
Seminggu sudah Nabila berada dirumah Citra, Nabila sebenarnya disuruh pulang oleh Alfaro, tapi Nabila tidak mau karena belum siap bertemu dengan Nisa dan Citra melarangnya untuk pulang kerumah Alfaro. Sebenarnya Nabila tidak enak tinggal dirumah Citra, tapi Citra memaksannya untuk tinggal dirumahnya tidak boleh di apartemen.
Saat ini Nabila sedang bersantai sambil nonton drakor, entahlah Nabila tidak tahu kenapa dirinya suka drakor, padahal dulu Nabila jarang sekali nonton drama drama karena sibuk. Nabila suka nonton drakor saat semingguan ini.
"Sayang kita nonton drakornya di bioskop aja gimana, sambil belanja belanja nanti di mall". Ajak Citra yang baru selesai dari dapur.
"Nabila males kemana mana mah". Ucap Nabila sambil menselonjorkan badannya disopa.
"Jangan males males nanti bayi nya juga males loh". Ucap Citra menakut nakuti Nabila. Dan benar saja Nabila langsung bangun.
"Ayo mah kalau gitu". Ucap Nabila semangat 45.
"Sebentar mamah ambil tas dulu". Ucap Citra berjalan kekamarnya untuk mengambil tas.
Tak berselang lama Citra kembali. "Ayo berangkat". Ucap Citra mengandeng tangan Nabila. Mereka pun berangkat menuju bioskop.
***
Sedangkan Alfaro saat ini sedang menuruti keinginan Nisa yaitu belanja ke mall, sebenarnya dirinya paling males ke mall bersama wanita, karena suka lama dan ujung ujungnya dirinya yang bawa belanjaannya.
"Udah dong Nis belanjanya". Tegur Alfaro karena barang ditangannya sudah penuh.
"Aish masih banyak yang harus aku beli mas, jadi kalau mas capek mending duduk aja". Ucap Nisa yang sedang memilih milih baju.
Alfaro pun duduk tanpa memperdulikan Nisa yang sedang berkeliling mencari baju yang dia sukai.
"Hmm...mana sih baju yang gue cari kok nggak ada". Gumam Nisa yang masih mecari baju incarannya. Saat menemukan baju yang dia ingin kan Nisa langsung mengambilnya, tapi sayang baju itu juga ada yang mengambil, jadi mereka berdua tarik menarik.
"Lepasin ini gue dulu yang nemuin". Ucap Nisa yang terus menarik baju itu, tanpa memperdulikan orang disekitarnya.
"Enak aja ini gue yang nemuin dulu, jadi lepasin, masih banyak tuh bajunya". Ucap orang itu tidak mau melepaskan bajunya begitu saja.
__ADS_1
"Kalau banyak kenapa nggak loh aja yang ambil baju lain, gue nggak mau pokoknya ini gue duluan yang ambil". Ucap Nisa keukeuh tidak mau melepaskan baju itu.
"Nggak mau gue mau baju yang ini jadi lepasin". Ucap orang itu yang terus menarik bajunya.
Alfaro yang mendengar keributan tidak langsung menghampirinya karena Alfaro tidak tahu kalau orang yang ribut adalah Nisa. Alfaro tetap fokus pada ponselnya memeriksa email yang dikirim oleh sekertaris keduanya.
Sedangkan Nisa dan orang itu terus tarik menarik baju, mereka berdua tidak ada yang mau mengalah.
Tak jauh dari tempat Nisa, Citra dan Nabila saat ini menuju bioskop, tapi Citra penasaran dengan keributan yang ada didepannya. Citra ingin menghampirinya tapi ditahan oleh Nabila.
"Udahlah mah jangan ngurusin urusan orang". Ucap Nabila tahu mertuanya akan berjalan kemana.
"Mamah pengen tahu aja sayang, sebentar kok nggak lama". Ucap Citra tetap ingin melihat. Nabila pun pasrah mengikuti keinginan mertuanya.
Saat siapa tahu yang ribut, Citra langsung maju kedepan dan menampar orang lain yang tak lain adalah Nisa. "Dasar tidak tahu malu, masih berani cari keributan di tempat umum, kamu nggak puas apa buat keributan dirumah?". Marah Citra. Nisa yang langsung melepaskan baju itu dan melirik Citra.
