
"Akhhhh". Desah Nisa, karena dirinya langsung dicium rakus oleh Alfaro. Tak berselang lama Alfaro melepaskan ciuman itu, dan menatap Nisa dengan lekat.
"Kamu nggak usah salah paham saya Kakak kamu, kamu tetap orang yang aku cintai". Ucap Alfaro menyakinkan Nisa bahwa dirinyalah yang dicintai Alfaro.
Nisa pun langsung tersenyum mendengar ucapan Alfaro." Oke, kalau gitu aku percaya". Ucap Nisa langsung luluh dengan ucapan ucapan Alfaro. Saat Alfaro ingin mencium Nisa lagi, langsung ditahan oleh Nisa, Alfaro pun langsung mengerenyitkan alisnya.
"Mas aku lapar pengen makan". Rengek Nisa merasa lapar karena tadi dirinya digempur habis habisan oleh Alfaro.
"Kalau gitu ayo turun kebawah, pasti Nabila udah masak". Ajak Alfaro mengandeng tangan Nisa. Mereka pun turun menuju meja makan, tapi pas tudung sajinya dibuka ternyata tidak ada apa apa.
"NABILA!!!". Teriak Alfaro karena tidak ada makanan. Alfaro terus memanggil Nabila, tapi tidak ada yang menyahut. Akhirnya Alfaro pergi kekamar Nabila karena kesal. Saat sudah sampai Alfaro langsung membuka pintu kamar ternyata tidak ada siapa siapa dikamar itu.
"Gimana mas si mandulnya ada?". Tanya Nisa saat Alfaro sudah kembali.
"Nggak ada, kemana sih dia, udah malem juga belum pulang". Kesal Alfaro karena tidak biasanya Nabila seperti ini. Alfaro langsung menghubungi Nabila.
Ditempat lain
Kring kring kring
Suara ponsel yang terus berdering sedari tadi, tapi sang pemilik tidak mengangkatnya karena dirinya malas berbicara dengan si penelpon.
Nabila langsung mematikan ponselnya. "Buat apa coba dia nelpon gue, kalau nggak suka yah jangan nelpon gue". Ucap Nabila mengerutu. Ya, orang itu adalah Nabila, saat ini Nabila berada di apartemen miliknya, yang dia beli waktu masih lajang. Nabila ke Apartemennya karena dirinya saat ini tidak mau ketemu sama Alfaro maupun Nisa.
"Akhhh, kenapa gue harus cinta sama orang kayak gitu". Kesal Nabila karena dirinya tidak bisa lepas dari Alfaro, karena Nabila terlalu mencintai Alfaro.
"Oke Nabila tenang, loh pasti bisa jalanin ini semua". Ucap Nabila menyemangati dirinya sendiri. Nabila sudah tidak menangis nangis lagi karena dirinya sudah mulai menerima, kenapa?, karena ngapain dirinya terus menangis kalau keadaannya tidak bisa kembali seperti dulu.
Setelah menyemangati dirinya, Nabila langsung tidur dan tidak lupa memasang alarm. Nabila pun tidur dengan nyenyak karena mungkin dirinya terlalu lelah jadi langsung tertidur pulas.
Ditempat lain tepat dirumah Alfaro
"Gimana mas?". Tanya Nisa.
"Nggak bisa dihubungi, tadi ponselnya aktif, tapi sekarang nggak aktif". Jawab Alfaro yang sudah duduk disamping Nisa.
"Kalau gitu kita pesan makananan online aja". Ucap Nisa karena dirinya tidak bisa memasak.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu kamu aja yang pesan, dan pesannya satu porsi aja, saya nggak lapar". Ucap Alfaro beranjak dari duduknya dan menuju ketaman belakang rumah.
Sedangkan Nisa kesal karena Alfaro seperti kembali peduli kepada Nabila. "Gue harus buat mas Alfaro nggak peduli sama Nabila". Gumam Nisa. Setelah berkata seperti itu, Nisa langsung kembali kekamarnya, karena dirinya sudah tidak berselera makan.
Ditaman belakang
Saat ini Alfaro sedang menyesap rokoknya. "Maaf". Lirih Alfaro. Setalah berucap seperti itu, Alfaro langsung kembali kedalam rumah dan kembali tidur.
***
Saat ini matahari sudah memunculkan sinarnya, dan saat ini waktunya orang orang bangun dari alam mimpinya karena mereka harus bekerja dan lain sebagainya, begitu pun dengan Nabila, saat ini Nabila sudah rapih dengan pakaiannya, dirinya sudah siap untuk berangkat ke butik.
Nabila pun turun dari apartemennya kelantai bawah untuk memberhentikan taksi. Saat sudah dibawah Nabila melambaikan tangannya saat taksi mau melawatinya, taksi itu pun berhenti, Nabila langsung menaiki taksi itu.
