak menutup nutupi masalah kepergian Salwa.

__ADS_1


"Tapi gimana kalau dia pingsan atau kenapa kenapa dijalan?". Tanya Ningsih khawatir Nisa kenapa napa. Ya Ningsih memang mengetahui kalau Nisa anak baik baik, karena saat tinggal bersama Salwa, Nisa sangat baik kepada semua orang termasuk dirinya.


"Hmm...ibu bilang aja ke Nisa kalau nenek Salwa lagi sakit dan sekarang dirumah sakit". Jelas suami Ningsih.


"Ya udah kalau gitu". Ucap Ningsih menyetujui ucapan suaminya karena tidak ada cara lain selain cara itu. Ningsih pun menelepon Nisa.


"Nggak diangkat pak". Ucap Ningsih yang masih berusaha menelepon Nisa tapi tidak diangkat.


"Sekali lagi coba". Ucap suami Ningsih. Ningsih pun menelepon Nisa lagi.


***


"Siapa nelepon nggak ada namanya lagi". Ucap Nisa sambil memperhatikan nomor ponsel itu, awalnya Nisa tidak mau mengangkat telepon itu, tapi karena terus berkali kali nelepon akhirnya Nisa mengangkat teleponnya.


..."Halo siapa ini?". Tanya ketus Nisa....


Sedangkan orang yang menelepon langsung mengerenyitkan dahinya dengan nada ketus Nisa, jauh berbeda dengan sikap dulu.


..."Halo Nisa ini bu Ningsih, tetangga nenek kamu yang dikampung". Jelas Ningsih....


Nisa yang sedang minum langsung menyemburkannya karena dirinya telah berkata ketus kepada orang yang sangat baik kepadanya dulu.


..."Eh iya bu ada apa yah nelpon Nisa, tumben". Ucap Nisa lembut....


..."Hmm..gini nenek kamu lagi sakit sekarang, dia lagi dirawat dirumah sakit". Jelas Ningsih....


Nisa yang mendengar itu kaget dan menjadi khawatir, karena Nisa dan Nabila memang sangat dekat dengan neneknya, neneknya akan melakukan apa saja untuk membuat kedua cucunya bahagia.


..."Sakit?, dirawat dirumah sakit?, emang nenek sakit apa bu?". Tanya Nisa karena tidak tahu neneknya memiliki penyakit, karena saat menelepon neneknya selalu bilang sehat....


..."Pokoknya kamu pulang sekarang dan jenguk nenek kamu yang ada dirumah sakit, ibu juga sekarang masih dirumah sakit". Ucap Ningsih tidak memberi tahu Nabila juga berada disini karena menurutnya Nisa mengetahui itu....


..."Ya udah kalau gitu Nisa sekarang pulang kekampung". Ucap Nisa sambil mematikan sambungan teleponnya dan siap siap berangkat menuju kampungnya. Sedangkan Adelio dititipkan kepada Riska, karena kalau harus bawa Adelio ribet menurut Nisa. Alfaro tidak diberi tahu oleh Nisa karena dia sangat buru buru jadi tidak mengabari Alfaro....

__ADS_1


Flashback off


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2