
Saat ini Nabila sudah berada sampai dirumah sakit, Nabila langsung berlari masuk kedalam rumah sakit dan menuju ruangan yang dibilang Citra.
Saat sudah sampai didepan ruangan itu Nabila melihat semua orang sudah mengumpul disana. "Gimana keadaan Nisa mah?, apa dia baik baik aja?". Tanya Nabila kepada Citra. Ya yang sakit adalah Nisa tadi Citra memberi tahu Nabila lewat telepon bahwa Nisa berada dirumah sakit.
"Sayang kamu langsung masuk aja, Nisa mau ngomong sama kamu". Ucap Citra langsung menyuruh Nabila masuk kedalam ruangan Nisa. Tanpa banyak tanya Nabila langsung masuk kedalam ruangan Nisa.
"Nis". Panggil Nabila kepada Nisa yang sedang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.
"Mbak Nisa mau ngomong sama mbak". Ucap lirih Nisa sambil menatap Nabila yang sedang menghampiri nya.
"Kamu sakit apa Nis?, kenapa kurus begini?, apa kamu tidak makan?". Tanya Nabila saat melihat tubuh Nisa sangat kurus dan pucat.
"Nisa nggak sakit kok mbak, Nisa mau minta maaf sama mbak karena selama ini Nisa selalu buat mbak sakit hati dan kesal, Nisa benar benar minta maaf mbak, Nisa menyesal telah melakukan itu semua sama mbak karena sirik, Nisa memang nggak pantas untuk minta maaf tapi sebelum telat Nisa minta maaf lebih baik sekarang". Ucap Nisa meminta maaf atas apa yang telah diperbuat nya kepada Nabila.
Nabila yang mendengar Nisa meminta maaf langsung menatap heran. "Kamu kenapa minta maaf?, mbak selalu memaafkan semua kesalahan kamu walaupun itu sakit untuk mbak". Ucap Nabila sudah memaafkan semua kelakuan nya Nisa terhadap nya.
"Hiks...hiks...Nisa minta maaf sekali lagi mbak, semoga mbak bisa bahagia dan tidak menderita lagi, mungkin umur Nisa nggak lama lagi". Ucap Nisa sambil menangis.
"Kamu kenapa bicara seperti itu?, kamu pasti kuat". Ucap Nabila tidak mengerti kenapa Nisa berbicara begitu, apa sakit Nisa begitu parah?, pikir Nabila.
__ADS_1
"Nisa nggak bisa nahan sakit ini semua mbak, tolong jagain Adelio yah mbak, selamat tinggal mbak". Ucap Nisa tersenyum kearah Nisa dan tak lama Nisa memejamkan mata nya tanda dia sudah tidak ada didunia ini.
"Nis bangun Nis jangan bercanda yah Nis, Nis bangun Nis". Ucap Nabila sambil menguncang guncangkan tubuh Nisa yang sudah tidak bergerak.
"Dokter Dokter". Teriak Nabila memanggil dokter sambil terus menangisi Nisa.
Tak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa Nisa. "Inalillahi wainalillahi rajiun, beliau sudah tenang disisi tuhannya". Ucap Dokter kepada Nabila yang langsung terkapar lemas.
"Nggak mungkin, ini semua nggak mungkin". Ucap Nabila tidak percaya dengan ucapan dokter.
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya pasien". Ucap dokter berjalan keluar untuk memberi tahu keluarga lain nya.
Dan tak lama Citra dan yang lain masuk kedalam ruangan Nisa dan melihat Nabila yang terduduk lemas sambil memegang tangan Nisa. "Maafin mamah sayang, harusnya mamah kasih tahu penyakit Nisa dari awal pasti ini semua tidak akan terjadi". Ucap Citra menyalahkan dirinya sendiri.
"Sebenarnya Nisa memiliki penyakit diabetes dan HIV". Ucap Citra membuat semua orang yang ada disana kaget dengan ucapan Citra.
