Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA PINDAH KEAPARTEMEN


__ADS_3

Saat ini Nabila sedang bersama Citra, dirinya harus bicara serius dengan Citra. "Kamu mau ngomong apa sih sayang?". Tanya Citra lembut soalnya Nabila menyuruh nya kekamar setelah selesai solat isya.


"Hmm...mah Nabila pengen tinggal di apartemen aja yah, soalnya nggak enak sama papah". Ucap Nabila.


"Mamah kan udah bilang jangan nggak enak sama papah, biarin aja dia mah, nggak usah dipikirin". Ucap Citra tidak mau Nabila pergi.


"Tapi mah Nabila tetap nggak enak, plis mah Nabila pengen tinggal sendiri di apartemen". Ucap Nabila sambil memegang tangan Citra.


Citra tampak berpikir dan menghembuskan nafanya kasar. "Oke kalau maunya kamu gitu, tapi ingat jangan ngelakuin hal yang aneh". Peringat Citra akhirnya menyetujui ucapan Nabila.


"Makasih mah, Nabila pindah besok ke apartemennya". Ucap Nabila memeluk Citra, Citra pun membalas pelukan Nabila.


"Iya, kalau gitu kamu istirahat yah udah malam". Ucap Citra melepaskan pelukannya.


Nabila pun berbaring diranjangnya dan melihat kepergian Citra dari kamarnya. "Makasih mah udah sayang banget sama Nabila". Batin Nabila dan tak lama Nabila pun tertidur.


***


Pagi harinya Nabila bangun lebih pagi karena dirinya harus menyiapkan barang barang untuk pindah ke apartemen, saat sedang memasukan barang barang nya tiba tiba ada yang mengetuk pintunya.


Tok


Tok


"Masuk aja nggak dikunci". Ucap Nabila masih fokus memasukan barang barangnya.


"Sarapan dulu sayang, nanti aja beres beresnya". Ucap Citra masuk kedalam kamar.


"Nanti aja mah tanggung, mamah sarapan duluan aja sama papah". Ucap Nabila sambil melihat Citra sesekali.


"Ya udah kalau gitu, ingat sarapan dulu nanti jangan sampai nggak". Ucap Citra sambil keluar dari kamar Nabila untuk sarapan.


Tak berselang lama Nabila selesai beres beres barangnya. "Piuhhh, akhirnya selesai juga, mandi dulu kali ya baru sarapan". Gumam Nabila berjalan kekamar mandi untuk bersih bersih.

__ADS_1


Sedangkan dilantai bawah Citra sedang sarapan tapi ada yang memencet bel. "Bi tolong bukain pintu". Panggil Citra kepada pembantu nya.


Pembantunya pun membuka pintu. "Eh mbak Sania, ada apa yah kesini?". Tanya pembantu itu saat melihat Sania yang ada didepannya.


"Saya disuruh kesini sama Nabila, katanya suruh bantu dia pindahan ke apartemennya". Jawab Sania memang dirinya disuruh kerumah Citra untuk membantu Nabila.


"Kalau gitu silahkan masuk mbak". Ucap pembantu itu lagi menyuruh Sania masuk, Sania pun masuk kedalam.


"Duduk dulu mbak". Ucap pembantu itu dan pergi menuju Citra.


"Siapa bi?". Tanya Citra yang sedang sarapan.


"Itu bu mbak Sania katanya disuruh kesini sama mbak Nabila". Jawab pembantu itu. Citra hanya mengangguk dan kembali sarapan.


"Mah papah keruang kerja dulu yah". Ucap William setelah selesai sarapan.


"Iya pah". Jawab Citra. William pun berjalan menuju ruang kerjan nya.


Tak lama Nabila turun dari kamarnya dan menuju meja makan untuk sarapan. "Udah selesai beres beresnya?". Tanya Citra yang baru selesai sarapan.


"Udah tuh lagi nunggu diruang tamu". Jawab Citra berjalan menuju dapur untuk menaruh piring bekas dia makan.


"Kalau gitu Nabila berangkat sekarang aja yah mah biar cepat". Ucap Nabila agar dirinya bisa istirahat lebih cepat nanti saat sudah sampai apartemen.


