Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
ADELIA TERKENA GEGAR OTAK


__ADS_3

"Anak ibu mengalami gegar otak ringan dan nanti saya akan resepkan obat untuk bayinya". Jelas dokter kepada Nabila yang terduduk dikursi dengan keadaan menangis.


"Hiks...hiks...kenapa kamu masih kecil harus mengalami hal seperti ini sayang". Tangis Nabila yang tidak percaya dengan penjelasan dokter.


"Apakah anak saya harus di operasi dok?". Tanya Nabila melirik dokter yang sedang berdiri disamping pintu.


"Tidak perlu, tapi bila anak mengalami kesakitan atau menangis terus menerus dengan berat hati mungkin kita harus melakukan operasi kepada anak itu". Jelas dokter itu.


"Kalau begitu saya boleh masuk dan apakah anak saya harus dirawat dok?". Tanya Nabila lagi sambil berdiri dari duduknya dengan masih berlinang air mata.


"Silahkan ibu kalau mau masuk dan sebaiknya anak ibu dirawat dulu satu hari dirumah sakit takutnya nanti terjadi apa apa sama anaknya". Ucap dokter.


"Nanti suster akan memindahkan anak ibu keruangan anak yah, kalau begitu saya pamit dulu". Lanjut dokter itu berjalan menuju pasien yang lain.


Setelah kepergian doktet, Nabila langsung masuk kedalam ruangan itu dan saat melihat Alfaro mengikutinya, Nabila langsung berhenti. "Mau apa kamu mas?". Tanya dingin Nabila.


"Saya mau masuk, mau lihat keadaan Adelia karena saya yang buat dia jadi begitu". Jawab Alfaro dan itu membuat Nabila tersenyum sinis.


"Nggak usah kamu urus aja Adelio di rumah dia sendirian nanti kenapa napa". Ucap Nabila dan langsung masuk kedalam tidak lupa menutup pintunya.


"Apakah dia benci sama gue?". Batin Alfaro yang sedang berdiri didepan pintu, dan setelah itu pergi dari rumah sakit.


***


"Halo sayang mamah yakin kamu pasti kuat". Hanya itu yang bisa di ucapkan Nabila dia tidak bisa berucap apa pun lagi. Nabila terus menatap anaknya yang sedang terlelap dan sesekali dia juga menangis saat melihat anaknya.


"Permisi ibu, saya akan memindahkan anak ibu keruangan khusus bayi". Ucap suster yang baru masuk. Sedangkan Nabila hanya mengangguk.


Suster pun membawa Adelia menggunakan box bayi dan mendorongnya diikuti oleh Nabila dari arah belakang.


"Saya permisi bu". Ucap suster setelah selesai memasangkan semua yang harus dipasang. Nabila hanya mengangguk dan duduk disamping putri kecilnya.

__ADS_1


Nabila melamun sambil melihat anaknya bahkan saat ada yang masuk pun Nabila tidak menyadarinya. "Nabila". Panggil orang itu yang tak lain adalah Sania. Sania berada dirumah sakit karena dirinya sedang menjenguk saudarannya, dan saat pulang dia melihat Nabila masuk kedalam ruangan ini, tanpa pikir panjang Sania langsung masuk.


Saat dipanggil Nabila tidak menyahut karena dirinya masih belum menyadari kalau ada orang disitu. Sania menghampiri Nabila dan memegang pundak Nabila.


"Nabila kenapa anak loh ada disini?". Tanya Sania sambil memegang pundak Nabila. Nabila langsung melihat Sania.


"Sania". Panggil lirih Nabila dan tanpa aba aba Nabila langsung memeluk Sania, Nabila pun menangis dipelukan Sania. Sania mengusap usap pundak Nabila.


"Loh kenapa nangis dan kenapa anak loh ada disini dan kepalanya diperban?". Tanya Sania masih penasaran. Nabila tidak merespon pertanyaan Sania, dia terus menangis sampai baju Sania pun basah oleh air mata Nabila.


"Keluarin aja air mata loh jangan dipendam". Ucap Sania tidak bertanya lagi karena mengerti kenapa Nabila menangis.


Nabila terus mengeluarkan air matanya dan tak lama melepaskan pelukannya dari Sania. "Hiks...apa gue pantes disebut orang tua San?". Tanya Nabila membuat Sania bingung.


