Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
PERUBAHAN SIFAT DAN SIKAP


__ADS_3

Tiga hari berlalu, saat ini Nabila siap siap akan pergi menuju alamat detektif yang diceritakan Salwa dari surat waktu itu. Ya, Nabila akhir nya mau mencari orang tua kandung nya, itu pun atas dukungan Ningsih dan Nina.


Nabila pergi ke detektif bersama dengan Ningsih karena Ningsih bersikukuh ingin ikut bersama Nabila, katanya takut terjadi apa apa sama Nabila nanti kalau sendirian. Sedangkan Adelia ditinggal bersama Nina agar tidak ribet nanti nya saat sampai disana. Dan saat ini Nabila dan Ningsih sudah berada ditempat penyimpanan mobil.


"Sini biar ibu aja yang bawa mobilnya, biar kamu nggak cape dan sakit siapa lagi yang repot nanti". Ucap Ningsih kepada Nabila yang menatap nya dengan heran.


"Sejak kapan ibu bisa bawa mobil?". Tanya Nabila heran karena saat dulu Ningsih tidak bisa mengendarai mobil jangankan mobil motor saja tidak bisa.


"Ibu pernah belajar waktu mobil ibu masih ada, sekarang udah nggak ada karena dijual untuk beli sawah". Jelas Ningsih memang pernah memiliki mobil dulu sebelum Nabila kembali kekampung.


"Oh gitu, ya udah deh nih ibu boleh bawa tapi hati hati yah kan ibu udah lama nggak bawa mobil". Ucap Nabila sambil memberikan kunci mobil nya kepada Ningsih.


"Kamu tenang aja deh, nggak usah bawel kayak Nina yang sangat sangat bawel". Ucap Ningsih masuk kedalam mobil disusul oleh Nabila. Mereka pun berangkat menuju tempat detektif yang ada dalam isi surat yang ditulis Salwa.


Dalam perjalanan


"Hmm...ibu mau nanya boleh?". Tanya Ningsih karena penasaran sedari tadi ingin bertanya tapi Ningsih takut salah dalam bertanya.


"Boleh mau nanya apa bu?". Tanya Nabila sambil menatap Ningsih yang sedang menyetir.


"Kalau misalkan kamu sudah menemukan orang tua kandung kamu, kamu akan berbuat apa?". Tanya Ningsih hati hati karena takut menyinggung perasaan Nabila.


"Nabila nggak tahu bu, Nabila masih bingung dengan ini semua". Ucap lirih Nabila memang masih bimbang dengan pilihannya nanti saat bertemu dengan orang tua kandung nya.

__ADS_1


"Apapun pilihan kamu nanti semoga kamu bahagia". Ucap Ningsih tidak bisa memaksan Nabila untuk memilih ini itu, karena hidup Nabila, Nabila yang menjalani bukan orang lain.


Nabila hanya mengangguk dan bertanya kembali. "Apakah orang tua kandung Nabila masih hidup yah bu?, bagaimana kalau mereka sudah nggak ada didunia ini". Ucap Nabila takut nanti orang tua nya sudah tidak ada, Nabila juga bingung kenapa dirinya berpikiran seperti itu.


"Kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, kamu berdoa yang baik baik aja, Insya Allah orang tua kamu masih sehat". Ucap Ningsih tidak mau Nabila berpikiran negatif tentang orang tua nya sendiri.


Dan Nabila hanya mengangguk lagi. "Bu Nabila mohon ibu jangan beri tahu siapa pun kalau Nabila bukan anak kandung Ayah Mamah (William dan Siti) yah, Nabila mau memastikan ini dulu". Ucap Nabila memohon agar Ningsih tidak memberi tahu orang lain.


"Kamu tenang aja ibu nggak akan beri tahu orang lain karena ini masalah pribadi dan privasi kamu jadi ibu nggak berhak ngasih tahu orang lain". Ucap Ningsih tidak akan memberi tahu siapapun tanpa seizin dari Nabila.


