
Dua bulan kemudian
Nabila saat ini sudah sehat dan tidak perlu meminum obat lagi, dan dia bisa melakukan aktivitannya kembali tapi Nabila dilarang terlalu cape oleh dokter, takut terjadi apa apa nantinya.
Nisa pun juga sudah mulai menerima anaknya, dia sudah memberikan asi kepada anaknya, tapi kelakuannya kepada Nabila masih sama tidak ada yang berubah.
Saat ini Nabila sedang berada diruang keluarga bersama anaknya yang bernama Adelia Putri Mahesa, anak Nabila dikasih nama oleh Citra, karena Alfaro tidak mau memberi nama kepada Adelia, bahkan yang mengazani Adelia adalah William itu pun dipaksa oleh Citra.
Nabila sedang memberikan asi kepada Adelia dan tiba tiba datanglah Nisa dari atas. "Kamu mau kemana Nis?". Tanya Nabila yang masih menyusui Adelia.
"Bukan urusan loh". Ketus Nisa terus berjalan keluar rumah. Nabila hanya diam tidak bertanya lagi karena tidak ada gunanya.
"Loh Adelio nggak diajak sama Nisa keluar?". Tanya Nabila saat melihat baby sister Adelio masuk kedalam rumah.
"Nggak mbak, kata mbak Nisa dia cuman sebentar aja keluarnya jadi Adelio nggak perlu ikut". Jelas Riska sambil menghampiri Nabila dan Adelia yang sedang meminum asi.
"Oh gitu, kalau gitu gimana kalau kita pergi keluar jalan jalan gitu". Ajak Nabila karena dirinya bosan diam dirumah melulu.
"Tap-..". Ucap Riska terpotong oleh Nabila.
"Udah tenang aja nggak akan terjadi apa apa kok". Ucap Nabila meyakinkan Riska. Dan Riska pun mengangguk.
"Kalau gitu kita langsung pergi aja, nggak perlu ganti baju bukan mau kekondangan atau acara penting ini". Ucap Nabila lagi. Mereka pun hanya menyiapkan popok dsn barang barang bayi saja.
"Kita pakai supir aja yah mbak, mbak jangan bawa mobil dulu takut kenapa napa nanti mbaknya". Ucap Riska khawatir terjadi sesuatu.
"Nggak usah pakai supir, saya bawa mobil sendiri aja biar nggak ribet, nggak akan terjadi apa apa kok Ris, kamu tenang aja". Ucap Nabila.
"Terserah mbak aja deh". Ucap Riska akhirnya mengalah.
Dan akhirnya mereka berangkat dengan Nabila yang menyupir mobilnya. "Kita mau jalan jalan kemana mbak?". Tanya Riska yang duduk didepan bersama Adelio dan Adelia.
"Kita mau ke taman hiburan aja". Jawab Nabila. Riska hanya mengangguk.
__ADS_1
***
Mereka pun sampai di taman hiburan dan Nabila langsung turun sambil membawa Adelia digendongannya dan setelah itu Nabila mengambil stroller didalam mobil, menaruh Adelia distoller itu.
"Kamu beli tiket dulu aja gih, Adelio biar saya yang bawa". Ucap Nabila kepada Riska yang sedang menaruh Adelio di stoller juga.
"Oke mbak". Ucap Riska berjalan menuju tempat tiket taman hiburan itu.
Setelah kepergian Riska, Nabila masuk kedalam mobil terlebih dahulu karena ketinggalan sesuatu, sedangkan Adelio dan Adelia ditinggal sebentar, karena tidak jauh dari mobil.
"Mana sih ponselnya perasaan tadi disini deh". Ucap Nabila terus mencari ponselnya dikursi kemudi.
"Nah ini dia". Ucap Nabila mengambil ponsel yang ternyata ada dikursi belakang, entah kenapa ponsel itu bisa ada dikursi belakang, Nabila pun juga bingung.
Setelah mengunci mobilnya Nabila menoleh kearah anak anak dan kaget karena hanya ada satu stoller yaitu stoller Adelia, sedangkan stoller Adelio entah dimana.
"Ya ampun Adelio kamu dimana?". Teriak Nabila dan semua orang langsung menghampirir Nabila.
"Ini mbak anak saya yang satu lagi hilang, mbak lihat nggak?". Tanya balik Nabila.
"Oh bayi yang pakai stoller warna biru yah, tadi dia pergi kearah sana sama pria dan wanita, saya kirain itu orang tuanya". Jawab orang itu mengira orang yang membawa Adelio adalah orang tuanya.