"Kenapa mamah baru kasih tahu sekarang?, kenapa?". Tanya Citra sambil memegang tangan Citra.
"Maaf". Hanya itu kata yang dapat Citra ucapkan karena dirinya salah tidak memberi tahu Nabila bahkan Nisa saja tidak tahu bahwa dia memiliki penyakit itu.
__ADS_1
"Hiks...harusnya mamah bilang sama aku dari awal pasti Nisa nggak akan kayak gini, kalau mamah kasih tahu Nabila pasti akan membuat Nisa bisa sembuh hiks...". Ucap Nabila yang mencengkram tangan Citra dengan erat.
"Maafin mamah sayang mamah tahu mamah salah, mamah takut kalau ngasih tahu kamu, kamu akan sedih dan menangis lagi, mamah nggak mau itu, mamah kasihan sama kamu yang selalu menderita karena orang lain dan tanpa memikirkan diri sendiri yang juga terluka". Ucap Citra memang dia tidak kuat bila melihat Nabila terus sedih karena orang lain.
"Mamah emang baik sama Nabila tapi jangan nutup nutupin semua masalah Nisa sama Nabila mah demi agar Nabila tidak sedih, justru ini membuat Nabila sedih mah". Ucap Nabila dalam pelukkan Citra.
"Cobaan apa lagi ini Ya Allah, kasihan sekali Nabila beberapa bulan lalu kehilangan neneknya dan sekarang kehilangan adik nya". Batin Sania yang melihat Nabila begitu menderita.
"Loh yang sabar yah Bil, ini semua cobaan untuk loh dan loh harus bisa ngelewatinnya". Ucap Sania merasa sangat kasihan kepada Nabila.
"Gue nggak punya siapa siapa lagi San, gue nggak punya keluarga lagi, buat apa gue hidup sendiri seperti ini, gue hidup juga nggak berguna".Ucap Nabila yang sudah melepaskan pelukkan nya dari Citra.
"Loh nggak boleh ngomong gitu kita semua sayang sama loh dan loh masih punya Adelia dia berhak bahagia jangan mikirin apa apa tentang diri sendiri, bukan berarti loh kehilangan satu atau dua orang loh nggak ada yang sayang lagi, masih ada yang sayang dan peduli sama loh jangan engois Bil, hidup loh masih panjang ".Ucap Sania tidak suka Nabila bicara seperti itu.
Sedangkan Nabila tidak menanggapi ucapan Sania lagi, dia menghampiri Nisa yang sudah pucat. "Mbak janji akan jagain Adelio dan menyayangi Adelio seperti anak mbak sendiri, jadi kamu tenang lah di alam sana, mbak sudah maafin semua kesalahan kamu sama mbak". Ucap lirih Nabila sambil mengecup kening dan tangan Nisa yang sangat dingin.
"Kamu yang tenang disana yah bersama nenek, mbak akan selalu mendo'akan kamu semoga kamu bisa masuk surga dan orang orang yang pernah kamu sakitin memaafkan kamu dengan ikhlas agar kamu bisa tenang disana dan mbak sangat berterima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan dan kesedihan yang kamu berikan membuat mbak belajar agar bisa menjaga orang yang mbak sayang jangan sampai direbut oleh orang lain". Ucap Nabila sambil mengeluarkan air matanya karena tidak kuat melihat wajah Nisa yang sudah pucat.
Semua orang yang melihat Nabila berkata seperti itu langsung meneteskan air mata karena Nabila begitu baik kepada Nisa, padahal Nisa sudah melakukan sesuatu yang fatal bagi sebagian orang tapi Nabila begitu baik memaafkan semua kesalahan Nisa dan bahkan akan merewat anak Nisa seperti anak nya sendiri.
__ADS_1
Disini kita belajar bahwa kesalahan sefatal apapun seseorang kita harus memaafkannya walaupun itu berat untuk kita, memaafkan memang susah bagi sebagian orang bahkan semua orang mungkin tapi percaya lah memaafkan lebih indah dari pada kita bermusuhan dengan orang.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