"Maksud loh apa, semua orang yang mempunyai anak pasti pantas menjadi orang tua, bahkan orang yang tidak punya anak pun pantas mempunyai anak". Jawab Sania.


"Gue tanya lagi kenapa anak loh ada dirumah sakit?". Tanya Sania lagi.


Sania yang mendengar jawaban Nabila langsung kaget karena bagaimana bisa Adelia terkena gegar otak. "Kenapa dia bisa kena gegar otak?". Tanya Sania. Nabila pun menceritakan kenapa Adelia terkena gegar otak.


Sania yang mendengarkan penjelasan Nabila langsung tersulut emosi. "Dasar nggak tahu diri suami loh itu, bagaimana bisa dia melakukan itu sama Adelia dasar bukan manusia". Marah Sania sedangkan Nabila hanya diam saja.


"Anak loh bisa sembuhkan?". Tanya Sania lagi.


"Mungkin bisa". Jawab Nabila. Saat Sania akan berucap lagi tiba tiba Adelia menangis.


(Suara tangisan bayi). {Author nggak tahu gimana nulis suara tangisan bayi, karena kalau hoek hoek itu kayak suara orang lagi muntah😆}.


"Sayang jangan nangis yah, kamu haus?". Tanya Nabila sambil mengendong Adelia yang sedang menangis. Nabila pun langsung memberikan asi kepada Adelia, dan Adelia pun mulai tenang.


"Gue kasih tahu tante Citra yah kalau Adelia ada dirumah sakit". Ucap Sania sambil mengeluarkan ponselnya didalam tas miliknya.

__ADS_1


"Nggak usah gue nggak mau buat dia sedih lagi". Ucap Nabila menahan tangan Sania yang akan menelepon Nabila. Sania yang mengerti pun tidak jadi menelepon Citra.


"Ya udah loh istirahat aja disopa biar gue aja yang jagain anak loh, pasti loh cape". Ucap Sania.


"Nggak usah gue nggak cape kok, mending loh pulang aja pasti loh juga cape habis kerja". Ucap Nabila tidak bertanya kenapa Sania berada dirumah sakit karena menurutnya tidak penting.


"Nggak gue akan disini sampai anak loh dibolehin pulang". Ucap Sania sambil berjalan menuju sopa dan membaringkan tubuhnya disopa, sebenarnya Sania sangat cape dirinya ingin tidur karena sudah malam tapi dia harus menahannya demi Nabila.


"Kalau loh ngantuk tidur aja jangan ditahan, besok kan loh harus pergi kebutik". Ucap Nabila melirik Sania yang menutup matanya dan membukannya begitu seterusnya.


"Nggak gue nggak ngantuk dan besok gue nggak akan kebutik karena besok kan libur". Ucap Sania.


"Oh iya gue lupa". Ucap Nabila yang sedang menaruh Adelia di box bayi.


"Gue kekantin rumah sakit dulu yah, mau beli kopi biar ngilangin rasa kantuk". Ucap Sania berjalan keluar ruangan Adelia untuk membeli secangkir kopi panas.


Saat Sania pergi datanglah orang yang mencelakai Adelia siapa lagi kalau bukan Alfaro Chandra Mahesa. Nabila mengira itu adalah Sania.


"Katanya mau beli kopi kok balik lagi sih". Ucap Nabila tanpa menoleh kearah Alfaro.


"Kok nggak ja-...". Ucap Nabila tidak melanjutkan ucapannya karena menatap Alfarp.


"Ngapain kamu kesini?". Tanya dingin Nabila sambil menyelimuti Adelia yang terlihat nyenyak tidurnya seakan tidak merasakan sakit apa pun didaerah kepalanya.


"Saya cuman mau jenguk Adelia karena dia anak saya". Jawab Alfaro membuat Nabila tersenyum sinis sekali gus muak dengan ucapan Alfaro.


"Anak kamu?, bukannya kamu sendiri yang bilang kalau dia bukan anak kamu jadi buat apa sekarang kamu ngakuin dia anak kamu karena nggak akan ngembaliin semua yang udah kamu lakukan sama Adelia". Ucap Nabila menatap sinis Alfaro.


"Karena...".


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2