Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
AKHIRNYA


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu dan ini hari terakhir Nabila dan Alfaro melakukan sidang dan hari ini adalah hari terakhir mereka menjadi suami istri.


Nabila baru akan masuk dan berpapasan dengan Alfaro dan juga Citra. Karena suasana jadi canggung Citra pun mencairkan suasananya. "Ekhem, kamu yakin ingin bercerai dengan Alfaro?". Tanya Citra mendekati Nabila.


"Keputusan Nabila udah bulat mah, jadi mamah jangan maksa Nabila untuk tidak cerai dengan Alfaro". Jawab Nabila tidak akan pernah mencabut gugatan cerainya.


"Udah lah mah nggak usah memohon gitu, kalau dia mau cerai ya udah biarin aja". Ucap Alfaro tidak suka Citra memohon agar Nabila mencabut gugatan cerainya.


Nabila yang mendengar ucapan Alfaro hanya tersenyum kecut. "Kalau gitu kita masuk aja, sebentar lagi dimulai persidangannya". Ucap Nabila masuk dulu disusul Alfaro dan Citra.


Persidangan pun dimulai, hakim pun bertanya lagi apakah perceraian ini harus terjadi dan apakah Nabila dan Alfaro tidak bisa berdamai saja, begitulah kira kira pertanyaan yang mulia hakim.


Persidangan pun berlangsung sekitar dua jaman dan ini saatnya keputusan hakim tentang perceraian, harta gono gini dan hak asuh anak.


"Hakim memutuskan bahwa Nabila Putri Natakusuma dan Alfaro Chandra Mahesa resmi bercerai". Ucap yang mulia hakim sambil mengetuk palu tiga kali.


Tok


Tok


Tok


Nabila yang mendengar itu merasa sedih dan bahagia, sedih karena rumah tangganya hancur begini saja dan bahagia bisa lepas dari Alfaro dan rasa sakitnya.


"Untuk harta gono gini karena pihak pengugat yaitu Nabila Putri Natakusuma tidak menerima maka hakim memutuskan beliau tidak menerima harta gono gini". Jelas yang mulia hakim karena memang Nabila tidak mau menerima harta gono gini dari Alfaro.


"Dan untuk hak asuh anak hakim memutuskan bahwa hak asuh anak akan diberikan kepada Nabila Putri Natakusuma". Jelas hakim sambil mengetuk palu kembali.


Alfaro yang mendenger penjelasan hakim tidak terima karena Adelia harus jatuh ketangan Nabila. "Saya menolah bahwa hak asuk anak harus diberika kepada Nabila". Ucap Alfaro membuat Nabila menatap kesal kepada Alfaro.

__ADS_1


"Hakim memutuskan hak asuh anak kepada Nabila Putri Natakusuma karena beliau memberi tahu bahwa anda lalai menjadi seorang ayah, karena anda membuat anak anda mengalami gegar otak ringan, segitu saja yang dapat saya jelaskan Wa'salamualikum wr wb". Ucap yang mulia hakim sambil pergi dari tempat duduknya.


Citra yang mendengar penjelasan hakim langsung kaget, bukan karena hak asuh anak jatuh kepada Nabila tapi karena Citra mendengar bahwa Adelia mengalami gegar otak ringan.


"Maksud kalian apa dengan Adelia yang mengalamu gegar otak". Ucap Citra langsung menghampiri Nabila dan Alfaro yang ada didepan.


"Mamah tanya aja sama manta suami aku, aku pamit dulu yah mah bye". Ucap Nabila sambil menyalami Citra dan berjalan keluar dari ruangan itu.


"Jelaskan Alfaro". Ucap Citra sambil berdiri dihadapan Alfaro, sedangkan Alfaro langsung pergi karena tidak mau menjawab pertanyaan ibunya.


"ALFARO!!!". Teriak Citra tapi Alfaro malah tetap berjalan meninggalkan Citra yang terus teriak.


***


Nabila sudah berada diparkiran dan masuk kedalam mobilnya dan saat akan pergi dari parkiran tiba tiba ada wartawan tidak seperti biasanya dan yang paling aneh kenapa wartawan itu tahu kalau itu Nabila karena semenjak menjadi desainer Nabila tidak pernah menampilkan wajahnya hanya namanya saja yang semua orang tahu.