"Mau kemana neng?". Tanya sopir itu. Nabila pun langsung memberikan alamat tujuannya. Nabila oun berangkat menuju butik.
***
Tak berselang lama, Nabila sampai dibutik, Nabila langsung turun dari taksi dan tidak lupa membayarnya. Sedangkan didepan butik Sania sudah menunggu.
"Loh nggak papa kan?, loh semalam kemana?, suami loh nelpon gue nyariin loh". Cerocos Sania kepada Nabila. Memang semalam Alfaro menghubungi Sania menanyakan Nabila dimana, dan Sania menjawab tidak tahu, memang dirinya tidak tahu.
"Oh syukur deh kalau gitu, gue kira loh bunuh diri". Ucap Sania karena dirinya khawatir Nabila melakukan hal hal aneh.
"Gue emang sakit hati, tapi nggak bunuh dirinya juga, nggak ada gunanya dan nggak akan menyelesaikan masalah". Ucap Nabila berjalan kedalam butik, dan semua karyawan menyapa Nabila.
"Sekarang ada meeting nggak?". Tanya Nabila yang sudah berada diruangannya.
"Nggak ada, hari ini cuman ada pesanan pesanan aja". Jawab Sania karena memang hari ini tidak ada meeting sama sekali.
"Kalau gitu loh boleh keluar". Ucap Nabila yang sedang melihat lihat desainya. Saat Sania mau keluar dari ruangan Nabila, Nabila langsung menahannya.
"Eh tunggu San". Ucap Nabila, Sania pun langsung balik badan menghadap Nabila.
"Gue hari ini nggak mau diganggu, jadi kalau ada orang yang nyariin gue bilang aja nggak ada, dan ini untuk siapa pun". Lanjut Nabila yang diangguki Sania. Sania pun keluar dari ruangan Nabila.
***
__ADS_1
Tak terasa ini saatnya jam makan siang dan saat Nabila ingin keluar dari ruanganya dirinya mendengar keributan. Nabila langsung menghampiri keributan itu.
"Ada apa ini?". Tanya Nabila.
"Ini mbak ada yang mau ketemu mbak". Jawab Sania. Nabila pun langsung melirik orang itu dan alangkah terkejutnya dirinya melihat orang itu.
"Mas ngapain kesini?". Tanya Nabila karena tidak biasanya suaminya yaitu Alfaro datang kebutiknya.
"Kita bicara diruangan aku". Lanjut Nabila berjalan duluan disusul Alfaro.
"Mas ngapain kesini?". Tanya Nabila lagi sambil menyuruh Alfaro untuk duduk.
"Kamu kenapa nggak pulang?". Tanya balik Alfaro. Nabila menghela nafas.
"Aku semalam nginap di apartemen...". Jawab Nabila, tapi ucapannya dipotong oleh Alfaro.
"Di apartemen mantan mu maksudnya?". Tanya Alfaro langsung emosi tanpa mendengarkan kelanjutan ucapan Nabila. Nabila menatap heran, mantan? Padahal dirinya saja tidak punya mantan.
"Maksud mas apa?, mantan dari mana?, perlu mas inget kalau aku nggak punya mantan". Ucap Nabila membela dirinya.
"Nggak punya mantan?, terus ini apa hah?". Tanya Alfaro langsung menyerahkan sebuah foto kepada Nabila. Nabila kaget saat melihat foto itu, bagaimana bisa dirinya dipeluk oleh lelaki.
"Aku nginap di apartemen Aku mas, bukan di apartemen orang lain dan foto ini mas dapat darimana?". Tanya Nabila.
"Saya dapat foto itu dari Nisa". Jawab Alfaro dingin.
Deg
Nisa?, bagaimana mungkin adiknya itu memfitnah kakaknya, apa dia nggak puas merebut suaminya dan sekarang memfitnahnya pikir Nabila.
"Terserah mas mau berpikir seperti apa, yang penting aku udah berkata jujur". Ucap Nabila tidak mau meladeni urusan ini lagi, karena dirinya mulai pusing.
"Sekarang mas boleh tolong pulang atau kembali kekantor, Aku mau menyelesaikan kerjaan ku". Lanjut Nabila berjalan kearah bangkunya.
Alfaro yang kesal semakin kesal mendengar Nabila mengusirnya. "Kamu mgusir saya, inget yah saya ini suami kamu". Kesal Alfaro sambil menatap Nabila dengan tajam.
"Suami yang nggak peduli lagi emang bisa dibilang suami?". Tanya Nabila. Alfaro langsung memantung mendengar ucapan Nabila.
__ADS_1
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