"Kalau gitu saya titip anak saya sebenyar yah mbak, nanti baby sisternya datang, saya mau cari anak laki laki saya dulu". Ucap Nabila langsung berlari kearah yang ditunjuk orang tadi.
Nabila terus mencari tanpa memperdulikan dirinya yang belum boleh lari lari terlalu lama, karena takut jahitannya lepas walaupun sudah lama. "Adelio kamu dimana nak, jangan buat mamah khawatir dan kena masalah karena kamu hilang pasti papah kamu akan marah sama mamah". Batin Nabila yang sedang memegang lututnya karena kelelahan. Nabila memang sengaja menyuruh Adelio nantinya memanggil dirinya mamah.
Nabila kembali mencari, tapi hasilnya nihil. Nabila sudah bertanya kepada orang orang dengan menggunakan foto Adelio yang ada di ponselnya, tapi tetap saja orang orang tidak mengetahui karena Adelio menggunakan stoller jadi tidak kelihatan wajahnya oleh orang lain.
Saat sedang bertanya tanya tiba tiba ponselnya berbunyi dan itu dari Riska, Nabila langsung mengangakatnya.
..."Mbak dimana?, mendingan mbak kembali, biar polisi yang cari Adelio". Ucap Riska sudah mengetahui bahwa Adelio menghilang atau diculik....
..."Nggak bisa saya harus cari Adelio sampai ketemu Ris". Ucap Nabila ngeyel....
__ADS_1
..."Tapi mbak kasihan Adelia, dia nangis terus mungkin dia haus". Ucap Riska karena memang Adelia sedang menangis, sedangkan Riska bingung menenangkannya karena Adelia akan berhenti nangis kalau ada Nabila....
..."Ya udah kalau gitu saya kesana sekarang, dan kamu udah nelepon polisi kan?". Tanya Nabila....
..."Iya saya sudah menelepon polisi mbak". Jawab Riska, setelah mendengar jawaban Riska, Nabila langsung mematikan sambungan teleponnya dan berjalan ketempat dimana Adelia dan Riska berada....
Setelah sampai Nabila melihat begitu banyak orang dan polisi, dirinya tahu pasti semua orang sudah tahu kalau ada anak yang diculik. Nabila langsung menghampiri Adelia yang sedang menangis dalam gendongan Riska.
"Mbak". Panggil Riska saat melihat Nabila menghampirinya.
"Sini". Ucap Nabila, Riska pun langsung memberikan Adelia kedalam gendongan Nabila. Dan benar saja Adelia langsung berhenti menangis setelah ada Nabila.
Saat Nabila sedang mengendong Adelia, polisi menghampiri Nabila. "Permisi saya boleh nanya kronologisnya kenapa anak anda bisa hilang?". Tanya polisi itu.
"Baik pak". Ucap Nabila mulai menceritakan kronologis Adelio yang hilang.
"Kalau gitu saya akan melakukan yang terbaik untuk menemukan anak ibu". Ucap polisi itu pergi berlalu untuk menanyakan saksi saksi yang lain.
Sedangkan Nabila hanya melamun sambil mengendong Adelia karena dirinya tidak tahu akan seperti apa nanti kalau Alfaro mengetahui anak kesayangannya diculik.
Riska yang mengerti langsung menenangkan Nabila. "Mbak nggak usah ngerasa bersalah karena ini bukan salah mbak". Ucap Riska.
"Ini salah saya, harusnya saya tidak mengambil ponsel kedalam mobil, pasti kejadian ini nggak akan terjadi". Ucap Nabila mulai mengeluarkan air matanya karena takut dan khawatir terjadi apa apa sama Adelio.
"Udah kita serahin aja sama polisi, sekarang kita pulang yah mbak karena mbak nggak boleh terlalu cape". Ucap Riska sebenarnya dirinya juga khawatir terhadap Adelio tapi dirinya tidak mau menunjukannya dihadapan Nabila karena itu akan membuat Nabila sangat khawatir.
Nabila mengangguk menyetujui ucapan Riska untuk pulang, karena dirinya tidak mungkin bisa mencari Adelio kalau keadaan dirinya sedang cape. Nabila dan Riska pun berjalan menuju mobil, tapi saat akan masuk ada yang memanggil Nabila.
"NABILA". Teriak orang yang baru saja datang dan membalik tubuh Nabila agar berhadapan dengan orang itu, dan tanpa aba aba orang itu langsung menampar Nabila.
Plak
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
__ADS_1