
"Tapi Nabila nggak mau ketemu sama mereka, Nabila benci sama mereka, mereka tega buang Nabila begitu aja dan kalau mereka punya alasan kenapa Nabila dibuang, harusnya mereka cari Nabila setelah Nabila besar dan sepertinya mereka memang tidak menyukai Nabila, semua orang memang tidak menyukai Nabila, Nabila punya masalah apa sebenarnya sama orang yang tidak menyukai Nabila hiks...hidup Nabila selalu menderita kenapa Nabila nggak bisa hidup seperti orang lain". Ucap Nabila mulai mengeluarkan unek uneknya selama ini.
"Rumah tangga Nabila hancur karena adik kandung larat adik tiri Nabila, haha apa semua orang suka mempermainkan Nabila?, emang Nabila seperti sampah yang dibuang begitu saja". Ucap Nabila mengeluarkan unek uneknya lagi.
Ningsih yang melihat Nabila lebih hancur dari pada kehilangan Salwa merasa sangat kasihan kepada Nabila, Nabila harus merasakan penderitaan yang belum pernah Ningsih rasakan sama sekali.
"Apa sekarang ibu juga merasa kasihan sama Nabila?, nggak perlu merasa kasihan sama Nabila, Nabila nggak butuh rasa kasihan dari ibu, harusnya ibu juga membenci Nabila seperti orang lain". Ucap Nabila mengetahui kalau Ningsih merasa kasihan kepada dirinya.
"Nggak ibu nggak merasa kasihan sama kamu, ibu kecewa sama kamu karena kamu hancur begini, harusnya kamu semangat bukannya malah jadi begini, mana Nabila yang dulu ibu kenal yang selalu semangat menghadapi apa pun". Ucap Ningsih tidak mau membuat Nabila semakin dont.
"Nggak usah peduli lagi sama Nabila bu dan nggak usaha drama drama lagi dihadapan Nabila, mending ibu pergi dari sini Nabila nggak mau ketemu orang dulu dan Nabila mau sendiri dulu". Ucap Nabila pikirannya mulai kacau.
Ningsih sebenarnya tidak mau pergi dari rumah ini tapi karena dirinya paham kalau Nabila perlu waktu untuk sendiri dan akhirnya Ningsih pun pergi dari rumah almarhumah Salwa.
"Kenapa hidup gue jadi kacau kenapa, ini semua karena loh Alfaro awal mula gue menderita dari loh, harusnya gue nggak nikah sama loh, hidup gue kacau semua". Marah Nabila mulai menyalahkan Alfaro.
"Hiks...kenapa nenek juga bohong sama Nabila, harusnya nenek jelasin ini semua dari dulu jadi Nabila tidak syok dengan semua ini dan pasti ada nenek yang menenangkan Nabila". Lirih Nabila.
"Apa gue harus hilang dari dunia ini agar semua orang bisa senang?". Ucap Nabila mulai berpikiran buntu, tapi saat mendengar tangisan Adelia, Nabila langsung tersadar dari ucapannya tadi.
"Nggak gue masih punya Adelia, dia harus bahagia biar hidupnya nggak seperti gue". Ucap Nabila sambil berjalan lemas menuju kamarnya yang ada disebelah.
"Jangan nangis sayang, mamah disini". Ucap Nabila langsung mengendong Adelia dan menatap Adelia yang tersenyum setelah digendong Nabila.
__ADS_1
"Harusnya gue bersyukur masih punya Adelia, entah jadi gimana hidup gue kalau Adelia nggak ada, makasih Ya Allah telah menghadirkan Adelia untuk membuat Nabila bahagia". Batin Nabila.
Nabila langsung memberi asi kepada Adelia karena Adelia kehausan. "Apa gue harus datang ke detektif itu untuk menemukan orang tua kandung gue?, tapi gue masih belum bisa menerima ini semua". Batin Nabila sambil duduk diranjang dan sesekali mengelap sisa air matanya.
"Dan apakah mereka masih hidup dan kalau gue ketemu sama mereka apa mereka akan mengakui gue, gue takut nanti terlalu berharap dan sakit hati lagi". Batin Nabila takut kecewa nantinya.