"Kenapa mereka bisa tahu kalau ini gue". Ucap Nabila mulai khawatir karena Nabila tidak mau orang orang tahu tentang percerainnya dengan Alfaro.


"Mbak mbak Nabila". Teriak wartawan karena Nabila sudah pergi dari pengadilan.


"Kenapa ada wartawan?". Batin Alfaro saat akan keluar dari pengadilan dan melihat ada banyak wartawan mengejar mobil Nabila.


Alfaro langsung memakai masker dan topi yang dia bawa tadi. Alfaro berjalan melewati wartawan itu dan salah satu wartawan menabrak Alfaro. "Ah maaf maaf pak". Ucap wartawan itu meminta maaf.


Alfaro tidak mengubris ucapan wartawan itu dia langsung masuk kedalam mobilnya. "Idih tuh orang jutek amat, pasti nanti matinya juga karena kejutekan". Ucap wartawan tadi yang menabrak Alfaro.


***


Saat ini Nabila sudah berada dibutiknya untuk mengecek sesuatu dan mengambil anaknya karena tadi di titipkan kepada Sania. Nabila memang saat ini berada di Jakarta karena penceraianya dia harus tinggal di Jakarta selama sebulan dan pencerainnya sudah selesai dan Nabila akan kembali kekampungnya.

__ADS_1


"Anak mamah sayang". Panggil Nabila saat melihat Adelia dalam gendongan Sania.


Nabila langsung mengambil alih Adelia dari gendongan Sania. "Gimana hasilnya?". Tanya Sania penasaran karena raut wajah Nabila sangat senang.


"Alhamdulilah lancar dan hak asuh anak jatuh sama gue". Jawab Nabila sambil tersenyum kepada Sania.


"Syukur deh kalau gitu, semoga ini bisa buat hidup loh jauh lebih baik". Ucap Sania senang bila Nabila senang.


"Amin, oh iya gue mau ngomong sama loh, ayo keruangan gue dulu nggak enak kalau disini". Ucap Nabila ingin bicara serius dengan Sania. Nabila dan Sania pun berjalan masuk menuju ruangan Nabila.


"Mau ngomong apa?, serius amat". Ucap Sania yang sudah duduk dikursi putar yang ada dihadapan Nabila.


"Jadi begini gue akan tinggal dirumah nenek gue karena gue mau mulai hidup baru disana dan untuk butik gue serahin semua sama loh, tapi kalau ada masalah loh hubungin gue aja". Ucap Nabila menatap Sania dengan serius.


Sania yang mendengar itu langsung kaget karena Nabila akan tinggal dikampungnya lagi berarti. "Maksud loh, loh akan tinggal selamanya dikampung?". Tanya Sania.


"Iya". Jawab singkat Nabila yang sedang memberi asi kepada anaknya.


"Tapi kenapa loh harus pindah kekampung, kenapa nggak tinggal di Jakarta aja dan gue nggak bisa ngurus butik sendirian dan siapa nanti yang akan membuat desain desain bajunya?". Tanya Sania tidak mau bila Nabila pindah begitu saja.


"Gue kan udah bilang gue mau mulai hidup baru disana dan untuk desain desain bajunya loh tenang aja gue setiap seminggu sekali gue akan kirim desain gue kebutik". Jelas Nabila memang sudah memikirkan dengan matang dengan tindakannya.


"Ya udah deh terserah loh aja yang penting bisa buat loh bahagia". Ucap Sania akhirnya pasrah karena dirinya tidak bisa melarang keinginan Nabila.


"Makasih loh emang sahabat gue yang paling baik". Ucap Nabila memuji Sania yang hidungnya langsung terbang entah kemana.


"Oh iya gue mau nanya kenapa tadi ada wartawan yang kenal sama muka gue?, gue kan kalau pameran nggak pernah nampilin muka". Ucap Nabila yang masih penasaran dengan hal itu.


Maaf yah soal pencerainnya Author nggak tahu, karena gimana mau cerai pacar aja nggak punya🙂😂

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2