"Anda nggak usah ikut campur kalau nggak tahu kronologinya". Ucap Nisa, sedangkan orang tadi langsung mengambil baju yang dilepas Nisa dan pergi begitu saja.
Sedangkan Nabila yang menunggu Citra, tapi tidak kembali, Nabila pun menyusul Citra. Nabila memang tidak ikut melihat orang yang ribut itu karena tidak tertarik.
Saat Nabila berjalan menuju kerumunan itu, Nabila mendengar suara Citra. "Kok kayak suara mamah". Gumam Nabila langsung menerobos kerumunan.
Nabila kaget saat melihat Citra dan Nisa berantem, Nabila langsung berjalan menuju Citra. "Mah udah ayo pulang". Ucap Nabila menarik tangan Citra.
"Lepasin sayang mamah belum selesai ngomong sama ular keket". Berontak Citra.
"Mamah kalau mamah ikutan ribut, bukan cuman mamah aja yang malu tapi keluarga Mahesa". Ucap Nabila. Citra pun mencerna ucapan Nabila dan yang dibilang Nabila memang benar menurut Citra.
"Iya udah ayo, tapi kita nggak pulang kita nonton dulu". Ucap Citra.
"Nggak kita pulang aja, Nabila udah cape". Ucap Nabila merasa sangat cape padahal tidak melakukan hal hal yang berat.
__ADS_1
"Ya udah kita pu-...". Ucapan Citra terpotong oleh suara bariton seorang laki laki.
"Mamah ngapain disini?". Tanya orang itu yang tidak lain adalah Alfaro. Citra yang mendengar suara Alfaro langsung pergi menarik Nabila karena Citra masih kecewa sama Alfaro.
Alfaro yang melihat mamahnya pergi langsung mengejarnya,sedangkan Nisa dia hanya diam menatap Alfaro pergi.
"Mah tunggu Alfaro mau bicara dulu sama Nabila". Ucap Alfaro saat Citra dan Nabila akan memasuki mobil.
"Nggak usah, nggak ada yang perlu kalian bahas, jalan pak". Ucap Citra tidak mau Alfaro berbicara terlebih dahulu, nanti hati Nabila pasti langsung luluh mendengar Alfaro memohon.
"Mah biar Nabila bicara sebentar yah sama mas Alfaro, mamah tolong ngertiin rumah tangga kami mah, Nabila dan mas Alfaro harus menyelesaikan masalah ini". Ucap Nabila memohon kepada Citra.
Citra pun tampak berpikir sambil melihat Nabila dan Alfaro."Kalau gitu mamah izinin, tapi mamah kasih waktu 5 menit nggak boleh nolak". Ucap Citra. Nabila pun mengangguk dan turun dari mobil.
"Ayo mas kita bicara ditaman itu aja". Ucap Nabila berjalan menuju taman yang ada disitu.
Nabila duduk dikursi taman dan menghirup aroma taman yang segar. "Saya cuman mau bilang kamu untuk pulang kerumah, nggak enak kalau terus tinggal dirumah mamah papah". Ucap Alfaro membuat hati Nabila sakit karena Alfaro tidak bertanya keadaan dirinya malah berkata hal lain.
Nabila tersenyum lembut kearah Alfaro. "Tunggu aku siap, kalau kamu malu aku tinggal dirumah mamah, aku akan pergi keapartemen". Jelas Nabila kembali melihat kearah depan.
Alfaro tidak menanggapi ucapan Nabila, melainkan dirinya duduk disamping Nabila. "Kapan kamu siap pulang?". Tanya Alfaro melihat Nabila yang hanya memandang kedepan.
"Entahlah aku juga nggak tahu". Ucap Nabila memang tidak tahu kapan dirinya siap untuk pulang kerumah Alfaro. Nabila beranjak dari duduknya.
"Kamu mau kemana?, kita belum selesai bicara". Ucap Alfaro saat melihat Nabila akan pergi.
"Waktunya udah habis mas, nanti mamah marah". Ucap Nabila berjalan menuju mobil Citra dan langsung menaikinya.
Alfaro hanya bisa melihat kepergian Nabila. Alfaro sebenarnya bingung mencintai siapa, disisi lain Nabila wanita pertama yang dicintai Alfaro dan disisi lain Nisa mengandung anaknya. Alfaro jadi pusing memikirkan itu semua.
Cukup lama Alfaro diam ditaman, dan dia pergi saat mengingat Nisa yang masih ada didalam mall.
__ADS_1
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