"Makasih bu udah ngertiin Nabila dan maaf soal waktu itu yang udah marah sama ibu". Ucap Nabila baru meminta maaf soal Nabila marah kepada Ningsih waktu itu.


"Nggak papah ibu ngerti kok keadaan kamu". Ucap Ningsih tidak masalah asalkan bila Nabila memarahinya waktu itu. Sebenar nya Ningsih ingin bertanya lagi sesuatu yang sangat membuatnya penasaran tapi dirinya takut Nabila akan merasa sedih kembali dan tidak bisa mengendalikan emosinya lagi seperti waktu itu.


***


Karena sudah terlalu lama ditaman akhirnya Alfaro memutuskan untuk masuk, tapi saat akan masuk ada satu pesan masuk dari orang yang tidak dikenal, Alfaro langsung membuka pesan itu dan ada satu buah pesan foto. Saat melihat foto itu Alfaro langsung kaget dan tidak mengerti maksud dari orang ini kenapa mengirim foto itu.



Bayangkan saja foto yang dikirim orang asing itu kepada Alfaro


Isi pesannya : "Sepertinya istri anda sudah menemukan pengganti anda😏".

__ADS_1


Alfaro pun tidak membalas pesan itu, dirinya marah karena melihat Nabila bersama lelaki yang waktu itu sempat dipukul Alfaro. "Apa benar Nabila sudah memiliki pria lain?, apakah dia begitu mudah melupakan gue?". Batin Alfaro tidak percaya dengan semua ini.


"Aahhhk ini semua karena papah". Teriak Alfaro marah karena semua ulah papahnya, entahlah kenapa Alfaro menyalahkan papah nya.


Nisa yang baru tiba dari kerumah kaget mendengar Alfaro berteriak seperti itu. Nisa memang keluar bersama Riska untuk membeli keperluan Adelia, entah kenapa sifat Nisa jauh lebih baik, yah walaupun masih ada beberapa sifat Nisa yang sama seperti dulu.


"Mas kamu kenapa?". Tanya Nisa menghampiri Alfaro dan memegang bahu Alfaro.


"Saya nggak papa". Jawab Alfaro sambil menyingkirkan tangan Nisa dari bahunya dan berjalan masuk kedalam rumah, tanpa menghiraukan Nisa yang terdiam melihat Alfaro masuk.


"Apa dia jadi benci sama gue?". Batin Nisa yang melihat perubahan sikap Alfaro yang berbeda, memang setelah berpisah dengan Nabila, Alfaro suka sekali melamun dan teriak teriak tidak jelas seperti orang gila.


***


Disisi lain seorang pria tengah mengikuti seorang wanita yang berada didepan mobilnya, menurut pengawal nya wanita itu akan pergi menuju detektif yang disewa orang neneknya.


"Jangan sampai ketinggalan jejak saya tidak mau wanita itu menemui detektif itu, dan untuk kamu sudah menghubungi detektif itu kan?". Tanya seorang pria yang memakai baju dan topi berwarna hitam.


"Maaf bos detektif itu sangat sulit ditemui karena menurut kabar yany beredar detektif itu tidak menemui sembarang orang, hanya orang yang dapat membayar mahal dia baru bisa ditemui". Jelas pengawal yang berada dikursi depan mobil.


"Bagaimana sih begitu saja tidak becus, gimana kalau wanita itu menemui detektif itu dan detektif itu memberi tahu kalau dia adalah anak dari wanita yang sangat saya sayangi". Bentak orang itu merasa amat kesal karena pengawal nya tidak bisa di andalkan.


"Maafkan kami bos". Ucap pengawal itu takut bosnya marah karena pekerjaannya tidak selesai.

__ADS_1


"Sudah fokus saja mengikuti wanita itu jangan sampai lolos, kalau sampai lolos saya akan bunuh kalian dengan tangan saya sendiri". Ucap orang itu atau bos dari pengawal itu, sedangkan pengawalnya yang mendengar itu langsung ketakutan karena hidup nya ada ditangan orang lain.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2