"Sarapan dulu". Ingat Citra yang berada didapur.


"Iya mah, Nabila sarapan pakai roti aja, lagi malas makan nasi". Ucap Nabila tidak selera bila memakai nasi.


"Ya udah serterah kamu". Ucap Citra yang sudah kembali dari dapur.


"Papah dimana mah?". Tanya Nabila sambil celingak celinguk mecari papah mertuanya.


"Ada diruang kerja". Jawab Citra. Nabila pun langsung berjalan menuju ruang kerja mertua nya tapi tidak lupa ke Sania dulu.

__ADS_1


"Tolong ambilin koper gue di kamar yah". Ucap Nabila kepada Sania yang sedang memainkan ponselnya. Sania hanya membulatkan tangannya membentuk huruf O.


Setelah bicara kepada Sania, Nabila langsung berjalan menuju ruang kerja papah mertuannya. Setelah sampai Nabila langsung mengetuk pintunya, tapi tidak ada sahutan dari siapa pun. Cukup lama Nabila mengetuk dan menunggu, karena kelamaan Nabila langsung masuk saja kedalam ruang kerja William.


"Assalamualaikum papah". Panggil Nabila tapi tetap masih tidak ada sahutan, Nabila mencari disetiap sudut ruangan dan ada hal yang membuat nya tertarik yaitu foto yang ada di meja kerja William.


Saat Nabila ingin melihat foto itu, tiba tiba dirinya dikagetkan dengan suara William. "Ngapain kamu?". Tanya William menghampiri Nabila dan langsung mengambil foto yang ada digenggaman Nabila.


"Hmm...Nabila cuman mau pamit pindah ke apartemen pah". Jawab Nabila.


"Kalau gitu sana pergi ngapain masih disini?, nggak perlu pamitan sama saya". Ucap datar William membuat perasaan Nabila tercentil sedikit.


"Kalau gitu Nabila berangkat pah". Ucap Nabila sambil mengulurkan tangannya kepada William tapi William malah berjalan kearah mejanya.


Nabila terdiam sesaat dan setelah itu berjalan keluar dari ruang William, tapi sebelum Nabila benar benar keluar William memanggil nya. "Tunggu Nabila". Ucap William. Nabila yang awalnya senang karena William memanggilnya tapi ternyata William malah bertanya tentang foto yang Nabila pegang tadi.


"Kamu nggak lihat gambar yang ada dalam foto kan?". Tanya William memastikan. Senyum yang tadinya lebar, tiba tina luntur begitu saja saat mendengar pertanyaan William.


"Nggak pah, Nabila nggak lihat gambar yang ada difoto itu, emang itu foto siapa?". Tanya Nabila memang tidak melihat gambar dalam foto itu.


"Udah sana pergi jangan banyak tanya". Ucap William. Tanpa pikir panjang Nabila langsung pergi dari ruang kerja William.


"Kok lama sayang?". Tanya Citra yang sedang duduk diruang tamu menemani Sania.


"Nggak papah kok mah, kalau gitu Nabila berangkat sekarang yah". Pamit Nabila sambil mendorong kopernya yang sudah diambil oleh Sania tadi dikamar nya.


"Ya udah hati hati, maaf mamah nggak bisa nemanin, soalnya nanti ada acara arisan". Ucap Citra tidak bisa ikut mengantar Nabila.


"Iya mah, nggak papah kok, kalau gitu Nabila duluan, Assalamulaikum, ayo San". Ucap Nabila berjalan duluan menuju mobil nya.


"Sania pamit dulu tan, bye". Ucap Sania berjalan menyusul Nabila. Mereka pun berangkat menuju apartemen Nabila yang lumayan jauh dari rumah Citra.


Ditempat lain tepat nya diruang kerja William

__ADS_1


"Apa benaran dia nggak lihat foto ini?, harus nya saya simpan foto ini ditempat yang aman agar tidak ketahuan oleh siapa pun lagi". Gumam William sambil memperhatikan foto tersebut yang bergambar seorang gadis kecil dan foto orang yang sama tapi yang ini sudah dewasa. William menyimpan dua foto tersebut kedalam sebuah kotak dan menaruh nya didalam laci yang dikunci agar tidak ada orang yang bisa membukanya.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2