Karena pikirannya berkecambuk dan itu membuat kepalanya pusing dan karena kecapean tadi menangis Nabila langsung merebahkan tubuhnya dan menidurkan Adelia disampingnya, Nabila pun ikutan tertidur disamping Adelia yang masih meminum asi.
***
Ditempat lain saat ini Alfaro dan Nisa sudah pulang kerumah, karena tadi infusan Alfaro sudah habis, Alfaro disarankan untuk tidak bekerja dulu selama satu minggu penuh agar kondisinya bisa lebih baik.
"Kamu langsung istirahat aja dikamar Nabila, soalnya untuk sementara waktu kalian tidak boleh tidur satu ranjang". Ucap Citra tidak bisa mencari cara lain agar Alfaro dan Nisa tidak berhubungan intim.
Saat sudah dikamar Citra membantu Alfaro untuk cuci tangan dan kaki, setelah itu membantu Alfaro untuk bertidur. "Udah tidur jangan mikirin yang aneh aneh". Ucap Citra sambil menyelimuti Alfaro dan setelah itu berjalan menuju keluar tapi ditahan oleh Alfaro.
"Mah apa Nabila baik baik aja?". Tanya Alfaro sambil menatap Citra yang membelakanginya.
Citra berbalik dan menatap Alfaro. "Dia baik baik aja dan Adelia juga baik baik aja, kamu kenapa baru peduli sama Nabila setelah kalian cerai, selama ini kamu kemana aja Alfaro". Ucap Citra sambil menghampiri Alfaro kembali.
"Maafin Al mah, Al melakukan itu karena terpaksa, nanti setelah waktunya Al pasti akan cerita sama mamah tapi tidak untuk saat ini". Ucap Alfaro membuat Citra heran dengan ucapan Alfaro.
"Maksud kamu apa Al?, kamu lakukan ini terpaksa?, apa?, mamah nggak ngerti maksud kamu, tolong jelasin Al". Ucap Citra penasaran dengan maksud dari ucapan Alfaro.
__ADS_1
"Alfaro bilang nanti kalau Alfaro sudah siap akan Alfaro jelasin ini semua, tapi untuk saat ini waktunya belum tepat". Jelas Alfaro sambil menatap Citra yang juga menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Oke mamah akan tunggu kesiapan kamu untuk menjelaskan ini semua, mamah harap kamu dapat menyelesaikan masalah kamu sendiri, mamah cuman bisa berdoa untuk kamu". Ucap Citra akhirnya tidak bertanya lagi karena menghargai keputusan Alfaro.
"Makasih mah, maafin Alfaro yang selalu buat mamah kesal dan tidak berbakti sama mamah". Ucap Alfaro merasa bersalah pernah membentak dan memarahi Citra.
"Nggak papa kok, mamah mengerti kenapa kamu berbuat seperti itu, mamah juga minta maaf pernah menampar kamu, itu adalah hal yang sangat mamah sesali". Ucap Citra juga merasa bersalah kepada Alfaro.
Alfaro tidak menganggapi ucapan Citra karena tertidur didalam dekapan Citra, karena memang tadi Citra memeluk Alfaro. "Malah tidur lagi orang lagi serius, tapi nggak papa malah mamah senang ternyata kamu menyesal telah melaksanakan ini semua". Ucap Citra sambil membaringkan Alfaro dan setelah ibu Citra keluar dari kamar itu.
"Riska". Panggil Citra.
"Iya bu ada apa?". Tanya Riska sambil menghampiri Citra.
"Kamu harus awasin Nisa, jangan biar kan dia keluar rumah terlalu lama karena dia memiliki penyakit yang serius dan kamu jangan bilang kepada siapa pun". Jelas Citra tidak mau penyakit Nisa nanti menjadi parah.
"Emang mbak Nisa kena penyakit apa bu?". Tanya Riska kepo.
"Udah kamu nggak perlu tahu, yang penting kamu laksanakan tugas saya, saya pamit dulu jaga Adelio baik baik jangan sampai sakit". Ucap Citra berjalan keluar di ikuti Riska.
"Siap bu tenang aja serahkan semuanya pada Riska". Ucap Riska saat sudah berada diluar dan menatap Citra yang masuk mobil dan tak lama pergi dari kediaman Alfaro.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
__ADS_1